> Ar,

Dulu pernah saya  sebut dengan "think
globally act locally".
Dengan adanya otonomi daerah , sebenarnya
Dnas Pertambangan dan Energi Propinsi dan Kabupaten dapat menjadi mitra
"lokal" dari PengDa  IAGI .
Nah ini adalah erja nyata
dan sangat bermanfaat bagi  masyarakat untuk mengerti
lebih  baik mengenai Kebumian , dan bagi IAGI dalam
"memasarkan" alumni alumni  geologi yang dihasilkan setiap
tahun.

Si-Abah

___________________________________________________________________


   Sebenarnya pendidikan eksplorasi memberikan
bagaimana memahami genesis 
> lalu penerapanya dalam konsep-konsep
eksplorasi. setiap genesis logam atau 
> bahan galian mempunyai
ciri-ciri dan keunikan sendiri dan karenanya konsep 
> eksplorasi
juga berbeda-beda diterapkan. Di Pongkor dan Grasberg Freeport 
>
- Papua, dan Batuhijau Sumbawa semuanya penghasil emas, namun ekpsplorasi

> dan eksploitasinya sangat berbeda. Nah yang bikin puyeng saat
ini di 
> pemda-pemda jarang atau bahkan tidak ada ahli geologi.
Kepala DISTAM di 
> salah satu kabupaten di Sulawesi misalnya
lulusan STPDN atau IPDN. Hanya 
> sedikit ahli geologi yang berani
dan punya komitmen untuk PEMDA, misalnya 
> Bung Yulian Taruna
(78) di Distam Kalteng dan Famowa Zega (80) di Jayapura 
> serta
Gagaran (80) di NTB. IAGI, PERHAPI dan organisasi profesi yang 
>
terkait dengan Sumber Daya Mineral seharusnya peduli dengan masalah yang

> cukup "kritis" ini, yaitu masih langkanya tenaga
geologi dan pertambangan 
> yang mau mengabdi di Pemda. Bisa
dimaklumi karena di PEMDA fee nya jauh 
> dari petro-dollar
seperti yang diterima rekan-rekannya yang bekerja di Oil 
>
Industry, bahkan ada yang dibawah UMR Batavia! Nah mau maju bagaimana !?

> Kemarin saya mengalami kejadian unik. Saya diminta untuk
meneliti KP yang 
> konon prospek untuk nikel. Koordinat diberikan
berupa peta batas KP dan 
> tabelnya. Setelah di plot di peta
geologi regional yang terkait, tenyata 
> KP tersebut melesat jauh
dari formasi batuan yang seharusnya target untuk 
> nikel! Konon
KP ini akan dijual dan infonya diperoleh dari DISTAM! Ada KP 
>
nikel laterit juga setelah di plot jatunya di laut! Dan anehnya sudah 
> dibeli lagi! Barangkali KP jadi Karepe..Peno..toh! 
> 
> Salam 
> 
> Andri SSM 
> ----- Original
Message ----- 
> 
From: Agus Hendratno 
> To:
[email protected] 
> Sent: Friday, July 27, 2007 4:44 PM 
> Subject: Re: [iagi-net-l] Tanah Air for sale vs Eforia Eksplorasi;

> PP-IAGI kumpul dong.. 
> 
> 
> Dalam
rangka mengkritisi hal ini, beberapa hari yang lalu PERHAPI 
>
langsung merapatkan barisan di Jakarta, diundang pelaku bisnis tambang 
> yang mapan, komisi 7 DPR-RI juga diminta ngomong (termasuk ketua
Komisi 
> 7). Kebetulan saya hadir, khusus untuk mendengarkan
keresahan ini. 
> Nah, ada baiknya PP-IAGI kumpul, undang
kawan-kawan dari migas, mining, 
> regulator, komisi-7, birokrat
pemda. PP-IAGI bisa minta sponsor dari 
> kawan-kawan di migas dan
mining. Lalu buat pernyataan yang mengarah 
> pembenahan kegiatan
eksplorasi mining, termasuk yang mendirikan PT. Telo 
>
Pendhem...dll; juga mas komisi 7; komisi bidang perindustrian dan 
> perdagangan di DPR-RI, juga komandan armada TNI-AL 
>
Yaach..., minimal pemanasan sebelum JCB di Balai nanti. Ada semacam 
> masukan atau petisi atau pernyataan sikap. 
> Kasus Lumpur
saja, IAGI bisa lantang, bagaimana dengan eksplorasi yang 
>
kebablasan tanpa kaidah bisnis dan kajian yang matang. Saya kira ada 
> baiknya PP-IAGI bersikap....; tidak jelek..koq; malah beramal.
Insya 
> Allah merindhoi langkah IAGI untuk ini. Baca Al-Fatihah
3x.....; aman... 
> 
> Barusan...saya ditelpon dari PT ANU
untuk membuat FS Penambangan Bijih 
> besi di Kalteng (hanya
diberi waktu 2 minggu, instan; busyet....); 
> karena bupati sudah
ngebet dengan investor untuk segera dikeluarkan KP 
> Eksploitasi.
Maklum, bupati pasti dapat "royalti"..... 
> Maka, saya
tolak....; dan institusi kami tidak mengajarkan yang 
>
demikian... Dengan mengkritisi pola kajian yang dilakukannya, saya 
> tembak langsung tadi....si pimpro-nya; ternyata dia take over dari
PT 
> Anu-Anu yang lain. Lah...blok KP Eksplorasi sudah dilego
(pasti gak 
> prospek), koq dijual. Nekad kalee...,
gilaa...ternyata kayak gitu juga 
> ada brokernya.... 
>

> piye jal...,mas Andri...dunia geologi eksplorasi, koq
begini...; apa 
> kita salah mendidik dan mengajarkan konsep
geologi eksplorasi di 
> kampus.........?????? 
> 
> salam tanah air geologi...... 
> agus hend 
> 
> nyoto - ke-el <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
> Mari
kita dukung rame2 kepedulian IAGI sebagai organisasi profesi 
>
untuk memberikan sumbangsih kepada Tanah Air kita, yang mungkin bisa 
> berupa petisi resmi ataupun Himbauan ke Pemerintah agar melakukan

> langkah2 nyata untuk menghindari kerugian2 negara yang lebih
besar 
> lagi terutama dengan ber-macam2 penambangan bahan2
tambang & galian di 
> Indonesia yang lebih bertanggungjawab
& ramah lingkungan, serta yang 
> paling penting seperti kata
Pak Parlaungan yaitu harus ada nilai 
> tambah bagi perkembangan
kesejahteraan rakyat setempat & bukan 
> sebaliknya ! 
> 
> Mari pak Ketua & Para Pengurus2nya untuk menggalang
pendapat dari para 
> anggota profesi yang saya percaya banyak
& piawai dalam hal menyusun 
> petisi semacam ini. Kalau bisa
lebih proaktif kan lebih baik, tidak 
> harus hanya menunggu
"diundang" DPR/MPR ataupun Lembaga Pemerintahan 
> untuk
dimintai pendapat maupun masukan ilmiahnya. 
> 
> Wass,

> nyoto 
> 
> 
> 
> 
>

> On 7/27/07, Parlaungan Dalimunthe
<[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
> Sebagai organisasi
profesi yang berbasis ilmu kebumian, IAGI tentu 
> mempunyai
tanggung jawab moral untuk mengatasi masalah jual Tanah 
> Air.
Suarakan keprihatinanmu tentang maraknya penambangan yang 
>
dilakukan secara instan, tanpa perencanaan dan studi yang matang, 
> mengekspor bijih dengan tanpa ada nilai tambah bagi dalam negeri,

> dan yang utama juga tanpa ada melakukan kegiatan reklamasi dan

> rehabilitasi wilayah bekas tambang. Hayo IAGI tunjukkan 
> kepedulianmu. Buat petisi yang ditujukan ke RI-1, DPR dll tentang

> larangan jual Tanah Air. 
> 
> 
> On
7/27/07, Andri Subandrio <[EMAIL PROTECTED] > wrote: 
>
Terimakasih Bung Agus! Kenyataannya Tanah Air kita hanya bisa 
>
ekspor Tanah Air ...dan TKW..tentunya! Ekspor pisang sama cabe 
>
rawit aja tidak bisa...! Pisang keburu jadi Selai di Pabean atau 
> di pelabuhan...maklum mesti lewat ratusan meja...seng okeh 
> tikusss..se! 
> ----- Original Message ----- 
> 
From: Agus Hendratno 
> To: [email protected] 
> Sent:
Friday, July 27, 2007 12:00 PM 
> Subject: Re: [iagi-net-l] Tanah
Air for sale vs Eforia 
> Eksplorasi 
> 
> 
> Apiikkk tenan..., memang pemain bisnis yang menjual "tanah
air' 
> lagi genjar-genjarnya. Kemarin, ada PT Telo Pendhem, PT

> Minyak-Minyakan, PT Mangan-manganan, dst; yang semula core 
> bisnis-nya memang bukan bidang migas atau mining, tapi masuk ke 
> wilayah migas dan mining, yang high risk, hightech, tapi potong 
> kompas saja, sedikit kerja.., untung besar. Karena regulasi 
> memungkinkan............; 
> Yaa..sah-sah saja, karena
punya uang. Tetapi yang kita keluhkan 
> dan juga dikeluhkan
pemerintah, lewat PERHAPI dan 
> dirjend.Minerba Pabum, yang
kemarin saya mendengar bahwa, 
> mestinya ada nilai tambah dari
bahan tambang logam yang 
> ditambang di indonesia, dengan
mengembangkan industri 
> pertambangan hilir (pengolahan endapan
logam menjadi barang 
> jadi, besi, baja, yang pabriknya ada di
indonesia). Selama ini 
> yang terjadi pemain-pemain kecil bidang
mining endapan logam, 
> itu benar-benar menjual "tanah air'
ke buyer-buyer di China. 
> Tapi di Pemda juga demikian senangnya,
karena dapat jatah dari 
> pengusaha, endapan logam dimuat di
tongkang berlayar ke China 
> dan di olah jadi barang jadi. lalu
indonesia import barang 
> tersebut. blaiiiiiiikk....; Pemdanya
dapat royalti yang tidak 
> tercatat dalam kas Daerah..........;
hik...hik.... 
> Modus kayak menjual pasir darat dan pasir laut
dari kep.Riau. 
> Selain dijadikan bahan baku reklamasi di
Singapura, ternyata 
> titanium dan zirkonia-nya jadikan barang
jadi yang bermutu 
> tinggi untuk infrastruktur teknologi
informasi. Lagi-lagi...kita 
> import IT dari Singapura. 
> Apa yang diceritakan mas Andri.., itu memang riil di lapangan. 
> 
> Ada regulasi bidang perindustrian dan perdagangan yang
tidak 
> macth dengan regulasi bidang pertambangan, juga urusan
moneter 
> yang tidak pernah pas. Apalagi diminta transparansi.
Menteri-nya 
> ok-ok juga..., tapi eselon dibawahnya nanti-nanti
dulu...njuk 
> opo rek... 
> Kalau demikian tunggulah
kedatangan perlawanan dari ibu pertiwi 
> yang sudah kehabisan air
mata...maka hadirlah....geohazard yang 
> kemudian menjadi bencana
alam kebumian...sudah ada di sekitar 
> kita...; pontang
panting........ 
> 
> salam tanah air juga .. 
>
agus hend 
> 
> Ismail Zaini <[EMAIL PROTECTED]>
wrote: 
> 
> Saking eforianya untuk mengobral pemberian
KP/WKP ini jangan 
> jangan setelah 
> semua KP/WKP
sijumlah dan diplotkan lagi ke Peta , wilayahnya 
> sudah melebihi

> luas wilayah Indonesia itu sendiri... 
> 
> 
> ISM 
> 
> 
> >> --- Andri Subandrio
wrote: 
> >> 
> >>> IAGI netter yang
budiman, 
> >>> 
> >>> Akhir-akhir ini
di masmedia hingga jejaring IAGI 
> >>> memang marak
dibahas mengenai eksplorasi bahan 
> >>> galian migas
hingga mineral di tanah air ini. Saking 
> >>> eforianya
terhadap bijih mangan, bahkan pialang 
> >>> bisnis
sarang burung walet di Lampung rogoh kocek 
> >>> untuk
beli KP ribuan hektar untuk "nggolek mangan" 
>
>>> di mangan! Ribuan sarang burung waletnya di barter 
>
>>> dengan KP! Di Kalbar ada pialang hotmix dan 
>
>>> konstruksi mulai melebarkan sayap bisnisnya untuk 
>
>>> tambang bijih besi, juga barter dari aspal hotmix 
>
>>> dengan ribuan Ha KP! Modal eksplorasi mereka ini 
>
>>> hanya semangat dan beberapa ekskavator untuk gali 
>
>>> sana-gali sini! Tidak ada ahli geologi! Akibatnya 
>
>>> bebatuan yang berwana hitam kusam digasak semua 
>
>>> dengan buldoser! Disangkanya mangan! Eh..tibake 
>
>>> nduduk mangan! (ternyata bukan mangan)! Dipinggir 
>
>>> jalan pedalaman Pringsewu Tanggamus tengonggok 
>
>>> bongkah-bongkah besar hasul garukan buldoser yang 
>
>>> tadinya disangka mangan! Setelah saya coba 
>
>>> konfirmasi pada "toke"nya, tenyata bongkah-bongkah

> >>> ini di reject, karena memang batu tapi berselimut

> >>> mangan nan tipis! Konon pembelinya dari negri
Cina! 
> >>> Di Kalbar masih lebih beruntung, sejak 2
tahun yang 
> >>> lalu investor penambang dari Pontianak
telah 
> >>> mengekspor ribuan ton bijih besi kadar
tinggi! Kini 
> >>> penambangan ini megap-megap kehabisan
zat besi! 
> >>> Lagi-lagi tidak ada geologist! 
> >>> 
> >>> Dari Babel, Kalbar, Halmehera,
Sultra, Obi juga 
> >>> Pulau-pulau di utara Papua sudah
jutaan ton bijih 
> >>> timah, aluminium, besi, nikel dsb
telah dikapalkan, 
> >>> terutama ke Cina! Dari Sumbawa
dan sekitar Cartenz 
> >>> juga jutaan ton konsentrat
tembaga dikirim ke Jepang 
> >>> dan mancanegara! Uniknya
ada berita di koran, 
> >>> "pemotong dan pencuri
kabel telepon ditangkap 
> >>> polisi". Usut-usut
punya usut "sangpencuri" adalah 
> >>> penyalur
logam tembaga untuk pengrajin "dandang" 
> >>>
kuali dan ukiran wayang tembaga! Paradox! Salah satu 
>
>>> penghasil tembaga terbesar didunia, tapi masih 
>
>>> banyak yang tidak kebagian tembaga! Kemanakah 
>
>>> tembaga kita ? Selain itu Sendok garpu stainless 
>
>>> steel semuanya import! Padahal basisnya 
>
>>> besi-nikel-krom yang saat ini jutaan ton mengalir 
>
>>> dari tanah air ke negara industri! Coba tanya Pak 
>
>>> Polisi dan Tentara kita! Timah panas dan kuningan 
>
>>> pelurunya dari mana pak! Pasti import! Bijih nikel 
>
>>> misalnya, cukup digali dari laterit yang tidak lain 
> >>> berupa tanah yang masih mengandung air. Kemudian 
> >>> "Tanah Air" ini diangkut dan masuk tongkang!

> >>> 
> >>> Negara Industri seperti
Jerman, Jepang, Amrik dsb. 
> >>> ternyata pada awalnya
maju karena industri berbasis 
> >>> pengolahan material,
terutama baja, keramik, dan 
> >>> logam dasar! Info dari
majalah material industry, 
> >>> ternyata raw material
atau bahan baku hanya 10 
> >>> hingga 20% bila
dibandingkan diberi sentuhan 
> >>> industri dan
teknologi! Selain lapangan pekerjaan 
> >>> 80% belong to
upstream industry! dan juga akan 
> >>> bertambah selaras
dengan rantai industri material! 
> >>> Pernahkah
terbayang bila ada pabrik stainless steel 
> >>> di tanah
air yang bahan besi dan nikel dari Kalbar, 
> >>>
Soroako, Pulau Obi, Waigeo ? Sampai kapan Tanah Air 
>
>>> menjual Tanah Air ? Jeruk makan Jeruk kan sudah 
>
>>> verboten! Kita tunggu political will dari 
>
>>> pemerintah! Masih mau mempertahankan konsep "Ada 
> >>> BULOG", Ada SAWAH" tapi Ada BERAS...di
Vietnam!..he 
> >>> he 
> >>> 
>
>>> Salam Tanah Air 
> >>> Andri Subandrio 
> >> 
> >> 
> >> 
>
>> 
> >>
____________________________________________________________________________________

