----- Original Message ----- From: "hilman sobir" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, July 25, 2007 10:04 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] anomali gairah eksplorasi di Indonesia


Om OK.....Taufik,

Kebanyakan dari kita......"AGAMA DIPEGANG NAPSU
DIPAKE" jadi ...korupsi jalan terus walaupun
Departemenya..agama

Salam

Hilman Sobir
- OK Taufik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Ibu Parvita,

cerita begini tak akan habisnya dinegeri ini baik di
lingkungan migas
ataupun sektor lainnya. Ganti jaman, ganti
kekuasaan, ganti regulasi
"anomali" tetap jalan terus. Kalau dulu atasannya
korup, menyelewengkan
wewenang, maka giliran anak buah jadi boss..lebih
parah korupnya, regulasi
di ganti untuk menutup kemungkinan kecurangan.namun
manusianya lebih lihai
mengakali aturan, soal aturan dan regulasi manusia
indonesia kan sangat
piawai membuatnya.
Mau dikaitkan ke rasa nasionalisme juga seperti tak
kena , padahal
kebanyakan pengambil keputusan di negeri ini
sekarang adalah generasi yg
sangat banyak mengecap pendidikan indoktrinasi cinta
negara, dapat kuliah
kewarganegaraan, pendidikan moral pancasila ataupun
penataran P4 paket
100jam, belum lagi pendidikan dijenjang karir
(semacam pendidkan Lemhanas
dll). Jadi kalau biangnya memang mau korup, KKN,
menyelewengkan kekuasaan di
kasi lipstick Lancome, parfum channel 65 tetap saja
berbau korup.
Atau memang perlu ditata ulang pendekatan cinta
negara yg kontemporer(?).

memang perlu diingatkan kembali komitmen moral, budi
pekerti para penguasa
yg diberi amanah. kalau dia Muslim, Shalat dan
taatlah pada ajaran Islam,
jangan serampangan, "karena Allah SWT sendiri sudah
menjanjikan Shalatlah
kamu dan kamu akan selamat dari kebinasaan",
punishment buat korup,
pengingkar janji, penyeleweng amanah begitu jelas
balasannya-neraka!. Ajaran
agama lain juga banyak menyoal soal moral bagi
penganutnya. Bagi yg tak suka
sama nilai-nilai agama, perlu di pertajam
komitmennya pada kemanusiaan,
bahwa penyelewengan yang mereka lakukan akan
menyangkut banyak nasib orang
di luar sana. mungkin dana yg lepas/lenyap untuk dan
dari negara kalau di
alokasikan bagi kemashalatan masyarakat banyak pasti
sangat berguna,
pengangguran bertambah terus di negara ini dari
detik ke detik, rakyat
miskin saat ini lebih banyak di bandingkan masa
orba. Jadi mungkin
pendekatannya dari diri sendiri.

Kalau manusia2 seperti ini diberi amanah, anomali
mungkin akan tereduksi.
System akan berjalan dengan bening, jernih karena di
drive oleh manusia yang
chick.


terus berharap.

On 7/24/07, Parvita Siregar
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  Mas Awang dan yang lain2,
>
>
>
> Ada istilah yang timbul dalam beberapa diskusi
dengan anggota Jakarta
> Scout Check, yaitu perusahaan *Telo Pendhem*,
istilah yang dipopulerkan
> oleh mendiang Mas Bambang Seto, (may he rest in
peace).  Ini adalah
> perusahaan2 yang hanya bertindak sebagai broker
belaka.  Dalam arti kata
> lain, mereka memperoleh blok tanpa melakukan
komitmen apa2, dan ketika
> hampir jatuh tempo 3 tahun firm commitment, mereka
sibuk mencari siapa yang
> mau membeli PSC tersebut.  Ada beberapa company
yang mau "membeli" PSC
> tersebut, padahal firm commitmentnya hampir jatuh
tempo.  Ya itulah tadi,
> dengan harga minyak yang sekitar USD60/barrel ini,
banyak investor2 yang
> gambling membeli dari PT Telo Pendhem ini dengan
harapan mudah2an bisa ada
> kebijaksanaan dari pihak pemerintah untuk
penundaan komitmen.
>
>
>
> Waktu mendiang Mas Bambang masih hidup, saya
sempat telepon dengan dia.
> Saat itu ada penanda tanganan beberapa PSC yang
dianugerahkan melalui joint
> study di Subang.  Mas Bambangnya sempet curhat
bilang, "Vit, ini gila deh,
> masa' PSC udah mau ditanda tangan orangnya masih
nawar2i ke aku bloknya,
> telepon aku barusan jam 9:00 pagi".  Ck Ck.,
mungkin Cuma saya yang merasa
> praktek ini aneh, tapi mungkin sah2 saja cari
partner seperti ini
>
>
>
> Saya ingat kita pada gemes dengan model PT2 Telo
Pendhem (eh saya ndak
> tahu artinya apa sebenernya Telo Pendhem ini) dan
menghimbau kepada pihak
> Migas untuk lebih selektif dalam menganugrahkan
blok, baik yang secara
> regular tender maupun yang melalui joint study.
>
>
>
> Syukur2 investornya betul2 mau eksplorasi di blok
tersebut.  Syukur2 ada
> investor yang mau 'menyelamatkan' blok yang hampir
mubazir tersebut.
>  Makanya waktu pertemuan SEAPEX April lalu,
Indonesia sempat disebut2 'fully
> booked' tetapi sumur explorasi yang didrill
relatively sedikit.  Kenapa ya?
> Apakah karena kehadiran broker2 seperti ini?  PT2
begini bukannya membuat
> rugi negara?
>
>
>
> Dan yang saya mau tanyakan, dan sebenarnya
khawatir juga, jangan2 orang2
> yang minta2 blok ini mempunyai powerful people
dibelakangnya.  Artinya, si
> perusahaan yang mau invest ini mempunyai dekingan
yang mungkin Dirjen Migas
> sendiri sulit untuk menolak tidak memberikan blok
sasaran yang diinginkan
> investor ini karena ada surat sakti.  Padahal,
investor ini tidak ada
> pengalaman, kantornya ndak bonafid (masa' iya
perusahaan kok emailnya
> yahoo.com).  Malah saya dengar selentingan dari
orang dalam sendiri yang
> bilang, "wah, sulit nih, soalnya yang minta blok
ini adiknya mentri
> anu-anu-anu".  Masih ada sistem orde barukah?
>
>
>
> Saya tahu ada beberapa anggota milis ini yang juga
sebagai tim teknis
> dalam seleksi perusahaan2 yang hendak invest di
Indonesia seperti, Mas
> Awang, Mas Elan, Mas Mino', Mas Edy Sunardi, Pak
Handoyo Eko dll.  Tetapi
> ini tim teknis, seberapa besar pengaruhnya
terhadap final decision?  Kondisi
> finansial sendiri tidak menjamin bahwa perusahaan
tersebut akan
> mengeksplorasi suatu daerah.  Saya sendiri tidak
tahu bagaimana caranya
> menseleksi, dengan mencantumkan tim teknisnya,
atau dengan menyewa PI
> (Private Investigator) untuk menyelidiki ini
perusahaannya maya atau nyata,
> saya tidak tahulah.  Sepertinya cara2 yang
diterapkan dalam seleksi investor
> sudah sangat ketat sekarang, tetapi sekali lagi,
uang yang banyak bukan
> jaminan kalau mereka akan melakukan kegiatan
eksplorasi di negeri ini.
>
>
>
> Ya sedih juga sih, negara mau tidak mau akan
dirugikan oleh perusahaan2
> broker begini, lebih sedih lagi kalau perusahaan2
dengan dekingan "Anak
> Penggede" ini bisa masuk dengan dispensasi.
Sebagai anak bangsa, rasa
> nasionalisme agak tergugah juga.  Mudah2an rasa
nasionalisme ini juga masih
> ada di dalam hati orang2 yang mengambil keputusan
nun di atas sana.  (Bentar
> lagi 17 Agustus lho...)
>
>
>
>
>
> *Parvita H. Siregar*
>

=== message truncated ===



Yahoo!7 Mail has just got even bigger and better with unlimited storage on all webmail accounts.
http://au.docs.yahoo.com/mail/unlimitedstorage.html




----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION:
228 papers have been accepted to be presented;
send the extended-abstract or full paper
by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION:
228 papers have been accepted to be presented;
send the extended-abstract or full paper
by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke