Saya sangat kagum atas prestasi Prof Suroso, dan pernah bertemu, namun
tidak sempat berdiskusi dengan beliau mengenai geologi.
Barangkali Pak Rovicki mengetahui keberadaan tulisan-tulisan beliau? Saya
ingin mengkoleksinya, paling tidak fotocopy-nya.
Terima kasih
PLEASE DO NOT ATTACH FILE LARGER THAN 500 KB
R.P.Koesoemadinata
Jl. Sangkuriang G-1
Bandung 40135
Telp: 022-250-3995
Fax: 022-250-3995 (Please call before sending)
e-mail: [EMAIL PROTECTED]
----- Original Message -----
From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, February 03, 2006 7:33 PM
Subject: [iagi-net-l] PROFESOR OTODIDAK
Setelah kemarin berdiskusi tentang sebutan profesor di IAGI-net
ternyata dekat dengan kita (geologi) ada seorang profesor yg bukan
sarjana.
PROFESOR OTODIDAK
Dikutip dari majalah Gelora Mahasiswa, no.8, thn 3, edisi Desember 1978.
http://geologi_ugm.tripod.com/
Anakmuda harus punyakeberanian bereksperimen, ketangguhan "ousdour"
atau ketahanan diri dalam menghadapi cobaan hidup. Percaya kepada
kemampuan diri dan jangan hanya menggantungkan input dari pendidikan
formil, tapi belajarlah otodidak," demikian petuah Profesor Soeroso
Notohadiprawiro, 72 tahun, Gurubesar matakuliah Geologi di Fakultas
Teknik UGM. Dia bukan sarjana, tidak punya diploma perguruan tinggi
selain ijazah STM jaman Belanda "Princees Yulianna School" jurusan
Sipil dan mengecap pendidikan arsitek 1,5 tahun. Namun bukan omong
kosong bahwa mbah Roso - nama panggilan dari para mahasiswa, adalah
orang Indonesia pertama yang punya reputasi di bidang ilmu geologi
secara gemilang, lagipula tanpa lewat bangku kuliah.
Kecemerlangan otaknya dibuktikan sejak kecil. Sekolah Dasar (Mulo)
yang 7 tahun hanya diikuti kelas-kelas 1, 2, 4 dan 7, kemudian masuk
STM PYS, 4 tahun. Sebenarnya rintisan pengalamannya di bidang bangunan
sipilpun cukup cerah. Ketika usia 18 tahun - menurut Undang-Undang
Perburuhan Belanda belum boleh bekerja, dia sudah menjadi pelaksana
bangunan dari perusahaan pemborong "Sitzen & Lozauda" Yogyakarta, yang
mengerjakan gedung BNI 1946, kantor berita "Antara", PLN Magelang dan
rumah-rumah di Kotabaru. Tetapi kebosanan dan keinginannya untuk hidup
berdikari mendorong dia meninggalkan pekerjaannya dan menerima anjuran
bekas gurunya Van Der Houven mendaftarkan sebagai pegawai perusahaan
minyak Inggris dan Belanda "Shell" dan BPM. Atas bantuan insinyur
Houven pula, pemuda Soeroso merupakan satu-satunya orang pribumi dari
80 pemuda yang diterima. "Waktu itu Belanda memang menutup kemungkinan
orang pribumi belajar geologi dan pertambangan, sehingga pengembangan
ilmu geologi disini agak lamban", ujar Profesor.
Selama 3,5 tahun putra dokter jawa Soekardi mengikuti pendidikan
pegawai perminyakan di Den Haag, sebelum diangkat jadi ajun geoloog.
Kerja pertamanya di daerah Rantau, Aceh, mengawali prestasi-prestasi
Soeroso sebagai ahli eksplorasi geologi dan minyak bumi. Dia berhasil
"menjatuhkan" 17 orang penyelidik pendahulunya - termasuk beberapa
sarjana, yang telah menyatakan Rantau sebagai daerah 'non minyak',
tetapi ternyata merupakan sumber minyak yang menghasilkan jutaan
gulden bagi BPM dan Shell. Kemudian berturut-turut dijelajahi hampir
seluruh Sumatera untuk mencari ladang minyak baru atau eksplorasi
ilmiah. "Di Pangkalan Susu, Teluk Aru, ladang minyak yang saya temukan
ketika di bor menyembur deras dengan debit 1 juta ton sehari telah
menggenangi laut dan terbakar. Apinya menjulang dan kelihatan dari
jarak 90 km di kota Medan, sebulan baru dapat dipadamkan dengan
bantuan tenaga dari Amerika. Peristiwa itu membeawa beberapa korban
jiwa manusia ...", nampak suara Profesor sendu menceritakan kisahnya
kepada GEMA.
Jaman perang memang mampu menyulam pengalaman orang dengan aneka cara
hidup. Tatkala Jepang masuk, Soeroso yang masih punya gelar bangsawan
: Raden, terpaksa sembunyi di Gunung Sawal, Jawa Barat, takut jika
dipaksa jadi romusha oleh 'saudara tua'. Hampir dua tahun saya jadi
petani karet dan kelapa serta mendirikan perusahaan dagang "Banyu
Asih", sebelum saya diminta menjadi Wakil Direktur STM Jakarta oleh
kerabat saya Ki Hadjar Dewantara dan mulai saat itu saya melakukan
profesi sebagai pendidik" dan berkenalan dengan Pak Johannes Roeseno,
Soewandi dari Bandung. Katili masih jadi mahasiswa", katanya. Tetapi
kerja baru sebagai pendidikpun kiranya Soeroso tidak mengalami
hambatan. Setelah ikut hijrah mendahului pindahnya pusat pemerintahan
RI ke Yogya, bersama sejumlah Profesor dan bangsawan kraton, Soeroso
ikut mendirikan Universitas Gadjah Mada serta menjadi dosen Geologi.
Tahun 1960, resmi jabatan Gurubesar ilmu Geologi mulai dipangku, dan
Soeroso adalah Professor yang bukan sarjana. Lulusan STM yang pernah
ceramah di Utrech, California, Tokyo, Delft, Utah, Austria, Munchen
serta mendapat penghargaan dari "International Cooperation
Administration, karena prestasinya di bidang pendidikan teknik plus
Bintang Satya Lencana Pengabdian dari Pemerintah RI.
=====
- Nama Prof Soeroso sekarang dipakai sebagai nama Stasiun Lapangan
Geologi di Byat, Klaten, Jawa Tengah. Stasiun Lapangan ini menjadi
tempat kuliah lapangan baik dari Jurusan Geologi, dan fakultas lain
dari Univ Gadjah Mada, juga dari Universitas lain. Lapangan ini
dikelola oleh Jurusan Teknik Geologi UGM.
- Ir.Ricardo Pardede adalah mahasiswa terakhir yang ujian sarjananya
dipimpin langsung oleh Prof Soeroso, yaitu tiga hari sebelum beliau
wafat pada hari Sabtu tanggal 6 Nopember 1977.
--
--Writer need 10 steps faster than readeR --
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------