Pak Noor, sebagai pembanding Wikipedia bisa dilongok analisis ttg
Venezuela di http://www.venezuelanalysis.com. Spt biasa selalu ada 2
versi dlm tiap isu, kasus penculikan dan sabotase tsb disinyalir
didalangi US utk mendestabilisasi pemerintah yg sah.

Contoh nasionalisasi sda yg paling melegenda di Amerika Selatan
barangkali adl nasionalisasi sda tembaga kepada perusahaan negara
Codelco oleh pemerintahan Allende di Chile awal thn 70-an. Meski
Allende dikudeta oleh Pinochet (dibantu US) dan meninggal thn 73,
dalam perjalanannya Codelco malah besar dan berkembang jadi perusahaan
tambang kelas dunia dan produsen tembaga terbesar di dunia hingga
kini.

Kita lihat saja apa yang akan terjadi di Venezuela ini.

Salam,
Noel


On 5/11/07, noor syarifuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
Apa iya sekarang produksi Venezuela 3 juta BOPD ?

Si - Abah


Abah, ini yang menarik dari Venezuela....
Produksi mereka memang sekitar 3 juta bopd. Ini artinya kurang lebih 3 kali
produksi Indonesia sekarang. Penduduk mereka kurang lebih hanya sekitar 28
juta saja (+/- 10% penduduk Indonesia). Namun demikian ternyata hasil
produksi minyak yang begitu melimpah tidak atau belum bisa mensejahterakan
rakyatnya. Bayangkan produksi 3 kali lipat, dan jumlah penduduk hanya 1/10
Indonesia itu artinya produksi per kapita per harinya sekitar 27 kali
Indonesia tapi tingkat kemiskinan dan pengangguran tidak jauh lebih baik
dari Indonesia. Coba perhatikan data kecil dari Wikipedia berikut:

- angka pengangguran                 : 9% (Indonesia 10.3%)
- jumlah penduduk miskin            : 37% (Indonesia (27%, mungkin sekarang
35-40%)
- angka inflasi                              : 21 %
(Indoensia 7-8% per BPS, tapi mungkin riil sekitar 12-15%)

Jadi tidak hanya rakyat yang belum sejahtera, secara politik dan ekonomi,
Venezuela juga jauh tertinggal dengan negara-negara berkembang lainnya.
Inflasi rata-rata masih dua digit. Beberapa teman seprofesi yang saya kenal
memilih untuk "sementara tidak pulang" dulu ke Caracas karena alasan politik
dll.Termasuk diantaranya akan adanya UU baru yang mengatur bahwa anak yang
lahir adalah anak negara, jadi orang tua tidak punya hak lagi untuk membawa
pergi jika orang tuanya mau menjadi emigran. Hampir semua ekspatriate yang
bekerja di Caracas diberi mobil yang "anti peluru" karena angka penculikan
anak cukup tinggi.

Kalau yang pernah melihat di acara mingguannya Chavez "Allo president",
pasti teringat zaman orba dulu. Selama berjam-jam Chavez siaran seorang diri
di TV dan ngomong tanpa henti tentang segala macam.

Apakah setelah nasionalisasi semuanya akan berubah .......? kelihatannya
terlalu dini untuk menjawabnya. Tapi kalau melihat sejarah, maka tidak mudah
untuk membalik keadaan.


salam,
 ________________________________
The fish are biting.
 Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.


--
Noel

----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke