Memang bener Jejere Kauman ini ( Jerman ) saking kebeletnya untuk ngembangkan Geothermal padahal bukan daerah vokanik sampai berani ngebor lebih 3000 meter hanya untuk mendapatkan air panas dg temperatur tidak lebih dari 120 C ( sekali lagi cuma Air panas doang bukan uap spt di kita ini ). Tahun ini di Jerman tepatnya di kota kecil Unterhaching kira kira 80 Km dari Munich dibangun PLTP dg kapasitas kira kira 3 MW oleh Siemen , hanya untuk membangkitkan listrik dg kapasitas 3 MW tsb harus mengebor 3 sumur dg kedalaman > 3000 meter , inipun dapatnya cuma air panas doang ( bandingkan disini ada sumur yang kapasitasnya > 30 MW / sumur dg kedalaman < 3000 m dg uap kering ) > karena yg di Jerman itu dapatnya cuma air panas maka harus diolah dg teknologi yang bukan konvensioanl spt halnya disini , yaitu dg Teknologi kusus ( mereka sebut dg Kalina Cycle ) shg tentunya biayanya lbh mahal lagi . Lah dikita yang melimpah ruah Geothermalnya masih mbulat mbulet saja memanfaatakannya , baru sadar sekarang setelah harga energi primer dari fosil berlarian kencang..... baru mulai buat regulasinya.... ....padahal 5 tahun lalu UU nya sdh lahir , samp[aio saat ini belum bisa jalan karena tdk ada PP nya. beda dg UU Migas begitu lahir tdk lama langsung bisa diaplikasikan...termasuk bikin lembaga barunya ( BP Migas ) . Bicara soal energy terbarukan memang Jerman ini biangnya , kalau kita naik mobil dari Munich ke Berlin melaui jalan tol yang mulus kita bisa lihat dipinggir jalan tsb banyak tower tower kincir angin ( dan juga matahari ), hampir dapat dijumpai disetiap kampung shg untuk mencukupi litriknya tdk perlu dg grid yang panjang panjang cukup dipenuhi oleh sumberenergi setempat. semua bisa karena memang ditunjang dh perangkat regulasi yang mendukungnya.Kalau disini listrik untuk dikampung saja dibawa dari tempat lain yang jauh melalui jaringan trnsmisi , kenapa tidak memanfaatakan SDE lokal saja.( mungkin krena dulu biar bs diproyekan... ) Dikita ini saya yakin banyak para pakar pakar dibidang energi namun ternyata kondisi perenergian hampir tdk ada perubahan , , tdk ada yang " berani " bikin suatu terobosan , shg jalan ditempat , padahal kita sudah banyak bikin kebijakan , blue print sampai road map sejak harga minyak msh dibawah 20 $ dulu ( masih ingat ada KUBE /Kebijakan Umum Bidang Energi yang lahir sebelum tahun 90 an ) , atau mungkin bsa begini : Yang Ahli Tidak Berwenang , Yang Berwenang Tidak Ahli... ..... Kalau tidak salah pada tahun 85 IAGI pernah bikin Peta Sumberdaya Energi yang cukup berperan dalam menentukan kebijakan Energi Nasional ( sbg referensi waktu itu ) , kemudian kalau tdk salah pada tahun 94 an Peta ini direvisi lagi. SBY kemarin dalam pidatonya di Harganas di Jambi mengajak masarakat mencari solusi untuk masalah Energi dan Pangan , pertanyaan bagaiman peran Institusinya yang berwenang dibidang Perenergian maupun per makanannya selama ini sdh maksimal , kok sambate ke masyarakat luas , jadi tdka salah kalau Om Joko Suprapto itu menawarkan energi versinya yg Biru itu , terlepas dari hingar bingarnya tsb yg langsung tanggap dg ajakan SBY , Sebetulnya yang paling tahu dg isi perutnya Bumi kita ini para geosains , semua potensi energi yang besar berada didalam perut bumi , ini hanya bisa diketahui oleh geosins , sbg "ontorejo" yang bisa "masuk" melihat kedalam bumi , ini merupakan tantangan bagaiman dapat mempresentasikan kondisi riel cadangan energi kita sebenarnya , apakah yg ada hanya / baru sumberdaya atau sdh merupakan cadangan , kalau cadangan apakah sdh potensial / proven atau baru terduga atau mungkin.. dst dst... yang wam msh belum banyak yang memahami kriteria semacam ini. ( ikut ikutan memberi PR nya pak Ketum nanti...... )

ISM
----- Original Message ----- From: "Eko Prasetyo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, June 30, 2008 12:00 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] OK, kita bicara Energi -->masuk lagi


Meski Jerman kalah dari Spanyol dalam laga final,
tapi untuk urusan geothermal, mungkin kita harus banyak berguru pada negeri
arya ini.
lha wong gak punya geothermal aja maksa2 nyuntik air ke deket2 magma supaya
bisa punya geothermal,

belum lagi deretan windtower nan megah di north sea.

Saya juga punya ketakutan, yang mana kalau terjadi maka bisa disebut bahwa
Indonesia adalah negara pariah:

ujung2 dari evolusi energi dunia adalah air, angin, surya, dan magma, dan
semua itu dimiliki Indonesia sekarang. Apa nanti, 20-30 tahun lagi, ketika
energi-energi itu sudah mulai digarap, kita akan tetap menjadi penyedia
sumber daya tanah dan manusia tanpa bisa menyediakan sumber daya uang dan
ilmu?

Kalau saat itu tiba dan kita tetap "dikolonisasi" oleh orang luar,
ya......keterlaluan. Cabut aja proklamasi n hapus aja peringatan
tujuhbelasan n jangan mau diajak demonstrasi
gontok-gontokan....ujung-ujungnya tetep dikangkangi kok


On 6/30/08, Ismail Zaini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

melok urun rembug , barusan Menteri ESDM ngularin Biaya Pokok Penyediaan
(BPP) Listrik melaui SK No.269 / 2008  diantaranya untuk Jawa Bali 783 -
1030 (Rp/Kwh ) atau 8.4 - 11 c$/Kwh , untuk Sumut 1891-2306 Rp/Kwh atau 20 - 24 c$?Kwh. sedangkan Kaltim 1732 - 2260 Rp/Kwh. Coba kita tengok rekening
listrik kita dirumah ternyata cuma mbayar kira kira 550 Rp/Kwh .
sebelum tahun 2000 kemarin ada beberapa Proyek Geothermal yang
ditunda/dinegosiasi/dihentikan karena "Mahal" akibatnya si Geothermal ini "matisuri" , Proyek proyek tsb natara lain Salak Unit 4-6 , Darajat Unit 2-3
, Wayang windu , Dieng , Patuha,karaha Bodas , Dieng dan Bedugul Bali ,
kalau dilihat harga yang ditawarkan waktu itu antara 6,95 - 8.46 c$/Kwh ,
kalau kita lihat sekarang ( SK Menteri diatas ) ternyata harga untuk
menyediakan Listrik (BPP) di Jawa Bali ini sekarang ( 2008 ) sudah diatas >
8,4 c$/Kwh bahkan dibeberapa tempat mencapai 11 c$/Kwh. Belum yang di
Sumatera Utara , di Sarulla cuma dipatok kurang dari  7 c$ , padahal BPP
disini sudah > 20 c$, Nah kalau si Geothermal ini dulu dibiarkan hidup
sekarang ini sudah nyala semua dg harga listrik yang lebih rendah dan harga sangat stabil tidak ada pengaruh pasar internsional spt Migas atau Batubara , dan Tidak ada pengaruh Iklim spt Air atau faktor cuaca yang lain ( angin , sinar matahari ) , ( Lha wong Geothermal ini Tidak laku dijual / di ekspor kok. ), Inilah akibat Kebijakan yg tidak Bijak ,. mbolak mbalik lan mbulat
mbulet, istilahe Pakde diberi hati ngrogoh ampela....
Lha sekarang ini lagi klabakan bikin Proyek Percepatan Pembangkit Listrik
10.000 MW ke 2 ( yg pertama dg Batubara) dg Fokus renewable energy /
geothermal .  setelah ternyata harga batubara juga ikutan lari kencang
nyusul menyusul dg Migas.Perlu diketahui untuk Proyek Geothermal yang baru ( mulai dari Eksplorasi untuk daerah baru paling sedikit dibutuhkan waktu 5
tahun ) , potensi Geothermal ini jauh dari yang ada sekarang ini kalau
semuanya di optimalkan ( low , medium , high enthalphy ) yang sekarang ini
baru yang high enthalpy saja.
Geothermal ini adalah SDE yang berbasis geosains jadi peran pergeologian
cukup besar , jangan jangan nanti akan terjadi spt di Migas kekurangan SDM
yang pengalaman untuk menggeber eksplorasi/eksploitasinya.
Kalau kita lihat Blue print energy rasanya spt lihat Blue energi , teorinya
bagus realitasnya msh jauh ..

ISM
----- Original Message ----- From: "Andang Bachtiar" <[EMAIL PROTECTED]
>
To: <[email protected]>
Sent: Sunday, June 29, 2008 8:54 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] OK, kita bicara Energi -->masuk lagi


Dari Blue Print Energi Indonesia 2005-2025 saya dapatkan angka-angka sbb:

2003: (fakta)
oil: 42.4%
gas: 26.5%
coal: 14.1%
hydro: 3.4%
geoth: 1.4%
EBT: 0.2% (energi baru dan terbarukan)

2025: (rencana)
oil: 26.2%
gas: 30.6%
coal: 32.7%
hydro: 2.4%
geoth: 3.8%
EBT: 4.4% (termasuk: mikrohidro, biofuel, solar, wind, fuelcell, biomass,
dan nuklir)

Kalau sampeyan tanyakan bagaimana peran migas di menjelang 2030 nanti,
maka begitulah kawan-kawan kita di pemerintahan memposisikannya. Masih
migas-sentris, yakni total masih 56.6% mereka harapkan energi kita dari
migas. Entahlah, bagaimana caranya kawan-kawan tersebut menghitung
sumberdaya (resources) migas, dan bagaimana merencanakan pengkonversian dari
sumberdaya tersebut menjadi cadangan, saya juga kurang jelas, karena di
dalam dokumen-dokumen terkait blue print tersebut tidak saya temukan
academic paper yang bisa menjawab asumsi-asumsi dasar pembuatan prediksinya (terutama mengenai sumberdaya versus cadangan tersebut). Kalau mereka hanya
mengandalkan pada angka-angka reserves (seperti yang selama ini mereka
lakukan), nampaknya tidak mungkin mereka berani keluar dengan angka begitu tinggi untuk migas dalam energy-mix blueprint 2025 tsb, karena dari existing reserves kita tahu persis bahwa 8BBO kita akan habis menjelang 2030 tersebut
(dg asumsi 1MMBOPD produksi).

Blueprint tersebut juga memperlihatkan bahwa ada ketidak-relaan dari
sebagian kalangan birokrasi (yang terkait dengan bisnis, tentunya) untuk
cepat-cepat mempreteli ketergantungan kita terhadap migas (regardless asumsi dasar resources vs reservesnya juga tidak jelas). Kelihatannya hanya membabi
buta untuk selalu stick-to-oil/gas ...... Karena apa? Mungkin sinyalemen
sementara dari bisik2 tetangga bahwa subsidi-subsidi dan marjin-marjin yang didapatkan dari supply migas untuk listrik, untuk industri, dan untuk energi secara keseluruhan masih terlalu menggiurkan untuk dihilangkan begitu saja dari skenario. Mungkin juga banyak pihak-pihak yang berkuasa dan punya akses mendapatkan banyak keuntungan dari tetap mempertahankan ketergantungan kita terhadapa migas tersebut. Entahlah. Perlu analis ekonomi dan politisi untuk
membahas hal tersebut.

Kalau soal siap-atau-tidak-siap, sejauh menyangkut pengetahuan kita
bersama tentang sumberdaya kebumian Indonesia terkait dengan energi
tersebut, selalu dengan berani dan lantang kita teriakkan: kita punya
geothermal melimpah, kita punya coal melimpah, kita punya cbm seabregh, ....
tapi infrastruktur ekonomi-bisnis yang ada selalu (dibikin supaya) tidak
memungkinkan untuk memngembangkannya (sorry: ini pendapat yang sangat
pribadi). Kalau memang mau, kita alihkan saja subsidi minyak yang untuk PLTD
ke geothermal, sehingga semua potensi geothermal kita tergarap dan
keseluruhan 27K MW bisa direalisasikan. Kalau tidak salah, masalahnya khan selama ini harga beli listriknya PLN masih lebih rendah ongkos produksinya geothermal, shg sebenarnya kasusnya sama dengan minyak kita,.. harga beli masyarakat masih lebih rendah daripada keseluruhan harga jual minyak yang
makin meningkat.

Salam

adb


----- Original Message ----- From: "Rovicky Dwi Putrohari" <
[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, June 30, 2008 9:44 AM
Subject: [iagi-net-l] OK, kita bicara Energi -->masuk lagi


On Mon, Jun 30, 2008 at 10:29 AM, Andang Bachtiar <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:


hadir


Hadduh telat Kang ... push-up !! ... wupst !!!

Nah Kang ADB, kita coba berbicara energi saat ini di Indonesia, juga
proyeksi 25 tahun lagi (2030). Aku rasa akan cross disciplines juga di
IAGI-net. Mulai dari Peminyakan, Geothermal, Batubara (Tambang),
beserta tumpang dan tindihnya dengan konvservasi lingkungan. Dan
tentunya akan ada tindihan hidrologi. Btw, pernah geothermal
diubrek-ubrek karena menggunakan "air tanah" walau hanya "uap"nya :(
duh !

Sebagai gambaran awal saja dari BP statistic. Energy uses di Indonesia :
(Tahun 2006 - Million Tonne Oil Equivalent )
Oil 53.4
Natural Gas 31.5
Coal 24.2
Nuclear Energy -
Hydro electric 2.4
Total 111.4

(tahun 2007)
Oil 54.4
Natural Gas 30.4
Coal 27.8
Nuclear Energy -
Hydro electric 2.0
Total 114.6

Nah menurut Kang ADB (dn juga rekan lain), bagaimana peran MIGAS dalam
transisi energi ditahun 2030 nanti ? Apakah Minyak masih bisa
dipertahankan hingga 10-20 tahun lagi sebelum energi lain mampu
menggantikannya ?
Apa energi primer kandidatnya ? Batubara ?
Bagaimana kira-kira dampak lingkungan (environmentalist bila batubara
di boost sebagai energy primer ?)
Siapkan Geothermal ?
Ataukah Natural Gas dipakai di dalam negeri saja ?

RDP


--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod


--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!


-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
use of any information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------




--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod


--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!


-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to
direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
use of any information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------





--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod


--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!


-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------





--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod

--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!

-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke