kisah serupa mungkin di kalimantan sudah biasa dan banyak kali terjadi
bahwa letaknya kp-kp tidak pada sebaran formasi batuan pengandung bahan
galian yg dimaksud/tertera dalam surat kp.
misalnya koordinat batas kp batubara, letaknya di formasi batuan
karbonat berai/pamaluan, atau di gunung serpentinit & volkanik
pratersier.
ada juga yang letaknya, tidak hanya jatuh di laut, namun di kecamatan
lain, bahkan ada yg di kabupaten tetangga.
lebih....lagi lebih dari sekodi sudah diketahui ditumpangtindihkan di
atas kp / pkp2b yg telah ada sebelumnya.
(ini baru bicara soal letak kp, belum lagi yg lainnya)
wassalam.
(sonny)
________________________________
From: Andri Subandrio [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 30 Juli 2007 11:20
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] IAGI mesti peduli Pemda dan Distam di
Daerah
Sebenarnya pendidikan eksplorasi memberikan bagaimana memahami
genesis lalu penerapanya dalam konsep-konsep eksplorasi. setiap genesis
logam atau bahan galian mempunyai ciri-ciri dan keunikan sendiri dan
karenanya konsep eksplorasi juga berbeda-beda diterapkan. Di Pongkor dan
Grasberg Freeport - Papua, dan Batuhijau Sumbawa semuanya penghasil
emas, namun ekpsplorasi dan eksploitasinya sangat berbeda. Nah yang
bikin puyeng saat ini di pemda-pemda jarang atau bahkan tidak ada ahli
geologi. Kepala DISTAM di salah satu kabupaten di Sulawesi misalnya
lulusan STPDN atau IPDN. Hanya sedikit ahli geologi yang berani dan
punya komitmen untuk PEMDA, misalnya Bung Yulian Taruna (78) di Distam
Kalteng dan Famowa Zega (80) di Jayapura serta Gagaran (80) di NTB.
IAGI, PERHAPI dan organisasi profesi yang terkait dengan Sumber Daya
Mineral seharusnya peduli dengan masalah yang cukup "kritis" ini, yaitu
masih langkanya tenaga geologi dan pertambangan yang mau mengabdi di
Pemda. Bisa dimaklumi karena di PEMDA fee nya jauh dari petro-dollar
seperti yang diterima rekan-rekannya yang bekerja di Oil Industry,
bahkan ada yang dibawah UMR Batavia! Nah mau maju bagaimana !? Kemarin
saya mengalami kejadian unik. Saya diminta untuk meneliti KP yang konon
prospek untuk nikel. Koordinat diberikan berupa peta batas KP dan
tabelnya. Setelah di plot di peta geologi regional yang terkait, tenyata
KP tersebut melesat jauh dari formasi batuan yang seharusnya target
untuk nikel! Konon KP ini akan dijual dan infonya diperoleh dari DISTAM!
Ada KP nikel laterit juga setelah di plot jatunya di laut! Dan anehnya
sudah dibeli lagi! Barangkali KP jadi Karepe..Peno..toh!
Salam
Andri SSM
----- Original Message -----
From: Agus Hendratno <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, July 27, 2007 4:44 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Tanah Air for sale vs Eforia
Eksplorasi; PP-IAGI kumpul dong..
Dalam rangka mengkritisi hal ini, beberapa hari yang
lalu PERHAPI langsung merapatkan barisan di Jakarta, diundang pelaku
bisnis tambang yang mapan, komisi 7 DPR-RI juga diminta ngomong
(termasuk ketua Komisi 7). Kebetulan saya hadir, khusus untuk
mendengarkan keresahan ini.
Nah, ada baiknya PP-IAGI kumpul, undang kawan-kawan dari
migas, mining, regulator, komisi-7, birokrat pemda. PP-IAGI bisa minta
sponsor dari kawan-kawan di migas dan mining. Lalu buat pernyataan yang
mengarah pembenahan kegiatan eksplorasi mining, termasuk yang mendirikan
PT. Telo Pendhem...dll; juga mas komisi 7; komisi bidang perindustrian
dan perdagangan di DPR-RI, juga komandan armada TNI-AL
Yaach..., minimal pemanasan sebelum JCB di Balai nanti.
Ada semacam masukan atau petisi atau pernyataan sikap.
Kasus Lumpur saja, IAGI bisa lantang, bagaimana dengan
eksplorasi yang kebablasan tanpa kaidah bisnis dan kajian yang matang.
Saya kira ada baiknya PP-IAGI bersikap....; tidak jelek..koq; malah
beramal. Insya Allah merindhoi langkah IAGI untuk ini. Baca Al-Fatihah
3x.....; aman...
Barusan...saya ditelpon dari PT ANU untuk membuat FS
Penambangan Bijih besi di Kalteng (hanya diberi waktu 2 minggu, instan;
busyet....); karena bupati sudah ngebet dengan investor untuk segera
dikeluarkan KP Eksploitasi. Maklum, bupati pasti dapat "royalti".....
Maka, saya tolak....; dan institusi kami tidak
mengajarkan yang demikian... Dengan mengkritisi pola kajian yang
dilakukannya, saya tembak langsung tadi....si pimpro-nya; ternyata dia
take over dari PT Anu-Anu yang lain. Lah...blok KP Eksplorasi sudah
dilego (pasti gak prospek), koq dijual. Nekad kalee..., gilaa...ternyata
kayak gitu juga ada brokernya....
piye jal...,mas Andri...dunia geologi eksplorasi, koq
begini...; apa kita salah mendidik dan mengajarkan konsep geologi
eksplorasi di kampus.........??????
salam tanah air geologi......
agus hend
nyoto - ke-el <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mari kita dukung rame2 kepedulian IAGI sebagai
organisasi profesi untuk memberikan sumbangsih kepada Tanah Air kita,
yang mungkin bisa berupa petisi resmi ataupun Himbauan ke Pemerintah
agar melakukan langkah2 nyata untuk menghindari kerugian2 negara yang
lebih besar lagi terutama dengan ber-macam2 penambangan bahan2 tambang &
galian di Indonesia yang lebih bertanggungjawab & ramah lingkungan,
serta yang paling penting seperti kata Pak Parlaungan yaitu harus ada
nilai tambah bagi perkembangan kesejahteraan rakyat setempat & bukan
sebaliknya !
Mari pak Ketua & Para Pengurus2nya untuk
menggalang pendapat dari para anggota profesi yang saya percaya banyak &
piawai dalam hal menyusun petisi semacam ini. Kalau bisa lebih proaktif
kan lebih baik, tidak harus hanya menunggu "diundang" DPR/MPR ataupun
Lembaga Pemerintahan untuk dimintai pendapat maupun masukan ilmiahnya.
Wass,
nyoto
On 7/27/07, Parlaungan Dalimunthe
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sebagai organisasi profesi yang berbasis
ilmu kebumian, IAGI tentu mempunyai tanggung jawab moral untuk mengatasi
masalah jual Tanah Air. Suarakan keprihatinanmu tentang maraknya
penambangan yang dilakukan secara instan, tanpa perencanaan dan studi
yang matang, mengekspor bijih dengan tanpa ada nilai tambah bagi dalam
negeri, dan yang utama juga tanpa ada melakukan kegiatan reklamasi dan
rehabilitasi wilayah bekas tambang. Hayo IAGI tunjukkan kepedulianmu.
Buat petisi yang ditujukan ke RI-1, DPR dll tentang larangan jual Tanah
Air.
On 7/27/07, Andri Subandrio
<[EMAIL PROTECTED] > wrote:
Terimakasih Bung Agus! Kenyataannya
Tanah Air kita hanya bisa ekspor Tanah Air ...dan TKW..tentunya! Ekspor
pisang sama cabe rawit aja tidak bisa...! Pisang keburu jadi Selai di
Pabean atau di pelabuhan...maklum mesti lewat ratusan meja...seng okeh
tikusss..se!
----- Original Message -----
From: Agus Hendratno
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, July 27, 2007 12:00 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Tanah Air for
sale vs Eforia Eksplorasi
Apiikkk tenan..., memang pemain bisnis
yang menjual "tanah air' lagi genjar-genjarnya. Kemarin, ada PT Telo
Pendhem, PT Minyak-Minyakan, PT Mangan-manganan, dst; yang semula core
bisnis-nya memang bukan bidang migas atau mining, tapi masuk ke wilayah
migas dan mining, yang high risk, hightech, tapi potong kompas saja,
sedikit kerja.., untung besar. Karena regulasi memungkinkan............;
Yaa..sah-sah saja, karena punya uang.
Tetapi yang kita keluhkan dan juga dikeluhkan pemerintah, lewat PERHAPI
dan dirjend.Minerba Pabum, yang kemarin saya mendengar bahwa, mestinya
ada nilai tambah dari bahan tambang logam yang ditambang di indonesia,
dengan mengembangkan industri pertambangan hilir (pengolahan endapan
logam menjadi barang jadi, besi, baja, yang pabriknya ada di indonesia).
Selama ini yang terjadi pemain-pemain kecil bidang mining endapan logam,
itu benar-benar menjual "tanah air' ke buyer-buyer di China. Tapi di
Pemda juga demikian senangnya, karena dapat jatah dari pengusaha,
endapan logam dimuat di tongkang berlayar ke China dan di olah jadi
barang jadi. lalu indonesia import barang tersebut. blaiiiiiiikk....;
Pemdanya dapat royalti yang tidak tercatat dalam kas Daerah..........;
hik...hik....
Modus kayak menjual pasir darat dan
pasir laut dari kep.Riau. Selain dijadikan bahan baku reklamasi di
Singapura, ternyata titanium dan zirkonia-nya jadikan barang jadi yang
bermutu tinggi untuk infrastruktur teknologi informasi. Lagi-lagi...kita
import IT dari Singapura.
Apa yang diceritakan mas Andri.., itu
memang riil di lapangan.
Ada regulasi bidang perindustrian dan
perdagangan yang tidak macth dengan regulasi bidang pertambangan, juga
urusan moneter yang tidak pernah pas. Apalagi diminta transparansi.
Menteri-nya ok-ok juga..., tapi eselon dibawahnya nanti-nanti
dulu...njuk opo rek...
Kalau demikian tunggulah kedatangan
perlawanan dari ibu pertiwi yang sudah kehabisan air mata...maka
hadirlah....geohazard yang kemudian menjadi bencana alam
kebumian...sudah ada di sekitar kita...; pontang panting........
salam tanah air juga ..
agus hend
Ismail Zaini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saking eforianya untuk mengobral
pemberian KP/WKP ini jangan jangan setelah
semua KP/WKP sijumlah dan diplotkan lagi
ke Peta , wilayahnya sudah melebihi
luas wilayah Indonesia itu sendiri...
ISM
>> --- Andri Subandrio wrote:
>>
>>> IAGI netter yang budiman,
>>>
>>> Akhir-akhir ini di masmedia hingga
jejaring IAGI
>>> memang marak dibahas mengenai
eksplorasi bahan
>>> galian migas hingga mineral di tanah
air ini. Saking
>>> eforianya terhadap bijih mangan,
bahkan pialang
>>> bisnis sarang burung walet di
Lampung rogoh kocek
>>> untuk beli KP ribuan hektar untuk
"nggolek mangan"
>>> di mangan! Ribuan sarang burung
waletnya di barter
>>> dengan KP! Di Kalbar ada pialang
hotmix dan
>>> konstruksi mulai melebarkan sayap
bisnisnya untuk
>>> tambang bijih besi, juga barter dari
aspal hotmix
>>> dengan ribuan Ha KP! Modal
eksplorasi mereka ini
>>> hanya semangat dan beberapa
ekskavator untuk gali
>>> sana-gali sini! Tidak ada ahli
geologi! Akibatnya
>>> bebatuan yang berwana hitam kusam
digasak semua
>>> dengan buldoser! Disangkanya mangan!
Eh..tibake
>>> nduduk mangan! (ternyata bukan
mangan)! Dipinggir
>>> jalan pedalaman Pringsewu Tanggamus
tengonggok
>>> bongkah-bongkah besar hasul garukan
buldoser yang
>>> tadinya disangka mangan! Setelah
saya coba
>>> konfirmasi pada "toke"nya, tenyata
bongkah-bongkah
>>> ini di reject, karena memang batu
tapi berselimut
>>> mangan nan tipis! Konon pembelinya
dari negri Cina!
>>> Di Kalbar masih lebih beruntung,
sejak 2 tahun yang
>>> lalu investor penambang dari
Pontianak telah
>>> mengekspor ribuan ton bijih besi
kadar tinggi! Kini
>>> penambangan ini megap-megap
kehabisan zat besi!
>>> Lagi-lagi tidak ada geologist!
>>>
>>> Dari Babel, Kalbar, Halmehera,
Sultra, Obi juga
>>> Pulau-pulau di utara Papua sudah
jutaan ton bijih
>>> timah, aluminium, besi, nikel dsb
telah dikapalkan,
>>> terutama ke Cina! Dari Sumbawa dan
sekitar Cartenz
>>> juga jutaan ton konsentrat tembaga
dikirim ke Jepang
>>> dan mancanegara! Uniknya ada berita
di koran,
>>> "pemotong dan pencuri kabel telepon
ditangkap
>>> polisi". Usut-usut punya usut
"sangpencuri" adalah
>>> penyalur logam tembaga untuk
pengrajin "dandang"
>>> kuali dan ukiran wayang tembaga!
Paradox! Salah satu
>>> penghasil tembaga terbesar didunia,
tapi masih
>>> banyak yang tidak kebagian tembaga!
Kemanakah
>>> tembaga kita ? Selain itu Sendok
garpu stainless
>>> steel semuanya import! Padahal
basisnya
>>> besi-nikel-krom yang saat ini jutaan
ton mengalir
>>> dari tanah air ke negara industri!
Coba tanya Pak
>>> Polisi dan Tentara kita! Timah panas
dan kuningan
>>> pelurunya dari mana pak! Pasti
import! Bijih nikel
>>> misalnya, cukup digali dari laterit
yang tidak lain
>>> berupa tanah yang masih mengandung
air. Kemudian
>>> "Tanah Air" ini diangkut dan masuk
tongkang!
>>>
>>> Negara Industri seperti Jerman,
Jepang, Amrik dsb.
>>> ternyata pada awalnya maju karena
industri berbasis
>>> pengolahan material, terutama baja,
keramik, dan
>>> logam dasar! Info dari majalah
material industry,
>>> ternyata raw material atau bahan
baku hanya 10
>>> hingga 20% bila dibandingkan diberi
sentuhan
>>> industri dan teknologi! Selain
lapangan pekerjaan
>>> 80% belong to upstream industry! dan
juga akan
>>> bertambah selaras dengan rantai
industri material!
>>> Pernahkah terbayang bila ada pabrik
stainless steel
>>> di tanah air yang bahan besi dan
nikel dari Kalbar,
>>> Soroako, Pulau Obi, Waigeo ? Sampai
kapan Tanah Air
>>> menjual Tanah Air ? Jeruk makan
Jeruk kan sudah
>>> verboten! Kita tunggu political will
dari
>>> pemerintah! Masih mau mempertahankan
konsep "Ada
>>> BULOG", Ada SAWAH" tapi Ada
BERAS...di Vietnam!..he
>>> he
>>>
>>> Salam Tanah Air
>>> Andri Subandrio
>>
>>
>>
>>
>>
________________________________________________________________________
____________
>> Yahoo!7 Mail has just got even bigger
and better with unlimited storage
>> on all webmail accounts.
>>
http://au.docs.yahoo.com/mail/unlimitedstorage.html
>>
>>
------------------------------------------------------------------------
----
>> Hot News!!!
>> EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER
SUBMISSION:
>> 228 papers have been accepted to be
presented;
>> send the extended-abstract or full
paper
>> by 16 August 2007 to
[EMAIL PROTECTED]
>> Joint Convention Bali 2007
>> The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and
>> Exhibition,
>> Bali Convention Center, 13-16
November 2007
>>
------------------------------------------------------------------------
----
>> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
<http://iagi.or.id/>
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan
ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi
Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2:
http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>
---------------------------------------------------------------------
>>
>
>
>
------------------------------------------------------------------------
----
> Hot News!!!
> EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER
SUBMISSION:
> 228 papers have been accepted to be
presented;
> send the extended-abstract or full
paper
> by 16 August 2007 to
[EMAIL PROTECTED]
> Joint Convention Bali 2007
> The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and
> Exhibition,
> Bali Convention Center, 13-16 November
2007
>
------------------------------------------------------------------------
----
> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
<http://iagi.or.id/>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi
Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2:
http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
>
>
>
------------------------------------------------------------------------
----
Hot News!!!
EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER
SUBMISSION:
228 papers have been accepted to be
presented;
send the extended-abstract or full paper
by 16 August 2007 to
[EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November
2007
------------------------------------------------------------------------
----
To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
<http://iagi.or.id/>
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia
(IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2:
http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
________________________________
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's
Comedy with an Edge
<http://us.rd.yahoo.com/evt=47093/*http://tv.yahoo.com/collections/222>
to see what's on, when.
________________________________
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in
your pocket:
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48253/*http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNX
IC> mail, news, photos & more.