Ada beberapa hal yg terkait dengan pertanyaan Minarwan dibawah ini.
Pemberian beasiswa, hiring, dan beasiswa.

On 1/30/06, Minarwan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Barusan saya ditanya seorang mahasiswa apakah beasiswa konsorsium KPS
> masih ada.
> Saya bingung menjawabnya (karena memang beasiswa ini dibilang tidak ada
> sepertinya ada tapi dibilang ada juga enggak jelas bagaimana prasyarat
> kemana mengirimkan lamaran, dll).

Ini soal keberadaan konsorsium KPS.
Mungkin ada rekan dari BPMIGAS yg lebih tahu tentang hal ini.

> Mungkin ada rekans yang bisa membantu memperjelas, KPS mana yang masih
> akan merekrut fresh grad untuk disekolahkan? Kemana mencari informasi
> beasiswa ini? Lalu apakah setelah lulus alumni beasiswa ini diharuskan

Merekrut khusus disekolahkan mnurutku hal yang sangat langksa di KPS
Indonesia. Kalau toh ada bentuknya bukan merekrut fresh grad khusus
untuk disekolahkan. Tetapi merekrut pegawai dipilih dari lulusan
terbaik untuk keperluan tenaga kerja di Kantor tsb. Seandainya saja
perusahaan menginginkan pendidikan lanjutan maka KPS tersebut bisa
saja menyekolahkan (school) atau mengirimkan utk mengikuti kursus
skill (course) sepekan atau 3-6 bulan, atau kalau seringkali untuk
engineering (driller dll) untuk mengambil sertifikat (certification).
Demikian juga program2 update knowledge dari perusahaan atau juga
cross posting. Namun hal ini seringkali dilakukan setelh proses
"hiring"

> memberikan persen tertentu gajinya kepada KPS yang mengirimkannya? (tadi
> ada rekan di salah satu KPS yang bercerita, kudu potong gaji alias
> beasiswa yang terima di muka bayar kembali belakangan :p). Beasiswa kok
> potong gaji?? :)))

Ada juga yg bentuknya bukan "beasisea terikat", atau "ikatan dinas".
Jadinya beasiswa yg nantinya dipotong gaji. Bentuk seperti ini ada di
malaysia dimana Mahasiswa diberikan beasiswa dimana nantinya setelah
lulus harus membayar. Seandainya lulus dengan diatas 3.5 hanya
mengembalikan 0%, kalau IP 3-3.5 mengembalikan 25-50%, kalau IP 2.5-3
mengembalikan 75 %, dan seandainya IP kurang dari 2.5 harus
mengembalikan 100%. Dan bantuan ini disebut juga schoolarship
Di Indonesia dulu tahun 1980-an juga ada namanya KMI (Kredit Mahsiswa
Indonesia) diberikan oleh Bank di Indonesia. dimana bunganya sangat
rendah. Namun saya mendengar banyak juga yang ngempang loh. Padahal
Ijazah asli ditahan oleh Bank ketika wisuda.

Jadi kalau toh ada KPS yg memberikan "bantuan" dengan syarat si
penerima harus membayarpun sebenernya juga sudah bagus kalau niatnya
memang membantu. Namun di dunia bisnis kan biasa bahwa perusahaan
mestinya mencari untung. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk membantu
bidang-bidang ilmu yg tidak secara langsung berhubungan dengan
kegiatan industri. Misalnya beasiswa untuk dokter, ilmu2 sosial dll.
Perusahaan migas tentunya tidak membutuhkan mereka secara langsung
atau secara spesifik.

Beberapa perusahan di Jakarta memberikan beasiswa mengikat ini utk
pegawai2nya yg ingin sekolah lagi. Di Kondur Petroleum SA sudah banyak
engineer dan geosciencesnya yang mengabil fasilitas perusahaan ini.
Saya salah satu angkatan awal untuk program S2, waktu itu memang tidak
ada ikatan. Namun setelah itu dengan ikatan dinas. Walaupun dengan
ikatan dinas, bantuan ini pun akan sangat membantu karyawan dan
perusahaan. Karena niat sekolah muncul dari pegawai, dan pegawai akan
lebih keras usahanya karena sesuai dengan keinginannya, ketimbang
karena alasan "dikirim" oleh perusahaan. Beasiswa ini disebut sebagai
"education assistant".
Amerada Hess di Malaysia juga ada "education assistant" khusus utk
orang Malesa. Sedang di Shell dulu sepertinya malah memiliki
University sendiri, dulu ada istilah Shell University :), mungkin
herman darman lebih banyak tahu.
Namun "education assistant" ini utk hal-hal yg masih berhubungan
dengan pekerjaan. kalau geologist kursus memasak atau menjahit ya ngga
dikasih lah yaw ..

Salam

RDP

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke