Peringatan oil shortage bahwa minyak dunia akan habis sudah muncul dari 1916 (the Model T Scare, 1916) dan "ketakutan" semacam itu direvisi terus berkali-kali, termasuk Arab Embargo Scare (1973) atau Iranian Revolution Scare (1979). Model Hubbert mengasumsi bahwa resource is limited and finite. Walaupun pasokan conventional oil (minyak seperti kita kenal sekarang ini, crude oil) memang ada batasnya, telah terbukti bahwa sulit untuk menentukan berapa ukuran ultimate resource-nya. Dalam 50 tahun terakhir saja, sumberdaya conventional crude oil dunia meningkat lebih cepat dibandingkan dengan produksi kumulatifnya. Ini, belum melibatkan sumberdaya2 dari unconventional oils (mis : tar sands dan oil shales). Dan, peak production minyak dunia itu belum tercapai, ia akan tercapai di antara tahun 2025 dengan memperhitungkan ada produksi dari Orinoco heavy oils dan Canadian tar sands (yang sudah mulai diproduksikan pada akhir abad kemarin). Kalau dari minyak konvensional saja, peak production dunia akan tercapai di 2015 (itu hitungan dari sumberdaya dan cadangan yang ada sekarang. Maka, 16 Desember 2005 bukan peak production, dan tak mungkin bahwa pada menjelang 2025 kita sudah di zaman batu lagi karena tak ada energi. Oil bukan satu-satunya energi ! Pada tahun 2090, saat penduduk dunia sudah 10 milyar, konsumsi energinya akan dipenuhi terutama oleh : solar thermal, angin, geotermal, biomasa, hidrogen, fisi-fusi nuklir, batubara, gas, dan unconventional oil yang jumlah pasokannya kalau disetarakan minyak akan sebesar 98 BBOE setahun (tahun 2000 yl pasokan energi dunia dari berbagai sumber sekitar 60 BBOE saat penduduknya sebanyak 6 milyar). Dan, untuk minyak konvensional pun, kita belum melibatkan kawasan Arktika dan Antarktika yang dari beberapa penelitian dan publikasi menjanjikan sebagai kawasan frontier untuk provinsi minyak masa depan.Misalnya, publikasi dari St John (1984) : Antarctica - Geology and Hydrocarbon Potential, dalam AAPG Memoir 40, p. 55-100, menyimpulkan bahwa ada 21 basin di bawah kutub selatan ini (6 onshore subglasial, 15 offshore) dengan potensi hydrocarbon yield-nya sebesar 203 BBO. Ini belum dimasukkan ke dalam hitungan shortage world's oil. Sebenarnya, yang menentukan minyak dunia habis, lebih kepada faktor ekonomi (apakah masih ekonomis memproduksi minyak dari Antarktika) daripada faktor geologi. Maka, eksplorasi minyak hanya bisa terhenti oleh keekonomian, ketika finding cost minyak sudah tak ekonomis lagi. Sejak itulah, mulai masa kegelapan minyak. Bukan geologi yang membatasinya (kita di sini bahkan belum melibatkan minyak an-organik yang potensinya bisa jauh melebihi apa yang selama ini kita punya dari minyak organik) ! salam, awang Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saya belum tahu persisnya bagaimana dengan HubbertPeak theory ini. Tapi yg saya tahu bahwa selalu saja ada jalan keluar dari peradaban dunia ini yg ternyata tidak kembali ke masa lampau.
Saya sih tidak sependapat dengan kemungkinan DarkAges (zaman kegelapan) akan menyelimuti peradaban manusia. Saya yakin akan ada alternatif pengganti sumber energi. Ketakutan DarkAges ini seringkali dipicu dengan habisnya minyak sebagai "sumber utama" energi (energy sources). Dari mong omong dengan temen-temen pemerhati energi tertuang bahwa ternyata harga pembangkitan energy listrik itu termurah ya dengan PLT Nuklir. Besarnya biaya pembangkitan energi listrik : utk PLTN biaya sebesar 2 sen E/kWh adalah biaya bahan bakar dan biaya operasi&pemeliharaan PLTN. Kalau ditambah biaya modal(capital cost) 5-6 sen/kWh, biaya pembangkitan PLTN antara 6-7 sen/kWh. Sedangkan biaya pembangkitan dari PLTU batubara di Indonesia 3,5 sen/kWh. PLTD Diesel atau migas) masih yg termahal namun saat ini sudah banyak yg terpasang dan beroperasi. Energi migas memang masih diperuntukkan untuk transportasi dengan efisiensi energi paling rendah hilangnya friksi disetiap kendaraan berBBM merupakan indikasi pemborosan terbanyak pemanfaatan energi, Hasil penelitian menunjukkan hingga 71% energy loss (Source: Mobil Technology Company). Saat ini Listrik dipakai utk hidup sehari-hari dan juga industri. Di Jawa energi listrik merupakan energi utama namun pemanfaatannya lebih banyak utk kebutuhan konsumsi dan hura-hura, penggunaan malam hari dan kalau dilihat jam pemakaiannya merupakan pemakaian untuk penerangan Mall dan sarana hiburan. lihat grafik yg saya buat di tahun 2005 silahkan klick disini : http://rovicky.blogspot.com/2006/01/hemat-listrik-siapa-targetnya.html ) Saat ini ketakutan terhadap krisis energi masih hanya menyentuh sisi "supply". Indonesia sebenernya tidak perlu khawatir dari sisi sumberdaya alamnya, Indonesia tentunya masih memiliki sumber2 energi lain. Kampanya Pak ADB tentang hinder potential minyak saja masih banyak yg belum tergali baik potensi maupun cadangannya. Namun yg disayangkan adalah lemahnya Indonesia (dan mungkin dunia) adalah melihat sisi "demand". Sisi demand yg masih sarat dengan pemborosan (low efisiensi) ini sangat jarang yg menyentuh. Salam RDP On 2/19/06, Ben Sapiie wrote: > Saya tidak punya yang lebih baik.. ini hasil yang menarik untuk > disimak...hanya kelihatannya terlalu pesimis... Saya kira.kita akan balapan > antara alternatif energy dan era eksplorasi besar2an. Tidak lupa unsur > politik yang dapat memicu banyak hal yang unpredictable. It just another > statistic...Saya yakin kita akan mengalami peak dari oil one more > time....Walapun ini hanya omongan diwarung kopi no hard evidence yet..., > just confident... > > Regards, > > Ben Sapiie > > > > > > ----- Original Message ----- > From: "Putrohari, Rovicky" > To: > Sent: Sunday, February 19, 2006 6:15 PM > Subject: Re: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its Peak? > > > > Why you think he is wrong? > > Barangkali pak Ben punya "ramalan" lain yg tidak sependapat artinya tidak > > se7 (menyalahi salam nih :) . Ga se7 dr sisi Hubbert peak-nya atau tanggal > > peak-nya, atau dark ages-nya? > > > > Salam > > Rdp > > > > -------------------------- > > Sent from my BlackBerry Wireless Handheld > > > > > > -----Original Message----- > > From: Ben Sapiie > > To: [email protected] > > Sent: Sun Feb 19 18:45:17 2006 > > Subject: Re: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its Peak? > > > > I think he is wrong!!! > > > > > > > > > > ----- Original Message ----- > > From: "Paulus Tangke Allo" > > To: > > Sent: Saturday, February 18, 2006 10:41 PM > > Subject: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its Peak? > > > > > >> Princeton University geology Professor Kenneth Deffeyes > >> has been studying world petroleum production data > >> and has come to the conclusion that the world > >> hit peak oil last December 16, 2005. > >> > >> If he is correct, total world oil production will never surpass > >> what was produced last December. > >> > >>>From the article: > >> "By 2025, we're going to be back in the Stone Age." > >> > >> lengkapnya bisa dilihat di: > >> http://www.princeton.edu/hubbert/current-events.html > >> > >> > >> --pta > >> > >> --------------------------------------------------------------------- > >> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > >> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > >> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > >> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina > >> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id > >> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) > >> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) > >> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) > >> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau > >> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) > >> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) > >> --------------------------------------------------------------------- > >> > >> > > > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina > > (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) > > Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) > > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) > > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau > > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) > > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina > > (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) > > Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) > > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) > > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau > > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) > > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina > (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) > Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL > PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) > --------------------------------------------------------------------- > > -- --Writer need 10 steps faster than readeR -- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Yahoo! Mail Use Photomail to share photos without annoying attachments.

