Lha ini Presiden SBY meresmikan perdagangan carbon / CDM oleh BUMN dg mitra perusahaan Asing nya di Bali ( Republika 12 Desember ) Jadi era jualan carbon sudah dimulai , kalau gak salah harganya 5 -10 an dollar per ton nya , atau malah lebih (?) lumayan untuk nambah modal investasi kali ya.

=======================
(Republika 12 Desember )
Investor Diajak Garap Panas Bumi

Masih sangat banyak cadangan panas bumi Indonesia yang belum tergarap.


NUSA DUA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak investor migas dan panas bumi, baik asing maupun lokal, untuk meningkatkan investasi migas dan panas buminya di Indonesia. Presiden menilai, cadangan panas bumi Indonesia yang belum tergarap masih sangat banyak. Presiden juga mengingatkan agar dalam operasional di lapangan, para investor tetap mengedepankan prinsip ramah lingkungan.

Hal ini disampaikan Presiden dalam pidatonya saat meresmikan perdagangan karbon pertama di Indonesia antara sejumlah BUMN dan mitra asingnya, Rabu (11/12). Presiden juga meresmikan pengembangan sejumlah proyek panas bumi. Turut hadir dalam acara itu adalah Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra, Aburizal Bakrie, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Ketua Kadin MS Hidayat, Kapolri Jenderal Sutanto, Dirut Pertamina Ari H Soemarno, dan sejumlah pejabat lainnya.

''Investor energi dan panas bumi, mari kita laksanakan kerja sama ke depan yang lebih baik dan lebih adil!'' pinta Presiden di acara yang berlangsung di sebuah pulau itu. ''Seraya tetap perhatikan prinsip-prinspi ramah lingkungan dan berikan kontribusi ke komunitas lokal,'' sambungnya. Presiden memaparkan, panas bumi adalah energi yang belum tergarap maksimal di Indonesia. Padahal Indonesia memiliki cadangan panas bumi terbesar di dunia, yaitu sekitar 27 ribu MW. Ini setara dengan 40 persen ketersediaan energi panas bumi di seluruh dunia.

Namun, Indonesia baru sanggup menggunakan 992 MW dari energi itu. Langkah pengembangan energi panas bumi juga sejalan dengan peta jalan energi nasional. Pada 2025, diharap panas bumi bisa mengontribusi energi lima persen dari total kebutuhan nasional. Itu berarti mengurangi ketergantungan pada energi BBM yang saat ini masih sebesar 52 persen.

Panas bumi juga dikaitkan dengan pasokan listrik nasional yang belum menjangkau seluruh wilayah. ''Indonesia masih kurang listrik,'' ungkap SBY. Saat ini pasokan listrik baru mencapa 52 ribu MW. Tambahan listrik dari batu bara 10 ribu MW yang akan berjalan pada 2009 - 2010 pun dinilai masih belum cukup untuk Indonesia.

Untuk itu Kepala Negara meminta kontribusi panas bumi. Namun diakui pengembangan panas bumi butuh investasi lebih. Terhadap hal ini, Presiden meminta para kepala daerah kreatif untuk mengembangkan panas bumi di provinsinya. Ia juga meminta para kepala daerah tidak mempersulit investasi panas bumi. ''Jangan dipersulit, dan jangan tidak didorong. Ini ada peluang untuk mengembangkan listrik yang bisa menggerakkan ekonomi lokal dan meningkatkan serapan tenaga kerja,'' pinta SBY.

Secara terpisah, Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro, menambahkan, pihaknya sudah mengalihkan kontrak enam wilayah kerja panas bumi ke provinsi. Dengan demikian, pembukaan tender WK untuk investor asing sekarang berada di tangan pemprov. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan prinsip otonomi daerah. Keenam WK yang dialihkan itu adalah Tampomas Jabar (50 MW), Tangkuban Perahu Jabar (220 MW), Cisolok Sukarame Jabar (45 MW), Ungaran Jateng (50 MW), Seulawah Agam NAD (160 MW) dan Jailolo Malut (75 MW).

Kepada para investor, Presiden kembali menegaskan bahwa pemerintah Indonesia menghormati kontrak-kontrak yang sudah diteken. Tapi tetap pemerintah ingin agar kontrak yang ada itu dijalankan dengan baik, transparansi tinggi dan akuntabiitas yang tinggi. Untuk kontrak baru, SBY berharap agar investor migas bisa melaksanakannya dengan lebih adil. ''Memberi keuntungan lebih ke masyarakat lokal dan memerhatikan keadilan dalam kerjasama Indonesia dan mitra,'' tandasnya. evy

Fakta Angka:

40 Persen
Cadangan panas bumi di dunia ada di Indonesia.
===========================
Broer ISM, ..

angin sorga tentang "jualan CO2" lewat mekanisme CDM sudah sejak
5 tahun
yang lalu berhembus di Indonesia, tapi sampai detik ini
tidak pernah ada
cerita yang VALID tentang success-story
business di Indonesia yang
mendapatkannya (yang ada hanya
"mau", "akan", "sedang membahas" dsb....).


Jangan - jangan......

adb


----- Original Message -----
From: "Ismail Zaini" <[EMAIL PROTECTED]>
To:
<[email protected]>
Sent: Tuesday, December 04, 2007
12:46 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Sekarang Amerika Serikat
Versus Dunia


Penyumbang CO2 :
Batubara 964 Kg/MWh
Minyak 668 Kg/MWh
Gas 506 Kg/MWh
Geothermal < 150 Kg/MWh
Jadi kalau Batubara , minyak dan gas diganti dg Geothermal ,
ada peluang
bisnis carbon melalui mekanisme CDM cukup
besar. Kalau saat ini
kapasitas
pembangkit
Nasional kira kira 27.000 MW dan hanya 3 % dari Geothermal

maka , kalau rasio ini dibalik berapa banyak CO2 yang bisa dijadikan
komoditi untuk dijual dg mekanisme CDM > Kalau gak salah
Chevron Darajat
Garut sudah mau jualan CO2 ini dari
Pembangkit Geothermalnya
Jadi ini Berkah ( peluang bisnis )
dibalik Musibah ( pemanasana global
)

ISM


----- Original
Message -----

From: "Rovicky Dwi Putrohari"
<[EMAIL PROTECTED]>
To: "serba-kl"
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>;

<[email protected]>; "Forum Himpunan Ahli Geofisika
Indonesia"
<[EMAIL PROTECTED]>

Sent: Monday, December 03, 2007 7:02 PM
Subject:
[iagi-net-l] Sekarang Amerika Serikat Versus Dunia


Whaddduh !!! Pasti seru neeh ...
Walaupun memang ada kemungkinan faktor alamiah yang
mempengaruhi rumah
kaca.
Namun
*kebersamaan* dalam menghadapi perubahan iklim menuntut semua
komponen
dunia ikut serta. Walaupun
menurut saya, *kesiapan *dunia beradaptasi
menghadapi
perubahan iklim ini lebih penting ketimbang mencoba

menguranginya. Alam bisa menjadi tidak teratur tak terkontrol ketika
manusia
mencoba mempengaruhi gerakan
tarian "mother nature".
Yang perlu difikirkan
adalah efek pemanasan global selain fluktuasi
naiknya

muka air laut, juga harus waspada terhadap munculnya
atau merebaknya
wabah
penyakit
tertentu (misal dengue), perubahan perilaku manusia. Kegerahan
sering membuat tingkat stress berubah, mudah marah dsb.
Dunia dahulu
pernah
mengalami hal
yang sama. Proses pemanasan memang berulang. Tetapi

manusia
juga sudah berubah, sehingga mengantisipasi
perubahan iklim harus
dengan

teknologi dan segala upaya yang saat ini ada.

Salam
rdp

[image: The image

"http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c0/Sea_level_temp_140ky.gif";

cannot be displayed, because it contains errors.]

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c0/Sea_level_temp_140ky.gif


rdp

Sekarang Amerika Serikat Versus Dunia


3 December 2007 - 23:10

Delegasi Australia kemarin pagi mendapatkan tepuk tangan
meriah dari
seluruh
delegasi di
sidang plenari ketika Howard Bamsey menyatakan Australia
akan
meratifikasi Protokol Kyoto dan
Perdana Menteri Kevin Rudd akan datang
ke
Bali."Sebuah keputusan politik yang signifikan,"
komentar Yvo de Boer
dalam
pidato di
acara pembukaan. Sambutan meriah tepuk tangan panjang itu,
kata
de
Boer,
mencerminkan penghargaan atas keberanian yang ditunjukkan oleh
Australia yaitu pergeseran posisi yang dramatis dan
bergabung denan
komunitas internasional, sesuatu yang
petanda baik bagi peran Australia
dalam negosiasi ini.


Pernyataan Australia itu telah
mengubah peta negosiasi bagaimana 180
negara
mengatasi perubahan iklim. Jika Australia, yang sebelumnya
adalah
"pengekor"
Amerika
Serikat, sungguh-sungguh meratifikasi Protkol Kyoto, maka
Amerika
Serikat menjadi sendirian. Uni
Eropa sebelumnya menyatakan komitmennya
mengurangi 20%
emisi gas rumah kacanya tahun 2020 dan 30% jika negara

industri lainnya bersedia mengupayakan penurunan gas rumah kaca dalam
jumlah
yang sama.

Apakah negosiasi penetapan pengurangan emisi gas rumah kaca
kemudian
menjadi
lebih mudah?

Tidak! Batu ganjalannya adalah AS,
negara pengemisi gas rumah kaca
terbesar
di dunia itu. Dalam jumpa pers hari ini ketua delegasi AS,
dengan
diplomatis, menyatakan bukannya AS tidak peduli
akan perubahan iklim.
Ketua
delegasi
AS HarlanWatson menyatakan mendukung "Bali Road-map" dan
pendekatan
dua jalur. Meskipun AS tetap
ingin mendorong negara berkembang
menetapkan
target pengurangan emisi gas rumah kacanya.

Negara maju mencoba mengambil target
dalam pengurangan emisi gas rumah
kaca
dan ingin mengubah UNFCCC menjadi konvensi energi, bukan
konvensi
perubahan
iklim, kritik
delegasi dari Saudi Arabia.


Negosiasi di Bali sekarang akan tetap membentuk dua kubu yaitu kubu AS
dengan kubu non-AS. Kubu siapa yang akan "menang"
sepertinya lebih baik
menunggu presiden AS diganti
tahun 2008. Harap-harap setelah presiden
AS
berganti kebijakannya berganti juga seperti Austalia.

Tetapi jangan sampai nasib manusia
sedunia harus ditentukan oleh
seorang
presiden AS.

http://cop13news.com/?p=68&langswitch_lang=id

--
http://tempe.wordpress.com/
None one right solution !
No one can
monopolize the truth !






----------------------------------------------------------------------------

JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI,
the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and

Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007

----------------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email
to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No.
Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi
Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
information
posted on its mailing lists, whether posted by
IAGI or others. In no
event
shall IAGI be
liable for any, including but not limited to direct or

indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss

of use, data or profits, arising out of or in connection
with the use of
any information posted on IAGI mailing
list.

---------------------------------------------------------------------


----------------------------------------------------------------------------

JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th
IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007

----------------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123
0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI
or others. In no event
shall IAGI be liable for any, including
but not limited to direct or
indirect damages, or damages of
any kind whatsoever, resulting from loss
of use, data or
profits, arising out of or in connection with the use of
any
information posted on IAGI mailing list.

---------------------------------------------------------------------







----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be 
liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or 
damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, 
arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI 
mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke