Anak2 muda PEMILIK haridepan NEGERI ini kudu DIDIDIK betul membangun
bangsa dengan baik, baru mempunyai HARI DEPAN yang baik! Apa jadinya
haridepan negeri ini, kalau sejak kanak-kanak sudah dididik anarkis,
seenak udelnya sendiri menuntut yang dikehendaki tanpa peduli melanggar
HUKUM, ...
ajeg [email protected] [GELORA45] 於 26/9/2019 9:40 寫道:
Jawabannya dalam setarikan nafas saja: pantas, karena mereka pemilik
masadepan negeri.
Apa bedanya, toh di masalalu mereka juga ikut berjuang membebaskan
negeri dari penjajah. Memperjuangkan nasib dan kehidupan yang lebih
baik. Kalau sudah begitu, tidak ada batasan masih sekolah atau sudah
kuliah. Berapa banyak anak yang beruntung melanjutkan ke perguruan
tinggi pada masa itu? Semaoen misalnya, apa latar pendidikannya?
Konyolnya sampai di era PYM Jokowi toh masih saja banyak anak jalanan
yang harus berjuang untuk bertahan hidup. Setiap hari. Apa bedanya?
Pantas. Mereka pantas dan berhak memperjuangkan hak-haknya yang
dirampas Jokowi.
Bukalah mata, lihat dunia. Jangan cuma Beijing & HK melulu.
Hehe.....
--- SADAR@... wrote:
Yang menjadi pertanyaan dan seharusnya dipikirkan lebih CERMAT
oleh pakar-pakar pemerhati dan peduli gerak perjalanaqn bangsa
ini, mengapa dan pantaskah anak-anak sekolah (dibawah-umur) turun
kejalan memperjuangkan "cita-cita" yg dianggap luhur itu dengan
KEKERASAN, menghujat aparat keamanan dengan hujan batu, ...???
Mudah2an saja TIDAK terjadi seperti aksi kerusuhan di HK, dimana
seorang anak usia 13 tahun tertangkap saat ikut aksi memblokir
Bandara-HK tertangkap. Dan atas dasar pengakuannya, aksi hari itu
dia bisa dapatkan HK$4 .000,- dan selama lebih 2bulan lebih ini,
sejak bulan Juni dia berhasil dapatkan sekitar 30Ribu dollar!
Hampir-hampir dia sudah berniat mengajak adiknya, ... Masa
kanak-kanak yang masih POLOS itu harus didorong untuk utamakan
menguasai ilmu sebaik-baiknya, bukan didorong melanggar HUKUM
menuntut TUJUAN absurd yg tidak masuk akal dengan kejar
"penghasilan" yg cukup menggiurkan itu!!! Tempo hari juga ada
berita seorang pemuda Ir. sudah dapatkan kerjaan cukup baik,
dengan bayaran 19Ribu juga nekad melepaskan kerjaan, menjadi
aktifis aksi kerusuhan, ... karena sebulan bisa dapatkan lebih
30ribu Dollar!
Apa jadinya BANGSA ini kalau anak-anak bangsa yg tumbuh menjadi
manusia-manusia anarkis, yang main labrak dan secara BRUTAL
perjuangkan kehendak sendiri TANPA PEDULIKAN kesatuan dan
persatuan BANGSA!
ajeg 於 25/9/2019 21:58 寫道:
Mumpung demo lagi jeda maghrib, ngetik iseng.
Hari ini mahasiswa-mahasiswi Jakarta absen memberi kuliah
#TurunkanJokowi di Gedung DPR/MPR. Tetapi ada dosen-dosen
pengganti yang terdiri dari ribuan pelajar sekolah menengah yang
sebagian besar berseragam STM/SMK (bukan merk mobil kondang).
Tanpa babi atau bu para "dosen" ini langsung menguliahi polisi
dengan hujan batu yang cukup deras.
Selalu, partisipasi pelajar dalam demonstrasi pro Rakyat selalu
mengagumkan. Bayangkan, di usia yang masih sangat muda mereka
terpaksa turuntangan dalam urusan para dewasa yang tidak becus,
hehe... Diantara demo dengan jumlah pelajar yang besar antara
lain, demo Tritura'66; Malari'74; SU-MPR'78; dan Reformasi'98.
Berbeda dari semua demo pro Rakyat itu, boleh jadi demo
TurunkanJokowi2019 ini paling istimewa. Para pelajar tampil solo
tanpa didampingi kakak-kakak mahasiswa maupun pemuda-pemudi
demonstran. Sangat mandiri. Bahkan korps pelajar yang terkenal
ahli tawuran ini kelihatan mahir bikin barikade api dari ban-ban
bekas.
Dari pengakuan beberapa pelajar, gerakan mereka terkoordinir
melalui media s osial. Namun tidak sedikit yang mengaku geram
melihat kekerasan polisi terhadap abang-abang mahasiswa sehingga
merasa terpanggil untuk melawan polisi yang merupakan musuh
bebuyutan sehari-hari mereka. Maksudnya, mereka mau mengatakan
konsolidasi dan koordinasi antar-STM :) berlangsung secara
offline. Sedangkan tagar #STMMelawan di media sosial hanya sebagai
kode asap untuk bergerak. O ya?
Pertanyaannya, ke mana mahasiswa/i Jakarta hari ini, kok baik hati
sekali berbagi jadwal kuliah dengan adik-adik STM/SMK.
Tidak satu pelajar pun bisa menjawab siapa yang berkoordinasi
dengan mahasiswa untuk jadwal hari ini, kecuali berupaya membela
bahwa para abang dan mpok mahasiswa absen lantaran ditangkapi dan
masuk rumahsakit! Apa nggak pengin nangis lihat kecintaan adik
terhadap kakaknya begini...
Barangka li (barangkali lho) yang tahu jawabannya ya cuma
kakak-kakak pembina di istana. Itu pun tidak ada jaminan kakak
pembina sudi atau bernyali untuk menjawab.
Baiklah, rupanya kuliah sudah dimulai lagi. Dengan sessi dialog
hujan batu dijawab hujan petasan dan airmata (gas).
Yang sebel buang saja catatan iseng ini.
--
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com