Ane gak sebel baca tulisan ente. Ane hanya sebel ente gak gentleman kasih tahu kenapa demo sekarang ini tujuannya: turunkan Jokowi.
Kasih tahu donk siapa2 mahasiswa/i ini yg menginginkan Jokowi turun? Lalu kalau sudah ketahuan mhsw2 ini, tolong kasih tahu apa alasannya? Ente juga seneng ya dengan mhsw yg menurunkan bung Karno dulu? Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Wednesday, September 25, 2019 9:58 AM To: GELORA45 <[email protected]> Subject: [GELORA45] dibuang sayang Mumpung demo lagi jeda maghrib, ngetik iseng. Hari ini mahasiswa-mahasiswi Jakarta absen memberi kuliah #TurunkanJokowi di Gedung DPR/MPR. Tetapi ada dosen-dosen pengganti yang terdiri dari ribuan pelajar sekolah menengah yang sebagian besar berseragam STM/SMK (bukan merk mobil kondang). Tanpa babi atau bu para "dosen" ini langsung menguliahi polisi dengan hujan batu yang cukup deras. Selalu, partisipasi pelajar dalam demonstrasi pro Rakyat selalu mengagumkan.. Bayangkan, di usia yang masih sangat muda mereka terpaksa turuntangan dalam urusan para dewasa yang tidak becus, hehe... Diantara demo dengan jumlah pelajar yang besar antara lain, demo Tritura'66; Malari'74; SU-MPR'78; dan Reformasi'98. Berbeda dari semua demo pro Rakyat itu, boleh jadi demo TurunkanJokowi2019 ini paling istimewa. Para pelajar tampil solo tanpa didampingi kakak-kakak mahasiswa maupun pemuda-pemudi demonstran. Sangat mandiri. Bahkan korps pelajar yang terkenal ahli tawuran ini kelihatan mahir bikin barikade api dari ban-ban bekas. Dari pengakuan beberapa pelajar, gerakan mereka terkoordinir melalui media sosial. Namun tidak sedikit yang mengaku geram melihat kekerasan polisi terhadap abang-abang mahasiswa sehingga merasa terpanggil untuk melawan polisi yang merupakan musuh bebuyutan sehari-hari mereka. Maksudnya, mereka mau mengatakan konsolidasi dan koordinasi antar-STM :) berlangsung secara offline. Sedangkan tagar #STMMelawan di media sosial hanya sebagai kode asap untuk bergerak. O ya? Pertanyaannya, ke mana mahasiswa/i Jakarta hari ini, kok baik hati sekali berbagi jadwal kuliah dengan adik-adik STM/SMK. Tidak satu pelajar pun bisa menjawab siapa yang berkoordinasi dengan mahasiswa untuk jadwal hari ini, kecuali berupaya membela bahwa para abang dan mpok mahasiswa absen lantaran ditangkapi dan masuk rumahsakit! Apa nggak pengin nangis lihat kecintaan adik terhadap kakaknya begini... Barangkali (barangkali lho) yang tahu jawabannya ya cuma kakak-kakak pembina di istana. Itu pun tidak ada jaminan kakak pembina sudi atau bernyali untuk menjawab. Baiklah, rupanya kuliah sudah dimulai lagi. Dengan sessi dialog hujan batu dijawab hujan petasan dan airmata (gas). Yang sebel buang saja catatan iseng ini.
