Pak Harry,

Saya mau sedikit komentar ttg pendapat Pak Harry. Kok saya melihatnya,
meskipun DBA atau Sys Admin nya orang Indonesia sekalipun, selama atasan
mereka expat, dengan teknologi yg ada sekarang tidak dibatasi ruang dan
waktu sangat sulit utk mengontrol apakah data itu dikirim keluar atau tidak.
Kalo sang atasan expat tadi bilang, tolong saya di copiin data ini, data
itu, saya mau evaluasi, mosok sih DBA nya mau nolak Pak ?

Saya berpendapat, pembatasan akses suatu data bergantung pada type data
tersebut. Kalau masih data dasar (terbuka), artinya data tersebut bisa di
akses oleh siapapun, selama penggunaannya di manfaatkan untuk pengembangan
wilayah dimana data tersebut berasal.

Kalau data itu data tertutup (hasil interpretasi), maka selama wilayah kerja
itu masih di garap oleh KPS yang bersangkutan, ya masih dianggap rahasia,
tapi begitu WK itu sudah di relinquish, ya jadi data terbuka yang bisa di
akses oleh siapapun.

Kalo kita mempersulit pengaksesan data, akibatnya goal pemerintah untuk
mengembangkan daerah yang potensial jadi terhambat, karena terbatasnya data
yang ada. Tapi kalo data yang tersedia banyak dan berlimpah, toh pada
akhirnya akan memberikan keuntungan kepada negara, karena daerah yang
potensial tadi berkembang dan tentunya devisa bagi negara.

Kenapa kita mesti khawatir yang berlebihan soal kepemilikan data, meskipun
ada perusahaan yang mempunyai data seabreg2, toh nantinya, pada waktu sang
investor mau invest, dia tetep harus daftar dan minta izin ke pemerintah
selaku pemilik daerah yang bersangkutan.

Yang penting, perusahaan2 yang memiliki WK di Indonesia menjaga & mengelola
data-data tersebut dengan baik, sehingga pada waktu pengembalian WK ke
pemerintah nantinya data-data tersebut juga di kembalikan dan bisa dimanfaat
kan lagi oleh yang membutuhkan.

Maaf kata kalau seandainya komentar saya kurang berkenan

Salam,











----- Original Message ----- 
From: "Harry Kusna" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, October 20, 2005 4:11 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Data, PND - NDC sebuah urun rembug


> Pak Awang ysh.,
> Perkenankan saya di bawah ini menanggapi uraian Bapak.
>
> Wassalam,
> Harry Kusna
>
> Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Data sebesar apa pun bisa dengan mudah berpindah tangan via kemajuan
teknologi. Seolah, peraturan-peraturan yang mengatur kerahasiaan dan
kepemilikan data tak ada artinya apa-apa. Betul. Tetapi, harus diingat : itu
melanggar peraturan2 Pemerintah yang berlaku. Maka, terpulang ke diri
masing2 : ...... deleted .....
>
>
>
> salam
>
> Awang
>
>
>
> Secara audit, kita tidak boleh hanya mengandalkan kepada kepercayaan saja,
bahwa orang akan menuruti peraturan.  Harus ada prosedur yg secara
sistematik mengatasi kemungkinan penyimpangan yg akan terjadi.  Di dalam
tulisan saya terdahulu, selain dari peraturan, seharusnya ada suatu tindakan
dari kita untuk mencegah
>
> penyimpangan2 yg mungkin terjadi itu yaitu misalnya dengan tidak
membiarkan pemegang kekuasaan di I/T dijalankan dari luar Indonesia, karena
dengan kepentingan orang di luar Indonesia dan privilege yg mereka punyai,
system log yg berisi catatan apa yg mereka kerjakan (untuk audit trail)
dapat mereka hapuskan.  Dalam pendapat saya, minimal 2 jabatan yg saya sebut
yaitu Syst. Admin dan Database Admin (DBA) haruslah dipegang oleh orang kita
di Indonesia.
>
>
> salam,
> Harry Kusna
>
>
>
> ---------------------------------
>  Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke