Hehe...; ketemu lagi sama mas Sonny...(terima kasih, tahun kemarin sudah main
ke kampus teknik geologi ugm, memberikan ceramah ilmiahnya. Tahun ini kalau mau
datang juga boleh lho..)
Ada sedikit info, sebetulnya kawan-kawan di Pemda / Distamben di kabupaten dan
provinsi, tidak selalu salah. Sistem pembinaan dan penjejangan kompetensi
bidang geologi dan eksplorasi oleh kawan-kawan di Birokrat sudah mulai
dioptimalkan oleh pemerintah, dalam hal ini oleh Badiklat ESDM (Kepalanya
sekarang Pak Irwan Bahar)..
Akhir Desember 2006, yang lalu..., Pusdiklat Geologi Badiklat ESDM mematangkan
konsep materi dan pembekalan kompetensi sektor energi dan sumberdaya mineral
bagi aparat pemda. Pemerintah (ESDM) menyadari apa yang terjadi di lingkungan
birokrat untuk memenaj masalah sektor ESDM, karena kenyataannya memang hanya 4
persen lulusan geologi yang masuk di Birokrat (ini data lulusan geologi UGM);
sehingga wajar jika ada Ka Dinas ESDM Kab tertentu di Jawa atau luar Jawa latar
belakangnya ada yang SD, IPDN/ STPDN, peternakan, perikanan, sosial, hukum dll;
kecuali ilmu kebumian. Karenanya Dept. ESDM melalui Pusdiklat Geologi
(kepalanya Pak Dedy M) telah mengembangkan pola pembelajaran komptensi itu
dengan mengundang distamben / dinas esdm seluruh kabupaten di indonesia untuk
dilatih dan dididik, melalui penjejangan.
Pada akhir tahun 2006 - awal tahun 2007, saya sendiri diminta membantu
merancang kurikulum-nya untuk kawan-kawan birokrat pada Pusdiklat Geologi. Tapi
saya tidak bersedia masuk dalam tim itu, karena ada senior-senior geologist
dari Bandung (bahkan sudah Prof dan Doktor), yang mestinya lebih mapan dan
lebih paham permasalahan ini, daripada saya. Tetapi saya siap jika diminta
mengkritisi kurikulum dan silabus yang telah tersusun di Pusdiklat Geologi
Bandung. Saya juga sudah matur langsung ke pak Deddy selaku kapusdiklat
tersebut. Akhirnya pembahasan kompetensi di Bandung, Desember 2006 menjadi
ramai dan makin kuat untuk menempatkan permasalahan ini menjadi hal yang serius
dalam pengelolaan ESDM di pemda, apalagi ketika Ketua Komisi SDM PP-IAGI turut
bicara (mas Deny Juanda P.) dan Pak Gatut S Adisoma (VP freeport), juga
Gubernur Riau (ikut bicara). Yang jadi kendala, pejabat / staf distamben pemda
yang pernah turut pendidikan bidang geologi eksplorasi di Bandung selama,
kadang di mutasi di lingkungan Pemda; sehingga orang yang sudah "sedikit tahu
warna warni-nya" eksplorasi geologi, dipindah unit kerja lain; dan jabatan
tersebut diisi orang lain. Nah..butuh cost lagi untuk mendidiknya. Kondisi ini
untuk mengcover minimnya tenaga geologist dan pertambangan di Pemda, sehingga
fungsi Pusdiklat Geologi di Bandung menjadi sangat strategis. Tetapi system
mutasi jabatan di pemda tidak melihat ini, tapi kedekatan dengan Bupati yang
menjadikan orang yang paham bidang geologi, malah ditempatkan pada jabatan
strategis tapi bukan bidang eksplorasi esdm!!!!!!!!!!
Saya tidak jadi jubirnya Pusdiklat Geologi, tetapi memang perlu ada tekanan
politik dari asosiasi profesi yang terkait, unsur legislatif, dan unsur
pembenahan karir pejabat terkait. Ini tidak bisa lepas dari sistem yang ada di
Depdagri. Karena sistem jabatan di Pemda lebih berlandaskan pada "kedekatan
politik" , "kedekatan upeti untuk jadi pejabat eselon II, eselon III" dari pada
pendekatan teknis yang berdampak pada tinggi dan mutunya investasi positip
bidang ESDM di daerah-daerah.
Kayak mengurai benang kusut..wae....
ayo dimainkan saja....mas Andri dan mas Sonny..juga PP-IAGI.
untuk ke Komisi Pertambangan PP-IAGI, saya coba untuk kontak mas Wirabudi
(Ketut P. Wirabudi di Newmont). Kemarin dia sudah menginisiasi pada lingkup
PERHAPI. dan tanggal 24 juli malam, saya ketemu mas Wirabudi di Acaranya
Newmont, tapi obrolan di milist ini hurung sempat saya sampaikan. Dalam waktu
dekat akan saya sampaikan ke beliau, bagaimana untuk menginisiasi ini dalam
forum IAGI..........
salam, agus hendratno
"Pangestu, Sonny T" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: kisah serupa mungkin di
kalimantan sudah biasa dan banyak kali terjadi bahwa letaknya kp-kp tidak
pada sebaran formasi batuan pengandung bahan galian yg dimaksud/tertera dalam
surat kp.
misalnya koordinat batas kp batubara, letaknya di formasi batuan karbonat
berai/pamaluan, atau di gunung serpentinit & volkanik pratersier.
ada juga yang letaknya, tidak hanya jatuh di laut, namun di kecamatan lain,
bahkan ada yg di kabupaten tetangga.
lebih....lagi lebih dari sekodi sudah diketahui ditumpangtindihkan di atas kp
/ pkp2b yg telah ada sebelumnya.
(ini baru bicara soal letak kp, belum lagi yg lainnya)
wassalam.
(sonny)
---------------------------------
From: Andri Subandrio [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 30 Juli 2007 11:20
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] IAGI mesti peduli Pemda dan Distam di Daerah
Sebenarnya pendidikan eksplorasi memberikan bagaimana memahami genesis
lalu penerapanya dalam konsep-konsep eksplorasi. setiap genesis logam atau
bahan galian mempunyai ciri-ciri dan keunikan sendiri dan karenanya konsep
eksplorasi juga berbeda-beda diterapkan. Di Pongkor dan Grasberg Freeport -
Papua, dan Batuhijau Sumbawa semuanya penghasil emas, namun ekpsplorasi dan
eksploitasinya sangat berbeda. Nah yang bikin puyeng saat ini di pemda-pemda
jarang atau bahkan tidak ada ahli geologi. Kepala DISTAM di salah satu
kabupaten di Sulawesi misalnya lulusan STPDN atau IPDN. Hanya sedikit ahli
geologi yang berani dan punya komitmen untuk PEMDA, misalnya Bung Yulian
Taruna (78) di Distam Kalteng dan Famowa Zega (80) di Jayapura serta Gagaran
(80) di NTB. IAGI, PERHAPI dan organisasi profesi yang terkait dengan Sumber
Daya Mineral seharusnya peduli dengan masalah yang cukup "kritis" ini, yaitu
masih langkanya tenaga geologi dan
pertambangan yang mau mengabdi di Pemda. Bisa dimaklumi karena di PEMDA fee
nya jauh dari petro-dollar seperti yang diterima rekan-rekannya yang bekerja
di Oil Industry, bahkan ada yang dibawah UMR Batavia! Nah mau maju bagaimana
!? Kemarin saya mengalami kejadian unik. Saya diminta untuk meneliti KP yang
konon prospek untuk nikel. Koordinat diberikan berupa peta batas KP dan
tabelnya. Setelah di plot di peta geologi regional yang terkait, tenyata KP
tersebut melesat jauh dari formasi batuan yang seharusnya target untuk
nikel! Konon KP ini akan dijual dan infonya diperoleh dari DISTAM! Ada KP
nikel laterit juga setelah di plot jatunya di laut! Dan anehnya sudah dibeli
lagi! Barangkali KP jadi Karepe..Peno..toh!
Salam
Andri SSM
----- Original Message -----
From: Agus Hendratno
To: [email protected]
Sent: Friday, July 27, 2007 4:44 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Tanah Air for sale vs Eforia Eksplorasi;
PP-IAGI kumpul dong..
Dalam rangka mengkritisi hal ini, beberapa hari yang lalu PERHAPI langsung
merapatkan barisan di Jakarta, diundang pelaku bisnis tambang yang mapan,
komisi 7 DPR-RI juga diminta ngomong (termasuk ketua Komisi 7). Kebetulan
saya hadir, khusus untuk mendengarkan keresahan ini.
Nah, ada baiknya PP-IAGI kumpul, undang kawan-kawan dari migas, mining,
regulator, komisi-7, birokrat pemda. PP-IAGI bisa minta sponsor dari
kawan-kawan di migas dan mining. Lalu buat pernyataan yang mengarah
pembenahan kegiatan eksplorasi mining, termasuk yang mendirikan PT. Telo
Pendhem...dll; juga mas komisi 7; komisi bidang perindustrian dan
perdagangan di DPR-RI, juga komandan armada TNI-AL
Yaach..., minimal pemanasan sebelum JCB di Balai nanti. Ada semacam
masukan atau petisi atau pernyataan sikap.
Kasus Lumpur saja, IAGI bisa lantang, bagaimana dengan eksplorasi yang
kebablasan tanpa kaidah bisnis dan kajian yang matang. Saya kira ada
baiknya PP-IAGI bersikap....; tidak jelek..koq; malah beramal. Insya Allah
merindhoi langkah IAGI untuk ini. Baca Al-Fatihah 3x.....; aman...
Barusan...saya ditelpon dari PT ANU untuk membuat FS Penambangan Bijih
besi di Kalteng (hanya diberi waktu 2 minggu, instan; busyet....); karena
bupati sudah ngebet dengan investor untuk segera dikeluarkan KP
Eksploitasi. Maklum, bupati pasti dapat "royalti".....
Maka, saya tolak....; dan institusi kami tidak mengajarkan yang
demikian... Dengan mengkritisi pola kajian yang dilakukannya, saya tembak
langsung tadi....si pimpro-nya; ternyata dia take over dari PT Anu-Anu
yang lain. Lah...blok KP Eksplorasi sudah dilego (pasti gak prospek), koq
dijual. Nekad kalee..., gilaa...ternyata kayak gitu juga ada brokernya....
piye jal...,mas Andri...dunia geologi eksplorasi, koq begini...; apa kita
salah mendidik dan mengajarkan konsep geologi eksplorasi di
kampus.........??????
salam tanah air geologi......
agus hend
nyoto - ke-el <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mari kita dukung rame2
kepedulian IAGI sebagai organisasi profesi untuk memberikan sumbangsih
kepada Tanah Air kita, yang mungkin bisa berupa petisi resmi ataupun
Himbauan ke Pemerintah agar melakukan langkah2 nyata untuk menghindari
kerugian2 negara yang lebih besar lagi terutama dengan ber-macam2
penambangan bahan2 tambang & galian di Indonesia yang lebih
bertanggungjawab & ramah lingkungan, serta yang paling penting seperti
kata Pak Parlaungan yaitu harus ada nilai tambah bagi perkembangan
kesejahteraan rakyat setempat & bukan sebaliknya !
Mari pak Ketua & Para Pengurus2nya untuk menggalang pendapat dari
para anggota profesi yang saya percaya banyak & piawai dalam hal
menyusun petisi semacam ini. Kalau bisa lebih proaktif kan lebih baik,
tidak harus hanya menunggu "diundang" DPR/MPR ataupun Lembaga
Pemerintahan untuk dimintai pendapat maupun masukan ilmiahnya.
Wass,
nyoto
On 7/27/07, Parlaungan Dalimunthe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sebagai organisasi profesi yang berbasis ilmu kebumian,
IAGI tentu mempunyai tanggung jawab moral untuk mengatasi masalah jual
Tanah Air. Suarakan keprihatinanmu tentang maraknya penambangan yang
dilakukan secara instan, tanpa perencanaan dan studi yang
matang, mengekspor bijih dengan tanpa ada nilai tambah bagi dalam
negeri, dan yang utama juga tanpa ada melakukan kegiatan reklamasi dan
rehabilitasi wilayah bekas tambang. Hayo IAGI tunjukkan
kepedulianmu. Buat petisi yang ditujukan ke RI-1, DPR dll tentang
larangan jual Tanah Air.
On 7/27/07, Andri Subandrio <[EMAIL PROTECTED] >
wrote: Terimakasih Bung Agus! Kenyataannya Tanah
Air kita hanya bisa ekspor Tanah Air ...dan TKW..tentunya! Ekspor
pisang sama cabe rawit aja tidak bisa...! Pisang keburu jadi
Selai di Pabean atau di pelabuhan...maklum mesti lewat ratusan
meja...seng okeh tikusss..se!
----- Original Message -----
From: Agus Hendratno
To: [email protected]
Sent: Friday, July 27, 2007 12:00 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Tanah Air for sale vs
Eforia Eksplorasi
Apiikkk tenan..., memang pemain bisnis yang menjual
"tanah air' lagi genjar-genjarnya. Kemarin, ada PT Telo Pendhem, PT
Minyak-Minyakan, PT Mangan-manganan, dst; yang semula core
bisnis-nya memang bukan bidang migas atau mining, tapi masuk ke
wilayah migas dan mining, yang high risk, hightech, tapi potong
kompas saja, sedikit kerja.., untung besar. Karena regulasi
memungkinkan............;
Yaa..sah-sah saja, karena punya uang. Tetapi yang kita keluhkan
dan juga dikeluhkan pemerintah, lewat PERHAPI dan dirjend.Minerba
Pabum, yang kemarin saya mendengar bahwa, mestinya ada nilai
tambah dari bahan tambang logam yang ditambang di indonesia,
dengan mengembangkan industri pertambangan hilir (pengolahan
endapan logam menjadi barang jadi, besi, baja, yang pabriknya ada
di indonesia). Selama ini yang terjadi pemain-pemain kecil bidang
mining endapan logam, itu benar-benar menjual "tanah air' ke
buyer-buyer di China. Tapi di Pemda juga demikian senangnya,
karena dapat jatah dari pengusaha, endapan logam dimuat di
tongkang berlayar ke China dan di olah jadi barang jadi. lalu
indonesia import barang tersebut. blaiiiiiiikk....; Pemdanya dapat
royalti yang tidak tercatat dalam kas Daerah..........;
hik...hik....
Modus kayak menjual pasir darat dan pasir laut dari kep.Riau.
Selain dijadikan bahan baku reklamasi di Singapura, ternyata
titanium dan zirkonia-nya jadikan barang jadi yang bermutu tinggi
untuk infrastruktur teknologi informasi. Lagi-lagi...kita import
IT dari Singapura.
Apa yang diceritakan mas Andri.., itu memang riil di lapangan.
Ada regulasi bidang perindustrian dan perdagangan yang tidak macth
dengan regulasi bidang pertambangan, juga urusan moneter yang
tidak pernah pas. Apalagi diminta transparansi. Menteri-nya ok-ok
juga..., tapi eselon dibawahnya nanti-nanti dulu...njuk opo rek...
Kalau demikian tunggulah kedatangan perlawanan dari ibu pertiwi
yang sudah kehabisan air mata...maka hadirlah....geohazard yang
kemudian menjadi bencana alam kebumian...sudah ada di sekitar
kita...; pontang panting........
salam tanah air juga ..
agus hend
Ismail Zaini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saking eforianya untuk mengobral pemberian KP/WKP ini jangan
jangan setelah
semua KP/WKP sijumlah dan diplotkan lagi ke Peta , wilayahnya
sudah melebihi
luas wilayah Indonesia itu sendiri...
ISM
>> --- Andri Subandrio wrote:
>>
>>> IAGI netter yang budiman,
>>>
>>> Akhir-akhir ini di masmedia hingga jejaring IAGI
>>> memang marak dibahas mengenai eksplorasi bahan
>>> galian migas hingga mineral di tanah air ini. Saking
>>> eforianya terhadap bijih mangan, bahkan pialang
>>> bisnis sarang burung walet di Lampung rogoh kocek
>>> untuk beli KP ribuan hektar untuk "nggolek mangan"
>>> di mangan! Ribuan sarang burung waletnya di barter
>>> dengan KP! Di Kalbar ada pialang hotmix dan
>>> konstruksi mulai melebarkan sayap bisnisnya untuk
>>> tambang bijih besi, juga barter dari aspal hotmix
>>> dengan ribuan Ha KP! Modal eksplorasi mereka ini
>>> hanya semangat dan beberapa ekskavator untuk gali
>>> sana-gali sini! Tidak ada ahli geologi! Akibatnya
>>> bebatuan yang berwana hitam kusam digasak semua
>>> dengan buldoser! Disangkanya mangan! Eh..tibake
>>> nduduk mangan! (ternyata bukan mangan)! Dipinggir
>>> jalan pedalaman Pringsewu Tanggamus tengonggok
>>> bongkah-bongkah besar hasul garukan buldoser yang
>>> tadinya disangka mangan! Setelah saya coba
>>> konfirmasi pada "toke"nya, tenyata bongkah-bongkah
>>> ini di reject, karena memang batu tapi berselimut
>>> mangan nan tipis! Konon pembelinya dari negri
>>> Cina!
>>> Di Kalbar masih lebih beruntung, sejak 2 tahun yang
>>> lalu investor penambang dari Pontianak telah
>>> mengekspor ribuan ton bijih besi kadar tinggi! Kini
>>> penambangan ini megap-megap kehabisan zat besi!
>>> Lagi-lagi tidak ada geologist!
>>>
>>> Dari Babel, Kalbar, Halmehera, Sultra, Obi juga
>>> Pulau-pulau di utara Papua sudah jutaan ton bijih
>>> timah, aluminium, besi, nikel dsb telah dikapalkan,
>>> terutama ke Cina! Dari Sumbawa dan sekitar Cartenz
>>> juga jutaan ton konsentrat tembaga dikirim ke Jepang
>>> dan mancanegara! Uniknya ada berita di koran,
>>> "pemotong dan pencuri kabel telepon ditangkap
>>> polisi". Usut-usut punya usut "sangpencuri" adalah
>>> penyalur logam tembaga untuk pengrajin "dandang"
>>> kuali dan ukiran wayang tembaga! Paradox! Salah
>>> satu
>>> penghasil tembaga terbesar didunia, tapi masih
>>> banyak yang tidak kebagian tembaga! Kemanakah
>>> tembaga kita ? Selain itu Sendok garpu stainless
>>> steel semuanya import! Padahal basisnya
>>> besi-nikel-krom yang saat ini jutaan ton mengalir
>>> dari tanah air ke negara industri! Coba tanya Pak
>>> Polisi dan Tentara kita! Timah panas dan kuningan
>>> pelurunya dari mana pak! Pasti import! Bijih nikel
>>> misalnya, cukup digali dari laterit yang tidak lain
>>> berupa tanah yang masih mengandung air. Kemudian
>>> "Tanah Air" ini diangkut dan masuk tongkang!
>>>
>>> Negara Industri seperti Jerman, Jepang, Amrik dsb.
>>> ternyata pada awalnya maju karena industri berbasis
>>> pengolahan material, terutama baja, keramik, dan
>>> logam dasar! Info dari majalah material industry,
>>> ternyata raw material atau bahan baku hanya 10
>>> hingga 20% bila dibandingkan diberi sentuhan
>>> industri dan teknologi! Selain lapangan pekerjaan
>>> 80% belong to upstream industry! dan juga akan
>>> bertambah selaras dengan rantai industri material!
>>> Pernahkah terbayang bila ada pabrik stainless steel
>>> di tanah air yang bahan besi dan nikel dari Kalbar,
>>> Soroako, Pulau Obi, Waigeo ? Sampai kapan Tanah Air
>>>
>>> menjual Tanah Air ? Jeruk makan Jeruk kan sudah
>>> verboten! Kita tunggu political will dari
>>> pemerintah! Masih mau mempertahankan konsep "Ada
>>> BULOG", Ada SAWAH" tapi Ada BERAS...di Vietnam!..he
>>> he
>>>
>>> Salam Tanah Air
>>> Andri Subandrio
>>
>>
>>
>>
>>
>> ____________________________________________________________________________________
>>
>> Yahoo!7 Mail has just got even bigger and better with
>> unlimited storage
>> on all webmail accounts.
>> http://au.docs.yahoo.com/mail/unlimitedstorage.html
>>
>>
>> ----------------------------------------------------------------------------
>> Hot News!!!
>> EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION:
>> 228 papers have been accepted to be presented;
>> send the extended-abstract or full paper
>> by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED]
>> Joint Convention Bali 2007
>> The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual
>> Convention and
>> Exhibition,
>> Bali Convention Center, 13-16 November 2007
>>
>> ----------------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to:
>> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1:
>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>
>
>
> ----------------------------------------------------------------------------
>
> Hot News!!!
> EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION:
> 228 papers have been accepted to be presented;
> send the extended-abstract or full paper
> by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED]
> Joint Convention Bali 2007
> The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual
> Convention and
> Exhibition,
> Bali Convention Center, 13-16 November 2007
>
> ----------------------------------------------------------------------------
>
> To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION:
228 papers have been accepted to be presented;
send the extended-abstract or full paper
by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual
Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see
what's on, when.
---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket:
mail, news, photos & more.
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel.