TIDAK mengarti apa yang hendak bung katakan, ...???

Siapa bermimpi jadikan Jokowi Presiden seumur hidup??? Bukankah Jokowi sendiri sudah menyatakan jabatan presiden periode ke-2, 2019-2024 akan berakhir dan dia tidak ada beban apa-apa untuk ambil keputusan tegas yang terbaik bagi kepentingan rakyat Indonesia, ... TIDAK ada masalah untuk meneruskan jabatan presiden bagi Jokowi, setelah 2024!

Lho, kalau bung hendak TURUNKAN Jokowi SEKARANG JUGA, ...! Sebagaimana yang diteriakkan pendemo-pendemo didepan DPR itu, lalu siapa yg hendak bung tampilkan jadi Presiden? Cukup dengan Maruf Amin, wapres nya jadi Presiden saja??? Adakah tokoh lain yg hendak bung usung, ...? Bukankah pilpres-2019 yg muncul 2 tokoh, Jokowi-Prabowo yg bertarung? Pernahkah bung renungkan, kemungkinan ada tokoh lain yang mungkin bisa diterima dengan baik oleh MAYORITAS rakyat Indonesia?

Kalau saja parpol-parpol yg besar, PDIP saja tidak mencapai 20% suara pemilu, ... PASTI TIDAK ada tokoh yg bisa diterima mayoritas rakyat! Juga akan terjadi koalisi antar parpol-parpol itu, ... Lalu, kalau tidak bverhasil terjadi kesepakatan apa yang akan terjadi???


ajeg [email protected] [GELORA45] 於 27/9/2019 22:51 寫道:
Jokowi / presiden turun masih ada wakilnya. Jangan mimpi mau jadikan Jokowi presiden boneka seumur hidup.

https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/252823

https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/252848

Apa urusannya dengan Prabowo yang sudah dikalahkan KPU & MK? Toh sejarah mencatat ada lebih dari 107 juta Rakyat yang tidak memilih Jokowi.


--- SADAR@... wrote:

    Ternyata bung tidak realistis! Mempertahankan Jokowi adalah
    KENYATAAN yang harus dihadapi, suka atau tidak! Jokowi itulah yang
    menangkan Pilpres-2019 yang sah dan harus diakui! Sedang bung
    masih saja bermimpi hendak unggulkan dan bahkan nobatkan Prabowo
    jadi Presiden RI tanpa peduli gunakan jalan apapun, sekalipun
    melanggar HUKUM dan menjadi lebih KEJIIII juga gerakkan anak-anak
    sekolah dibawah umur!!!

    Dan entah berapa korban jiwa harus bergelimpangan utk usaha makar
    ini, ... menggagalkan pelantikan Jokowi periode-2, 20 Oktober yad,
    ...

    Satu usaha sia-sia yg PASTI GAGAL! Kecuali hanya merusak dan
    jatuhkan korban jiwa orang-orang tidak berdosa, ...


    ajeg 於 27/9/2019 11:17 寫道:

    Dari 5 hal yang Anda tekankan itu benang merahnya hanya untuk
    mempertahankan Jokowi. Anda tidak peduli jutaan paruparu Rakyat
    (termasuk anak-anak) yang disesaki asap kebakaran hutan setiap
    tahun. Sudah divonis bersalah oleh MA dalam kasus karhutla pun
    Jokowi tetap tak mau tunduk pada hukum. Lha ngapain dia sok
    bicara penegakan hukum segala?

    Sadarilah bahwa masalah yang dibawa Jokowi bukan cuma RKUHP. Dua
    mahasiswa di Kendari dan satu pelajar di Jakarta tewas dalam demo
    aneka masalah ini tapi Jokowi tetap memboneka, bisu.

    Sejak malam tadi mulai terjadi penangkapan-penangkapan. Perbedaan
    pendapat semakin dibungkam. Jokowi keliru, sweeping ini justru
    menghabisi legitimasinya.

    Dia yang gagu kenapa orang lain yang dibungkam?

    --- SADAR@... wrote:

    PENEKANAN saya, anak-anak dibawah umur, berapa usia dewasa di
    Indonesia (17 atau 18?) hendaknya TIDAK diikut sertakan turun
    kejalan apalagi melibat diri dengan lempar-melempar batu apalagi
    molotov yg berbahaya itu! Ini pertama.

    Kedua, bagi mahasiswa-mahasiswi yg sudah menginjak dewasa,
    hendaknya bisa dengan kepala jernih apa yang mereka perjuangkan!
    Jangan sampai ditunggangi oleh kekuatan-kekuatan yang sedang
    perjuangkan kepentingannya sendiri dengan abaikan kepentingan
    NASIONAL! Apalagi kepentingan asing yg jelas sangat merugikan
    kepentingan BANGSA sendiri

    Ketiga, dalam berjuang harus hitung-hitung sebaik-baiknya
    kekuatan diri sendiri dan kekuatan lawan! Jangan benturkan
    kepala pada BATU, bukan saja tujuan yg diperjuangan pasti GAGAL,
    kepala bisa PECAH! Syukurlah kalau tidak jatuh korban jiwa, ...
    Gunakanlah kemungkinan-kemungkinan yang diberikan dan bisa
    digunakan untuk perjuangkan tujuan, dengan perkuat barisan dan
    BELAJAR menyusun strategi-taktik perjuangan sebaik-baiknya untuk
    menangkan perjuangan! Rebutlah apa yang mungkin bisa dicapai
    lebih dahulu. Jangan pula seperti cebol merindukan bulan,...
    yang hidup dalam mimpi dalam tempurung saja!

    Jokowi sudah putuskan "MENUNDA pengesahan RKUHP, biar
    dilaksanakan DPR periode berikut, ...!" Jadi, turun kejalan
    mengangkat isu RKHUP sudah tidak relevan lagi. Tapi mengapa
    masih juga turun kejalan? Bahkan UUKPK yg baru disahkan juga
    masih bisa gunakan jalur MK, ... kenapa harus turun kejalan?
    Jelas, aksi-aksi mahasiswa ditunggangi sekelompok kekuatan anti
    Jokowi dan hendak gagalkan pelantikan Jokowi, 20 Okt. yad!
    Jalankan MAKAR? Sudah cukup kuat dan bisa? Atau dapatkan
    dukungan asing jalankan revolusi warna, ... spt di HK???
    Hehehee, ...

    Kenapa pula tidak gunakan jalur HUKUM yang masih bisa digunakan,
    ... Bahkan dengan sabar dan ulet meneruskan perjuangan dengan
    perkuat barisan, meraih simpati dan dukungan massa untuk pilpres
    2024?

    ajeg 於 26/9/2019 19:43 寫道:

    Itulah anehnya Jokowi, berada di ibukota negara tapi membisu
    atas demo di seluruh Indonesia memprotes ketidakbijakannya (hari
    ini jatuh korban tewas di Kendari). Sementara, sang wakil dari
    markas PBB sana bisa bicara perlunya pandangan publik soal
    kebijakan pemerintah. Jelas, si Jokowi mutlak harus dididik.
    Mulai dari... pelajaran bicara dulu, supaya jangan bisanya cuma
    baca teks bikinan orang melulu.

    --- ilmesengero@... wrote:

    Kalau sibuk ada wakilnya untuk bicara. Maruf Amin sebagai wakil
    presiden untuk bicara, tetapi kelihatannya sama saja
    kedua-duanya membisu atau telah dibisukan oleh campur tangan
    asing!? hehehehehe

    On Thursday, September 26, 2019, 4:30 PM, ajeg wrote:

    Nah, sementara situasi serba tak menentu dan Jokowi tetap
    membisu, mari kita dukung keikhlasan anak-anak sekolah mendidik
    Jokowi dan rezim oligarki-otoriternya.

    --- SADAR@... wrote:

    Anak2 muda PEMILIK haridepan NEGERI ini kudu DIDIDIK betul
    membangun bangsa dengan baik, baru mempunyai HARI DEPAN yang
    baik! Apa jadinya haridepan negeri ini, kalau sejak kanak-kanak
    sudah dididik anarkis, seenak udelnya sendiri menuntut yang
    dikehendaki tanpa peduli melanggar HUKUM, ...

    ajeg 於 26/9/2019 9:40 寫道:

    Jawabannya dalam setarikan nafas saja: pantas, karena mereka
    pemilik masadepan negeri.

    Apa bedanya, toh di masalalu mereka juga ikut berjuang
    membebaskan negeri dari penjajah. Memperjuangkan nasib dan
    kehidupan yang lebih baik. Kalau sudah begitu, tidak ada batasan
    masih sekolah atau sudah kuliah. Berapa banyak anak yang
    beruntung melanjutkan ke perguruan tinggi pada masa itu? Semaoen
    misalnya, apa latar pendidikannya?

    Konyolnya sampai di era PYM Jokowi toh masih saja banyak anak
    jalanan yang harus berjuang untuk bertahan hidup. Setiap hari.
    Apa bedanya? Pantas. Mereka pantas dan berhak memperjuangkan
    hak-haknya yang dirampas Jokowi.

    Bukalah mata, lihat dunia. Jangan cuma Beijing & HK melulu.

    Hehe.....

    --- SADAR@... wrote:

    Yang menjadi pertanyaan dan seharusnya dipikirkan lebih CERMAT
    oleh pakar-pakar pemerhati dan peduli gerak perjalanaqn bangsa
    ini, mengapa dan pantaskah anak-anak sekolah (dibawah-umur)
    turun kejalan memperjuangkan "cita-cita" yg dianggap luhur itu
    dengan KEKERASAN, menghujat aparat keamanan dengan hujan batu,
    ...???





--
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke