> Rekan rekan
Kalau kita ikuti UNFCCC , yang namnya negara maju tetap serakah , "jalan CO2" dilakukan tetap dengan itikad bisnis untuk se-besar2 nya keuntungan mereka. Hal ini ditandai dengan keengganan mereka untuk mentransfer teknologi yang mereka miliki kepada negara berkembang. Dus dalam jualan CO2 yang dasar filosofinya sangat mulya ini masih TETAP itikad menjadi yang dominan UNTUNG ada difihak mereka . Tanpa sengaja saya kenal dengan salah satu "calo" jualan CO2 itu , anak Bandung perempuan dan ya itu kerja -nya kasak kusuk dengan DepHut , PemDa dsb. Saya yakin calo calo seperti ini akan bertambah banyak setelah konperensi di Bali . Oh ya dia juga ikut tuh di Nusa Dua , Apa ndak hebat ???? Jadi , tetap saja kalau mau berjaya "rebutlah teknologi , jangan meminta di-transfer" Si-Abah Broer ISM, .. > angin sorga tentang "jualan CO2" lewat mekanisme CDM sudah sejak 5 tahun > yang lalu berhembus di Indonesia, tapi sampai detik ini tidak pernah ada > cerita yang VALID tentang success-story business di Indonesia yang > mendapatkannya (yang ada hanya "mau", "akan", "sedang membahas" dsb....). > > Jangan - jangan...... > > adb > > > ----- Original Message ----- > From: "Ismail Zaini" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Tuesday, December 04, 2007 12:46 PM > Subject: Re: [iagi-net-l] Sekarang Amerika Serikat Versus Dunia > > >> Penyumbang CO2 : >> Batubara 964 Kg/MWh >> Minyak 668 Kg/MWh >> Gas 506 Kg/MWh >> Geothermal < 150 Kg/MWh >> Jadi kalau Batubara , minyak dan gas diganti dg Geothermal , ada peluang >> bisnis carbon melalui mekanisme CDM cukup besar. Kalau saat ini >> kapasitas >> pembangkit Nasional kira kira 27.000 MW dan hanya 3 % dari Geothermal >> maka , kalau rasio ini dibalik berapa banyak CO2 yang bisa dijadikan >> komoditi untuk dijual dg mekanisme CDM > Kalau gak salah Chevron Darajat >> Garut sudah mau jualan CO2 ini dari Pembangkit Geothermalnya >> Jadi ini Berkah ( peluang bisnis ) dibalik Musibah ( pemanasana global >> ) >> >> ISM >> >> >> ----- Original Message ----- >> From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]> >> To: "serba-kl" <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; >> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; >> <[email protected]>; "Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia" >> <[EMAIL PROTECTED]> >> Sent: Monday, December 03, 2007 7:02 PM >> Subject: [iagi-net-l] Sekarang Amerika Serikat Versus Dunia >> >> >>> Whaddduh !!! Pasti seru neeh ... >>> Walaupun memang ada kemungkinan faktor alamiah yang mempengaruhi rumah >>> kaca. >>> Namun *kebersamaan* dalam menghadapi perubahan iklim menuntut semua >>> komponen >>> dunia ikut serta. Walaupun menurut saya, *kesiapan *dunia beradaptasi >>> menghadapi perubahan iklim ini lebih penting ketimbang mencoba >>> menguranginya. Alam bisa menjadi tidak teratur tak terkontrol ketika >>> manusia >>> mencoba mempengaruhi gerakan tarian "mother nature". >>> Yang perlu difikirkan adalah efek pemanasan global selain fluktuasi >>> naiknya >>> muka air laut, juga harus waspada terhadap munculnya atau merebaknya >>> wabah >>> penyakit tertentu (misal dengue), perubahan perilaku manusia. Kegerahan >>> sering membuat tingkat stress berubah, mudah marah dsb. Dunia dahulu >>> pernah >>> mengalami hal yang sama. Proses pemanasan memang berulang. Tetapi >>> manusia >>> juga sudah berubah, sehingga mengantisipasi perubahan iklim harus >>> dengan >>> teknologi dan segala upaya yang saat ini ada. >>> >>> Salam >>> rdp >>> >>> [image: The image >>> "http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c0/Sea_level_temp_140ky.gif" >>> cannot be displayed, because it contains errors.] >>> http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c0/Sea_level_temp_140ky.gif >>> >>> rdp >>> >>> Sekarang Amerika Serikat Versus Dunia >>> >>> 3 December 2007 - 23:10 >>> >>> Delegasi Australia kemarin pagi mendapatkan tepuk tangan meriah dari >>> seluruh >>> delegasi di sidang plenari ketika Howard Bamsey menyatakan Australia >>> akan >>> meratifikasi Protokol Kyoto dan Perdana Menteri Kevin Rudd akan datang >>> ke >>> Bali."Sebuah keputusan politik yang signifikan," komentar Yvo de Boer >>> dalam >>> pidato di acara pembukaan. Sambutan meriah tepuk tangan panjang itu, >>> kata >>> de >>> Boer, mencerminkan penghargaan atas keberanian yang ditunjukkan oleh >>> Australia yaitu pergeseran posisi yang dramatis dan bergabung denan >>> komunitas internasional, sesuatu yang petanda baik bagi peran Australia >>> dalam negosiasi ini. >>> >>> Pernyataan Australia itu telah mengubah peta negosiasi bagaimana 180 >>> negara >>> mengatasi perubahan iklim. Jika Australia, yang sebelumnya adalah >>> "pengekor" >>> Amerika Serikat, sungguh-sungguh meratifikasi Protkol Kyoto, maka >>> Amerika >>> Serikat menjadi sendirian. Uni Eropa sebelumnya menyatakan komitmennya >>> mengurangi 20% emisi gas rumah kacanya tahun 2020 dan 30% jika negara >>> industri lainnya bersedia mengupayakan penurunan gas rumah kaca dalam >>> jumlah >>> yang sama. >>> >>> Apakah negosiasi penetapan pengurangan emisi gas rumah kaca kemudian >>> menjadi >>> lebih mudah? >>> >>> Tidak! Batu ganjalannya adalah AS, negara pengemisi gas rumah kaca >>> terbesar >>> di dunia itu. Dalam jumpa pers hari ini ketua delegasi AS, dengan >>> diplomatis, menyatakan bukannya AS tidak peduli akan perubahan iklim. >>> Ketua >>> delegasi AS HarlanWatson menyatakan mendukung "Bali Road-map" dan >>> pendekatan >>> dua jalur. Meskipun AS tetap ingin mendorong negara berkembang >>> menetapkan >>> target pengurangan emisi gas rumah kacanya. >>> >>> Negara maju mencoba mengambil target dalam pengurangan emisi gas rumah >>> kaca >>> dan ingin mengubah UNFCCC menjadi konvensi energi, bukan konvensi >>> perubahan >>> iklim, kritik delegasi dari Saudi Arabia. >>> >>> Negosiasi di Bali sekarang akan tetap membentuk dua kubu yaitu kubu AS >>> dengan kubu non-AS. Kubu siapa yang akan "menang" sepertinya lebih baik >>> menunggu presiden AS diganti tahun 2008. Harap-harap setelah presiden >>> AS >>> berganti kebijakannya berganti juga seperti Austalia. >>> >>> Tetapi jangan sampai nasib manusia sedunia harus ditentukan oleh >>> seorang >>> presiden AS. >>> http://cop13news.com/?p=68&langswitch_lang=id >>> >>> -- >>> http://tempe.wordpress.com/ >>> None one right solution ! >>> No one can monopolize the truth ! >>> >> >> >> >> ---------------------------------------------------------------------------- >> JOINT CONVENTION BALI 2007 >> The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and >> Exhibition, >> Bali Convention Center, 13-16 November 2007 >> ---------------------------------------------------------------------------- >> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id >> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta >> No. Rek: 123 0085005314 >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >> Bank BCA KCP. Manara Mulia >> No. Rekening: 255-1088580 >> A/n: Shinta Damayanti >> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >> --------------------------------------------------------------------- >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information >> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no >> event >> shall IAGI be liable for any, including but not limited to direct or >> indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss >> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of >> any information posted on IAGI mailing list. >> --------------------------------------------------------------------- > > ---------------------------------------------------------------------------- > JOINT CONVENTION BALI 2007 > The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and > Exhibition, > Bali Convention Center, 13-16 November 2007 > ---------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall IAGI be liable for any, including but not limited to direct or > indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss > of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of > any information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > >

