> 
Rekan

Kutub pasti berbeda , karena pasar yang
dituju juga berbeda , jadi harus disajikan dalam dua buku yang disusun
berbeda  pula.
Satu dalam bhs Inggris dan satu dalam Bhs
Indonesia
Kalau bang Iman berpendapat sangat "umum",mungkin
karena mas Iman sudah tahu geologi Indonesia ,tapi akan sangat bermanfaat
bagi orang yang agak awam geoloi Indonesia-nya,
Acung jempol buat
Aris, hayo mana lagi yang mau "gawe" , IAGI pasti akan dan HARUS
mau jadi fasilitator,
JUST DO IT.

Si-Abah

______________________________________________________________________


   Aris, 
> 
> Menarik..
menarik... 
> Saya sedang mengumpulkan berkas-berkas electronic
(computer files) dari 
> buku An Outline of the Geology of
Indonesia. Nanti bisa di upload ke 
> wikibooks. 
> 
> Awang dan Imam, 
> Kita harus pikirkan target pasar dari
buku itu. Pak Imam mengharapkan yang 
> lebih teknis, sementara
pak Awang mengharapkan yang sederhana dan mudah 
> dicerna
masyarakat awam. Ini dua kutub yang berbeda, dan sulit untuk 
>
digabung... saya rasa. 
> 
> Salam, 
> 
>
Herman 
> 
> -----Original Message----- 
> 
From: aris [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
> Sent: 05 September
2007 15:51 
> To: [email protected] 
> Subject: Re:
[iagi-net-l] Siapa yang Harus Memperbaharui Buku "Geologi 
>
Indonesia" ? 
> 
> 
> Herman dkk - 
>

> Saya tertarik ide bikin publikasi online, jadi semua orang bisa

> berkontribusi dan direview bareng-bareng. Untuk kolaborasi
bikin buku 
> seperti ini bisa memakai wikibooks.org. 
>

> Ini iseng-iseng saya buat awalnya di 
>
http://en.wikibooks.org/wiki/The_Geology_of_Indonesia 
> 
> Bila kita serius untuk mengembangkan lebih lanjut, mohon kontribusi
untuk 
> struktur pembagian bab/sub-bab. Terus bisa mulai deh. Ok,
ditunggu 
> kontribusinya. 
> 
> Oh ya, satu hal
lagi, mau pakai bahasa Indonesia apa Inggris? 
> 
> Salam
- 
> 
> Aris 
> 
> 
> On 9/5/07,
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
>> 
>> Sekedar membagikan cerita.... 
>> 
>> Tahun 1999, FOSI menyelenggarakan seminar Tectonics and
Sedimentation of 
>> Southeast Asia. Ide ini disarankan oleh
pak Yahdi Zaim (ITB) waktu saya 
>> berkunjung ke tempatnya
setahun sebelumnya. Seminar ini dibuat dalam 
>> rangka 
>> memperingati 50 tahun buku van Bemmelen. Kami mendapat respons
yang 
>> sangat 
>> baik dari tokoh-tokoh geologi
Indonesia dan juga organisasi geologi di 
>> Belanda.
Organisasi ini bahkan mengirimkan wakilnya untuk memberikan 
>>
kata 
>> sambutan. 
>> 
>> Sebenarnya
seminar ini juga dimaksudkan untuk mengumpulkan data dan 
>>
jaringan untuk pembaharuan buku geologi Indonesia. Jadi setelah seminar

>> 1999, saya bekerja sama dengan Hasan Sidi dan rekan-rekan
lainnya untuk 
>> menyusun buku tersebut. Buku Outline of the
Geology of Indonesia terbit 
>> setahun berikutnya (2000)
dengan sponsor IAGI. Pak Yanto 'Abah' 
>> Sumantri, 
>> sebagai ketua IAGI mendukung penuh. Buku ini terbit cepat (1
tahun) juga 
>> karena "kekawatiran", istilahnya
Ismail Zaini. Kekawatiran ini 
>> disebabkan 
>>
perusahaan tempat saya bekerja dulu memutuskan untuk menutup kegiatan 
>> eksplorasi, jadi saya harus minggat. Padahal perpustakaannya
seperti 
>> museum, 
>> ... maklum salah satu
operator tertua di Indonesia. Saya khawatir kalau 
>> saya 
>> tidak selesaikan tahun 2000, proyek yang direstui IAGI ini
tidak jalan, 
>> dan 
>> saya tidak ada akses ke
perpustakaan museum itu lagi. 
>> 
>> Beberapa kali
saya diskusi dengan kawan-kawan, termasuk pak Awang, untuk 
>>
membuat publikasi on-line. 
>> Systemnya: siapa mau boleh
kontribusi dan siapa mau silahkan print-out, 
>> tapi perlu di
edit dan di evaluasi. Jadi saya pikir mengenai sistem 
>>
homepage 
>> atau blog. Hal ini saya usulkan karena dari
penyusunan buku IAGI 
>> tersebut, 
>> saya belajar:

>> 1. pencetakan / penerbitan buku itu sangat kaku. Begitu
naik cetak tidak 
>> bisa dirubah atau diedit. Kalau masih
bersifat elektronik, serba 
>> flexible. 
>> 2.
biayanya sangat tinggi. Jadi terbatas dalam menerbitkan gambar 
>> berwarna. Dengan demikian kita kerja lebih banyak untuk
mengalihkan 
>> gambar 
>> berwarna ke hitam putih.
Beberapa gambar jadi kurang informatif. 
>> 3. begitu kita
terbit, langsung kita dapat masukkan, sanggahan dan 
>> kritik.

>> Tentunya kita tidak bisa menanggapi karena sudah naik
cetak. 
>> 4. data geologi Indonesia sangat banyak. van
Bemmelen hanya mencakup 
>> geologi onshore. Sekarang sudah
banyak offshore. Pertamina BPPKA pernah 
>> juga 
>>
menerbitkan seri terbitan "Petroleum Geology of Indonesian
Basins" (saya 
>> ikut kontribusi di 2 volume), sayang
gambarnya banyak yang tidak bagus 
>> setelah dicetak. Ini
hanya editorial problem, perlu pengalaman memang. 
>> 
>> Saya sekarang lihat dari report USGS, semuanya pakai PDF. Kalau
ada yang 
>> mau beli / minta bisa dikasih CD-ROM. 
>> 
>> Semua proyek ini, tidak disponsor oleh
perusahaan. Dikerjakan pada waktu 
>> luang setelah prioritas
keluarga dan pekerjaan terselesaikan. Saya salut 
>> kepada
kawan-kawan yang menyumbangkan pikiran, tulisan, tenaga untuk 
>> buku An 
>> Outline of the Geology of Indonesia ini.
Benar-benar kerja bakti untuk 
>> negara. 
>> 
>> Kenapa saya mau mengerjakannya,...saya mau membuktikan orang
Indonesia 
>> mampu. Seperti iklan Nike: Just do it. 
>> 
>> Salam, 
>> 
>> Herman
Darman 
>> 
>> 
>> -----Original
Message----- 
>> 
From: Ismail Zaini
[mailto:[EMAIL PROTECTED] 
>> Sent: 05 September 2007 11:32

>> To: [email protected] 
>> Subject: Re:
[iagi-net-l] Siapa yang Harus Memperbaharui Buku "Geologi 
>> Indonesia" ? 
>> 
>> 
>>
Kalau dilihat dari paparan P.Awang ini , terbitnya Buku geologi Van 
>> Bemmelen 
>> ini mungkin didasari oleh
"Kekawatiran" akan lenyapnya data data 
>> geologi

>> yg 
>> telah diperoleh semasa jaman Belanda
apabila terjadi pergantian 
>> pemerintahan 
>> (
adanya gelagat akan merdeka ) , disinilah "Kejelian" Dinas 
>> Pertambangan 
>> waktu itu untuk mendorong
mengkompilasi data data geologi tsb dalam 
>> sebuah 
>> buku dan yg terpilih mengemban Tugas tsb Van Bemmelen.shg
menjadi hasil 
>> karya yg monumental sampai sekarang 
>> Apakah Buku tsb perlu diperbaharui ? 
>> Untuk
mengerjakan pekerjaan ini menyangkut biaya , tenaga ahli , dan 
>> waktu 
>> , shg harus dikerjakan oleh suatu
institusi dan tentunya diperlukan 
>> suatu 
>>
"Alasan" untuk mendapatkan skala prioritas . 
>>
Kalau dulu untuk mendorong terbitnya buku Van Bemmelan "hanya"
tingkat 
>> "Dinas" ( Dinas Pertambangan Bdg ) , maka
sekarang mungkin kelasnya 
>> sudah 
>> harus
"Badan" ( Badan Geologi , LIPI atau badan lain yg berkompeten).

>> oleh 
>> Karena itu sumberdananya dg APBN ( bisa
APBN murni , bisa dg campuran 
>> dg 
>> dana
swasta/kampeny atau bahkan kalau diperlukan bisa melibatkan 
>>
institusi 
>> LN dg grant , mungkin juga Pihak Belanda tertarik
dg Proyek ini ), Atau 
>> bisa 
>> juga dibentuk dg
Tim antar Dept/Institusi ( Semacan Timnas gitu ) karena 
>>
akan menyangkut akses data lintas sektoral. hal ini penting karena 
>> sekarang 
>> ini banyak sekali institusi 2 yang
ngurusi penelitaian / data G&G dan 
>> kadang 
>> kadang saling overlap , oleh karenanya banyak data yg tersimpan
di 
>> masing 
>> 2 
>> institusi tsb ,
yang kadang 2 sesama institusi saja sulit untuk 
>>
memperolehnya. 
>> Mengacu ke waktu penyelesaian kalau dulu
dibutuhkan waktu 7-8 thn untuk 
>> menyelesaikan bukunya V.Bem
, maka proyek ini nantinya juga bisa multi 
>> years 
>> mengingat alokasi dana yang besar shg anggaran bisa di bagi
bagi. 
>> 
>> 
>> ISM 
>> 
>> 
>> ----- Original Message ----- 
>> 
From: "Awang Harun Satyana" <[EMAIL PROTECTED]> 
>> To: <[email protected]> 
>> Sent: Monday,
September 03, 2007 7:18 PM 
>> Subject: [iagi-net-l] Siapa yang
Harus Memperbaharui Buku "Geologi 
>> Indonesia" ?

>> 
>> 
>> R.W. van Bemmelen datang ke
Indonesia menjelang tahun 1930, bertugas di 
>> Dienst van Het
Mijnwezen (Dinas Pertambangan) di Bandung, diberi tugas 
>>
utama mengamati beberapa gunungapi aktif di Jawa dan memetakan lembar 
>> Bandung. Tahun 1936 terbitlah peta geologi Bandung (van
Bemmelen, 1936). 
>> Sementara itu, laporan2 dari para geoloog
Belanda berdatangan terus. 
>> Menjelang tahun 1940, ada
gelagat Indonesia mau merdeka, ada pikiran 
>> dari para
petinggi Dinas Pertambangan di Bandung dan para pengawasnya di 
>> Jakarta dan Holland agar segera dibuat laporan tentang geologi
Indonesia 
>> hasil pekerjaan Belanda selama hampir 100 tahun
di Indonesia. 
>> Penyelidikan geologi di Indonesia dimulai
tahun 1850. Sampai menjelang 
>> tahun 1940 itu katanya ada
sekitar 6000 laporan dan artikel geologi 
>> tentang Indonesia
yang diterbitkan oleh Dinas Pertambangan maupun dimuat 
>> di
majalah2 ilmu pengetahuan alam saat itu. Sebanyak itulah yang mesti 
>> dipilih2, diringkas, ditelaah, dan dikompilasi. 
>>

>> 
>> 
>> Siapa yang mau ditugasi
menyusun pekerjaan raksasa itu ? Pilihan jatuh 
>> ke Reinout
van Bemmelen. Maka dimulailah pekerjaan raksasa itu. Setelah 
>> sekitar tiga tahun bekerja, datanglah Jepang, dan van Bemmelen
termasuk 
>> yang ditahan dan dikirim ke Saigon sebagai
interniran (tahanan). Banyak 
>> manuskrip buku geologinya
hilang entah ke mana. Pulang dari tahanan, 
>> walaupun
Indonesia telah merdeka tahun 1945, tidak serta merta Dinas 
>>
Pertambangan Belanda diserahkan ke Indonesia; masih banyak geoloog 
>> Belanda yang bekerja, bersama orang2 Indonesia tentunya; bahkan
di 
>> Hollandia sana (Jayapura maksudnya) pada tahun 1988 saya
masih menemukan 
>> buku lapangan kepunyaan G.A.F. Molengraaff
berangka tahun 1962 saat dia 
>> menjalani Cycloops Mountains
dan Sarmi di perbatasan dengan PNG 
>> (kebetulan saat itu saya
sedang cuti kuliah dan bekerja menerjemahkan 
>> laporan2
geologi Belanda di Papua untuk sebuah perusahaan emas dari 
>>
Australia). 
>> 
>> 
>> 
>>
Empat tahun kemudian (1945-1949), terbitlah buku van Bemmelen yang 
>> monumental itu (van Bemmelen, 1949), berarti van Bemmelen
mengerjakan 
>> buku itu total sekitar 7-8 tahun, empat tahun
sebelum Jepang datang, 
>> empat tahun setelah Indonesia
merdeka. Tiga buku dia terbitkan : Geologi 
>> Umum, Geologi
Ekonomi, Daftar Referensi, dan satu folder berisi puluhan 
>>
peta berukuran lebar. Kemudian, ternyata buku van Bemmelen bertahan 
>> sampai sekarang, hampir 60 tahun. Saya pikir jarang ada buku
keluaran 
>> 1940an masih diacu sampai sekarang. Apakah kita
semua pernah memegang 
>> buku-buku van Bemmelen, bukunya
berat, karena tebalnya 732 halaman dan 
>> memang bukunya
berukuran besar, berwarna hijau. Buku cetakan keduanya 
>>
diterbitkan lagi (tanpa perbaikan apa pun, hanya penambahan referensi) 
>> tahun 1972. 
>> 
>> 
>> 
>> Jadi, buku van Bemmelen itu disusun sebenarnya sebagai buku
laporan 
>> pertanggungjawaban pekerjaan. Memang beberapa kali
Belanda membuat buku2 
>> semacam itu untuk menutup periode
suatu pekerjaan. Misalnya Verbeek dan 
>> Fennema tahun 1896
menerbitkan buku monumental geologi Pulau Jawa (de 
>>
Geologische Beschrijving van Java) sebagai pertanggungjawaban 
>> penyelidikan geologi di Jawa sejak 1850-hampir 1900. Untuk
Indonesia ? 
>> Pertama kali dikeluarkan oleh Henry Brouwer
(1927), pernah juga M.G. 
>> Rutten, tetapi yang komprehensif
hanyalah buatan van Bemmelen (1949). 
>> 
>> 
>> 
>> Katakanlah bangsa Indonesia mulai mengambil alih
secara penuh semua 
>> pekerjaan geologi di Indonesia sejak
1969, ini berdarkan program 
>> Pembangunan Jangka Panjang
(PJP) Tahap I, 30 tahun, yang dibagi-bagi ke 
>> dalam Repelita
lima tahunan. Akhir PJP I adalah tahun 1999. Pekerjaan 
>>
geologi selama 30 tahun ini sangat pesat karena tenaga ahlinya banyak 
>> dan orangnya (para pekerja) pun banyak, dananya juga
disediakan. 
>> Dikatakan bahwa sampai 1999 sekitar 85 %
wilayah Indonesia telah 
>> dipetakan. Sebelum Pak Harto
lengser, hasil penelitian selama PJP I ini 
>> telah
dipresentasikan di depan Pak Harto pada tahun 1996/1997. Adakah 
>> buku pertanggungjawabannya ? Pak Rab Sukamto dari P3G (sekarang
PSG - 
>> Pusat Survei Geologi) pada tahun 2000 mengeluarkan
buku berjudul 
>> "Pengetahuan Geologi Indonesia :
Tantangan dan Pemanfaatan" (Publikasi 
>> Khusus P3G No.
22, Oktober 2000, 91 halaman). Di dalamnya, memuat 
>>
hasil-hasil ringkasan penyelidikan geologi di Indonesia selama 30 tahun

>> sebelumnya, peta2 skala seluruh Kepulauan Indonesia
ditampilkan. Ini 
>> jelas dimaksudkan bukan sebagai buku
pertanggungjawaban ala Verbeek dan 
>> Fennema untuk Jawa, dan
van Bemmelen untuk Indonesia, tetapi sebagai 
>> laporan
ringkasan saja. 
>> 
>> 
>> 
>> Tahun 1979, Warren Hamilton dari USGS menerbitkan
"Tectonics of the 
>> Indonesian Region", tahun 1985
Katili mengeluarkan buku kumpulan 
>> paper2nya, tahun 1989
Charles Hutchison dari Universiti Kebangsaan 
>> Malaysia
menerbitkan "Geological Evolution of SE Asia", dan Robert Hall

>> serta Derek Blundell tahun 1996 (sebagai editors)
menerbitkan "Tectonic 
>> Evolution of SE Asia".
Tahun 2000, 25 penulis (diorganisasi dan di-edit 
>> oleh
Herman Darman dan Hasan Sidi) menerbitkan buku "An Outline of the 
>> Geology of Indoneisa" sebagai awal pembaharuan 50 tahun
buku van 
>> Bemmelen. Tahun 2003, P3G mengeluarkan "Atlas
Geologi dan Potensi 
>> Sumberdaya Mineral dan Energi Kawasan
Indonesia Skala 1 : 10.000.000", 
>> di dalamnya dapat
ditemukan puluhan peta geologi hasil penyelidikan 
>> geologi
di Indonesia selama ini. Buku ini bagus dipakai untuk melihat 
>> geologi regional Indonesia dalam berbagai aspek. Keenam buku
tersebut 
>> adalah buku-buku terpenting untuk mengetahui
geologi Indonesia secara 
>> regional dan beberapa bisa cukup
detail. 
>> 
>> 
>> 
>> Adakah
publikasi detail pertanggungjawaban macam Verbeek dan Fennema 
>> (1896) atau van Bemmelen (1949) sebagai hasil penyelidikan 30
tahun itu 
>> ?. Tidak ada. Atlas peta geologi (P3G, 2003)
mungkin dimaksudkan sebagai 
>> laporan pertanggungjawaban,
tetapi tak ada bukunya. 
>> 
>> 
>> 
>> Apakah kita bisa memperbaharui buku van Bemmelen (1949)
menggunakan 
>> semua data yang sudah kita punyai sampai
sekarang, dan semua publikasi 
>> yang telah kita punyai sampai
sekarang ? Berdasarkan kemampuan, tentu 
>> saja kita bisa.
Berapa banyak profesor, doktor, dan master yang sudah 
>> kita
punyai ? Berapa banyak perguruan tinggi yang membuka jurusan 
>> geologi yang sudah kita punyai ? Berapa banyak lembaga-lembaga
riset 
>> geologi yang sudah kita punyai ? Berapa banyak
organisasi profesi 
>> geosains yang sudah kita punyai ?
Menurut hemat saya, itu sudah lebih 
>> dari cukup kalau untuk
menyusun buku seperti yang van Bemmelen 
>> keluarkan. Lalu,
mengapa dong kita tak kunjung menerbitkan buku "Geology 
>> of Indonesia" terbitan baru ? Kata Prof. Adjat Sudradjat
pada suatu 
>> obrolan bersama beliau, "karena kita
sekarang terlalu banyak orang 
>> pintarnya, sehingga gak
jadi-jadi" Ini tentu kata-kata bersayap. 
>> 
>> 
>> 
>> Seingat saya IAGI pernah punya
komisi (atau task force ?) pembaharuan 
>> buku van Bemmelen
awal tahun 1990an di bawah komando alm. Dr. Bona 
>>
Situmorang, tetapi ini tidak berjalan sebab mungkin Pak Bona saat itu 
>> sibuk di berbagai kegiatan dan organisasi (termasuk Timor Gap).

>> 
>> 
>> 
>> Nah, apakah
kita memang perlu memperbaharui buku van Bemmelen (1949) ? 
>>
Atau cukup puas dengan publikasi2 yang ada yang cukup detail seperti 
>> Hamilton (1979), Hutchison (1989) dan Hall dan Blundell (1996)
dan atlas 
>> peta-peta geologi (P3G, 2003) dan ribuan
publikasi selama ini yang 
>> tersebar di mana2. Dengan cara
begitu, berarti kalau kita mau mengetahui 
>> geologi suatu
daerah di Indonesia, maka kita mesti mengumpulkan semua 
>>
publikasi tentang daerah itu lalu mempelajarinya satu demi satu. 
>> 
>> 
>> 
>> Lalu, kalau kita
mau memperbaharui buku van Bemmelen (1949), siapa yang 
>>
seharusnya menyusun buku itu ? Badan Geologi (Pusat Survei Geologi) ? 
>> Konsorsium perguruan tinggi ? IAGI ? Lembaga-lembaga riset
geologi 
>> (seperti Pusat Geoteknologi LIPI) ?
Perusahaan-perusahaan Konsultan 
>> Geologi ? 
>>

>> 
>> 
>> Keluar dari itu, buku van
Bemmelen (1949, 1972) masih baik sekali 
>> dipakai untuk
mengetahui geologi di pelosok pulau mana pun di Indonesia; 
>>
sekalipun sintesisnya masih menggunakan teori-teori yang dulu 
>> dikembangkannya di rantai pegunungan di Spanyol (Beltic) dan
diilhami 
>> konsep geo-tumor Haartman tahun 1920-1930-an.
Sebagai contoh, bisa dicek 
>> di keterangannya tentang asal
Laut Banda. 
>> 
>> 
>> 
>>
Demikian, untuk kita pikirkan bersama kalau kita cukup peduli dengan 
>> Geologi Indonesia. 
>> 
>> 
>>

>> Salam, 
>> 
>> awang 
>>

>> 
>> 
>> 
>> 
>>

>> 
>> 
>> 
>>
----------------------------------------------------------------------------

>> Hot News!!! 
>> EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER
SUBMISSION: 
>> 228 papers have been accepted to be presented;

>> send the extended-abstract or full paper 
>> by
16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED] 
>> Joint Convention
Bali 2007 
>> The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI
Annual Convention and 
>> Exhibition, 
>> Bali
Convention Center, 13-16 November 2007 
>> 
>>
----------------------------------------------------------------------------

>> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id 
>> To subscribe, send email
to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id 
>> Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id 
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta 
>> No.
Rek: 123 0085005314 
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi
Indonesia (IAGI) 
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia 
>>
No. Rekening: 255-1088580 
>> A/n: Shinta Damayanti 
>> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ 
>> IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi 
>>
--------------------------------------------------------------------- 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>>
----------------------------------------------------------------------------

>> Hot News!!! 
>> EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER
SUBMISSION: 
>> 228 papers have been accepted to be presented;

>> send the extended-abstract or full paper 
>> by
16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED] 
>> Joint Convention
Bali 2007 
>> The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI
Annual Convention and 
>> Exhibition, 
>> Bali
Convention Center, 13-16 November 2007 
>> 
>>
----------------------------------------------------------------------------

>> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id 
>> To subscribe, send email
to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id 
>> Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id 
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta 
>> No.
Rek: 123 0085005314 
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi
Indonesia (IAGI) 
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia 
>>
No. Rekening: 255-1088580 
>> A/n: Shinta Damayanti 
>> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ 
>> IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi 
>>
--------------------------------------------------------------------- 
>> 
>> 
> 
> 
> -- 
>
=========================== 
> Se queremos progredir, não
devemos repetir a história, mas fazer uma 
>
história nova. 
> If we want to progress, we do not have to
repeat history, but to make a 
> new 
> history. 
> 
> 
>
----------------------------------------------------------------------------

> Hot News!!! 
> EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER
SUBMISSION: 
> 228 papers have been accepted to be presented; 
> send the extended-abstract or full paper 
> by 16 August
2007 to [EMAIL PROTECTED] 
> Joint Convention Bali 2007 
> The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention
and 
> Exhibition, 
> Bali Convention Center, 13-16
November 2007 
>
----------------------------------------------------------------------------

> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id 
> To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id 
> Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id 
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: 
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta 
> No. Rek: 123
0085005314 
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) 
> Bank BCA KCP. Manara Mulia 
> No. Rekening: 255-1088580 
> A/n: Shinta Damayanti 
> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ 
> IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi 
>
--------------------------------------------------------------------- 
> 
> 

Kirim email ke