Betul Bung ADB ( wah udah lama gak pernah muncul guru bangsa republik iagi ini ), memang sudah loaammaaa sekali munculnya binatang CDM ini, ibaratnya Tetuko "Sing tuku ora teko sing teko ora tuku ". Memang ribet banget banget urusane , tahapannya mulai disain -validasi-regristrasi-monitoring-verifiksai-sertifikasi - terbitnya CER , yang melibatkan lembaga dari lokal sampai interlokal. Cuma untuk melakukan proses tsb diperlukan "mediator" , lha mediator ini yang diuntungkan , meskipun proyeknya gak jalan tapi bayarannya tetep dibayarkan sebagi mediator. Ada sektor sektor yang melaksanakan mekanisme ini , kehutanan , energi , transportasi, dll . Untuk sektor energi mulai kelas berat sampai kelas ringan , saya pernah ketemu perusahaan dari Eropa awal tahun yg lalu lagi bikin proyek CDM di Sabang Aceh dg menggantikan bahan bakar minyak untuk RT dg alat pemanas matahari yg cukup simpel dan efisien , hanya dalam waktu beberapa menit dapt memasak air / sayuran / nasi , alat tsb dibagikan gratis ke masyarakat ( ada ribuan unit ) dia dapat CER untuk proyek tsb.meskipun tidak seberapa CO 2 yang dirit dari bahan bakar RT tsb( mungkin dari segi bisnis ora cucuk ) Saat ini banyak perusahaan Jipun lagi bikin CDM dibeberapa daerah dg hidro , sampah , dll . Cuma kalau untuk yang kelas berat ( seperti Chevron di Garut itu ) meskipun PDD sudah dibuat sejak beberapa tahun lalu tdk tahu perkembangannya sampai dimana. Memang ini ibaratnya Bisnis Impian , bagaimana menjadikan impian menjadi kenyataan.... itulah mbulat mbuletnya Sebetulnya kyoto protocol itu kan mempunyai beberapa mekanisme salah satunya CDM ini , apakah ini merupakan keuntungan atau kerugian ya masih banyak debatebelnya , pro dan kontranya , yo koyo LUSI itu ... .....

Salam

ISM


----- Original Message ----- From: "Andang Bachtiar" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, December 03, 2007 9:54 PM
Subject: [iagi-net-l] CDM ===> Re: [iagi-net-l] Sekarang Amerika Serikat Versus Dunia


Broer ISM, ..
angin sorga tentang "jualan CO2" lewat mekanisme CDM sudah sejak 5 tahun yang lalu berhembus di Indonesia, tapi sampai detik ini tidak pernah ada cerita yang VALID tentang success-story business di Indonesia yang mendapatkannya (yang ada hanya "mau", "akan", "sedang membahas" dsb....).

Jangan - jangan......

adb


----- Original Message ----- From: "Ismail Zaini" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, December 04, 2007 12:46 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Sekarang Amerika Serikat Versus Dunia


Penyumbang CO2 :
Batubara 964 Kg/MWh
Minyak 668 Kg/MWh
Gas 506 Kg/MWh
Geothermal  < 150 Kg/MWh
Jadi kalau Batubara , minyak dan gas diganti dg Geothermal , ada peluang bisnis carbon melalui mekanisme CDM cukup besar. Kalau saat ini kapasitas pembangkit Nasional kira kira 27.000 MW dan hanya 3 % dari Geothermal maka , kalau rasio ini dibalik berapa banyak CO2 yang bisa dijadikan komoditi untuk dijual dg mekanisme CDM > Kalau gak salah Chevron Darajat Garut sudah mau jualan CO2 ini dari Pembangkit Geothermalnya
Jadi ini Berkah  ( peluang bisnis ) dibalik Musibah ( pemanasana global )

ISM


----- Original Message ----- From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]> To: "serba-kl" <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]>; "Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, December 03, 2007 7:02 PM
Subject: [iagi-net-l] Sekarang Amerika Serikat Versus Dunia


Whaddduh !!! Pasti seru neeh ...
Walaupun memang ada kemungkinan faktor alamiah yang mempengaruhi rumah kaca. Namun *kebersamaan* dalam menghadapi perubahan iklim menuntut semua komponen
dunia ikut serta. Walaupun menurut saya, *kesiapan *dunia beradaptasi
menghadapi perubahan iklim ini lebih penting ketimbang mencoba
menguranginya. Alam bisa menjadi tidak teratur tak terkontrol ketika manusia
mencoba mempengaruhi gerakan tarian "mother nature".
Yang perlu difikirkan adalah efek pemanasan global selain fluktuasi naiknya muka air laut, juga harus waspada terhadap munculnya atau merebaknya wabah
penyakit tertentu (misal dengue), perubahan perilaku manusia. Kegerahan
sering membuat tingkat stress berubah, mudah marah dsb. Dunia dahulu pernah mengalami hal yang sama. Proses pemanasan memang berulang. Tetapi manusia
juga sudah berubah, sehingga mengantisipasi perubahan iklim harus dengan
teknologi dan segala upaya yang saat ini ada.

Salam
rdp

[image: The image
"http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c0/Sea_level_temp_140ky.gif";
cannot be displayed, because it contains errors.]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c0/Sea_level_temp_140ky.gif

rdp

Sekarang Amerika Serikat Versus Dunia

3 December 2007 - 23:10

Delegasi Australia kemarin pagi mendapatkan tepuk tangan meriah dari seluruh delegasi di sidang plenari ketika Howard Bamsey menyatakan Australia akan meratifikasi Protokol Kyoto dan Perdana Menteri Kevin Rudd akan datang ke Bali."Sebuah keputusan politik yang signifikan," komentar Yvo de Boer dalam pidato di acara pembukaan. Sambutan meriah tepuk tangan panjang itu, kata de
Boer, mencerminkan penghargaan atas keberanian yang ditunjukkan oleh
Australia yaitu pergeseran posisi yang dramatis dan bergabung denan
komunitas internasional, sesuatu yang petanda baik bagi peran Australia
dalam negosiasi ini.

Pernyataan Australia itu telah mengubah peta negosiasi bagaimana 180 negara mengatasi perubahan iklim. Jika Australia, yang sebelumnya adalah "pengekor" Amerika Serikat, sungguh-sungguh meratifikasi Protkol Kyoto, maka Amerika
Serikat menjadi sendirian. Uni Eropa sebelumnya menyatakan komitmennya
mengurangi 20% emisi gas rumah kacanya tahun 2020 dan 30% jika negara
industri lainnya bersedia mengupayakan penurunan gas rumah kaca dalam jumlah
yang sama.

Apakah negosiasi penetapan pengurangan emisi gas rumah kaca kemudian menjadi
lebih mudah?

Tidak! Batu ganjalannya adalah AS, negara pengemisi gas rumah kaca terbesar
di dunia itu. Dalam jumpa pers hari ini ketua delegasi AS, dengan
diplomatis, menyatakan bukannya AS tidak peduli akan perubahan iklim. Ketua delegasi AS HarlanWatson menyatakan mendukung "Bali Road-map" dan pendekatan dua jalur. Meskipun AS tetap ingin mendorong negara berkembang menetapkan
target pengurangan emisi gas rumah kacanya.

Negara maju mencoba mengambil target dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dan ingin mengubah UNFCCC menjadi konvensi energi, bukan konvensi perubahan
iklim, kritik delegasi dari Saudi Arabia.

Negosiasi di Bali sekarang akan tetap membentuk dua kubu yaitu kubu AS
dengan kubu non-AS. Kubu siapa yang akan "menang" sepertinya lebih baik
menunggu presiden AS diganti tahun 2008. Harap-harap setelah presiden AS
berganti kebijakannya berganti juga seperti Austalia.

Tetapi jangan sampai nasib manusia sedunia harus ditentukan oleh seorang
presiden AS.
http://cop13news.com/?p=68&langswitch_lang=id

--
http://tempe.wordpress.com/
None one right solution !
No one can monopolize the truth !




----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------






----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be 
liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or 
damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, 
arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI 
mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke