Hal yang sama dilakukan juga oleh BPMIGAS, pengawasannya dalam RPTK/PPTKA
(rencana penempatan tenaga kerja (nasional)/rencana penempatan tenaga kerja
asing. Semua perubahan organigram personalia harus mendapatkan persetujuan
BPMIGAS.
Posisi yang diisi expat harus ada proyeksi kapan bisa diisi nasional, bagaimana
skenario mentoring dari si expat ke penerusnya kelak dll. Tapi, pada beberapa
kasus oil companies tak serius menjalankan mentoring ini bahkan mengakali
bagaimana agar expat tetap bisa bercokol di perusahaan itu. Dan,... ternyata
orang2 nasional yang duduk di SDM oil companies umumnya cenderung berpihak
kepada majikannya yang expat dibanding kawan2nya yang nasional. Tentu 1001
cara2 pengakalan2 ini masuk dalam pengawasan serius BPMIGAS.
Salam,
awang
"Sunaryo Arman C." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya pernah bekerja untuk Nigeria, mereka punya
masalah yang sama soal 'brain drain' dan ini
berhubungan dengan masuknya tenaga expat kesana.
Banyak kesamaan antara Indonesia dan Nigeria, mereka
juga punya Migas, BP Migas yang mengontrol perusahaan2
asing yang beroperasi disana. Untuk masalah tenaga
kerja asing, BP Migas Nigeria mengontrol dengan sangat
ketat, mereka bahkan menentukan posisi2 mana yang
harus diisi oleh orang lokal, apabila pada saat itu
belum ada orang lokal yang mampu, si perusahaan harus
membuat plan bahwa dalam 2-3 tahun posisi itu harus
sudah dijabat oleh lokal. Yang mengagumkan adalah
keseriusan mereka untuk menindak lanjuti plan itu,
jadi tidak hanya diatas kertas saja. Saya tidak
pernah tahu apa sangsinya kalau si perusahaan tidak
bisa memenuhi plannya, tapi yang saya lihat adalah
perusahaan2 asing di Nigeria benar2 serius dalam
mendidik tenaga lokal agar bisa memenuhi plan
tersebut.
Saya tidak tahu apakah BP Migas (di Indonesia) juga
seserius itu dalam mengontrol tenaga kerja asing,
karena apabila ini dilakukan saya rasa dapat
mengurangi besarnya arus brain drain yang terjadi
sekarang ini. Lha kalau gaji relatif kecil dan karir
juga cuma begitu2 saja, saya rasa siapapun akan
tergiur untuk mencari yang lebih di negara lain.
Arman
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'