Pak Salahuddin, Semeru tak seaktif Merapi, maka lebih banyak andesit dimuntahkan Merapi daripada Semeru, sehingga jelas lebih banyak batu andesit di sekitar pusat2 kerajaan Buddha-Hindu. Itulah yang jadi bahan baku candi2 di Jawa Tengah. Ini belum termasuk muntahan andesit dari Merbabu, Sundoro, dan Sumbing di ex Kresidenan Kedu. Maka, tak kurang dari 50 candi besar kecil ditemukan di dataran tinggi ini. Dan, sampai zaman Mataram Hindu, pusat kerajaan ada di Jawa Tengah, bukan di Jawa Timur. Mereka banyak mendirikan candi2. Setelah itu, abad ke-12, pusat kerajaan bergeser ke Jawa Timur menuju Kediri lalu Majapahit di sekitar Trowulan Mojokerto sekarang. Candi-candi Jawa Tengah dan Jawa Timur jelas berbeda. Ciri-ciri langgam Jawa Tengah : (1) bentuk bangunan masif, kokoh, tambun, (2) atap nyata berundak-undak, (3) puncak berbentuk stupa, (4) gerbang pintu dan relung berhiaskan kala makara, (5) relief dipahat dalam dan naturalis tak simbolik, (6) letak candi di tengah pelataran, (7) kebanyakan menghadap ke timur, (8) kebanyakan terbuat dari batu andesit (basaltik sebagian). Akan halnya candi2 Jawa Timur, inilah langgam2nya : (1) bentuk bangunan ramping, (2) atap tak nyata berundak2, (3) puncak mengubus, (4) tak ada makara, hanya ambang atas pintu relung punya kepala kala, (5) relief diukir tipis dan simbolik seperti wayang kulit, (6) letak candi di belakang pelataran, (7) kebanyakan menghadap ke barat, (8) kebanyakan terbuat dari bata. Kalau sempat jalan2 ke candi-candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur, silakan perbandingakan ciri-ciri di atas (jangan lupa bawa kompas he2..) Kalau Kraton Boko memang bukan candi tetapi istana raja, ditemukan bekas benteng dan gang kering (bekas selokan) tempat pertahanan di luar benteng, juga bekas2 perumahan (mungkin perumahan tentara kerajaan). Karena Kraton, tentulah harus bergengsi. salam, awang
Salahuddin Husein <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pak Awang, saya ikut bertanya perihal geo-arkeologi candi. Mengapa candi-candi di Jatim tidak menggunakan batu alam seperti candi-candi di Jateng? Misalkan kesulitan bahan baku batuan beku, kenapa tidak menggunakan batugamping, misalkan. Atau apakah ada perbedaan trend arsitektur di kedua wilayah tersebut pada saat itu, misalkan di Jatim dianggap keren dengan batubata karena istana-istana dibangun dengan batubata, atau bisa juga pembuatan batubata saat itu masih dianggap baru dan teknologi impor jadi mempergunakannya sebagai tempat ibadah bisa menambah gengsi rohani sang penguasa. Sebaliknya di Jateng batualam dianggap mahal dan berkelas karena trend arsitektural bangunan istana masih "menyatu dengan alam" (contoh Kraton Boko di Jogja, tetapi tampaknya ini dibangun sebelum era Borobudur). Salam, Salahuddin Awang Satyana wrote: >Candi-candi di Jawa Timur tentu berbeda dengan candi-candi di Jawa Tengah. >Candi di Jawa Timur tak pernah menggunakan batu masif andesit basaltik seperti >di Jawa Tengah, tetapi banyak menggunakan tanah liat yang dibakar mirip >batamerah. > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) --------------------------------------------------------------------- __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

