Hehe...; ketemu lagi sama mas Sonny...(terima kasih, tahun kemarin sudah main 
ke kampus teknik geologi ugm, memberikan ceramah ilmiahnya. Tahun ini kalau mau 
datang juga boleh lho..)

Ada sedikit info, sebetulnya kawan-kawan di Pemda / Distamben di kabupaten dan 
provinsi, tidak selalu salah. Sistem pembinaan dan penjejangan kompetensi 
bidang geologi dan eksplorasi oleh kawan-kawan di Birokrat sudah mulai 
dioptimalkan oleh pemerintah, dalam hal ini oleh Badiklat ESDM (Kepalanya 
sekarang Pak Irwan Bahar).. 

Akhir Desember 2006, yang lalu..., Pusdiklat Geologi Badiklat ESDM mematangkan 
konsep materi dan pembekalan kompetensi sektor energi dan sumberdaya mineral 
bagi aparat pemda. Pemerintah (ESDM) menyadari apa yang terjadi di lingkungan 
birokrat untuk memenaj masalah sektor ESDM, karena kenyataannya memang hanya 4 
persen lulusan geologi yang masuk di Birokrat (ini data lulusan geologi UGM); 
sehingga wajar jika ada Ka Dinas ESDM Kab tertentu di Jawa atau luar Jawa latar 
belakangnya ada yang SD, IPDN/ STPDN, peternakan, perikanan, sosial, hukum dll; 
kecuali ilmu kebumian. Karenanya Dept. ESDM melalui Pusdiklat Geologi 
(kepalanya Pak Dedy M) telah mengembangkan pola pembelajaran komptensi itu 
dengan mengundang distamben / dinas esdm seluruh kabupaten di indonesia untuk 
dilatih dan dididik, melalui penjejangan. 
Pada akhir tahun 2006 - awal tahun 2007, saya sendiri diminta membantu 
merancang kurikulum-nya untuk kawan-kawan birokrat pada Pusdiklat Geologi. Tapi 
saya tidak bersedia masuk dalam tim itu, karena ada senior-senior geologist 
dari Bandung (bahkan sudah Prof dan Doktor), yang mestinya lebih mapan dan 
lebih paham permasalahan ini, daripada saya. Tetapi saya siap jika diminta 
mengkritisi kurikulum dan silabus yang telah tersusun di Pusdiklat Geologi 
Bandung. Saya juga sudah matur langsung ke pak Deddy selaku kapusdiklat 
tersebut. Akhirnya pembahasan kompetensi di Bandung, Desember 2006 menjadi 
ramai dan makin kuat untuk menempatkan permasalahan ini menjadi hal yang serius 
dalam pengelolaan ESDM di pemda, apalagi ketika Ketua Komisi SDM PP-IAGI turut 
bicara (mas Deny Juanda P.) dan Pak Gatut S Adisoma (VP freeport), juga 
Gubernur Riau (ikut bicara). Yang jadi kendala, pejabat / staf distamben pemda 
yang pernah turut pendidikan bidang geologi eksplorasi di Bandung selama,
 kadang di mutasi di lingkungan Pemda; sehingga orang yang sudah "sedikit tahu 
warna warni-nya" eksplorasi geologi, dipindah unit kerja lain; dan jabatan 
tersebut diisi orang lain. Nah..butuh cost lagi untuk mendidiknya. Kondisi ini 
untuk mengcover minimnya tenaga geologist dan pertambangan di Pemda, sehingga 
fungsi Pusdiklat Geologi di Bandung menjadi sangat strategis. Tetapi system 
mutasi jabatan di pemda tidak melihat ini, tapi kedekatan dengan Bupati yang 
menjadikan orang yang paham bidang geologi, malah ditempatkan pada jabatan 
strategis tapi bukan bidang eksplorasi esdm!!!!!!!!!!

Saya tidak jadi jubirnya Pusdiklat Geologi, tetapi memang perlu ada tekanan 
politik dari asosiasi profesi yang terkait, unsur legislatif, dan unsur 
pembenahan karir pejabat terkait. Ini tidak bisa lepas dari sistem yang ada di 
Depdagri. Karena  sistem jabatan di Pemda lebih berlandaskan pada "kedekatan 
politik" , "kedekatan upeti untuk jadi pejabat eselon II, eselon III" dari pada 
pendekatan teknis yang berdampak pada tinggi dan mutunya investasi positip 
bidang ESDM di daerah-daerah.

Kayak mengurai benang kusut..wae....

ayo dimainkan saja....mas Andri dan mas Sonny..juga PP-IAGI.
untuk ke Komisi Pertambangan PP-IAGI, saya coba untuk kontak mas Wirabudi 
(Ketut P. Wirabudi di Newmont). Kemarin dia sudah menginisiasi pada lingkup 
PERHAPI. dan tanggal 24 juli malam, saya ketemu mas Wirabudi di Acaranya 
Newmont, tapi obrolan di milist ini hurung sempat saya sampaikan. Dalam waktu 
dekat akan saya sampaikan ke beliau, bagaimana untuk menginisiasi ini dalam 
forum IAGI..........

salam, agus hendratno

"Pangestu, Sonny T" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:       kisah serupa mungkin di 
kalimantan sudah  biasa dan banyak kali terjadi bahwa letaknya kp-kp  tidak 
pada sebaran formasi batuan pengandung bahan galian yg dimaksud/tertera  dalam 
surat kp.
 misalnya koordinat batas kp batubara,  letaknya di formasi batuan karbonat 
berai/pamaluan, atau di gunung serpentinit  & volkanik pratersier.
 ada juga yang letaknya, tidak hanya  jatuh di laut, namun di kecamatan lain, 
bahkan ada yg di kabupaten  tetangga.
 lebih....lagi lebih dari sekodi sudah  diketahui ditumpangtindihkan di atas kp 
/ pkp2b yg telah ada  sebelumnya.
 (ini baru bicara soal letak kp, belum lagi yg  lainnya)
  
 wassalam.
 (sonny)
  

       
---------------------------------
   From: Andri Subandrio    [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 30 Juli 2007 11:20
To:    [email protected]
Subject: [iagi-net-l] IAGI mesti peduli Pemda    dan Distam di Daerah


   
   Sebenarnya pendidikan eksplorasi memberikan    bagaimana memahami genesis 
lalu penerapanya dalam konsep-konsep eksplorasi.    setiap genesis logam atau 
bahan galian mempunyai ciri-ciri dan keunikan    sendiri dan karenanya konsep 
eksplorasi juga berbeda-beda diterapkan. Di    Pongkor dan Grasberg Freeport - 
Papua, dan Batuhijau Sumbawa    semuanya penghasil emas, namun ekpsplorasi dan 
eksploitasinya sangat berbeda.    Nah yang bikin puyeng saat ini di pemda-pemda 
jarang atau bahkan tidak ada    ahli geologi. Kepala DISTAM di salah satu 
kabupaten di Sulawesi misalnya    lulusan STPDN atau IPDN. Hanya sedikit ahli 
geologi yang berani dan punya    komitmen untuk PEMDA, misalnya Bung Yulian 
Taruna (78) di Distam Kalteng dan    Famowa Zega (80) di Jayapura serta Gagaran 
(80) di NTB. IAGI, PERHAPI dan    organisasi profesi yang terkait dengan Sumber 
Daya Mineral seharusnya peduli    dengan masalah yang cukup "kritis" ini, yaitu 
masih langkanya tenaga geologi    dan
 pertambangan yang mau mengabdi di Pemda. Bisa dimaklumi karena di PEMDA    fee 
nya jauh dari petro-dollar seperti yang diterima rekan-rekannya yang    bekerja 
di Oil Industry, bahkan ada yang dibawah UMR Batavia! Nah mau maju    bagaimana 
!? Kemarin saya mengalami kejadian unik. Saya diminta untuk meneliti    KP yang 
konon prospek untuk nikel. Koordinat diberikan berupa peta batas KP    dan 
tabelnya. Setelah di plot di peta geologi regional yang terkait, tenyata    KP 
tersebut melesat jauh dari formasi batuan yang seharusnya target untuk    
nikel! Konon KP ini akan dijual dan infonya diperoleh dari DISTAM! Ada KP    
nikel laterit juga setelah di plot jatunya di laut! Dan anehnya sudah dibeli    
lagi! Barangkali  KP jadi Karepe..Peno..toh!
    
   Salam 
    
   Andri SSM
        ----- Original Message ----- 
     From:      Agus      Hendratno 
     To: [email protected] 
     Sent: Friday, July 27, 2007 4:44      PM
     Subject: Re: [iagi-net-l] Tanah Air for      sale vs Eforia Eksplorasi; 
PP-IAGI kumpul dong..
     

Dalam rangka mengkritisi hal ini, beberapa hari yang lalu      PERHAPI langsung 
merapatkan barisan di Jakarta, diundang pelaku bisnis      tambang yang mapan, 
komisi 7 DPR-RI juga diminta ngomong (termasuk ketua      Komisi 7). Kebetulan 
saya hadir, khusus untuk mendengarkan keresahan ini.      
Nah, ada baiknya PP-IAGI kumpul, undang kawan-kawan dari migas, mining,      
regulator, komisi-7, birokrat pemda. PP-IAGI bisa minta sponsor dari      
kawan-kawan di migas dan mining. Lalu buat pernyataan yang mengarah      
pembenahan kegiatan eksplorasi mining, termasuk yang mendirikan PT. Telo      
Pendhem...dll; juga mas komisi 7; komisi bidang perindustrian dan      
perdagangan di DPR-RI, juga komandan armada TNI-AL 
Yaach..., minimal      pemanasan sebelum JCB di Balai nanti. Ada semacam 
masukan atau petisi atau      pernyataan sikap. 
Kasus Lumpur saja, IAGI bisa lantang, bagaimana dengan      eksplorasi yang 
kebablasan tanpa kaidah bisnis dan kajian yang matang. Saya      kira ada 
baiknya PP-IAGI bersikap....; tidak jelek..koq; malah beramal.      Insya Allah 
merindhoi langkah IAGI untuk ini. Baca Al-Fatihah 3x.....;      aman...

Barusan...saya ditelpon dari PT ANU untuk membuat FS      Penambangan Bijih 
besi di Kalteng (hanya diberi waktu 2 minggu, instan;      busyet....); karena 
bupati sudah ngebet dengan investor untuk segera      dikeluarkan KP 
Eksploitasi. Maklum, bupati pasti dapat      "royalti".....
Maka, saya tolak....; dan institusi kami tidak mengajarkan      yang 
demikian... Dengan mengkritisi pola kajian yang dilakukannya, saya      tembak 
langsung tadi....si pimpro-nya; ternyata dia take over dari PT      Anu-Anu 
yang lain. Lah...blok KP Eksplorasi sudah dilego (pasti gak      prospek), koq 
dijual. Nekad kalee..., gilaa...ternyata kayak gitu juga ada      brokernya....

piye jal...,mas Andri...dunia geologi eksplorasi, koq      begini...; apa kita 
salah mendidik dan mengajarkan konsep geologi eksplorasi      di 
kampus.........??????

salam tanah air geologi......
agus      hend

nyoto - ke-el <[EMAIL PROTECTED]> wrote:             Mari kita dukung rame2 
kepedulian IAGI sebagai organisasi profesi        untuk memberikan sumbangsih 
kepada Tanah Air kita, yang mungkin bisa        berupa petisi resmi ataupun 
Himbauan ke Pemerintah agar melakukan langkah2        nyata untuk menghindari 
kerugian2 negara yang lebih besar lagi terutama        dengan ber-macam2 
penambangan bahan2 tambang & galian di Indonesia        yang lebih 
bertanggungjawab & ramah lingkungan, serta yang paling        penting seperti 
kata Pak Parlaungan yaitu harus ada nilai tambah bagi        perkembangan 
kesejahteraan rakyat setempat & bukan sebaliknya !        
        
       Mari pak Ketua & Para Pengurus2nya untuk menggalang pendapat dari        
para anggota profesi yang saya percaya banyak & piawai dalam hal        
menyusun petisi semacam ini.  Kalau bisa lebih proaktif kan        lebih baik, 
tidak harus hanya menunggu "diundang" DPR/MPR ataupun        Lembaga 
Pemerintahan untuk dimintai pendapat  maupun masukan        ilmiahnya. 
        
       Wass,
       nyoto
        
        
       

 
       On 7/27/07, Parlaungan Dalimunthe <[EMAIL PROTECTED]>        wrote:      
           Sebagai organisasi profesi yang berbasis ilmu          kebumian, 
IAGI tentu mempunyai tanggung jawab moral untuk mengatasi          masalah jual 
Tanah Air. Suarakan keprihatinanmu tentang          maraknya penambangan yang 
dilakukan secara instan, tanpa          perencanaan dan studi yang          
matang, mengekspor bijih dengan tanpa ada nilai          tambah bagi dalam 
negeri, dan yang utama juga tanpa ada          melakukan kegiatan reklamasi dan 
rehabilitasi wilayah bekas          tambang.   Hayo IAGI tunjukkan 
kepedulianmu. Buat petisi yang          ditujukan ke RI-1, DPR dll tentang 
larangan jual Tanah Air. 
         
 
         On 7/27/07, Andri          Subandrio <[EMAIL PROTECTED]          > 
wrote:                                Terimakasih Bung Agus! Kenyataannya Tanah 
           Air kita hanya bisa ekspor Tanah Air ...dan TKW..tentunya! Ekspor    
        pisang sama cabe rawit aja tidak bisa...! Pisang keburu            jadi 
Selai di Pabean atau di pelabuhan...maklum mesti lewat            ratusan 
meja...seng okeh tikusss..se! 
                        -----              Original Message ----- 
             From:              Agus Hendratno              
             To:              [email protected] 
             Sent:              Friday, July 27, 2007 12:00 PM
             Subject:              Re: [iagi-net-l] Tanah Air for sale vs 
Eforia Eksplorasi
             
 
             Apiikkk tenan..., memang pemain bisnis yang menjual              
"tanah air' lagi genjar-genjarnya. Kemarin, ada PT Telo Pendhem, PT             
 Minyak-Minyakan, PT Mangan-manganan, dst; yang semula core              
bisnis-nya memang bukan bidang migas atau mining, tapi masuk ke              
wilayah migas dan mining, yang high risk, hightech, tapi potong              
kompas saja, sedikit kerja.., untung besar. Karena regulasi              
memungkinkan............; 
Yaa..sah-sah saja, karena punya uang.              Tetapi yang kita keluhkan 
dan juga dikeluhkan pemerintah, lewat              PERHAPI dan dirjend.Minerba 
Pabum, yang kemarin saya mendengar              bahwa, mestinya ada nilai 
tambah dari bahan tambang logam yang              ditambang di indonesia, 
dengan mengembangkan industri pertambangan              hilir (pengolahan 
endapan logam menjadi barang jadi, besi, baja,              yang pabriknya ada 
di indonesia). Selama ini yang terjadi              pemain-pemain kecil bidang 
mining endapan logam, itu benar-benar              menjual "tanah air' ke 
buyer-buyer di China. Tapi di Pemda juga              demikian senangnya, 
karena dapat jatah dari pengusaha, endapan logam              dimuat di 
tongkang berlayar ke China dan di olah jadi barang jadi.              lalu 
indonesia import barang tersebut. blaiiiiiiikk....; Pemdanya              dapat 
royalti yang tidak tercatat dalam kas Daerah..........;             
 hik...hik.... 
Modus kayak menjual pasir darat dan pasir laut              dari kep.Riau. 
Selain dijadikan bahan baku reklamasi di Singapura,              ternyata 
titanium dan zirkonia-nya jadikan barang jadi yang bermutu              tinggi 
untuk infrastruktur teknologi informasi. Lagi-lagi...kita              import 
IT dari Singapura. 
Apa yang diceritakan mas Andri.., itu              memang riil di lapangan.

Ada regulasi bidang perindustrian              dan perdagangan yang tidak macth 
dengan regulasi bidang              pertambangan, juga urusan moneter yang 
tidak pernah pas. Apalagi              diminta transparansi. Menteri-nya ok-ok 
juga..., tapi eselon              dibawahnya nanti-nanti dulu...njuk opo rek... 
Kalau demikian              tunggulah kedatangan perlawanan dari ibu pertiwi 
yang sudah              kehabisan air mata...maka hadirlah....geohazard yang 
kemudian              menjadi bencana alam kebumian...sudah ada di sekitar 
kita...;              pontang panting........ 

salam tanah air juga ..
agus              hend

Ismail Zaini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:              
Saking                eforianya untuk mengobral pemberian KP/WKP ini jangan 
jangan                setelah 
semua KP/WKP sijumlah dan diplotkan lagi ke Peta ,                wilayahnya 
sudah melebihi 
luas wilayah Indonesia itu                sendiri...


ISM


>> --- Andri Subandrio                wrote:
>>
>>> IAGI netter yang                budiman,
>>>
>>> Akhir-akhir ini di                masmedia hingga jejaring IAGI 
>>> memang marak                dibahas mengenai eksplorasi bahan
>>> galian migas                hingga mineral di tanah air ini. Saking
>>> eforianya                terhadap bijih mangan, bahkan pialang
>>> bisnis                sarang burung walet di Lampung rogoh kocek 
>>> untuk                beli KP ribuan hektar untuk "nggolek mangan"
>>> di                mangan! Ribuan sarang burung waletnya di barter
>>>                dengan KP! Di Kalbar ada pialang hotmix dan
>>>                konstruksi mulai melebarkan sayap bisnisnya untuk 
>>>                tambang bijih besi, juga barter dari aspal hotmix
>>>                dengan ribuan Ha KP! Modal eksplorasi mereka ini
>>>                hanya semangat dan beberapa ekskavator untuk gali
>>>                sana-gali sini! Tidak ada ahli geologi! Akibatnya 
>>>                bebatuan yang berwana hitam kusam digasak semua
>>>                dengan buldoser! Disangkanya mangan! Eh..tibake
>>>                nduduk mangan! (ternyata bukan mangan)! Dipinggir
>>>                jalan pedalaman Pringsewu Tanggamus tengonggok 
>>>                bongkah-bongkah besar hasul garukan buldoser yang
>>>                tadinya disangka mangan! Setelah saya coba
>>>                konfirmasi pada "toke"nya, tenyata bongkah-bongkah
>>>                ini di reject, karena memang batu tapi berselimut 
>>>                mangan nan tipis! Konon pembelinya dari negri                
>>> Cina!
>>> Di Kalbar masih lebih beruntung, sejak 2                tahun yang
>>> lalu investor penambang dari Pontianak                telah
>>> mengekspor ribuan ton bijih besi kadar                tinggi! Kini 
>>> penambangan ini megap-megap                kehabisan zat besi!
>>> Lagi-lagi tidak ada                geologist!
>>>
>>> Dari Babel, Kalbar,                Halmehera, Sultra, Obi juga
>>> Pulau-pulau di utara                Papua sudah jutaan ton bijih 
>>> timah, aluminium,                besi, nikel dsb telah dikapalkan,
>>> terutama ke                Cina! Dari Sumbawa dan sekitar Cartenz
>>> juga jutaan                ton konsentrat tembaga dikirim ke Jepang
>>> dan                mancanegara! Uniknya ada berita di koran, 
>>>                "pemotong dan pencuri kabel telepon ditangkap
>>>                polisi". Usut-usut punya usut "sangpencuri" adalah
>>>                penyalur logam tembaga untuk pengrajin "dandang" 
>>>                kuali dan ukiran wayang tembaga! Paradox! Salah              
>>>   satu
>>> penghasil tembaga terbesar didunia, tapi                masih
>>> banyak yang tidak kebagian tembaga!                Kemanakah
>>> tembaga kita ? Selain itu Sendok garpu                stainless 
>>> steel semuanya import! Padahal                basisnya
>>> besi-nikel-krom yang saat ini jutaan ton                mengalir
>>> dari tanah air ke negara industri! Coba                tanya Pak
>>> Polisi dan Tentara kita! Timah panas dan                kuningan 
>>> pelurunya dari mana pak! Pasti import!                Bijih nikel
>>> misalnya, cukup digali dari laterit                yang tidak lain
>>> berupa tanah yang masih mengandung                air. Kemudian
>>> "Tanah Air" ini diangkut dan masuk                tongkang! 
>>>
>>> Negara Industri seperti                Jerman, Jepang, Amrik dsb.
>>> ternyata pada awalnya                maju karena industri berbasis
>>> pengolahan material,                terutama baja, keramik, dan
>>> logam dasar! Info dari                majalah material industry, 
>>> ternyata raw material                atau bahan baku hanya 10
>>> hingga 20% bila                dibandingkan diberi sentuhan
>>> industri dan                teknologi! Selain lapangan pekerjaan
>>> 80% belong to                upstream industry! dan juga akan 
>>> bertambah                selaras dengan rantai industri material!
>>> Pernahkah                terbayang bila ada pabrik stainless steel
>>> di tanah                air yang bahan besi dan nikel dari Kalbar,
>>>                Soroako, Pulau Obi, Waigeo ? Sampai kapan Tanah Air          
>>>       
>>> menjual Tanah Air ? Jeruk makan Jeruk kan                sudah
>>> verboten! Kita tunggu political will                dari
>>> pemerintah! Masih mau mempertahankan konsep                "Ada
>>> BULOG", Ada SAWAH" tapi Ada BERAS...di                Vietnam!..he 
>>> he
>>>
>>>                Salam Tanah Air
>>> Andri                Subandrio
>>
>>
>>
>>
>>                
>> ____________________________________________________________________________________
>>                 
>> Yahoo!7 Mail has just got even bigger and better with                
>> unlimited storage 
>> on all webmail                accounts.
>> http://au.docs.yahoo.com/mail/unlimitedstorage.html
>>
>>                
>> ----------------------------------------------------------------------------
>>                Hot News!!!
>> EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER                SUBMISSION: 
>> 228 papers have been accepted to be                presented;
>> send the extended-abstract or full                paper
>> by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED]
>> Joint                Convention Bali 2007
>> The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and                the 29th IATMI Annual 
>> Convention and 
>>                Exhibition,
>> Bali Convention Center, 13-16 November                2007 
>>                
>> ----------------------------------------------------------------------------
>>                To unsubscribe, send email to:                
>> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send                email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id 
>> Visit IAGI                Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran                anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia                Jakarta 
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas                nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA                KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening:                255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net                Archive 1: 
>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>                IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>                
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>
>
>                
> ----------------------------------------------------------------------------  
>               
> Hot News!!!
> EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER                SUBMISSION:
> 228 papers have been accepted to be                presented;
> send the extended-abstract or full                paper
> by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED]
> Joint Convention                Bali 2007
> The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI                Annual 
> Convention and 
> Exhibition,
> Bali Convention                Center, 13-16 November 2007
>                
> ----------------------------------------------------------------------------  
>               
> To unsubscribe, send email to:                
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send                email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI                Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran                anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia                Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan                Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia                
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta                Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>                IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi 
>                
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>                



----------------------------------------------------------------------------
Hot                News!!!
EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION: 
228                papers have been accepted to be presented;
send the                extended-abstract or full paper
by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali                2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual                
Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16                November                2007
----------------------------------------------------------------------------    
            
To unsubscribe, send email to:                iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to:                iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota                ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek:                123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia                (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580                
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/          
      
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------           
     


             
             
---------------------------------
             Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see 
what's on, when.              
             
             







          

---------------------------------
     Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet      in your pocket: 
mail, news, photos & more.  

       
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 

Kirim email ke