Salah satu faktornya adalah banyak yang dulu ( terutama industri ) mempunyai Pembangkit listrik sendiri dg BBM (PLTD) karena sekarang harga BBM nya mahal maka banyak yang menggunakan listriknya dari PLN yang lebih murah , karena tarif listrik PLN tidak bisa dinaikan sesuai mekanisme pasar ( regulated ) akibatnya PLN kelebihan beban.Kalau kapasitas tdk ditambah ya byar pet terus, Dengan harga BBM industri 5500 Rp/l maka kalau 1 kwh membutuhkan 0,3 liter BBM maka hanya untuk biaya bahan bakarnya saja sudah 1650 Rp/Kwh , padahal kalau beli listrik dari PLN cuma paling mahal 1000 Rp/Kwh, disisi lain PLN didaerah ini karena masih banyak pakai BBM maka harus nombok. Apakah Mahal Listrik itu ? kalau ruang tamu kita ada lampu neon 40 W kita hidupkan 12 jam ( jam 6 sore - 6 pagi ) maka kita cuma menghabiskan uang sbb = 12 x 40 W = 480 Wh atau 0,480 Kwh , kalau direkening listrik kita per Kwhnya Rp.600,- maka kamar Tamu kita yang semalaman terang benderang cuma kena 300 Rp , untuk Beli krupuk didepan rumah saja tidak dapat.
ISM Orang luar kaltim suka mentertawakan kondisi kaltim, punya apa saja untuk PTL selain air, tapi selalu byar-pet. Ada niatan sebenarnya membangun Power plant yg lebih besar kapasitasnya, tapi masalah yang timbul kelebihan dayanya mau dikemanakan?, karena Industri tak banyak disini.jadi saja rencana tinggal rencana, akibatnya tiap rumah sedia gen-set untuk mengantisipasi musim byar-pet. On 5/5/06, Nataniel Mangiwa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > sekedar informasi kecil.. > Balikpapan yang termasuk Kalimantan Timur dan yang juga termasuk > daerah kaya sumber energi (coal+hydrocarbon), tetapi keadaan > kesehariannya tidak tercermin demikian. > > Balikpapan cukup akrab dengan kasus Byar-Pet. bahkan hal ini termasuk > dari 2 hal Janji Palsu yang selalu dielu-elukan pada PILKADA > Balikpapan kemarin, yaitu: > 1. menjamin tidak ada lagi Byar-Pet > 2. menjamin ketersediaan air bersih. > > sepertinya tetep saja faktor efisiensi manusia masih sangat bereperan > penting dalam pengelolaan energi, yang dalam kasus Balikpapan ini > energi berlimpah tetapi Byar-Pet pun berlimpah. dan ini masih terjadi > sampai sekarang ;-( > > Salam Wik-en, > Natan > > On 5/5/06, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > Rekan rekan > > > > Memang benar diperlukan "geographical source based energy" spt yang > > dikatakan Rovicky TAPI ini tidak akan berarti apabila energi listrik > > yang dihasilkan ditransfer ke Jawa untuk menghidupi industri di P.Jawa. > > Kita sama sama menyadari betapa beban sosial/ekonimi dan lingkungan > > yang ditanggung oleh P.Jawa. > > > > Strategi berikutnya adalah harus memaksa kegiatan ekonomi pindah ke- > > daerah yang memiliki sumber energi .(Sumbagsel, Kaltim , Kalsel) > > > > Tentunya dengan syarat syarat yang menarik para pengusaha dan investor > > (umpama : tax holiday bagi pajak daerah , energi mestimya lebih murah > > dsb). > > > > Apakah ini mungkin ?Saya kira sangat mungkin , apalagi kalau PemDa-nya > > tidak berfikiran "ingin dapat PAD dalam waktu singkat" ( sehingga > > baru saja investor kulonuwun sudah di"pajak"-i), dengan mengeluarkan > > PerDa 2 yang kurang masuk akal. > > > > > > Si - Abah > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > -- OK TAUFIK --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

