> Rekan
Kalau ndak salah Andang Bachtiar adalah salah satu penasehat dari FKPDM itu , apakah masih ? Saya kira ADB ( waktu tu masih KETUM) pasti telah memberikan arahan dan saran saran kepada para Bupati . Si-Abah ____________________________________________________________________ kang ipul : Forum Konsultasi Daerah Penghasil Migas > kali, > pernah Forum Konsultasi Daerah Penghasil Migas meminta > untuk dilakukan MOU dan Kerjasama dengan IAGI(lewat > surat) dalam rangka pembelajaran dan sosialisasi di > seluruh daerah penghasil migas termasuk seluruh daerah > tambang di seluruh indonesia krn FKDPM merupakan > bagian yang tidak terlepas dari BKKSI (Badan Kerjasama > Seluruh Kabupaten Indonesia), ADEKSI(Asosiasi Dewan > Seluruh Indonesia, APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota > Seluruh Indonesia), APPSI(Asosiasi Pemerintah Propinsi > Seluruh Indonesia) seluruhnya dibawah pembinaan > DEPDAGRI, dan sampai sekarang PP IAGI tidak pernah > menindaklanjuti hal tersebut (melakukan MOU), mungkin > karena FKDPM dianggap terlalu vokal dalam menyampaikan > pendapat mengenai Bagi Hasil Migas Daerah ( termasuk > didalamnya mengenai Cost Recovery ??) > > note : salah satu masalah migas dan tambang di daerah > adalah sosialisasi tentang migas dan tambang, jadi > intinya adalah ketidaktahuan dan usaha pemberdayaan > masyarakat di daerah agar dapat menumbuhkan rasa > memiliki (sehingga tercipta iklim investasi yang > sehat) > > dNr > (yang masih suka diminta bantuin FKDPM) > > --- mohammad syaiful <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > >> mungkin yg dimaksud mas budi santoso adalah FKDPM >> alias forum >> komunikasi daerah penghasil migas. >> >> salam, >> syaiful >> >> On 7/29/07, budi santoso <[EMAIL PROTECTED]> >> wrote: >> > Urun rembug pak . . . >> > >> > Satu hal yang mungkin bisa dilakukan PIAGI melalui >> > divisinya mas Ketut; >> > >> > adalah menghubungi pihak "forum komunikasinya >> bupati >> > seluruh Indonesia" (maaf saya lupa namanya) tapi >> yang >> > jelas mereka punya wadah tersebut. Wadah tersebut >> > cukup sering melakukan kegiatan promosi di Jakarta >> > jadi untuk 'nebeng' menggolkan agenda tersebut >> > sepertinya tidak begitu sulit. sasaran langsung >> kepada >> > para Bupati moga-moga bisa lebih 'mengena', selain >> > bebarapa hal positif yang akan/sedang/telah >> dilakukan >> > pihak PERHAPI terhadap para 'petinggi di Jakarta' >> yang >> > kadang 'abunya' tak sampai dan dianggap sepi oleh >> para >> > pejabat di daerah . . >> > >> > Agendanya: >> > memberikan masukan yang proporsional tentang seluk >> > beluk dunia/bisnis pertambangan yang sesungguhnya >> > (dari jenis komoditi, sukses rasio, tren dunia, >> > pengalaman dari belahan dunia lain atau bahkan >> > kabupaten lain) kepada para Bupati tersebut. >> > >> > Yang pernah kami alami adalah: >> > >> > Ketika kami berkunjung ke salah satu bupati di >> > Kalimantan dan menyampaikan maksud kami untuk >> > mengajukan aplikasi sebuah KP di kabupaten >> tersebut, >> > Begitu beliau tahu bahwa komoditasnya adalah >> tembaga >> > dan emas yang muncul di benak beliau dan para >> stafnya >> > adalah "logika sederhana; emas, tembaga harganya >> > lebih mahal daripada batubara, aluminium, besi >> maupun >> > nikel = harga ijinnya juga harus lebih besar". >> > >> > Mungkin karena ketidak tahuan mereka maka hal >> seperti >> > ini sering terjadi, mungkin beliau-beliau ini >> > tidak/belum paham dengan apa yang dikatakan mas >> Daru >> > tentang sukses ratio untuk komoditas tertentu yang >> > yang hanya 1% itu dan seluk beluk lain berkaitan >> > dengan bisnis pertambanagn secara umum baik teknis >> > maupun non teknis >> > >> > IAGI melalui divisinya mas Ketut bisa membantu >> > beliau-beliau ini untuk lebih mamahami atau >> mengerti >> > tentang betapa tidak sederhananya proses >> eksplorasi >> > bahan tambang yang tidak bisa langsung 'dijual' >> > seperti emas atau tembaga dibandingkan bahan >> tambang >> > yang lain dan betapa kontra produktifnya bagi >> daerah >> > jika praktik-praktik 'liar' itu tetap atau bahkan >> > semakin giat dilakukan oleh para pejabat di >> daerah. >> > >> > Hal ini tidak berarti bahwa tindakan 'memeras' >> rekan >> > lain yang bergerak di komoditas besi, batubara, >> nikel >> > atau bauksit 'boleh diperas' dengan alasan >> > komoditasnya relatif mudah dijual tetapi mestinya >> ada >> > pemahaman yang cukup dari pihak eksekutif (di >> daerah) >> > tentang hal ini. Yang pada akhirnya diharapkan >> mereka >> > bisa mampu melihat peluang menarik investor (yang >> > "serius" bahasanya mas Daru) untuk berinvestasi di >> > daerah mereka dan bukan sebaliknya; siapapun calon >> > investornya "digebyah uyah" (disamaratakan) dengan >> > para broker KP yang mengejar untung sesaat dan >> relatif >> > tidak seberapa . . . >> > >> > sTJ >> > >> > --- Sukmandaru Prihatmoko <[EMAIL PROTECTED]> >> wrote: >> > >> > > Pak Andri dan rekan yang lain.. >> > > >> > > >> > > >> > > Prihatin sekali mendengarnya .... walau hal ini >> > > sudah berlangsung bbrp tahun >> > > tapi makin parah belakangan ini. Jual beli KP >> (yg >> > > sudah ditangan) atau >> > > jualan KP yg belum dikeluarkan .. wah.. ngeri >> > > mengikutinya karena melibatkan >> > > banyak sekali sector, institusi, atau >> perorangan. >> > > >> > > >> > > >> > > Pengalaman pribadi: untuk mendapatkan KP >> > > Penyelidikan Umum/ Eksplorasi (gak >> > > perlu sebut nama daerah.) diisyaratkan oleh >> pihak >> > > berwenang kita harus >> > > merogoh kocek Rp 3M - terang-terangan via sms >> lagi >> > > mintanya. Padahal boleh >> > > di bilang sukses ratio -nya mungkin hanya 1% >> atau >> > > lebih kecil. Padahal lagi >> > > ini gak ada aturan UU, PP, atau sejenisnya - >> jadi >> > > kalau kita bayar ya >> > > masuklah ke kantong pribadi ybs. Buat investor >> > > serius - hal ini menjadikan >> > > kesulitan besar, karena mesti bersaing dengan >> PT-PT >> > > "Gak Jelas" yg mau bayar >> > > kontan utk dapat KP. Dan saya yakin masih banyak >> > > cerita2 serem spt ini... >> > > >> > > >> > > >> > > Dan yang lebih negative tentunya ini men-down >> grade >> > > posisi Indonesia sebagai >> > > tujuan eksplorasi (yg "serius"). >> > > >> > > >> > > >> > > Kayaknya ini buah dari semangat otoda yg >> kelewatan >> > > ya.. sehingga gak ada >> > > lagi yg bisa ngontrol lagi. >> > > >> > > >> > > >> > > Petisi IAGI - boleh juga tuh .. paling tidak >> > > BERSUARA KERAS DULU, perkara >> > > didengar atau tidak - kita lihat saja. >> > > >> > > >> > > >> > > Salam - daru >> > > >> > > >> > > >> > > _____ >> > > >> > > From: Agus Hendratno >> [mailto:[EMAIL PROTECTED] >> > > >> > > Sent: Friday, July 27, 2007 4:44 PM >> > > To: [email protected] >> > > Subject: Re: [iagi-net-l] Tanah Air for sale vs >> > > Eforia Eksplorasi; PP-IAGI >> > > kumpul dong.. >> > > >> > > >> > > >> > > Dalam rangka mengkritisi hal ini, beberapa hari >> yang >> > > lalu PERHAPI langsung >> > > merapatkan barisan di Jakarta, diundang pelaku >> > > bisnis tambang yang mapan, >> > > komisi 7 DPR-RI juga diminta ngomong (termasuk >> ketua >> > > Komisi 7). Kebetulan >> > > saya hadir, khusus untuk mendengarkan keresahan >> ini. >> > > >> > > Nah, ada baiknya PP-IAGI kumpul, undang >> kawan-kawan >> > > dari migas, mining, >> > > regulator, komisi-7, birokrat pemda. PP-IAGI >> bisa >> > > minta sponsor dari >> > > kawan-kawan di migas dan mining. Lalu buat >> > > pernyataan yang mengarah >> > > pembenahan kegiatan eksplorasi mining, termasuk >> yang >> > > mendirikan PT. Telo >> > === message truncated === > > > Sang Murid AlamDeni Rahayu - ExplorationistMobile: 62-817-612447Email: > [EMAIL PROTECTED] > > > > ____________________________________________________________________________________ > Building a website is a piece of cake. Yahoo! Small Business gives you all > the tools to get online. > http://smallbusiness.yahoo.com/webhosting > > ---------------------------------------------------------------------------- > Hot News!!! > EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION: > 228 papers have been accepted to be presented; > send the extended-abstract or full paper > by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED] > Joint Convention Bali 2007 > The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and > Exhibition, > Bali Convention Center, 13-16 November 2007 > ---------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > >

