Saya tak punya data statistiknya, tetapi pernah memiliki pengalaman mapping di 
daerah Kutai Barat, Kaltim. Mungkin cerita berikut ini dapat menjadi bahan 
pertimbangan bagi yang membutuhkannya. Begini ceritanya:
Ketika itu, medio 2006, kami sedang melakukan pemetaan geologi di daerah  
Tering, Kutai Barat, Kaltim.  Kami  mapping di Formasi Balikpapan bagian atas. 
Berdasarkan analisis sample-sample kami sebelumnya, cv batubara di daerah yang 
kami mapping (luasnya hampir 50.000 Ha) dalam rentang 3.500-4.500 (dalam 
ingatan saya yang pelupa ini). Suatu ketika kami para geologist terkejut 
mendapat laporan hasil analisis sample kami dari laboratorium, ternyata ada 
beberapa sample yang nilai cv-nya di atas 5.000. Selidik punya selidik, setelah 
membuka kembali "Geological Facts Map" kami, ternyata sample-sample dengan cv 
yang di atas rata-rata tersebut berada di zona sesar. Dengan demikian tak ada 
alasan lain, kami percaya bahwa sesar tersebut berpengaruh terhadap kualitas 
batubara. Secara teoritis hal itu memang sangat mungkin terjadi. Salah satu 
makalah di publikasi IAGI (Indonesian Coal and Mineral Discoveries 2005) 
mendiskusikan masalah coking coal. Ada beberapa variabel geologi yang 
menyebabkan terjadinya coking coal. Salah tiganya: intrusi, pembebanan, dan 
gradient geothermal. Barangkali patahan juga menghasilkan impak yang sama . 
Karena adanya perubahan P&T di zona sesar. Begitulah kira-kira, untuk lebih 
detilnya mengenai angka-angka dan  lain sebagainya silakan dilacak  sendiri la 
yawwww.. 




tabik,
  bosman batubara 
mobile: 0812 274 8495 
other e-mail: [EMAIL PROTECTED]

 
---------------------------------
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out.

Kirim email ke