Rekans, Sebenarnya fenomena ini akan berkurang dengan adanya keseimbangan harga pasar dalam negeri dan luar negeri..... ini analog dengan hukum pasar saja (masih ingat solar yang banyak dibawa ke LN karena harganya jauh lebih baik di sana dibanding di dalam negeri..?)....
Persoalannya : Market adjustment di dalam negeri kelihatannya alot banget dan selalu jadi ajang main pingpong antara KPS dengan BP Migas..... tanya manajemen KPS, maka dijawab bahwa budjetnya harus disetujui BP Migas....tapi sewaktu ketemu HR BP Migas, dikatakan bahwa itu urusan dalam negeri KPS masing-masing..... Kondisi ini diperparah dengan adanya model "semi kartel" diantara KPS yang selalu mengandalkan "Hay survey" untuk positioning sal-ben karyawan mereka terhadap harga pasar......satu KPS akan menaikan sal-bennya kalau KPS juga melakukan kenaikan ini...jadi kayak lingkaran setan saja yang gak ketahuan ujungnya (baca : kapan naiknya....) Di satu sisi fenomena 'going international' ini menurut saya malah menguntungkan. Saya setuju dengan teori 'narik gerbong'nya Oq...., jadi kalau diminta tolong sama boss buat cari orang, bilang saja ..."susah karena pada lari ke LN....TAPI kalau boss mau kasih sal-ben kayak di LN, kayaknya temen saya ada yang mau balik deh......." Jadi saya kurang sregh kalau pak Awang mengkaitkan ini dengan hak asasi orang yang ujungnya menjadi suatu option untuk 'dilarang atau tidak dilarang'.... Terus kalau ini jadi alasan para KPS untuk mendatangkan ekpatriate, kenapa SDM BP Migas tidak menyusun database saja....jadi kalau mereka pakai alasan itu waktu RPTK, bisa disodorkan ke mereka : ini ada setumpuk CV silakan pilih mana yang cocok.....he he he he .....jadi kita tidak dikadalin lagi..... Saya yakin banget, kalau harga pasar DN bisa bersaing, banyak teman akan lebih memilih nyangkul di negeri sendiri........ - soal cerita BP Migas Nigeria saya sependapat sekali...mereka keras sekali dan bahkan suka bikin geleng kepala kalau kita mendengarnya....kelihatannya ini juga dibantu dengan kuatnya serikat pekerja-nya yang sangat militan....: == Mereka bisa menentukan quota swap antara ekpat yang masuk dengan karyawan yang dikirim secara ketat == Bahkan saat ini pemberian visa kerja untuk ekspat juga sangat-sangat dibatasi (ada quotanya tiap perusahaan...) == Mereka tidak segan untuk menghentikan/tidak emmperpanjang blok jika coy-nya tidak kooperatif atau tidak produktif... Temen Nigeria pernah nawari untuk jadi ekspat di sana, karena kata mereka akan lebih murah kalau mendatangkan orang Indonesia dari pada orang Eropa atau Amerika..... Jadi siapa mau mulai set-up IAGI komwil Nigeria....? salam, ----- Original Message ----- From: "Sunaryo Arman C." <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, February 16, 2005 6:06 PM Subject: Re: [iagi-net-l] Brain Drain > Saya pernah bekerja untuk Nigeria, mereka punya > masalah yang sama soal 'brain drain' dan ini > berhubungan dengan masuknya tenaga expat kesana. > Banyak kesamaan antara Indonesia dan Nigeria, mereka > juga punya Migas, BP Migas yang mengontrol perusahaan2 > asing yang beroperasi disana. Untuk masalah tenaga > kerja asing, BP Migas Nigeria mengontrol dengan sangat > ketat, mereka bahkan menentukan posisi2 mana yang > harus diisi oleh orang lokal, apabila pada saat itu > belum ada orang lokal yang mampu, si perusahaan harus > membuat plan bahwa dalam 2-3 tahun posisi itu harus > sudah dijabat oleh lokal. Yang mengagumkan adalah > keseriusan mereka untuk menindak lanjuti plan itu, > jadi tidak hanya diatas kertas saja. Saya tidak > pernah tahu apa sangsinya kalau si perusahaan tidak > bisa memenuhi plannya, tapi yang saya lihat adalah > perusahaan2 asing di Nigeria benar2 serius dalam > mendidik tenaga lokal agar bisa memenuhi plan > tersebut. > > Saya tidak tahu apakah BP Migas (di Indonesia) juga > seserius itu dalam mengontrol tenaga kerja asing, > karena apabila ini dilakukan saya rasa dapat > mengurangi besarnya arus brain drain yang terjadi > sekarang ini. Lha kalau gaji relatif kecil dan karir > juga cuma begitu2 saja, saya rasa siapapun akan > tergiur untuk mencari yang lebih di negara lain. > > Arman > > --- Andang Bachtiar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Ada "sesuatu" yang agak tidak "sregh" membaca uraian > > Pak Awang soal brain > > drain; terutama karena uraiannya hanya menyoroti > > masalah "konsekwensi"nya > > bagi negara, dimana negara akan membayar lebih mahal > > kalau brain drain itu > > dibiarkan terus terjadi. > > > > Apakah ada yang bisa menguraikan ketidak"sregh"an > > saya tersebut? > > > > adb > > > > ----- Original Message ----- > > From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]> > > To: <[email protected]> > > Sent: Wednesday, February 16, 2005 3:31 PM > > Subject: Re: FW: [iagi-net-l] Formasi PP-IAGI 2005 - > > Perubahan Pengurus > > > > > > > SDM BPMIGAS sudah mencermati brain drain ini kok, > > coba perhatikan kalau > > ada rapat2 RPTK/RPTKA, tapi hak bekerja di mana saja > > adalah hak asasi setiap > > orang dan BPMIGAS tak akan mencegah2. Hanya, kalau > > semakin banyak tenaga > > expat di oil companies, inilah suatu kompensasi > > brain drain tenaga nasional > > yang berpengalaman. Ada yang keluar, ada yang masuk, > > wajar saja. Dan, ini > > pula biasanya yang dijadikan alasan para oil > > companies untuk meminta agar > > para expat-nya diperpanjang masa kerjanya di > > Indonesia : "kami kekurangan > > tenaga nasional berpengalaman Pak, banyak yang > > keluar dan pergi ke Malaysia > > dan Timur Tengah". Nah...daripada menerima fresh > > grad yang butuh >5 tahun > > dididik biar bepengalaman, jalan pintas dipakai, > > mendatangkan expat atau > > memperpanjang yang sudah 6 tahun di Indonesia. > > > > > > Kalau banyak tenaga nasional berpengalaman di > > Indonesia, BPMIGAS akan > > punya cukup amunisi buat menangkal dan tidak > > memperpanjang expat, kalau > > tidak...? > > > > > > Ini tidak berakhir di BPMIGAS saja, tetapi > > bergulir juga di BAPENAS dan > > Depnaker. Katanya SDM BPMIGAS mau membahas masalah > > brain drain ini. > > > > > > Sekali lagi, bekerja di mana saja adalah hak asasi > > setiap orang, hanya > > satu "drain" tak akan berdiri sendiri dan bukannya > > tanpa akibat. Kalau ada > > brain drain maka akan ada kekosongan di tempat yang > > ditinggalkan. Kalau > > tempat itu diisi expat, yah... negara membayar lebih > > mahal sebenarnya . > > > > > > Salam, > > > > > > awang > > > > > > "Shofiyuddin" > > > > > > > > > > > > ess.com> cc: > > > > > > Subject: FW: [iagi-net-l] > > > Formasi PP-IAGI 2005 - Perubahan Pengurus > > > 02/16/2005 > > > > > > 12:42 PM > > > > > > Please respond > > > > > > to iagi-net > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Yang lainnya bakalan nyusul seiring dengan > > keinginan untuk go > > > international dan untuk investasi buat masa depan > > anak anaknya. Gaji dan > > > fasilitas barangkali faktor utama yang mendorong > > mereka kerja di > > > overseas ini. > > > Yang aku cukup tertarik adalah bagaimana reaksi > > negara dalam hal ini BP > > > Migas (?) melihat hal ini. Kemarin waktu ada isu > > wellsite geologist dari > > > india, kita sudah kelihatan panik sehingga buru > > buru dicari dan dibuat > > > listnya. Sekarang bagaimana? > > > > > > > > > > > > Salam > > > Shofi > > > > > > > > > > > > __________________________________________________ > > > Do You Yahoo!? > > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > > protection around > > > http://mail.yahoo.com > > > > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, send email to: > > [EMAIL PROTECTED] > > To subscribe, send email to: > > [EMAIL PROTECTED] > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > IAGI-net Archive 1: > > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: > > http://groups.yahoo.com/group/iagi > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy > > > Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy > > Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] > > atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi > > Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Database Geologi : Aria A. > > Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > > > __________________________________ > Do you Yahoo!? > All your favorites on one personal page - Try My Yahoo! > http://my.yahoo.com > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] > To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

