YTH Pak Nyoto, Bapak-bapak & Ibu-ibu IAGI netters,

Justru saya yang muda ini maunya mendengar nada-nada optimis. Saya yakin
bahwa di kalangan ahli kebumian, pengeboran, dan perminyakan yang sudah
malang melintang belasan sampai puluhan tahun di ranah eksplorasi dan
eksploitasi minyak dan gas bumi banyak yang menjunjung tinggi kebenaran
ilmiah. Bahkan 2 kubu baik yang bersikukuh bahwa semburan lumpur itu
akibat dari pengeboran dan baik yang berpendapat semburan itu akibat
dari proses bencana alam, tetap mengedepankan kebenaran ilmiah dalam
kajian dan analisis mereka, walaupun kesimpulan yang dihasilkan berbeda.

Maka dari itu, yang hendak saya tekankan adalah belum pernah ada satupun
forum besar yang memiliki kredibilitas tinggi, yang diakui oleh kedua
kubu, dan terdiri dari dua kubu tersebut tak terkecuali, yang
mendasarkan analisisnya pada SATU PACKAGE DATA YANG SAMA dan telah
diakui dan disetujui bersama sebelumnya bahwa data itu valid dan layak
dijadikan bahan studi dan analisis. Yang saya tahu, forum-forum yang
telah ada sebelumnya (yang saya hadiri adalah yang di BPPT) justru
menyisakan prasangka dan opini bahwa salah satu kubu tidak disertakan
dalam forum tersebut, sehingga berkembanglah opini bahwa satu kubu
berusaha membungkam kubu lain dan mengumumkan hasil temuan mereka
sepihak untuk kepentingan golongan tertentu. Sehingga ujung-ujungnya
adalah perdebatan panjang yang tak berujung sama sekali, dan bahkan
terbentuk opini-opini yang sangat tidak sehat dan tidak seimbang di
media dan masyarakat.

Saya yakin, forum besar yang kredibilitasnya diakui oleh seluruh ahli
kebumian, perminyakan, dan pengeboran (dalam hal ini yang diakui bersama
kenetralan dan keobyetifitasannya) dan mengacu kepada suite data lengkap
yang sama dan telah diakui bersama pula ke-valid-annya, terbuka untuk
seluruh lapisan masyarakat ilmu kebumian baik awam, dikontrol dan
dipublikasikan oleh media cetak dan elektronik yang kredibel di negeri
ini, akan benar-benar membuka jalan untuk menghasilkan kesimpulan yang
lebih diterima oleh semua pihak dan terhindar dari kemungkinan
berkembangnya opini negatif pasca forum besar tersebut. Saya sangat
yakin karena saya tahu dan cukup baik mengenal senior-senior dan
guru-guru saya, dan juga saya cukup banyak tahu Bapak-bapak dan Ibu-ibu
yang sudah lebih dulu malang melintang di dunia perminyakan (dari
tulisan-tulisan, opini-opini ilmiah, kertas kerja mereka), yang sangat
menjunjung tinggi azas kebenaran ilmiah dan keterbukaan, baik yang
menyatakan bahwa semburan lumpur itu adalah akibat dari pengeboran
maupun yang berpendapat akibat bencana alam, sehingga apa, sehingga bila
ada indikasi kecurangan atau pembungkaman suatu kubu oleh kubu yang
lain, atau forum distir oleh kubu tertentu, insya Allah mereka akan
angkat bicara dan mengontrol jalannya forum ini untuk tetap di rel yang
semestinya. Demi Allah saya yakin Pak.

Sekarang tinggal apakah kita semua meniatkan dan merealisasikannya, atau
cukup senang dengan hanya melakukan perdebatan ilmiah dibumbui oleh
sindiran-sindiran, yang tak henti-hentinya, dan akhirnya skeptis, lalu
kemudian ada sebuah badan politik tertentu yang merekomendasikan suatu
keputusan, lalu timbul lagi ketidakpuasan, perdebatan ilmiah panjang
lagi yang dibumbui oleh sindiran-sindiran, terus demikian berputar lagi,
tak ada habis-habisnya.

Mudah-mudahan tulisan ini mengetuk hati dan pikiran Bapak-bapak dan
Ibu-ibu yang telah lebih jauh berpengalaman daripada saya yang muda ini.
Dengan segala kerendahan hati saya mohon dibukakan pintu maaf yang
seluas-luasnya apabila ada bagian dalam tulisan saya yang tidak
berkenan. Saya sadar saya masih belajar, tapi saya juga ingin sekali
menyampaikan pikiran saya, yang saya niatkan murni hanya untuk kebaikan,
bukan kesinisan.

Salam hormat,
Firman Fauzi


 

-----Original Message-----
From: nyoto - ke-el [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, February 28, 2008 3:06 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] seolah IAGI saling "berseteru"

Pak Awang,

Dah capek ngurusin data2nya pak Awang, mendingan ngurusin kerjaan saya
yg
sakumbruk drpd eyel2an di milis tak ada guna .... ngabisin energy,
selama
diantara kita masih ada kepentingan ... eeeh saya gak ada kepentingan
sama
sekali ding, kecuali hanya ingin yg bener menurut pemikiran saya aja ,
gitu
aja koq repot amat lho ...

Usulan dari mas Firman Fauzi bagus & simpatik sekali, tapi saya pribadi
merasa pesimis bahwa hal itu akan bisa terjadi di alam Indonesia seperti
sekarang ini, dimana terlalu banyak sekali beberapa pihak yg terlalu
berkepentingan & berkuasa bisa menentukan segalanya di negara Ngastino
ini
....

Betul kata mas Hestu .... daripada capek berseteru terus , mendingan
mencalonkan diri menjadi ketua IAGI baru, gimana siapa berani hayo ...??

wass,
nyoto






2008/2/28 Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]>:

> Manga dan Brodsky (2005) hanya analisis statistik magnitude gempa vs
jarak
> episentrum gempa (EQ)-mud volcano (MV). Harus diingat bahwa itu bukan
> analisis geologi yang bermain di subsurface. Kalau ada titik mud
volcano
> yang keluar dari kecenderungan cross-plot Manga & Brodsky (2005)
apakah kita
> bisa dengan yakin berkata bahwa MV ini bukan karena EQ ini ? Saya
tidak
> yakin, namanya saja analisis statistik. Analisis statistik tidak bisa
> serta-merta mengendalikan kebenaran geologi di bawah sana.
>
> Harus diakui bahwa ada hubungan kuat antara EQ dengan MV. Saat gempa
Aceh
> 26 Desember 2004, dalam menit yang sama terjadi Baratang MV di tengah
pulau
> Andaman berupa semburan lumpur dengan ketinggian melebihi pohon2 di
> sekitarnya. Banyak lagi kasus kedekatan hubungan itu, kita bisa
mengecek
> dengan mempelajari semua MV dan EQ terutama di Kaspia dan Azerbaijan,
tempat
> dengan MV paling banyak di dunia.
>
> Korelasi itu jelas ada; tetapi kita tak tahu banyak soal ini :
>
> (1) the robustness of the correlation,
> (2) the exact triggering mechanism,
> (3) magnitude thresholds and triggering distances,
> (4) possibility of delayed triggering
>
> Kurva Manga & Brodsky menyangkut no. (3). Sekali lagi, kurva itu
dibangun
> dengan analisis statistik dengan mekanisme sebenarnya yang kita tidak
> ketahui dengan baik. Nah, apakah untuk sesuatu yang tidak kita ketahui
> dengan baik akan kita gunakan 100 % sebagai pisau bedah, lalu
menggunakannya
> sebagai alat pengambilan keputusan yang eksesnya sangat besar,
sementara
> kita sebenarnya tidak mengertu dengan baik dan berbagai kemungkinan
lain
> bisa saja terjadi ?
>
> Disalin dari Antara :
>
> >Sebagai pakar geologi, ia juga membantah keras teori kemunculan
luapan
> >lumpur akibat gempa yang terjadi dua hari sebelum lumpur mulai muncul
> >di Porong.
> >Pada tanggal 27 Mei 2006, terjadi gempa bumi yang berpusat di
> >Yogyakarta. Gempa itu berkekuatan 6,3 skala Richter.
> >Pakar gempa bumi Manga & Brodsky menyebutkan bahwa gempa bumi memang
> >bisa mengakibatkan semburan lumpur, tapi jika kekuatannya di atas 9
> >skala Richter dan berjarak dekat.
>
> Komentar :
>
> Kata siapa gempa dengan M > 9.0 yang hanya bisa memicu MV ? Manga &
> Brodsky (2005)tak mengatakan begitu. Lihat juga publikasi Aliyev et
al.
> (2002) : Catalogue of recorded eruptions of mud volcanoes of
Azerbaijan for
> period of years 1810-2001, Nafta, Baku, Azerbaijan, 88 ps. Gempa
sekecil M =
> 4.6 pun bisa memicu sebuah MV. Gempa Aceh M=9 26 Desember 2004 pun
diikuti
> semburan lumpur di Alaska pada 28 Desember 2004. jarak Aceh-Alaska
kita tahu
> itu sangat jauh.
>
> Dari data pemboran (mud logging data), bagaimana kita mengartikan
partial
> loss di Banjar Panji-1 yang terjadi dalam menit2 yang tak lama setelah
gempa
> Yogya terjadi ? Bagaimana mengartikan total loss yang terjadi setelah
> beberapa gempa susulan gempa Yogya ? Bagaimana mengartikan munculnya
retakan
> besar di sekitar pipe rack yang berorientasi sama dengan struktur
utama di
> wilayah ini (SW-NE) ? Bagaimana mengartikan hubungan temporal dan
spasial
> antara tersemburnya lumpur dan gempa Yogya ? Bagaimana mengartikan
enam
> titik semburan lumpur dan air panas yang terjadi pada hari2 pertama
semburan
> yang membentuk kelurusan SW-NE dan bukan radial mengelilingi sumur ?
> Bagaimana mengartikan data isotop deuterium yang muncul belakangan
yang
> menunjukkan hadirnya air magmatik berasal dari kedalaman 22.000 ft ?
>
> Itu fakta2 yang harus dicari jawabannya. Hm...jangan menutup mata
terhadap
> segala kemungkinan.
>
> Salam,
> awang
>
>
> Salam,
> awang
>
> -----Original Message-----
> From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, February 28, 2008 1:35 C++
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] seolah IAGI saling "berseteru"
>
>  2008/2/28 Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]>:
> > Pak Nyoto,
> >
> >  Jangan berburuk sangka dulu Pak. Data tidak dibuka kan kepada umum
dan
> media. Kepada pihak2 yang memerlukan (DPR, Polda, Tim BPLS, geologists
dan
> drilling engineers yang ditunjuk resmi untuk mempelajarinya) data
telah
> dibuka.
> >
>
>
> Mungkin Pak Nyoto baca tulisannya antara ini ya ?
> Kalimat terakhirnya yg perlu diklarifikasi :)
>
> RDP
> =================================
> Data Lumpur Lapindo Harus Dibuka Untuk Publik
> 29/01/08 20:36 Jakarta (ANTARA News) - Akses publik terhadap informasi
> dan data yang terkait semburan lumpur panas akibat aktifitas
> pengeboran di sumur PT Lapindo Brantas dinilai pakar geologi masih
> sangat minim, sehingga masyarakat "buta" sama sekali dengan masalah
> ini.
>
>
> "Selama satu tahun terakhir kita buta sama sekali soal apa yang sudah
> dilakukan Lapindo dan pemerintah dalam usaha mengatasi semburan
> lumpur," kata mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Andang
> Bachtiar di Jakarta, Selasa,
>
> Ia menegaskan akses yang sangat minim terhadap data permukaan dan
> bawah tanah tidak pernah ditampilkan ke situs-situs resmi, padahal
> data itu sangat penting untuk mencari solusi dari berbagai pihak.
>
> Memang ada peraturan hukum yang menyebutkan bahwa informasi eksplorasi
> tambang merupakan rahasia negara, dan pihak yang membocorkannya akan
> didenda sangat berat.
>
> "Tapi lumpur Lapindo ini sudah mengganggu kepentingan rakyat, sehingga
> data itu sudah seharusnya dibuka untuk publik dan tidak lagi dianggap
> sebagai rahasia negara," kata Andang.
>
> Ketika berbicara di forum diskusi pakar bersama publik "Mengurai
> Lumpur Lapindo dan Solusinya", Andang mengingatkan bahwa bencana alam
> tidak bisa menjelaskan masalah luapan lumpur Lapindo.
>
> Dengan kalimat singkat, Andang menyimpulkan bahwa sebenarnya lumpur
> meluap ke permukaan akibat proses pengeboran yang tidak sesuai dengan
> standar operasi.
>
> Sebagai pakar geologi, ia juga membantah keras teori kemunculan luapan
> lumpur akibat gempa yang terjadi dua hari sebelum lumpur mulai muncul
> di Porong.
>
> Pada tanggal 27 Mei 2006, terjadi gempa bumi yang berpusat di
> Yogyakarta. Gempa itu berkekuatan 6,3 skala Richter.
>
> Pakar gempa bumi Manga & Brodsky menyebutkan bahwa gempa bumi memang
> bisa mengakibatkan semburan lumpur, tapi jika kekuatannya di atas 9
> skala Richter dan berjarak dekat.
>
> Sementara Yogyakarta dan Sidoarjo berjarak sekitar 300 km dan gempa
> Yogya pun hanya 6,3 skala Richter.
>
> "Sangat kecil kemungkinan gempa Yogya memicu semburan lumpur di
> Sidoarjo," demikian simpulan pakar gempa asal Institut Teknologi
> Bandung (ITB) Sri Widyantoro.
>
> Sementara itu Rudi Rubiandini, mantan ketua tim investigasi independen
> luapan lumpur Sidoarjo, mengatakan bahwa ternyata pihak Lapindo
> sendiri tidak mengetahui secara persis titik sumber lumpur.
>
> "Itu karena mereka memang juga tidak tahu di mana titik bor mereka,"
kata
> Rudi.
>
> Baik Andang maupun Rudi mengaku data dan fakta soal semburan lumpur
> mereka peroleh justru dari pihak kepolisian, bukan dari Lapindo. (*)
>
> COPYRIGHT (c) 2008
>
>
>
------------------------------------------------------------------------
----
>
> CALONKAN DIRI ANDA SEBAGAI KETUA UMUM IAGI 2008-2011  !!!!!
> PENDAFTARAN CALON KETUA 13 FEB S/D 6 JUNI 2008
> PENGHITUNGAN SUARA: PIT IAGI 37 DI BANDUNG
>
>
>
------------------------------------------------------------------------
-----
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no
event
> shall IAGI and its members be liable for any, including but not
limited to
> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
resulting
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection
with the
> use of any information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
> This email was Anti Virus checked by Administrator.
> http://www.bpmigas.com
>
>
>
>
------------------------------------------------------------------------
----
>
>  CALONKAN DIRI ANDA SEBAGAI KETUA UMUM IAGI 2008-2011  !!!!!
> PENDAFTARAN CALON KETUA 13 FEB S/D 6 JUNI 2008
> PENGHITUNGAN SUARA: PIT IAGI 37 DI BANDUNG
>
>
>
------------------------------------------------------------------------
-----
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no
event
> shall IAGI and its members be liable for any, including but not
limited to
> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
resulting
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection
with the
> use of any information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



----------------------------------------------------------------------------

CALONKAN DIRI ANDA SEBAGAI KETUA UMUM IAGI 2008-2011  !!!!!
PENDAFTARAN CALON KETUA 13 FEB S/D 6 JUNI 2008
PENGHITUNGAN SUARA: PIT IAGI 37 DI BANDUNG

-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke