2008/6/30  <[EMAIL PROTECTED]>:
> Mentri Ristek bilagn pemerintah menjajagi ethanol dari singkong beracun.
> Apakah ini serius ?.
> Kalau serius boleh juga itu, bisa jadi padat karya, dan bisa dikerjakan
> jadi home industri dan pemerataan pendapatan rakyat.

Bisa jadi ini serius, karena memanfaatkan "telo mukibat", yang konon
beracun (cianide).
Yang menjadi perhatian adalah ketika ini muncul sebagai "industri
baru", ijinnya ke Menteri Pertanian, Menteri Energi atau Menteri
perindustrian ?
Btw, satu hal yang menjadi kendala dalam pengembangan "minyak
sinthetis" ini adalah keekonomian.... mirip BE :). Pengembangan minyak
jarak terkendala pada harga beli biji jarak dari petani. Kalau dibeli
murah itu bisa dianggap "meroda-paksa" energi pak tani, semestinya Pak
Tani juga memperoleh hasil yang bagus. Jangan sampai petaninya ngga
untung lah
Bioenergy (minyak jarak) ini kesalahannya pada harga jual yang
ditentukan lebih dahulu sebelum harga bahannya diketahui. Karena nilai
jualnya dikatakan lebih murah dari Diesel, maka harga ditekan-tekan
terus sampai akhire korbannya ya harga beli biji dari petani yang
paling terkena getah.

Sebagai usaha padat karya mungkin akan mengatasi soal keekonomian
perijinan dan lain-lain, namun harus diajarkan juga sisi pengelolaan
lingkungan. limbah Cianide ini bukan hal mudah. Lah wong itu racun
paling berbahahahahahaya je

Salam
rdp

--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod

--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!

-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke