kalau pakai warna, harga bbm-nya tambah mahal ndak? maksudnya, apa perlu pewarna khusus utk mewarnai bbm?
lagipula, kalau sampai berbekas di tangki, apa nanti tidak berbekas juga di komponen mesin lainnya? bahayakah? --pta On 7/13/05, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pengusaha yang punya angkot isi bensin, terus dkeluarin, dijual di pinggir > jalan dengan harga di antara harga bbm untuk angkot dan bbm untuk > kendaraan pribadi ....pasti laku keras... > kenapa kok enggak pakai sistem warna saja ya...? kalau angkot mis : bbm > warna hijau dan pribadi warna merah...dan ada bekasnya di tangki.... --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

