Rekan-rekan yang budiman, Majalah NGI edisi Maret 2008 tergeletak di emper rumah ketika saya pulang dari kantor Jumat petang. Majalah segera saya amati: halaman sampul memuat foto indah, gunung Bromo yang disaput awan putih dengan latar belakang Semeru yang anggun, lengkap dengan asapnya yang berwarna putih abu-abu. Pemandangan yang sungguh mempesoa, dan mengingatkan saya untuk kembali kesana, melintasi Kaldera Bromo dari utara ke selatan, berakhir di desa Ngadas dan Gubuk Klakah. Ada tulisan (merah) Dewa-dewa Gunung, Kehidupan di Sabuk Api Indonesia. Bagian bawah ditulis keterangan (plus artikel): Cendrawasih nan memikat; Pergulatan Silat Tradisional; Rimba Laut Raja Ampat (saya teringat Dr Schutte, biolog Jerman yang bekerja merawat hutan-2 di kawasan Raja Ampat dekat Sorong, dan yang melontarkan pertanyaan aneh: Kenapa Cendrawasih di Salawati dan Batanta saling berseteru...Pak Awang telah mencoba menjawabnya dengan bagus dan cukup ilmiah, trimakasih Pak Awang); Borneo Pra PD II; Bajak Laut Malaka; Geliat Otonomi).
Dalam daftar isi di halaman dua saya tidak menemukan artikel lain. Pada halaman berikutnya ada foto satelit kawah Tambora di Sumbawa dengan keterangan kota Tambora yang terkubur abu kini mulai muncul. Artikel pertama adalah: PARA DEWA Pasti Gelisah. Hidup dalam bayangan gunung-gunung berapi Indonesia. Disebutkan: Gunung berapi yang bersendawa seperti Gunung Semeru dan Bromo adalah gerbang menuju dunia bawah tanah yang tak hanya membentuk lanskap Indonesia, tetapi juga kepercayaan dan kebudayaan. Ada foto-2: warga Bromo yang berebut sesaji saat upacara Kasada, peziarah yang mengusung sesaji untuk dibawa ke puncak Merapi, acara tirakat di Parangtritis, peta Sumatra -Jawa-NTT lengakp dengan titik-2 letak gunung api, panen padi di Sembalun Lombok, anak-2 yang mandi di pancuran di kolam suci Gunung Penanggungan Jatim, juga foto spektakuler: bara merah muntah dari kawah Merapi bersama awan dengan teks: Para ilmuwan meramalkan letusan Gunung Merapi tahun 2006 ini, tetapi banyak penduduk setempat yang percaya takhyul tak mau pergi. "Masalah terbesar yang dihadapi orang Indonesia" kata seorang akhli vulkanologi, "adalah membuat warga setempat mempercayai perkataan ilmuwan". Oyha, ada juga foto rombongan yang dipimpin Mbah Marijan, lengkap dengan pakaian blangkon, sesaji dan payung menuju puncak Merapi. Na, ketika membuka halaman 40, saya agak kaget karena ada artikel: Tenggelam di dalam Lumpur. Inilah artikel yang pernah disebut Pak Koesoema. Selain ada foto rumah-2 yang tenggelam, ada foto satelit mengenai lokasi sumur dan luapan lumpur. Yang menarik gambar block diagram lubang sumur, perlapisan formasi, yang paling bawah disebutkan Akuifer batu gamping Kujung. Walaupun dengan skala bervariasi, block diagram ini dapat menjelaskan kondisi bawah permukaan. Foto terakhir: seorang bapak berbaju putih dengan sorban merah, duduk bersila, diapit dua bendera warna merah, menghadap uap putih yang membubung di kejauhan. Teks: Diapit oleh bendera merah untuk membantunya mendengar Bumi berbicara. Kamal, seorang ustad , berdoa untuk menghentikan lumpur, yang meletus di dasar asap uap air di kejauhan. Dia bergadang selama 3 hari, tetapi tanpa hasil. Sebagian ilmuwan meramalkan bahwa lumpur mungkin akan terus menyembur di sini selama berpuluh-puluh tahun. Artikel ditulis oleh Andrew Marshall, foto oleh John Stanmeyer. Untuk lebih jelasnya silahkan membeli majalah NGI di toko buku. Saya rasa inilah majalah NGI edisi terbagus karena memuat banyak artikel yang berhubungan erat dengan profesi ilmu kebumian. Salam, Sugeng ---------------------------------------------------------------------------- CALONKAN DIRI ANDA SEBAGAI KETUA UMUM IAGI 2008-2011 !!!!! PENDAFTARAN CALON KETUA 13 FEB S/D 6 JUNI 2008 PENGHITUNGAN SUARA: PIT IAGI 37 DI BANDUNG ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

