mungkin yg dimaksud mas budi santoso adalah FKDPM alias forum komunikasi daerah penghasil migas.
salam, syaiful On 7/29/07, budi santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Urun rembug pak . . . > > Satu hal yang mungkin bisa dilakukan PIAGI melalui > divisinya mas Ketut; > > adalah menghubungi pihak "forum komunikasinya bupati > seluruh Indonesia" (maaf saya lupa namanya) tapi yang > jelas mereka punya wadah tersebut. Wadah tersebut > cukup sering melakukan kegiatan promosi di Jakarta > jadi untuk 'nebeng' menggolkan agenda tersebut > sepertinya tidak begitu sulit. sasaran langsung kepada > para Bupati moga-moga bisa lebih 'mengena', selain > bebarapa hal positif yang akan/sedang/telah dilakukan > pihak PERHAPI terhadap para 'petinggi di Jakarta' yang > kadang 'abunya' tak sampai dan dianggap sepi oleh para > pejabat di daerah . . > > Agendanya: > memberikan masukan yang proporsional tentang seluk > beluk dunia/bisnis pertambangan yang sesungguhnya > (dari jenis komoditi, sukses rasio, tren dunia, > pengalaman dari belahan dunia lain atau bahkan > kabupaten lain) kepada para Bupati tersebut. > > Yang pernah kami alami adalah: > > Ketika kami berkunjung ke salah satu bupati di > Kalimantan dan menyampaikan maksud kami untuk > mengajukan aplikasi sebuah KP di kabupaten tersebut, > Begitu beliau tahu bahwa komoditasnya adalah tembaga > dan emas yang muncul di benak beliau dan para stafnya > adalah "logika sederhana; emas, tembaga harganya > lebih mahal daripada batubara, aluminium, besi maupun > nikel = harga ijinnya juga harus lebih besar". > > Mungkin karena ketidak tahuan mereka maka hal seperti > ini sering terjadi, mungkin beliau-beliau ini > tidak/belum paham dengan apa yang dikatakan mas Daru > tentang sukses ratio untuk komoditas tertentu yang > yang hanya 1% itu dan seluk beluk lain berkaitan > dengan bisnis pertambanagn secara umum baik teknis > maupun non teknis > > IAGI melalui divisinya mas Ketut bisa membantu > beliau-beliau ini untuk lebih mamahami atau mengerti > tentang betapa tidak sederhananya proses eksplorasi > bahan tambang yang tidak bisa langsung 'dijual' > seperti emas atau tembaga dibandingkan bahan tambang > yang lain dan betapa kontra produktifnya bagi daerah > jika praktik-praktik 'liar' itu tetap atau bahkan > semakin giat dilakukan oleh para pejabat di daerah. > > Hal ini tidak berarti bahwa tindakan 'memeras' rekan > lain yang bergerak di komoditas besi, batubara, nikel > atau bauksit 'boleh diperas' dengan alasan > komoditasnya relatif mudah dijual tetapi mestinya ada > pemahaman yang cukup dari pihak eksekutif (di daerah) > tentang hal ini. Yang pada akhirnya diharapkan mereka > bisa mampu melihat peluang menarik investor (yang > "serius" bahasanya mas Daru) untuk berinvestasi di > daerah mereka dan bukan sebaliknya; siapapun calon > investornya "digebyah uyah" (disamaratakan) dengan > para broker KP yang mengejar untung sesaat dan relatif > tidak seberapa . . . > > sTJ > > --- Sukmandaru Prihatmoko <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Pak Andri dan rekan yang lain.. > > > > > > > > Prihatin sekali mendengarnya .... walau hal ini > > sudah berlangsung bbrp tahun > > tapi makin parah belakangan ini. Jual beli KP (yg > > sudah ditangan) atau > > jualan KP yg belum dikeluarkan .. wah.. ngeri > > mengikutinya karena melibatkan > > banyak sekali sector, institusi, atau perorangan. > > > > > > > > Pengalaman pribadi: untuk mendapatkan KP > > Penyelidikan Umum/ Eksplorasi (gak > > perlu sebut nama daerah.) diisyaratkan oleh pihak > > berwenang kita harus > > merogoh kocek Rp 3M - terang-terangan via sms lagi > > mintanya. Padahal boleh > > di bilang sukses ratio -nya mungkin hanya 1% atau > > lebih kecil. Padahal lagi > > ini gak ada aturan UU, PP, atau sejenisnya - jadi > > kalau kita bayar ya > > masuklah ke kantong pribadi ybs. Buat investor > > serius - hal ini menjadikan > > kesulitan besar, karena mesti bersaing dengan PT-PT > > "Gak Jelas" yg mau bayar > > kontan utk dapat KP. Dan saya yakin masih banyak > > cerita2 serem spt ini... > > > > > > > > Dan yang lebih negative tentunya ini men-down grade > > posisi Indonesia sebagai > > tujuan eksplorasi (yg "serius"). > > > > > > > > Kayaknya ini buah dari semangat otoda yg kelewatan > > ya.. sehingga gak ada > > lagi yg bisa ngontrol lagi. > > > > > > > > Petisi IAGI - boleh juga tuh .. paling tidak > > BERSUARA KERAS DULU, perkara > > didengar atau tidak - kita lihat saja. > > > > > > > > Salam - daru > > > > > > > > _____ > > > > From: Agus Hendratno [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > > > Sent: Friday, July 27, 2007 4:44 PM > > To: [email protected] > > Subject: Re: [iagi-net-l] Tanah Air for sale vs > > Eforia Eksplorasi; PP-IAGI > > kumpul dong.. > > > > > > > > Dalam rangka mengkritisi hal ini, beberapa hari yang > > lalu PERHAPI langsung > > merapatkan barisan di Jakarta, diundang pelaku > > bisnis tambang yang mapan, > > komisi 7 DPR-RI juga diminta ngomong (termasuk ketua > > Komisi 7). Kebetulan > > saya hadir, khusus untuk mendengarkan keresahan ini. > > > > Nah, ada baiknya PP-IAGI kumpul, undang kawan-kawan > > dari migas, mining, > > regulator, komisi-7, birokrat pemda. PP-IAGI bisa > > minta sponsor dari > > kawan-kawan di migas dan mining. Lalu buat > > pernyataan yang mengarah > > pembenahan kegiatan eksplorasi mining, termasuk yang > > mendirikan PT. Telo > > Pendhem...dll; juga mas komisi 7; komisi bidang > > perindustrian dan > > perdagangan di DPR-RI, juga komandan armada TNI-AL > > Yaach..., minimal pemanasan sebelum JCB di Balai > > nanti. Ada semacam masukan > > atau petisi atau pernyataan sikap. > > Kasus Lumpur saja, IAGI bisa lantang, bagaimana > > dengan eksplorasi yang > > kebablasan tanpa kaidah bisnis dan kajian yang > > matang. Saya kira ada baiknya > > PP-IAGI bersikap....; tidak jelek..koq; malah > > beramal. Insya Allah merindhoi > > langkah IAGI untuk ini. Baca Al-Fatihah 3x.....; > > aman... > > > > Barusan...saya ditelpon dari PT ANU untuk membuat FS > > Penambangan Bijih besi > > di Kalteng (hanya diberi waktu 2 minggu, instan; > > busyet....); karena bupati > > sudah ngebet dengan investor untuk segera > > dikeluarkan KP Eksploitasi. > > Maklum, bupati pasti dapat "royalti"..... > > Maka, saya tolak....; dan institusi kami tidak > > mengajarkan yang demikian... > > Dengan mengkritisi pola kajian yang dilakukannya, > > saya tembak langsung > > tadi....si pimpro-nya; ternyata dia take over dari > > PT Anu-Anu yang lain. > > Lah...blok KP Eksplorasi sudah dilego (pasti gak > > prospek), koq dijual. Nekad > > kalee..., gilaa...ternyata kayak gitu juga ada > > brokernya.... > > > > piye jal...,mas Andri...dunia geologi eksplorasi, > > koq begini...; apa kita > > salah mendidik dan mengajarkan konsep geologi > > eksplorasi di > > kampus.........?????? > > > > salam tanah air geologi...... > > agus hend > > > > nyoto - ke-el <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Mari kita dukung rame2 kepedulian IAGI sebagai > > organisasi profesi untuk > > memberikan sumbangsih kepada Tanah Air kita, yang > > mungkin bisa berupa petisi > > resmi ataupun Himbauan ke Pemerintah agar melakukan > > langkah2 nyata untuk > > menghindari kerugian2 negara yang lebih besar lagi > > terutama dengan > > ber-macam2 penambangan bahan2 tambang & galian di > > Indonesia yang lebih > > bertanggungjawab & ramah lingkungan, serta yang > > paling penting seperti kata > > Pak Parlaungan yaitu harus ada nilai tambah bagi > > perkembangan kesejahteraan > > rakyat setempat & bukan sebaliknya ! > > > > > > > > Mari pak Ketua & Para Pengurus2nya untuk menggalang > > pendapat dari para > > anggota profesi yang saya percaya banyak & piawai > > dalam hal menyusun petisi > > semacam ini. Kalau bisa lebih proaktif kan lebih > > baik, tidak harus hanya > > menunggu "diundang" DPR/MPR ataupun Lembaga > > Pemerintahan untuk dimintai > > pendapat maupun masukan ilmiahnya. > > > > > > > > Wass, > > > > nyoto > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > On 7/27/07, Parlaungan Dalimunthe > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Sebagai organisasi profesi yang berbasis ilmu > > kebumian, IAGI tentu mempunyai > > tanggung jawab moral untuk mengatasi masalah jual > > Tanah Air. Suarakan > > keprihatinanmu tentang maraknya penambangan yang > > dilakukan secara instan, > > tanpa perencanaan dan studi yang matang, mengekspor > > bijih dengan tanpa ada > > nilai tambah bagi dalam negeri, dan yang utama juga > > tanpa ada melakukan > > kegiatan reklamasi dan rehabilitasi wilayah bekas > > tambang. Hayo IAGI > > tunjukkan kepedulianmu. Buat petisi yang ditujukan > > ke RI-1, DPR dll tentang > > larangan jual Tanah Air. > > > > > > > > > > On 7/27/07, Andri Subandrio <[EMAIL PROTECTED] > > > wrote: > > > > Terimakasih Bung Agus! Kenyataannya Tanah Air kita > > hanya bisa ekspor Tanah > > Air ...dan TKW..tentunya! Ekspor pisang sama cabe > > rawit aja tidak bisa...! > > Pisang keburu jadi Selai di Pabean atau di > > pelabuhan...maklum mesti lewat > > ratusan meja...seng okeh tikusss..se! > > > === message truncated === > > > > > ____________________________________________________________________________________Ready > for the edge of your seat? > Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. > http://tv.yahoo.com/ > > ---------------------------------------------------------------------------- > Hot News!!! > EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION: > 228 papers have been accepted to be presented; > send the extended-abstract or full paper > by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED] > Joint Convention Bali 2007 > The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and > Exhibition, > Bali Convention Center, 13-16 November 2007 > ---------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > -- Mohammad Syaiful - Explorationist Mobile: 62-812-9372808 Email: [EMAIL PROTECTED] Exploration Think Tank Indonesia (ETTI) Head Office: Jl. Tebet Barat Dalam III No.2-B Jakarta 12810 Indonesia Phone: 62-21-8356276 Fax: 62-21-83784140 Email: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------------- Hot News!!! EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION: 228 papers have been accepted to be presented; send the extended-abstract or full paper by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED] Joint Convention Bali 2007 The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, Bali Convention Center, 13-16 November 2007 ---------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

