Pak Awang, saya ikut bertanya perihal geo-arkeologi candi.
Mengapa candi-candi di Jatim tidak menggunakan batu alam seperti candi-candi di Jateng? Misalkan kesulitan bahan baku batuan beku, kenapa tidak menggunakan batugamping, misalkan. Atau apakah ada perbedaan trend arsitektur di kedua wilayah tersebut pada saat itu, misalkan di Jatim dianggap keren dengan batubata karena istana-istana dibangun dengan batubata, atau bisa juga pembuatan batubata saat itu masih dianggap baru dan teknologi impor jadi mempergunakannya sebagai tempat ibadah bisa menambah gengsi rohani sang penguasa. Sebaliknya di Jateng batualam dianggap mahal dan berkelas karena trend arsitektural bangunan istana masih "menyatu dengan alam" (contoh Kraton Boko di Jogja, tetapi tampaknya ini dibangun sebelum era Borobudur).
Salam, Salahuddin Awang Satyana wrote:
Candi-candi di Jawa Timur tentu berbeda dengan candi-candi di Jawa Tengah. Candi di Jawa Timur tak pernah menggunakan batu masif andesit basaltik seperti di Jawa Tengah, tetapi banyak menggunakan tanah liat yang dibakar mirip batamerah.
--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

