Kang DeniRah......konspirasi global utk mematahkan
ide2 negara berkembang utk lebih mandiri dibidang
energi itu HARUS DILAKUKAN dgn segala macam cara ....
superpower koq....kita yg atur dong....negara2 kecil
itu harus ikut aturan kite, dia harus selamanya
tergantung kpd negara maju spt kita2 ini.....jagoan
koq ....superpower koq dilawaan...kita yg punya
standard....tidak boleh negara2 berkembang itu lepas
dari ketergantungan kpd negara maju......awaaaass..loh
kalo brani2 ama gua...?!?

Ini saya copypastekan hasil karya gemilang anak bangsa
: JOKO SUPRAPTO ............emang nama : JOKO lagi
ngetop...jee......hiduup...JOKOOOOO....!!!?!

ORANG NGANJUK – PENEMU BAHAN BAKAR AIR LAUT

JAWA POS Jumat, 30 Nov 2007 
Penemu Blue Energy Warga Nganjuk 
Berbahan Dasar Air, Dipamerkan dalam Konferensi PBB
 
NGANJUK- Tak banyak yang tahu, 
penemu bahan bakar blue energy yang sedang
dikampanyekan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY)
ternyata berasal dari Nganjuk. Dia adalah Joko
Suprapto, warga Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso. 
Kemarin, tim uji coba kendaraan berbahan bakar
tersebut mengunjunginya. Mereka dipimpin staf khusus
Presiden SBY, 
Heru Lelono. Rombongan itu dalam perjalanan dari
Cikeas, Bogor menuju Nusa Dua, Bali, tempat digelarnya
United Nation Framework Conference on Climate Change
(UNFCCC) 2007. 
"Luar biasa. Ini mobil Mazda Six punya Patwal Mabes
(Polri) yang bisa berkecepatan 240 kilometer per jam
ini kami coba lari 180 kilometer per jam tanpa ada
persoalan. Jadi, moga-moga apa yang kita uji coba ini
benar-benar bermanfaat. Insya Allah," ujar Heru begitu
turun dari Ford Ranger B 9648 TJ.
Untuk diketahui, pertemuan kemarin berlangsung di
salah satu hotel di Nganjuk. Rombongan Heru tiba
sekitar pukul 09.00. Mereka mengendarai lima unit
kendaraan untuk menguji bahan bakar berbahan dasar air
tersebut. Yakni, dua pikap double cabin Ford Ranger,
satu sedan Mazda 6, satu bus, dan satu truk pengangkut
blue energy. 
Sebelumnya, rombongan dilepas oleh Presiden SBY,
Minggu lalu, dari kediaman pribadinya di Cikeas,
Bogor. Rencananya, blue energy itu juga akan
dipamerkan kepada dunia dalam UNCFCCC atau Konferensi
Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa
Dua, Bali .
"Kita ingin membuktikan kepada dunia internasional
bahwa kita bukan bangsa kere yang terombang-ambing
harga minyak dunia. Bangsa Indonesia bisa menemukan
(bahan bakar, Red) sendiri," tandas Heru bangga.
Kepada puluhan wartawan yang sejak pagi menunggu
kedatangan rombongan, Heru mengungkapkan bahwa bahan
bakar hasil penelitian belasan tahun Joko itu sangat
irit. "Sekitar satu lima belas (1 liter dibanding 15
kilometer, Red). Tadi kami mencatat, untuk menempuh
374,5 kilometer, hanya butuh 25 liter," tutur staf
khusus Presiden bidang otonomi daerah itu.
Selain hemat dan mampu meningkatkan performa
kendaraan, lanjut Heru, keunggulan bahan bakar
tersebut adalah rendahnya emisi karbon yang
dihasilkan. Ini sesuai dengan pesan UNFCCC yang
digelar 3-14 Desember mendatang.
"Sudah dicoba sendiri oleh Bapak Presiden. Beliau
kemarin sempat duduk di belakang knalpot bus ini
sambil menciumi asapnya. Paspampres (pasukan
pengamanan presiden) sempat kerepotan takut Presiden
karacunan, tapi tidak. Coba saja," tantangnya. 
Penasaran, Wakil Bupati Nganjuk Djaelani Ishaq yang
kemarin ikut menyambut kedatangan rombongan langsung
mencoba mencium asap dari moncong knalpot bus. "Sama
sekali tidak ada baunya," kata Djaelani setelah
berkali-kali setelah mengisap asap tersebut. 
Ditemani Joko, Heru kemarin juga mengungkapkan bahwa
untuk memakai blue energy, mesin tidak perlu
dimodifikasi. "Sama sekali tidak perlu ada modifikasi
apa-apa. Ini kami bawa mobil berlainan tahun, semua
bisa pakai," tandasnya. 
Bahkan, lanjut Heru, ada yang sebelumnya menggunakan
solar dan di tengah jalan langsung diganti 100 persen
dengan blue energy. "Mobilnya malah semakin tidak ada
getaran," lanjutnya bangga.
Sementara itu, Joko Suprapto yang selama ini terkesan
misterius soal kedekatannya dengan SBY, kemarin mulai
blak-blakan. Terutama soal aktivitasnya sebagai
peneliti dan penemu blue energy. Dia bahkan sempat
sedikit membeber teknologi yang mulai ditelitinya
sejak 2001.
"
Intinya adalah pemecahan molekul air menjadi H plus
dan O2 min. Ada katalis dan proses-proses sampai
menjadi bahan bakar dengan rangkaian karbon tertentu,"
terang peneliti yang mengaku mengambil ide dari ayat2
Alquran itu. 
Untuk mesin dengan bahan bakar premium, solar, premix,
hingga avtur, Joko mengaku telah menyiapkan bahan
bakar pengganti sesuai dengan mesinnya. "Tinggal
mengatur jumlah rangkaian karbonnya. Mau untuk mesin
bensin, solar, sampai avtur ya sudah ada," kata ayah
enam anak itu.
Yang menarik, 
bahan dasar air yang digunakan adalah air laut. "Kalau
air tanah bisa menyedot ribuan atau jutaan meter
kubik. Kasihan masyarakat, paling bagus nanti bahannya
air laut," terang pria yang selalu menyembunyikan
identitasnya, termasuk almamater tempatnya meraih
gelar insinyur, itu. (jie)

Note:............beneer spt Abah katakan Kita harus
merebut teknologi............kita pake teknologi kita
azzza yg lebih ramah lingkungan .....kita harus
mendukung dan mempopulerkan temuan pak Joko Suprapto
ini......!!! kita memakai kearifan lokal dgn semangat
nasionalisme.......jelek2 yo ben yg penting buatan
dewe.....gituloh..!?!......dan negara berkewajiban utk
melindungi produksi dalam negrinya.

Salam,
Agus Irianto




--- Deni Rahayu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> iagiers,
> kl saya pikir CDM dan sejenisnya merupakan usaha
> konpirasi global untuk mematikan industri2 di negara
> berkembang krn negara maju yang punya "standar" itu
> bukan negara berkembang yang menentukan..
> 
> salam,
> dNr
> 
> --- [EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
> > 
> > 
> > > Rekan rekan
> > 
> > Kalau kita ikuti UNFCCC , yang
> > namnya negara maju tetap serakah , "jalan CO2"
> > dilakukan tetap
> > dengan itikad bisnis untuk se-besar2 nya
> keuntungan
> > mereka.
> > Hal ini
> > ditandai dengan keengganan mereka untuk
> mentransfer
> > teknologi yang mereka
> > miliki kepada negara berkembang.
> > Dus dalam jualan CO2 yang dasar
> > filosofinya sangat mulya ini masih TETAP itikad
> > menjadi yang dominan
> > UNTUNG ada difihak mereka .
> > Tanpa sengaja saya kenal dengan salah
> > satu "calo" jualan CO2 itu , anak Bandung
> perempuan
> > dan ya
> > itu  kerja -nya kasak kusuk dengan DepHut , PemDa
> > dsb.
> > 
> > Saya yakin calo calo seperti ini akan bertambah
> > banyak setelah
> > konperensi di Bali .
> > Oh ya dia juga ikut  tuh di Nusa Dua , Apa
> > ndak hebat ????
> > 
> > Jadi , tetap saja kalau mau berjaya
> > "rebutlah teknologi , jangan meminta di-transfer"
> > 
> > Si-Abah
> > 
> > 
> > 
> >    Broer ISM, .. 
> > >
> > angin sorga tentang "jualan CO2" lewat mekanisme
> CDM
> > sudah sejak
> > 5 tahun 
> > > yang lalu berhembus di Indonesia, tapi sampai
> > detik ini
> > tidak pernah ada 
> > > cerita yang VALID tentang success-story
> > business di Indonesia yang 
> > > mendapatkannya (yang ada hanya
> > "mau", "akan", "sedang membahas" dsb....).
> > 
> > > 
> > > Jangan - jangan...... 
> > > 
> > > adb 
> > > 
> > > 
> > > ----- Original Message ----- 
> > > 
> > From: "Ismail Zaini" <[EMAIL PROTECTED]> 
> > > To:
> > <[email protected]> 
> > > Sent: Tuesday, December 04, 2007
> > 12:46 PM 
> > > Subject: Re: [iagi-net-l] Sekarang Amerika
> Serikat
> > Versus Dunia 
> > > 
> > > 
> > >> Penyumbang CO2 : 
> > >> Batubara 964 Kg/MWh 
> > >> Minyak 668 Kg/MWh 
> > >> Gas 506 Kg/MWh 
> > >> Geothermal < 150 Kg/MWh 
> > >> Jadi kalau Batubara , minyak dan gas diganti dg
> > Geothermal ,
> > ada peluang 
> > >> bisnis carbon melalui mekanisme CDM cukup
> > besar. Kalau saat ini 
> > >> kapasitas 
> > >> pembangkit
> > Nasional kira kira 27.000 MW dan hanya 3 % dari
> > Geothermal 
> > >>
> > maka , kalau rasio ini dibalik berapa banyak CO2
> > yang bisa dijadikan 
> > >> komoditi untuk dijual dg mekanisme CDM > Kalau
> > gak salah
> > Chevron Darajat 
> > >> Garut sudah mau jualan CO2 ini dari
> > Pembangkit Geothermalnya 
> > >> Jadi ini Berkah ( peluang bisnis )
> > dibalik Musibah ( pemanasana global 
> > >> ) 
> > >> 
> > >> ISM 
> > >> 
> > >> 
> > >> ----- Original
> > Message ----- 
> > >> 
> > From: "Rovicky Dwi Putrohari"
> > <[EMAIL PROTECTED]> 
> > >> To: "serba-kl"
> > <[EMAIL PROTECTED]>;
> > <[EMAIL PROTECTED]>; 
> > >> <[EMAIL PROTECTED]>;
> > <[EMAIL PROTECTED]>; 
> > >>
> > <[email protected]>; "Forum Himpunan Ahli
> > Geofisika
> > Indonesia" 
> > >> <[EMAIL PROTECTED]> 
> > >>
> > Sent: Monday, December 03, 2007 7:02 PM 
> > >> Subject:
> > [iagi-net-l] Sekarang Amerika Serikat Versus Dunia
> 
> > >> 
> > >> 
> > >>> Whaddduh !!! Pasti seru neeh ... 
> > >>> Walaupun memang ada kemungkinan faktor alamiah
> > yang
> > mempengaruhi rumah 
> > >>> kaca. 
> > >>> Namun
> > *kebersamaan* dalam menghadapi perubahan iklim
> > menuntut semua 
> > >>> komponen 
> > >>> dunia ikut serta. Walaupun
> > menurut saya, *kesiapan *dunia beradaptasi 
> > >>> menghadapi
> > perubahan iklim ini lebih penting ketimbang
> mencoba 
> > >>>
> > menguranginya. Alam bisa menjadi tidak teratur tak
> > terkontrol ketika 
> > >>> manusia 
> > >>> mencoba mempengaruhi gerakan
> > tarian "mother nature". 
> > >>> Yang perlu difikirkan
> > adalah efek pemanasan global selain fluktuasi 
> > >>> naiknya
> > 
> > >>> muka air laut, juga harus waspada terhadap
> > munculnya
> > atau merebaknya 
> > >>> wabah 
> > >>> penyakit
> > tertentu (misal dengue), perubahan perilaku
> manusia.
> > Kegerahan 
> > >>> sering membuat tingkat stress berubah, mudah
> > marah dsb.
> > Dunia dahulu 
> > >>> pernah 
> > >>> mengalami hal
> > yang sama. Proses pemanasan memang berulang.
> Tetapi 
> > >>>
> > manusia 
> > >>> juga sudah berubah, sehingga mengantisipasi
> > perubahan iklim harus 
> > >>> dengan 
> > >>>
> > teknologi dan segala upaya yang saat ini ada. 
> > >>> 
> > >>> Salam 
> > >>> rdp 
> > >>> 
> > >>> [image: The image 
> > >>>
> >
>
"http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c0/Sea_level_temp_140ky.gif";
> > 
> > >>> cannot be displayed, because it contains
> > errors.] 
> > >>>
> >
>
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c0/Sea_level_temp_140ky.gif
> > 
> > >>> 
> > >>> rdp 
> > >>> 
> > >>> Sekarang Amerika Serikat Versus Dunia 
> > >>>
> > 
> > >>> 3 December 2007 - 23:10 
> 
=== message truncated ===



      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 


----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be 
liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or 
damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, 
arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI 
mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke