melok urun rembug , barusan Menteri ESDM ngularin Biaya Pokok Penyediaan
(BPP) Listrik melaui SK No.269 / 2008 diantaranya untuk Jawa Bali 783 -
1030 (Rp/Kwh ) atau 8.4 - 11 c$/Kwh , untuk Sumut 1891-2306 Rp/Kwh atau
20 - 24 c$?Kwh. sedangkan Kaltim 1732 - 2260 Rp/Kwh. Coba kita tengok
rekening listrik kita dirumah ternyata cuma mbayar kira kira 550 Rp/Kwh .
sebelum tahun 2000 kemarin ada beberapa Proyek Geothermal yang
ditunda/dinegosiasi/dihentikan karena "Mahal" akibatnya si Geothermal ini
"matisuri" , Proyek proyek tsb natara lain Salak Unit 4-6 , Darajat Unit 2-3
, Wayang windu , Dieng , Patuha,karaha Bodas , Dieng dan Bedugul Bali ,
kalau dilihat harga yang ditawarkan waktu itu antara 6,95 - 8.46 c$/Kwh ,
kalau kita lihat sekarang ( SK Menteri diatas ) ternyata harga untuk
menyediakan Listrik (BPP) di Jawa Bali ini sekarang ( 2008 ) sudah diatas >
8,4 c$/Kwh bahkan dibeberapa tempat mencapai 11 c$/Kwh. Belum yang di
Sumatera Utara , di Sarulla cuma dipatok kurang dari 7 c$ , padahal BPP
disini sudah > 20 c$, Nah kalau si Geothermal ini dulu dibiarkan hidup
sekarang ini sudah nyala semua dg harga listrik yang lebih rendah dan harga
sangat stabil tidak ada pengaruh pasar internsional spt Migas atau Batubara
, dan Tidak ada pengaruh Iklim spt Air atau faktor cuaca yang lain ( angin ,
sinar matahari ) , ( Lha wong Geothermal ini Tidak laku dijual / di ekspor
kok. ), Inilah akibat Kebijakan yg tidak Bijak ,. mbolak mbalik lan mbulat
mbulet, istilahe Pakde diberi hati ngrogoh ampela....
Lha sekarang ini lagi klabakan bikin Proyek Percepatan Pembangkit Listrik
10.000 MW ke 2 ( yg pertama dg Batubara) dg Fokus renewable energy /
geothermal . setelah ternyata harga batubara juga ikutan lari kencang
nyusul menyusul dg Migas.Perlu diketahui untuk Proyek Geothermal yang baru
( mulai dari Eksplorasi untuk daerah baru paling sedikit dibutuhkan waktu 5
tahun ) , potensi Geothermal ini jauh dari yang ada sekarang ini kalau
semuanya di optimalkan ( low , medium , high enthalphy ) yang sekarang ini
baru yang high enthalpy saja.
Geothermal ini adalah SDE yang berbasis geosains jadi peran pergeologian
cukup besar , jangan jangan nanti akan terjadi spt di Migas kekurangan SDM
yang pengalaman untuk menggeber eksplorasi/eksploitasinya.
Kalau kita lihat Blue print energy rasanya spt lihat Blue energi , teorinya
bagus realitasnya msh jauh ..
ISM
----- Original Message -----
From: "Andang Bachtiar" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Sunday, June 29, 2008 8:54 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] OK, kita bicara Energi -->masuk lagi
Dari Blue Print Energi Indonesia 2005-2025 saya dapatkan angka-angka sbb:
2003: (fakta)
oil: 42.4%
gas: 26.5%
coal: 14.1%
hydro: 3.4%
geoth: 1.4%
EBT: 0.2% (energi baru dan terbarukan)
2025: (rencana)
oil: 26.2%
gas: 30.6%
coal: 32.7%
hydro: 2.4%
geoth: 3.8%
EBT: 4.4% (termasuk: mikrohidro, biofuel, solar, wind, fuelcell, biomass,
dan nuklir)
Kalau sampeyan tanyakan bagaimana peran migas di menjelang 2030 nanti,
maka begitulah kawan-kawan kita di pemerintahan memposisikannya. Masih
migas-sentris, yakni total masih 56.6% mereka harapkan energi kita dari
migas. Entahlah, bagaimana caranya kawan-kawan tersebut menghitung
sumberdaya (resources) migas, dan bagaimana merencanakan pengkonversian
dari sumberdaya tersebut menjadi cadangan, saya juga kurang jelas, karena
di dalam dokumen-dokumen terkait blue print tersebut tidak saya temukan
academic paper yang bisa menjawab asumsi-asumsi dasar pembuatan
prediksinya (terutama mengenai sumberdaya versus cadangan tersebut). Kalau
mereka hanya mengandalkan pada angka-angka reserves (seperti yang selama
ini mereka lakukan), nampaknya tidak mungkin mereka berani keluar dengan
angka begitu tinggi untuk migas dalam energy-mix blueprint 2025 tsb,
karena dari existing reserves kita tahu persis bahwa 8BBO kita akan habis
menjelang 2030 tersebut (dg asumsi 1MMBOPD produksi).
Blueprint tersebut juga memperlihatkan bahwa ada ketidak-relaan dari
sebagian kalangan birokrasi (yang terkait dengan bisnis, tentunya) untuk
cepat-cepat mempreteli ketergantungan kita terhadap migas (regardless
asumsi dasar resources vs reservesnya juga tidak jelas). Kelihatannya
hanya membabi buta untuk selalu stick-to-oil/gas ...... Karena apa?
Mungkin sinyalemen sementara dari bisik2 tetangga bahwa subsidi-subsidi
dan marjin-marjin yang didapatkan dari supply migas untuk listrik, untuk
industri, dan untuk energi secara keseluruhan masih terlalu menggiurkan
untuk dihilangkan begitu saja dari skenario. Mungkin juga banyak
pihak-pihak yang berkuasa dan punya akses mendapatkan banyak keuntungan
dari tetap mempertahankan ketergantungan kita terhadapa migas tersebut.
Entahlah. Perlu analis ekonomi dan politisi untuk membahas hal tersebut.
Kalau soal siap-atau-tidak-siap, sejauh menyangkut pengetahuan kita
bersama tentang sumberdaya kebumian Indonesia terkait dengan energi
tersebut, selalu dengan berani dan lantang kita teriakkan: kita punya
geothermal melimpah, kita punya coal melimpah, kita punya cbm seabregh,
.... tapi infrastruktur ekonomi-bisnis yang ada selalu (dibikin supaya)
tidak memungkinkan untuk memngembangkannya (sorry: ini pendapat yang
sangat pribadi). Kalau memang mau, kita alihkan saja subsidi minyak yang
untuk PLTD ke geothermal, sehingga semua potensi geothermal kita tergarap
dan keseluruhan 27K MW bisa direalisasikan. Kalau tidak salah, masalahnya
khan selama ini harga beli listriknya PLN masih lebih rendah ongkos
produksinya geothermal, shg sebenarnya kasusnya sama dengan minyak kita,..
harga beli masyarakat masih lebih rendah daripada keseluruhan harga jual
minyak yang makin meningkat.
Salam
adb
----- Original Message -----
From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, June 30, 2008 9:44 AM
Subject: [iagi-net-l] OK, kita bicara Energi -->masuk lagi
On Mon, Jun 30, 2008 at 10:29 AM, Andang Bachtiar <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
hadir
Hadduh telat Kang ... push-up !! ... wupst !!!
Nah Kang ADB, kita coba berbicara energi saat ini di Indonesia, juga
proyeksi 25 tahun lagi (2030). Aku rasa akan cross disciplines juga di
IAGI-net. Mulai dari Peminyakan, Geothermal, Batubara (Tambang),
beserta tumpang dan tindihnya dengan konvservasi lingkungan. Dan
tentunya akan ada tindihan hidrologi. Btw, pernah geothermal
diubrek-ubrek karena menggunakan "air tanah" walau hanya "uap"nya :(
duh !
Sebagai gambaran awal saja dari BP statistic. Energy uses di Indonesia :
(Tahun 2006 - Million Tonne Oil Equivalent )
Oil 53.4
Natural Gas 31.5
Coal 24.2
Nuclear Energy -
Hydro electric 2.4
Total 111.4
(tahun 2007)
Oil 54.4
Natural Gas 30.4
Coal 27.8
Nuclear Energy -
Hydro electric 2.0
Total 114.6
Nah menurut Kang ADB (dn juga rekan lain), bagaimana peran MIGAS dalam
transisi energi ditahun 2030 nanti ? Apakah Minyak masih bisa
dipertahankan hingga 10-20 tahun lagi sebelum energi lain mampu
menggantikannya ?
Apa energi primer kandidatnya ? Batubara ?
Bagaimana kira-kira dampak lingkungan (environmentalist bila batubara
di boost sebagai energy primer ?)
Siapkan Geothermal ?
Ataukah Natural Gas dipakai di dalam negeri saja ?
RDP
--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod
--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no
event shall IAGI and its members be liable for any, including but not
limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in
connection with the use of any information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod
--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to
direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
the use of any information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod
--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------