Hehehehehe .... bagus sekali cita2 mas Firman sebagai generasi muda yg masih bersemangat sekali .... semua yg mas Firman katakan itu betul sekali & ideal sekali, tapi ya itu tadi, selama kubu2 yg saling bertentangan dan punya kepentingan yg berseberangan tsb masih belum mau menghilangkan kepentingannya, ya susah sekali mas utk mencapai satu kesimpulan yg "SATU/SAMA" ...
Biarpun data2 yg dipakai sama persis, tapi titik awal untuk mulai study udah lain, nanti hasilnya saya yakin juga akan lain & mungkin bisa saling bertentangan, biarpun itu datang dari para ahli2 yg sangat berpengalaman dibidangnya masing2 sekalipun ... Urusannya udah bukan urusan ilmiah lagi, tapi udah melebar ke urusan kepentingan masing2 kelompoknya, urusan politik yg berakhir ke urusan perut kita masing2 ... jadi kalo keadaan negara kita masih seperti negeri Ngastino ini, ya masih sulit mas ... coba aja tanya sama para petinggi2 & para ahli2 yg sudah banyak makan garam dinegera Ngastino ini .... Contohnya banyak mas, misalnya coba lihat aja para staff pengajar di ITB yg saya yakin kredibilitas & pengalamannya sudah sekaliber international, tapi diantara merekapun juga tetap ada "perbedaan" dalam soal kesimpulan apa penyebab LUSI ini, karena masing2 kelompok punya kepentingan yg berbeda ato bahkan bertentangan .... so ? ya tanya aja pada rumput yg bergoyang mas .... wass, wis-lah drpd pusing2 .... mendingan lupain aja, gitu aja koq repot .... met whiken boewat semuanya .... 2008/2/29 Firman Gea <[EMAIL PROTECTED]>: > YTH Pak Nyoto, Bapak-bapak & Ibu-ibu IAGI netters, > > Justru saya yang muda ini maunya mendengar nada-nada optimis. Saya yakin > bahwa di kalangan ahli kebumian, pengeboran, dan perminyakan yang sudah > malang melintang belasan sampai puluhan tahun di ranah eksplorasi dan > eksploitasi minyak dan gas bumi banyak yang menjunjung tinggi kebenaran > ilmiah. Bahkan 2 kubu baik yang bersikukuh bahwa semburan lumpur itu > akibat dari pengeboran dan baik yang berpendapat semburan itu akibat > dari proses bencana alam, tetap mengedepankan kebenaran ilmiah dalam > kajian dan analisis mereka, walaupun kesimpulan yang dihasilkan berbeda. > > Maka dari itu, yang hendak saya tekankan adalah belum pernah ada satupun > forum besar yang memiliki kredibilitas tinggi, yang diakui oleh kedua > kubu, dan terdiri dari dua kubu tersebut tak terkecuali, yang > mendasarkan analisisnya pada SATU PACKAGE DATA YANG SAMA dan telah > diakui dan disetujui bersama sebelumnya bahwa data itu valid dan layak > dijadikan bahan studi dan analisis. Yang saya tahu, forum-forum yang > telah ada sebelumnya (yang saya hadiri adalah yang di BPPT) justru > menyisakan prasangka dan opini bahwa salah satu kubu tidak disertakan > dalam forum tersebut, sehingga berkembanglah opini bahwa satu kubu > berusaha membungkam kubu lain dan mengumumkan hasil temuan mereka > sepihak untuk kepentingan golongan tertentu. Sehingga ujung-ujungnya > adalah perdebatan panjang yang tak berujung sama sekali, dan bahkan > terbentuk opini-opini yang sangat tidak sehat dan tidak seimbang di > media dan masyarakat. > > Saya yakin, forum besar yang kredibilitasnya diakui oleh seluruh ahli > kebumian, perminyakan, dan pengeboran (dalam hal ini yang diakui bersama > kenetralan dan keobyetifitasannya) dan mengacu kepada suite data lengkap > yang sama dan telah diakui bersama pula ke-valid-annya, terbuka untuk > seluruh lapisan masyarakat ilmu kebumian baik awam, dikontrol dan > dipublikasikan oleh media cetak dan elektronik yang kredibel di negeri > ini, akan benar-benar membuka jalan untuk menghasilkan kesimpulan yang > lebih diterima oleh semua pihak dan terhindar dari kemungkinan > berkembangnya opini negatif pasca forum besar tersebut. Saya sangat > yakin karena saya tahu dan cukup baik mengenal senior-senior dan > guru-guru saya, dan juga saya cukup banyak tahu Bapak-bapak dan Ibu-ibu > yang sudah lebih dulu malang melintang di dunia perminyakan (dari > tulisan-tulisan, opini-opini ilmiah, kertas kerja mereka), yang sangat > menjunjung tinggi azas kebenaran ilmiah dan keterbukaan, baik yang > menyatakan bahwa semburan lumpur itu adalah akibat dari pengeboran > maupun yang berpendapat akibat bencana alam, sehingga apa, sehingga bila > ada indikasi kecurangan atau pembungkaman suatu kubu oleh kubu yang > lain, atau forum distir oleh kubu tertentu, insya Allah mereka akan > angkat bicara dan mengontrol jalannya forum ini untuk tetap di rel yang > semestinya. Demi Allah saya yakin Pak. > > Sekarang tinggal apakah kita semua meniatkan dan merealisasikannya, atau > cukup senang dengan hanya melakukan perdebatan ilmiah dibumbui oleh > sindiran-sindiran, yang tak henti-hentinya, dan akhirnya skeptis, lalu > kemudian ada sebuah badan politik tertentu yang merekomendasikan suatu > keputusan, lalu timbul lagi ketidakpuasan, perdebatan ilmiah panjang > lagi yang dibumbui oleh sindiran-sindiran, terus demikian berputar lagi, > tak ada habis-habisnya. > > Mudah-mudahan tulisan ini mengetuk hati dan pikiran Bapak-bapak dan > Ibu-ibu yang telah lebih jauh berpengalaman daripada saya yang muda ini. > Dengan segala kerendahan hati saya mohon dibukakan pintu maaf yang > seluas-luasnya apabila ada bagian dalam tulisan saya yang tidak > berkenan. Saya sadar saya masih belajar, tapi saya juga ingin sekali > menyampaikan pikiran saya, yang saya niatkan murni hanya untuk kebaikan, > bukan kesinisan. > > Salam hormat, > Firman Fauzi > > > > > -----Original Message----- > From: nyoto - ke-el [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, February 28, 2008 3:06 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] seolah IAGI saling "berseteru" > > Pak Awang, > > Dah capek ngurusin data2nya pak Awang, mendingan ngurusin kerjaan saya > yg > sakumbruk drpd eyel2an di milis tak ada guna .... ngabisin energy, > selama > diantara kita masih ada kepentingan ... eeeh saya gak ada kepentingan > sama > sekali ding, kecuali hanya ingin yg bener menurut pemikiran saya aja , > gitu > aja koq repot amat lho ... > > Usulan dari mas Firman Fauzi bagus & simpatik sekali, tapi saya pribadi > merasa pesimis bahwa hal itu akan bisa terjadi di alam Indonesia seperti > sekarang ini, dimana terlalu banyak sekali beberapa pihak yg terlalu > berkepentingan & berkuasa bisa menentukan segalanya di negara Ngastino > ini > .... > > Betul kata mas Hestu .... daripada capek berseteru terus , mendingan > mencalonkan diri menjadi ketua IAGI baru, gimana siapa berani hayo ...?? > > wass, > nyoto > > > > > > > 2008/2/28 Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]>: > > > Manga dan Brodsky (2005) hanya analisis statistik magnitude gempa vs > jarak > > episentrum gempa (EQ)-mud volcano (MV). Harus diingat bahwa itu bukan > > analisis geologi yang bermain di subsurface. Kalau ada titik mud > volcano > > yang keluar dari kecenderungan cross-plot Manga & Brodsky (2005) > apakah kita > > bisa dengan yakin berkata bahwa MV ini bukan karena EQ ini ? Saya > tidak > > yakin, namanya saja analisis statistik. Analisis statistik tidak bisa > > serta-merta mengendalikan kebenaran geologi di bawah sana. > > > > Harus diakui bahwa ada hubungan kuat antara EQ dengan MV. Saat gempa > Aceh > > 26 Desember 2004, dalam menit yang sama terjadi Baratang MV di tengah > pulau > > Andaman berupa semburan lumpur dengan ketinggian melebihi pohon2 di > > sekitarnya. Banyak lagi kasus kedekatan hubungan itu, kita bisa > mengecek > > dengan mempelajari semua MV dan EQ terutama di Kaspia dan Azerbaijan, > tempat > > dengan MV paling banyak di dunia. > > > > Korelasi itu jelas ada; tetapi kita tak tahu banyak soal ini : > > > > (1) the robustness of the correlation, > > (2) the exact triggering mechanism, > > (3) magnitude thresholds and triggering distances, > > (4) possibility of delayed triggering > > > > Kurva Manga & Brodsky menyangkut no. (3). Sekali lagi, kurva itu > dibangun > > dengan analisis statistik dengan mekanisme sebenarnya yang kita tidak > > ketahui dengan baik. Nah, apakah untuk sesuatu yang tidak kita ketahui > > dengan baik akan kita gunakan 100 % sebagai pisau bedah, lalu > menggunakannya > > sebagai alat pengambilan keputusan yang eksesnya sangat besar, > sementara > > kita sebenarnya tidak mengertu dengan baik dan berbagai kemungkinan > lain > > bisa saja terjadi ? > > > > Disalin dari Antara : > > > > >Sebagai pakar geologi, ia juga membantah keras teori kemunculan > luapan > > >lumpur akibat gempa yang terjadi dua hari sebelum lumpur mulai muncul > > >di Porong. > > >Pada tanggal 27 Mei 2006, terjadi gempa bumi yang berpusat di > > >Yogyakarta. Gempa itu berkekuatan 6,3 skala Richter. > > >Pakar gempa bumi Manga & Brodsky menyebutkan bahwa gempa bumi memang > > >bisa mengakibatkan semburan lumpur, tapi jika kekuatannya di atas 9 > > >skala Richter dan berjarak dekat. > > > > Komentar : > > > > Kata siapa gempa dengan M > 9.0 yang hanya bisa memicu MV ? Manga & > > Brodsky (2005)tak mengatakan begitu. Lihat juga publikasi Aliyev et > al. > > (2002) : Catalogue of recorded eruptions of mud volcanoes of > Azerbaijan for > > period of years 1810-2001, Nafta, Baku, Azerbaijan, 88 ps. Gempa > sekecil M = > > 4.6 pun bisa memicu sebuah MV. Gempa Aceh M=9 26 Desember 2004 pun > diikuti > > semburan lumpur di Alaska pada 28 Desember 2004. jarak Aceh-Alaska > kita tahu > > itu sangat jauh. > > > > Dari data pemboran (mud logging data), bagaimana kita mengartikan > partial > > loss di Banjar Panji-1 yang terjadi dalam menit2 yang tak lama setelah > gempa > > Yogya terjadi ? Bagaimana mengartikan total loss yang terjadi setelah > > beberapa gempa susulan gempa Yogya ? Bagaimana mengartikan munculnya > retakan > > besar di sekitar pipe rack yang berorientasi sama dengan struktur > utama di > > wilayah ini (SW-NE) ? Bagaimana mengartikan hubungan temporal dan > spasial > > antara tersemburnya lumpur dan gempa Yogya ? Bagaimana mengartikan > enam > > titik semburan lumpur dan air panas yang terjadi pada hari2 pertama > semburan > > yang membentuk kelurusan SW-NE dan bukan radial mengelilingi sumur ? > > Bagaimana mengartikan data isotop deuterium yang muncul belakangan > yang > > menunjukkan hadirnya air magmatik berasal dari kedalaman 22.000 ft ? > > > > Itu fakta2 yang harus dicari jawabannya. Hm...jangan menutup mata > terhadap > > segala kemungkinan. > > > > Salam, > > awang > > > > > > Salam, > > awang > > > > -----Original Message----- > > From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > Sent: Thursday, February 28, 2008 1:35 C++ > > To: [email protected] > > Subject: Re: [iagi-net-l] seolah IAGI saling "berseteru" > > > > 2008/2/28 Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]>: > > > Pak Nyoto, > > > > > > Jangan berburuk sangka dulu Pak. Data tidak dibuka kan kepada umum > dan > > media. Kepada pihak2 yang memerlukan (DPR, Polda, Tim BPLS, geologists > dan > > drilling engineers yang ditunjuk resmi untuk mempelajarinya) data > telah > > dibuka. > > > > > > > > > Mungkin Pak Nyoto baca tulisannya antara ini ya ? > > Kalimat terakhirnya yg perlu diklarifikasi :) > > > > RDP > > ================================= > > Data Lumpur Lapindo Harus Dibuka Untuk Publik > > 29/01/08 20:36 Jakarta (ANTARA News) - Akses publik terhadap informasi > > dan data yang terkait semburan lumpur panas akibat aktifitas > > pengeboran di sumur PT Lapindo Brantas dinilai pakar geologi masih > > sangat minim, sehingga masyarakat "buta" sama sekali dengan masalah > > ini. > > > > > > "Selama satu tahun terakhir kita buta sama sekali soal apa yang sudah > > dilakukan Lapindo dan pemerintah dalam usaha mengatasi semburan > > lumpur," kata mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Andang > > Bachtiar di Jakarta, Selasa, > > > > Ia menegaskan akses yang sangat minim terhadap data permukaan dan > > bawah tanah tidak pernah ditampilkan ke situs-situs resmi, padahal > > data itu sangat penting untuk mencari solusi dari berbagai pihak. > > > > Memang ada peraturan hukum yang menyebutkan bahwa informasi eksplorasi > > tambang merupakan rahasia negara, dan pihak yang membocorkannya akan > > didenda sangat berat. > > > > "Tapi lumpur Lapindo ini sudah mengganggu kepentingan rakyat, sehingga > > data itu sudah seharusnya dibuka untuk publik dan tidak lagi dianggap > > sebagai rahasia negara," kata Andang. > > > > Ketika berbicara di forum diskusi pakar bersama publik "Mengurai > > Lumpur Lapindo dan Solusinya", Andang mengingatkan bahwa bencana alam > > tidak bisa menjelaskan masalah luapan lumpur Lapindo. > > > > Dengan kalimat singkat, Andang menyimpulkan bahwa sebenarnya lumpur > > meluap ke permukaan akibat proses pengeboran yang tidak sesuai dengan > > standar operasi. > > > > Sebagai pakar geologi, ia juga membantah keras teori kemunculan luapan > > lumpur akibat gempa yang terjadi dua hari sebelum lumpur mulai muncul > > di Porong. > > > > Pada tanggal 27 Mei 2006, terjadi gempa bumi yang berpusat di > > Yogyakarta. Gempa itu berkekuatan 6,3 skala Richter. > > > > Pakar gempa bumi Manga & Brodsky menyebutkan bahwa gempa bumi memang > > bisa mengakibatkan semburan lumpur, tapi jika kekuatannya di atas 9 > > skala Richter dan berjarak dekat. > > > > Sementara Yogyakarta dan Sidoarjo berjarak sekitar 300 km dan gempa > > Yogya pun hanya 6,3 skala Richter. > > > > "Sangat kecil kemungkinan gempa Yogya memicu semburan lumpur di > > Sidoarjo," demikian simpulan pakar gempa asal Institut Teknologi > > Bandung (ITB) Sri Widyantoro. > > > > Sementara itu Rudi Rubiandini, mantan ketua tim investigasi independen > > luapan lumpur Sidoarjo, mengatakan bahwa ternyata pihak Lapindo > > sendiri tidak mengetahui secara persis titik sumber lumpur. > > > > "Itu karena mereka memang juga tidak tahu di mana titik bor mereka," > kata > > Rudi. > > > > Baik Andang maupun Rudi mengaku data dan fakta soal semburan lumpur > > mereka peroleh justru dari pihak kepolisian, bukan dari Lapindo. (*) > > > > COPYRIGHT (c) 2008 > > > > > > > ------------------------------------------------------------------------ > ---- > > > > CALONKAN DIRI ANDA SEBAGAI KETUA UMUM IAGI 2008-2011 !!!!! > > PENDAFTARAN CALON KETUA 13 FEB S/D 6 JUNI 2008 > > PENGHITUNGAN SUARA: PIT IAGI 37 DI BANDUNG > > > > > > > ------------------------------------------------------------------------ > ----- > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > --------------------------------------------------------------------- > > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no > event > > shall IAGI and its members be liable for any, including but not > limited to > > direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, > resulting > > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection > with the > > use of any information posted on IAGI mailing list. > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > This email was Anti Virus checked by Administrator. > > http://www.bpmigas.com > > > > > > > > > ------------------------------------------------------------------------ > ---- > > > > CALONKAN DIRI ANDA SEBAGAI KETUA UMUM IAGI 2008-2011 !!!!! > > PENDAFTARAN CALON KETUA 13 FEB S/D 6 JUNI 2008 > > PENGHITUNGAN SUARA: PIT IAGI 37 DI BANDUNG > > > > > > > ------------------------------------------------------------------------ > ----- > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > --------------------------------------------------------------------- > > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no > event > > shall IAGI and its members be liable for any, including but not > limited to > > direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, > resulting > > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection > with the > > use of any information posted on IAGI mailing list. > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > > > ---------------------------------------------------------------------------- > > CALONKAN DIRI ANDA SEBAGAI KETUA UMUM IAGI 2008-2011 !!!!! > PENDAFTARAN CALON KETUA 13 FEB S/D 6 JUNI 2008 > PENGHITUNGAN SUARA: PIT IAGI 37 DI BANDUNG > > > ----------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to > direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of any information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > >

