Saya mendapatkan fotokopi Eerste Afdeeling dari Java itu juga dari perpustakaan PSG (dulu P3G, atau Direktorat Geologi) sudah lama sekali. Dan entah mengapa, sudah lupa, pada waktu itu saya hanya mendapatkan yang Tweede Afdeeling nya saja. OK kalau begitu saya akan persiapkan fotokopinya. Kelihatannya Pak Rovicky juga punya buku aselinya dari Eroica dan J.Ph Poley itu, karena di blog-nya ditampilkan cover buku tsb.
RPK
----- Original Message ----- From: "Awang Satyana" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, March 10, 2009 2:31 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Jan Reerink (1871) dan Tantangan Eksplorasi Jawa


Pak Koesoema,

Sayang sekali saya tak punya buku Junghuhn (1850-1854) itu, baik fotokopinya apalagi aslinya. Saya dulu membaca buku-buku Junghuhn (asli) saat masih kuliah di Bandung di perpustakaan P3G. Karena senang mencatat dan fotokopi masih terasa mahal saat itu karena harus difotokopi di perpustakaan itu; maka keterangan tentang Junghuhn hanya catatan-catatan lepas saja.

Bila Pak Koesoema mencari buku Junghuhn yang eerste afdeeling (bagian pertama), pasti perpustakaan P3G (sekarang PSG) akan mau memfotokopikannya untuk Pak Koesoema; semoga buku aslinya masih tersimpan dengan baik di sana.

salam,
awang

--- On Tue, 3/10/09, R.P.Koesoemadinata <[email protected]> wrote:

From: R.P.Koesoemadinata <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Jan Reerink (1871) dan Tantangan Eksplorasi Jawa
To: [email protected]
Date: Tuesday, March 10, 2009, 2:14 PM

Pak Awang:
Kalau mau kita tukar tambah fotokopi Eroica dengan fotokopi Junghun Java
Eerste Afdeeling. Tweede afdeelingnya saya sudah punya fotocopynya. Kalau
setuju saya siapkan fotokopinya Eroica
RPK
----- Original Message ----- From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, March 10, 2009 1:51 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Jan Reerink (1871) dan Tantangan Eksplorasi Jawa


Ini summarynya :
Eroïca: The Quest for Oil in Indonesia (1850-1898) (Kindle Edition)

A tribute to the pioneers of oil exploration in Indonesia (1850–1898). Using
authentic reports, diaries, relevant texts, personal notes and pictures,
Poley brings to life the heroic efforts of Reerink (Cheribon, W. Java),
Zijlker and Kessler (Deli, NE Sumatra), Stoop (Surabaya and Rembang, E
Java), Menten (Kutei, E Kalimantan), Kessler and IJzerman (Palembang, SE
Sumatra), and their crews. They faced almost insurmountable odds in many
locations: an impenetrable, cruel jungle, an inclement climate, tropical
diseases, technical mishaps, financial restrictions, and, last but not
least, government and legal constraints. There was no geological science to
guide them, and drilling technology was still in its infancy. Yet it was
their vision and perseverance which finally put Indonesia on the world map
of oil-producing nations, and which contributed materially to the
development of today’s life of luxury. Much of the present text and several
of the pictures are here presented for the first time to the general public
Thanks Pak Awang, Pak Koesoema.
Langsung masuk http://geoblogi.iagi.or.id :)

RDP


2009/3/10 R.P.Koesoemadinata <[email protected]>

Silahkan kalau mau fotocopy, karena sangat lengkap termasuk SK izin2-nya
serta surat2 keputusan pemerintah Penjajahan Belanda mengenai explorasi
dan
exploitasi minyak bumi.
Tadinya saya kira Pak Awang itu mengutip dari buku itu, karena apa yang
diceritakan Pak Awang itu ada semua di buku tersebut.
Wassalam
RPK
----- Original Message ----- From: "Awang Satyana"
<[email protected]
>
To: <[email protected]>; "Geo Unpad"
<[email protected]>; "Forum
HAGI" <[email protected]>; "Eksplorasi BPMIGAS" <
[email protected]>
Sent: Monday, March 09, 2009 12:04 PM

Subject: Re: [iagi-net-l] Jan Reerink (1871) dan Tantangan Eksplorasi Jawa


Pak Rovicky,

Sumber tulisan saya, sebagaimana biasanya, banyak dan campur2. Tentang Jan
Reerink ini salah satunya saya ambil dari website CCOP bab Indonesia
tentang
sejarah eksplorasi di Indonesia, dikonfirmasi oleh beberapa buku seperti
van
Bemmelen (1949) vol. IB dan beberapa buku serta laporan lain.

Sumber seperti yang disebutkan Pak Koesoema (Poley, 2000) saya pikir akan
sangat baik; kapan-kapan barangkali saya boleh fotokopi bukunya bila
diizinkan.

Akan halnya Telaga Tunggal, tokoh yang terkenal adalah Jan Zijlker (nama
Jan adalah nama "pasaran" orang Belanda). Tahun 1880, ia
ditugaskan
atasannya mengunjungi sebuah perkebunan tembakau di Sumatra Utara. Jan
Zijlker adalah manager of the East Sumatra Tobacco Company. Di sana, ia
melihat penduduk setempat (Langkat) menggunakan obor dengan suatu zat
untuk
membuatnya tahan lama menyala. Zijlker mengenal zat itu sebagai minyak
tanah.

Selidik punya selidik, ia mengetahui bahwa minyak yang digunakan penduduk
berasal dari sebuah rembesan minyak yang keluar dari kebun tembakau. Tak
berpikir lama lagi, instink bisnisnya berjalan, ia segera mendapatkan
konsesi sebuah wilayah bernama Telaga Said di wilayah Langkat di mana
rembesan minyak itu berada. Konsesi itu ia dapatkan dari Sultan Langkat.
Dengan eksplorasi sederhana dimulailah pekerjaan berburu minyak. Usahanya
ini mendapatkan dukungan Pemerintah Belanda.

September 1884 (perhatikan bukan 1885 - tahun 1885 adalah tahun yang
selama
ini digunakan sebagai angka tahun mulainya sejarah perminyakan di
Indonesia)
sebuah sumur pertama di Sumatra bernama Telaga Tunggal-1 di Sumatra
Timurlaut sukses menemukan minyak. Sesuai aturan pemerintah saat itu,
konsesi Telaga Said beralih ke Royal Dutch (sebuah perusahaan milik
Kerajaan
Belanda untuk mengeksploitasi minyak di Indonesia) pada September 1890.
Tiga
bulan kemudian, Zijlker meninggal dunia (Desember 1890), apakah ia
meninggal
karena kecewa melihat sukses beralih dari tangannya, bisa diselidiki lebih
jauh.

Maka jelas, bahwa Maja-1 (Cibodas Tangat-1) lebih dulu dibor (1871)
daripada Telaga Tunggal-1 (1884).

Seorang sahabat pena saya, generasi ke-3 dari orang-orang Amerika dan
Belanda yang mengembangkan Telaga Said pada akhir abad ke-19 dan awal abad
ke-20, baru-baru ini mengirimkan foto-foto lama tentang suasana Telaga
Said
saat itu, foto-foto itu warisan dari kakek buyutnya yang dulu bekerja di
Telaga Said. Foto2 ini tak pernah dipublikasikan sebelumnya tentu.

Sejarah perminyakan di Indonesia dimulai oleh para independen yang berani
seperti Jan Reerink (1871) dan Jan Zijlker (1880). Mungkin kita perlu
melihat lagi bahwa sejarah perminyakan Indonesia dimulai bukan dari 1885,
tetapi lebih awal lagi.

salam,
awang

--- On Mon, 3/9/09, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> wrote:

From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Jan Reerink (1871) dan Tantangan Eksplorasi Jawa
To: [email protected], "Geo Unpad"
<[email protected]>, "Forum
HAGI" <[email protected]>, "Eksplorasi BPMIGAS" <
[email protected]>
Date: Monday, March 9, 2009, 10:18 AM

Kalau boleh tahu yg dicritakan kembali PakAwang ini dari mana
sumbernya ?. Kisahnya sangat menarik.  Bagaimana dengan sumur Telaga
tunggal di Sumut ? Mana yg lebih dulu ?

Btw saya sedang berusaha memindahkan artikel2 geoblogi.wordpress.com
ke geoblogi.iagi.or.id . Adakah yg tertarik menjadi pengelola besama ?

Salam
Rdp

On 3/9/09, Awang Satyana <[email protected]> wrote:

Pak Syaiful,

Saya tak punya referensi aslinya, saya menemukan dua nama (Madja-1 dan
Tjibodas Tangat-1) dari laporan2 tidak dipublikasikan yang digunakan

untuk

sumur eksplorasi pertama di Indonesia itu. Saya tak yakin bahwa ada

laporan2

resmi untuk sumur2 yang dibor Jan Reerink sebab pada zaman itu belum
ada
perusahaan minyak Belanda di Indonesia. Meskipun demikian, kawan2 dari
Pertamina EP atau Pertamina Cirebon barangkali bisa memberikan
informasi
lebih lanjut.

Maja dan Cibodas adalah dua nama tempat di lereng barat Ciremai, bisa
dicapai dari Majalengka ke Cikijing melalui jalan kabupaten. Cikijing

adalah

nama tempat di tepi jalan raya dari Kuningan ke Ciamis.

salam,
awang
--- On Mon, 3/9/09, [email protected]

<[email protected]>

wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Jan Reerink (1871) dan Tantangan Eksplorasi
Jawa
To: "Milis PP-IAGI" <[email protected]>
Date: Monday, March 9, 2009, 2:09 AM

Cerita yg menarik dan memberikan motivasi. Jadi, pak Awang, satu sumur
pertama
tsb punya dua nama: Madja-1 dan Tjibodas Tangat-1? Kalau boleh tahu,
referensinya apa? Apakah masih ada semacam 'laporan pemboran'

(tentu

dalam Bahasa Belanda ya) atau data/sketsa jaman dulu?

Salam,
Syaiful

Mohammad Syaiful
* handphone: +62-812-9372808
* business: [email protected]

-----Original Message-----
From: Awang Satyana <[email protected]>

Date: Sun, 8 Mar 2009 10:38:59
To: IAGI<[email protected]>; Forum
HAGI<[email protected]>;

Geo

Unpad<[email protected]>; Eksplorasi
BPMIGAS<[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] Jan Reerink (1871) dan Tantangan Eksplorasi Jawa

Jan Reerink adalah seorang anak laki-laki saudagar penggilingan beras
pada
zaman Belanda di Indonesia pada paruh kedua abad ke-19. Reerink
ditugaskan
ayahnya menjaga sebuah toko kelontong di Cirebon. Tetapi, Reerink
selalu
melamunkan penemuan minyak seperti yang dilakukan Kolonel Drake di
Pennsylvania pada tahun 1857. Akhirnya, sebuah berita ia terima bahwa

ada

rembesan minyak keluar dari lereng barat Gunung Ciremai di kawasan
Desa
Cibodas,
Majalengka. Reerink berketetapan hati akan membor rembesan minyak itu.

Sebagai seorang dari keluarga pedagang, Jan Reerink tak menemui
kesulitan
dalam
melobi Nederlandsche Handel Maatschappij (perusahaan dagang Belanda)
untuk
menyokong usahanya mencari minyak. Setelah sokongan diperoleh, Reerink

pergi

ke
Amerika Serikat dan Kanada mengumpulkan peralatan bor dan tenaga
kerjanya.

Reerink kemudian kembali ke Cirebon dan segera pergi ke lereng barat

Ciremai

di
mana rembesan minyak dilaporkan. Di sana, menggunakan menara bor
bergaya
Pennsylvania, seperti yang digunakan Kolonel Drake mengebor sumur
minyak
pertamanya di dunia di Titusville, Reerink mengebor sebuah sumur
mencari
minyak.
Saat itu bulan Desember 1871 dan tercatat dalam sejarah perminyakan
Indonesia
sebagai tahun sumur eksplorasi minyak pertama dibor di Indonesia.

Sumur pertama itu dinamai Madja-1 atau Tjibodas Tangat-1. Tali, bukan

pipa,

digunakan untuk menggerakkan mata bor. Tidak ada pipa selubung atau

casing.

Kedalaman sumur pertama itu hanya 125 kaki. Tenaga penggerak berasal
dari
generator yang dihela beberapa ekor kerbau. Sumur pertama ini
menemukan
minyak
walaupun sedikit. Reerink kemudian membor tiga sumur lagi di Cibodas
dan

dua

di
antaranya menemukan sedikit minyak.

Merasa penasaran belum menemukan minyak dalam jumlah besar, Reerink

berpikir

bahwa peralatan bornya kurang tenaga, sumur-sumur harus dibor lebih
dalam.
Maka
Reerink pun kembali ke Amerika. Di sana ia membeli peralatan bertenaga

uap,

sebagai pengganti tenaga kerbau. Tahun 1874, Reerink memulai periode
kedua
kegiatan pemborannya. Dengan dua mesin bertenaga uap, Reerink mengebor
beberapa sumur di Panais, Madja, dan Tjipinang. Semuanya berlokasi di

lereng

barat Gunung Ciremai, sayang semuanya gagal.

Sampai tahun 1876, Reerink terus berusaha mengebor di wilayah ini.
Nederlandsche Handel Maatschappij (terakhir kemudian menjadi Royal
Dutch
Shell)
telah mengeluarkan 225.000 gulden dan Reerink sendiri mempertaruhkan
uang
pribadinya sebanyak 100.000 gulden. Sebenarnya Reerink masih ingin

berusaha

setelah sebanyak 19 sumur eksplorasi dibornya di lereng Ciremai,
tetapi
perusahaan dagang Belanda itu tak mau lagi menyokong dananya.

Pada akhir Juli 1876, Reerink kembali ke tokonya dan mengubur mimpinya
menemukan dan menjadi saudagar minyak. Meskipun demikian, Jan Reerink

patut

dikenang sebagai eksplorasionis pertama di Indonesia yang serius
mencari
minyak.
Reerink hidup sampai tahun 1923.

Tahun 1939, penemuan komersial pertama ditemukan di wilayah ini, lebih
ke
utara
dari wilayah di mana Reerink mengebor sumur-sumur eksplorasinya. BPM
(Bataafsche
Petroleum Maatschappij) menemukan minyak komersial pertama di Jawa
Barat

di

Lapangan Randegan. Berturut-turut, kemudian penemuan lapangan-lapangan
penting
terjadi di wilayah ke utara dan barat dari Randegan, bukan ke selatan

menuju

Ciremai.
Meskipun demikian, minyak-minyak dari sumur-sumur Reerink masih
mengalir

dan

sampai sekarang dimanfaatkan penduduk setempat. Apakah Ciremai,
Kuningan,
Majenang, dan Banyumas tak perlu dilihat lagi kemungkinannya sebagai

wilayah

minyak ? Salah. Justru wilayah tinggian struktur dari
Majalengka-Banyumas
ini
merupakan salah satu wilayah terkaya akan rembesan minyak di Pulau
Jawa.

Dan

rembesan minyak selalu lebih positif daripada negatif dalam membimbing
eksplorasi.

Sebuah keunikan geologi, tektonik,volkanisme, dan petroleum system
terjadi
di
wilayah dari Majalengka-Banyumas. Jan Reerink tidak salah
mempertaruhkan
uang
pribadinya di lereng Ciremai. Ia belum beruntung saja. Keuntungan

barangkali

akan berpihak kepada para eksplorasionis masa mendatang yang berani
keluar
dari
wilayah-wilayah klasik perminyakan. Sains dan keberanian diperlukan
dalam
hal
ini.

Perburuan telah dimulai dengan meneliti kembali minyak sumur-sumur Jan
Reerink,
diteliti karakteristik geokimianya. Ini titik ikat sebelah baratlaut
(Majalengka). Hal yang sama dilakukan atas rembesan-rembesan minyak di
Banyumas,
ini adalah titik ikat selatan (Banyumas). Setelah kedua titik ikat
ditentukan,
mulailah para eksplorasionis berkutat dengan data dan sains, dst.,
dst.

Jawa masih menyimpan banyak misteri. Minyak tak hanya ada di
cekungan-cekungan
produktif saat ini.

Salam,
awang








--
Sent from my mobile device

Tempe anget :


http://tempe.wordpress.com/2009/03/04/dalam-politik-itu-yang-bagus-hanya-satu-menang/



--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...


--------------------------------------------------------------------------------
tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
akan dilaksanakan di Semarang
13-14 Oktober 2009


-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted
on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI
and
its members be liable for any, including but not limited to direct or
indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use,
data or
profits, arising out of or in connection with the use of any information
posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------









__________ NOD32 3917 (20090307) Information __________

This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com




--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...


--------------------------------------------------------------------------------
tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
akan dilaksanakan di Semarang
13-14 Oktober 2009


-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI and its members be liable for any, including but not limited to
direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from
loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------




--
Tempe anget :
http://tempe.wordpress.com/2009/03/04/dalam-politik-itu-yang-bagus-hanya-satu-menang/





__________ NOD32 3917 (20090307) Information __________

This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com


--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
akan dilaksanakan di Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------









__________ NOD32 3917 (20090307) Information __________

This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com


--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
akan dilaksanakan di Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke