Menarik sekali pertanyaanya. Banyak parameter yang hendaknya kita fikirkhan
juga untuk melihat seberapa jauh tempat kuliah kita dianggap terbaik.

1. Apakah "yang terbaik" ini berorientasi kepada UANG? dalam arti,
lulusannya banyak menjadi pekerja di oil company, banyak yang jadi manager,
pengusaha, menjadi konglomerat?

2. Apakah "yang terbaik" ini berorientasi kepada kedudukan? misal lulusannya
banyak menjadi menteri, orang terpandang dan sebagainya

3. Apakah lulusannya ini berorientasi kepada "rakyat kebanyakan" misal jadi
lurah di daerah terpencil, membuka usaha rakyat, menjadi pegawai pemda di
nusa tenggara, irian dan sebegainya seperti misalnya menangani proyek proyek
penerangan bahaya geologi kepada masyarakat (gak ada duitnya ya?)


Silahkan dipikirkan untuk menjadi yang terbaik. Tapi saya pikir banyak dari
kita condong ke nomor 1 dan 2 ya. Kalo anda setuju nomor 3? hm ....... saya
yakin sedikit saja yang milih ........



On 8/21/07, Leonard Lisapaly <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Pak Sanggam,
>
> Kalau mau lihat hasil akreditasi oleh Dikti, mungkin bisa coba dilihat di
> http://www.ban-pt.or.id.
>
> Mestinya infonya cukup valid karena assessment-nya "tidak subyektifnya".
>
> Salam,
> Leo
>
> -----Original Message-----
> From: sanggam hutabarat [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, August 21, 2007 1:01 PM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Jurusan Geologi Terbaik di tanah air?
>
> terima kasih atas tips nya pak Amir,..sayangnya data yang dimaksud Bapak
> belum saya dapatkan..mungkin saya coba cari2 dari sumber lainnya. Harapan
> saya tadinya tiap jurusan at least dapat menyajikan statistik dasar
> seperti
> yg diusulkan oleh Bapak..untuk menghindari subjektivitas yang berlebih dan
> tak relevan..atau memang forum ini kurang tepat ya untuk menjajikan data
> semacam itu?
>
> salam
> sanggam
> ==
> Amir Al Amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kalau ditanya tiap alumni, pasti menjawab , "perguruan tinggikulah yang
> terbaik", alias subyektif.
>
> Mungkin bisa disurvei satu-satu, dari parameter-parameter yang bisa
> terukur.
>
> 1. Ratio dosen aktif dan mahasiswa.
> 2. Jumlah dosen aktif yang berpendidikan S1, S2 dan S3.
> 3. Fasilitas kuliah : laboratorium, perpustakaan.
> 4. Biaya.
> 5. Program pendidikan : kurikulum, teori dan praktek.
> 6. Lingkungan akademik : lokasi, ektrakurikuler, dll.
>
> Tapi diatas semua itu yang paling penting Mahasiswanya sendiri.
>
> Semua Oke, kalo mahasiwanya malas ya percuma.
>
> Sebaliknya dengan kondisi terbatas, justru menimbulkan kreatifitas dan
> semangat yang tinggi.
>
> Pun juga masalah dosen. Dosen pintar dan berpendidikan S3 bisa percuma,
> jika
> tidak bisa menularkan ilmunya. Sementara dosen berpendidikan S1 kalau
> kreatif, aktif dan berhasil memotivasi mahasiswa, akan menghasilkan output
> yang lebih baik
>
>
>
> Salam,
>

Kirim email ke