> >> Yahoo!7 Mail has just got even bigger and better with

> unlimited storage 
> >> on all webmail accounts.

> >> http://au.docs.yahoo.com/mail/unlimitedstorage.html

> >> 
> >>
----------------------------------------------------------------------------

> >> Hot News!!! 
> >> EXTENDED ABSTRACT OR
FULL PAPER SUBMISSION: 
> >> 228 papers have been accepted
to be presented; 
> >> send the extended-abstract or full
paper 
> >> by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED] 
> >> Joint Convention Bali 2007 
> >> The 32nd
HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual 
> Convention and

> >> Exhibition, 
> >> Bali Convention
Center, 13-16 November 2007 
> >>
----------------------------------------------------------------------------

> >> To unsubscribe, send email to: 
>
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id 
> >> To subscribe, send
email to: 
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id 
> >>
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id 
> >> Pembayaran iuran
anggota ditujukan ke: 
> >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia
Jakarta 
> >> No. Rek: 123 0085005314 
> >>
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) 
> >> Bank
BCA KCP. Manara Mulia 
> >> No. Rekening: 255-1088580 
> >> A/n: Shinta Damayanti 
> >> IAGI-net Archive
1: 
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ 
> >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi 
> >>
--------------------------------------------------------------------- 
> >> 
> > 
> > 
> >
----------------------------------------------------------------------------

> > Hot News!!! 
> > EXTENDED ABSTRACT OR FULL
PAPER SUBMISSION: 
> > 228 papers have been accepted to be
presented; 
> > send the extended-abstract or full paper 
> > by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED] 
> >
Joint Convention Bali 2007 
> > The 32nd HAGI, the 36th IAGI,
and the 29th IATMI Annual 
> Convention and 
> >
Exhibition, 
> > Bali Convention Center, 13-16 November 2007

> >
----------------------------------------------------------------------------

> > To unsubscribe, send email to: 
>
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id 
> > To subscribe, send
email to: 
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id 
> >
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id 
> > Pembayaran iuran
anggota ditujukan ke: 
> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

> > No. Rek: 123 0085005314 
> > Atas nama: Ikatan
Ahli Geologi Indonesia (IAGI) 
> > Bank BCA KCP. Manara Mulia

> > No. Rekening: 255-1088580 
> > A/n: Shinta
Damayanti 
> > IAGI-net Archive 1: 
>
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ 
> >
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi 
> >
--------------------------------------------------------------------- 
> > 
> > 
> > 
> 
> 
> 
>
----------------------------------------------------------------------------

> Hot News!!! 
> EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER
SUBMISSION: 
> 228 papers have been accepted to be presented; 
> send the extended-abstract or full paper 
> by 16 August
2007 to [EMAIL PROTECTED] 
> Joint Convention Bali 2007 
> The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual 
>
Convention and Exhibition, 
> Bali Convention Center, 13-16
November 2007 
>
----------------------------------------------------------------------------

> To unsubscribe, send email to: 
>
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id 
> To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id 
> Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id 
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: 
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta 
> No. Rek: 123
0085005314 
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) 
> Bank BCA KCP. Manara Mulia 
> No. Rekening: 255-1088580 
> A/n: Shinta Damayanti 
> IAGI-net Archive 1: 
>
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ 
> IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi 
>
--------------------------------------------------------------------- 
> 
> 
> 
> 
> 
>
---------------------------------------------------------------------- 
> Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to 
> see what's on, when. 
> 
> 
> 
>

> 
> 
> 
> 
>
------------------------------------------------------------------------------

> Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your
pocket: 
> mail, news, photos & more. 

Kirim email ke