Udah lama banget nggak ikutan ngobrol disini...
Menurut saya masalah sumber daya dikelola oleh orang luar nggak ada 
hubungannya dengan kolonialisasi.
Dalam pengelolaan apapun mestinya ada kontrak kerja. Selama kontrak 
kerjanya dibuat dengan fair dan pengerjaannya dilaksanakan dengan jujur 
mestinya akan menjadi win win.
Sumber daya di North Sea dikelola orang luar juga dan tidak ada yang 
merasa dirugikan.
Harga minyak kemaren sempet 150 usd, kalau bertahan segini bisa bisa 
pemerintah harus menaikkan harga minyak lagi.
Saya juga berpendapat pemerintah kudu harus mulai menjajagi sumber energi 
lain.
Mentri Ristek bilagn pemerintah menjajagi ethanol dari singkong beracun. 
Apakah ini serius ?.
Kalau serius boleh juga itu, bisa jadi padat karya, dan bisa dikerjakan 
jadi home industri dan pemerataan pendapatan rakyat.





"Eko Prasetyo" <[EMAIL PROTECTED]> 
30.06.2008 09:00
Please respond to
<[email protected]>


To
[email protected]
cc

Subject
Re: [iagi-net-l] OK, kita bicara Energi -->masuk lagi






Meski Jerman kalah dari Spanyol dalam laga final,
tapi untuk urusan geothermal, mungkin kita harus banyak berguru pada 
negeri
arya ini.
lha wong gak punya geothermal aja maksa2 nyuntik air ke deket2 magma 
supaya
bisa punya geothermal,

belum lagi deretan windtower nan megah di north sea.

Saya juga punya ketakutan, yang mana kalau terjadi maka bisa disebut bahwa
Indonesia adalah negara pariah:

ujung2 dari evolusi energi dunia adalah air, angin, surya, dan magma, dan
semua itu dimiliki Indonesia sekarang. Apa nanti, 20-30 tahun lagi, ketika
energi-energi itu sudah mulai digarap, kita akan tetap menjadi penyedia
sumber daya tanah dan manusia tanpa bisa menyediakan sumber daya uang dan
ilmu?

Kalau saat itu tiba dan kita tetap "dikolonisasi" oleh orang luar,
ya......keterlaluan. Cabut aja proklamasi n hapus aja peringatan
tujuhbelasan n jangan mau diajak demonstrasi
gontok-gontokan....ujung-ujungnya tetep dikangkangi kok


On 6/30/08, Ismail Zaini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> melok urun rembug , barusan Menteri ESDM ngularin Biaya Pokok Penyediaan
> (BPP) Listrik melaui SK No.269 / 2008  diantaranya untuk Jawa Bali 783 -
> 1030 (Rp/Kwh ) atau  8.4 - 11 c$/Kwh , untuk Sumut  1891-2306 Rp/Kwh 
atau 20
> - 24 c$?Kwh. sedangkan Kaltim 1732 - 2260 Rp/Kwh. Coba kita tengok 
rekening
> listrik kita dirumah ternyata cuma mbayar kira kira 550 Rp/Kwh .
> sebelum tahun 2000 kemarin ada beberapa Proyek Geothermal yang
> ditunda/dinegosiasi/dihentikan karena "Mahal"  akibatnya si Geothermal 
ini
> "matisuri" , Proyek proyek tsb natara lain Salak Unit 4-6 , Darajat Unit 
2-3
> , Wayang windu , Dieng , Patuha,karaha Bodas , Dieng dan Bedugul Bali ,
> kalau dilihat harga yang ditawarkan waktu itu antara 6,95 - 8.46 c$/Kwh 
,
> kalau kita lihat sekarang ( SK Menteri diatas ) ternyata harga untuk
> menyediakan Listrik (BPP) di Jawa Bali ini sekarang ( 2008 )  sudah 
diatas >
> 8,4 c$/Kwh bahkan dibeberapa tempat mencapai 11 c$/Kwh. Belum yang di
> Sumatera Utara , di Sarulla cuma dipatok kurang dari  7 c$ , padahal BPP
> disini sudah > 20 c$, Nah kalau si Geothermal ini dulu dibiarkan hidup
> sekarang ini sudah nyala semua dg harga listrik yang lebih rendah dan 
harga
> sangat stabil tidak ada pengaruh pasar internsional spt Migas atau 
Batubara
> , dan Tidak ada pengaruh Iklim spt Air atau faktor cuaca yang lain ( 
angin ,
> sinar matahari ) , ( Lha wong Geothermal ini Tidak laku dijual / di 
ekspor
> kok. ), Inilah akibat Kebijakan yg tidak Bijak ,. mbolak mbalik lan 
mbulat
> mbulet, istilahe Pakde diberi hati ngrogoh ampela....
> Lha sekarang ini lagi klabakan bikin Proyek Percepatan Pembangkit 
Listrik
> 10.000 MW ke 2 ( yg pertama dg Batubara) dg Fokus renewable energy /
> geothermal .  setelah ternyata harga batubara juga ikutan lari kencang
> nyusul menyusul dg  Migas.Perlu diketahui untuk Proyek Geothermal yang 
baru
> ( mulai dari Eksplorasi untuk  daerah baru paling sedikit dibutuhkan 
waktu 5
> tahun ) , potensi Geothermal ini jauh dari yang ada sekarang ini kalau
> semuanya di optimalkan ( low , medium , high enthalphy ) yang sekarang 
ini
> baru yang high enthalpy saja.
> Geothermal ini adalah SDE yang berbasis geosains jadi peran pergeologian
> cukup besar , jangan jangan nanti akan terjadi spt di Migas kekurangan 
SDM
> yang pengalaman untuk menggeber eksplorasi/eksploitasinya.
> Kalau kita lihat Blue print energy rasanya spt lihat Blue energi , 
teorinya
> bagus realitasnya msh jauh ..
>
> ISM
> ----- Original Message ----- From: "Andang Bachtiar" 
<[EMAIL PROTECTED]
> >
> To: <[email protected]>
> Sent: Sunday, June 29, 2008 8:54 PM
> Subject: Re: [iagi-net-l] OK, kita bicara Energi -->masuk lagi
>
>
> Dari Blue Print Energi Indonesia 2005-2025 saya dapatkan angka-angka 
sbb:
>>
>> 2003: (fakta)
>> oil: 42.4%
>> gas: 26.5%
>> coal: 14.1%
>> hydro: 3.4%
>> geoth: 1.4%
>> EBT: 0.2% (energi baru dan terbarukan)
>>
>> 2025: (rencana)
>> oil: 26.2%
>> gas: 30.6%
>> coal: 32.7%
>> hydro: 2.4%
>> geoth: 3.8%
>> EBT: 4.4% (termasuk: mikrohidro, biofuel, solar, wind, fuelcell, 
biomass,
>> dan nuklir)
>>
>> Kalau sampeyan tanyakan bagaimana peran migas di menjelang 2030 nanti,
>> maka begitulah kawan-kawan kita di pemerintahan memposisikannya. Masih
>> migas-sentris, yakni total masih 56.6% mereka harapkan energi kita dari
>> migas. Entahlah, bagaimana caranya kawan-kawan tersebut menghitung
>> sumberdaya (resources) migas, dan bagaimana merencanakan pengkonversian 
dari
>> sumberdaya tersebut menjadi cadangan, saya juga kurang jelas, karena di
>> dalam dokumen-dokumen terkait blue print tersebut tidak saya temukan
>> academic paper yang bisa menjawab asumsi-asumsi dasar pembuatan 
prediksinya
>> (terutama mengenai sumberdaya versus cadangan tersebut). Kalau mereka 
hanya
>> mengandalkan pada angka-angka reserves (seperti yang selama ini mereka
>> lakukan), nampaknya tidak mungkin mereka berani keluar dengan angka 
begitu
>> tinggi untuk migas dalam energy-mix blueprint 2025 tsb, karena dari 
existing
>> reserves kita tahu persis bahwa 8BBO kita akan habis menjelang 2030 
tersebut
>> (dg asumsi 1MMBOPD produksi).
>>
>> Blueprint tersebut juga memperlihatkan bahwa ada ketidak-relaan dari
>> sebagian kalangan birokrasi (yang terkait dengan bisnis, tentunya) 
untuk
>> cepat-cepat mempreteli ketergantungan kita terhadap migas (regardless 
asumsi
>> dasar resources vs reservesnya juga tidak jelas). Kelihatannya hanya 
membabi
>> buta untuk selalu stick-to-oil/gas ...... Karena apa? Mungkin 
sinyalemen
>> sementara dari bisik2 tetangga bahwa subsidi-subsidi dan marjin-marjin 
yang
>> didapatkan dari supply migas untuk listrik, untuk industri, dan untuk 
energi
>> secara keseluruhan masih terlalu menggiurkan untuk dihilangkan begitu 
saja
>> dari skenario. Mungkin juga banyak pihak-pihak yang berkuasa dan punya 
akses
>> mendapatkan banyak keuntungan dari tetap mempertahankan ketergantungan 
kita
>> terhadapa migas tersebut. Entahlah. Perlu analis ekonomi dan politisi 
untuk
>> membahas hal tersebut.
>>
>> Kalau soal siap-atau-tidak-siap, sejauh menyangkut pengetahuan kita
>> bersama tentang sumberdaya kebumian Indonesia terkait dengan energi
>> tersebut, selalu dengan berani dan lantang kita teriakkan: kita punya
>> geothermal melimpah, kita punya coal melimpah, kita punya cbm seabregh, 
....
>> tapi infrastruktur ekonomi-bisnis yang ada selalu (dibikin supaya) 
tidak
>> memungkinkan untuk memngembangkannya (sorry: ini pendapat yang sangat
>> pribadi). Kalau memang mau, kita alihkan saja subsidi minyak yang untuk 
PLTD
>> ke geothermal, sehingga semua potensi geothermal kita tergarap dan
>> keseluruhan 27K MW bisa direalisasikan. Kalau tidak salah, masalahnya 
khan
>> selama ini harga beli listriknya PLN masih lebih rendah ongkos 
produksinya
>> geothermal, shg sebenarnya kasusnya sama dengan minyak kita,.. harga 
beli
>> masyarakat masih lebih rendah daripada keseluruhan harga jual minyak 
yang
>> makin meningkat.
>>
>> Salam
>>
>> adb
>>
>>
>> ----- Original Message ----- From: "Rovicky Dwi Putrohari" <
>> [EMAIL PROTECTED]>
>> To: <[email protected]>
>> Sent: Monday, June 30, 2008 9:44 AM
>> Subject: [iagi-net-l] OK, kita bicara Energi -->masuk lagi
>>
>>
>> On Mon, Jun 30, 2008 at 10:29 AM, Andang Bachtiar 
<[EMAIL PROTECTED]>
>>> wrote:
>>>
>>>>
>>>> hadir
>>>>
>>>
>>> Hadduh telat Kang ... push-up !! ... wupst !!!
>>>
>>> Nah Kang ADB, kita coba berbicara energi saat ini di Indonesia, juga
>>> proyeksi 25 tahun lagi (2030). Aku rasa akan cross disciplines juga di
>>> IAGI-net. Mulai dari Peminyakan, Geothermal, Batubara (Tambang),
>>> beserta tumpang dan tindihnya dengan konvservasi lingkungan. Dan
>>> tentunya akan ada tindihan hidrologi. Btw, pernah geothermal
>>> diubrek-ubrek karena menggunakan "air tanah" walau hanya "uap"nya :(
>>> duh !
>>>
>>> Sebagai gambaran awal saja dari BP statistic. Energy uses di Indonesia 
:
>>> (Tahun 2006 - Million Tonne Oil Equivalent )
>>> Oil 53.4
>>> Natural Gas 31.5
>>> Coal 24.2
>>> Nuclear Energy -
>>> Hydro electric 2.4
>>> Total 111.4
>>>
>>> (tahun 2007)
>>> Oil 54.4
>>> Natural Gas 30.4
>>> Coal 27.8
>>> Nuclear Energy -
>>> Hydro electric 2.0
>>> Total 114.6
>>>
>>> Nah menurut Kang ADB (dn juga rekan lain), bagaimana peran MIGAS dalam
>>> transisi energi ditahun 2030 nanti ? Apakah Minyak masih bisa
>>> dipertahankan hingga 10-20 tahun lagi sebelum energi lain mampu
>>> menggantikannya ?
>>> Apa energi primer kandidatnya ? Batubara ?
>>> Bagaimana kira-kira dampak lingkungan (environmentalist bila batubara
>>> di boost sebagai energy primer ?)
>>> Siapkan Geothermal ?
>>> Ataukah Natural Gas dipakai di dalam negeri saja ?
>>>
>>> RDP
>>>
>>>
>>> 
--------------------------------------------------------------------------------
>>> PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
>>> * acara utama: 27-28 Agustus 2008
>>> * penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
>>> * pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
>>> * batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
>>> * abstrak / makalah dikirimkan ke:
>>> www.grdc.esdm.go.id/aplod
>>> username: iagi2008
>>> password: masukdanaplod
>>>
>>>
>>> 
--------------------------------------------------------------------------------
>>> PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
>>> * pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
>>> * penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
>>> AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
>>>
>>>
>>> 
-----------------------------------------------------------------------------
>>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>>> No. Rek: 123 0085005314
>>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>>> No. Rekening: 255-1088580
>>> A/n: Shinta Damayanti
>>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>> ---------------------------------------------------------------------
>>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no 
event
>>> shall IAGI and its members be liable for any, including but not 
limited to
>>> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, 
resulting
>>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection 
with the
>>> use of any information posted on IAGI mailing list.
>>> ---------------------------------------------------------------------
>>>
>>>
>>
>>
>> 
--------------------------------------------------------------------------------
>> PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
>> * acara utama: 27-28 Agustus 2008
>> * penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
>> * pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
>> * batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
>> * abstrak / makalah dikirimkan ke:
>> www.grdc.esdm.go.id/aplod
>> username: iagi2008
>> password: masukdanaplod
>>
>>
>> 
--------------------------------------------------------------------------------
>> PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
>> * pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
>> * penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
>> AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
>>
>>
>> 
-----------------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> ---------------------------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no 
event
>> shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited 
to
>> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, 
resulting
>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with 
the
>> use of any information posted on IAGI mailing list.
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>>
>
>
> 
--------------------------------------------------------------------------------
> PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
> * acara utama: 27-28 Agustus 2008
> * penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
> * pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
> * batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
> * abstrak / makalah dikirimkan ke:
> www.grdc.esdm.go.id/aplod
> username: iagi2008
> password: masukdanaplod
>
>
> 
--------------------------------------------------------------------------------
> PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
> * pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
> * penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
> AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
>
>
> 
-----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event 
shall
> IAGI and its members be liable for any, including but not limited to 
direct
> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from 
loss
> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of 
any
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



This e-mail message is intended only for the use of the named recipient. 
Information contained in this e-mail message and its attachment may be 
privileged,confidential and protected from disclosure. If you are not the 
intended recipient, any copying, disclosure, reproduction, distribution or use 
of this communication is strictly prohibited. Please notify the sender of your 
receipt of the e-mail message by replying to the message and then delete it 
from your system.

Kirim email ke