http://nasional.vivanews.com/news/read/68943-lumpur_serang_berbeda_dengan_sidoarjo
Semburan Lumpur di Serang Lumpur Serang Berbeda Dengan Sidoarjo Meski akan berhenti, tetapi sebaiknya memang segera ditutup. SELASA, 23 JUNI 2009, 08:30 WIB Amril Amarullah VIVAnews - Ketua Masyarakat Migas Indonesia, Andang Bakhtiar menyatakan, luapan lumpur Serang berbeda dengan lumpur Sidoarjo, sehingga warga diminta tidak perlu panik dan khawatir akan melebar. "Berbeda dan pergerakannya lambat, sehingga kami sarankan warga tidak perlu khawatir berlebihan," kata Andang Bakhtiar saat dihubungi VIVAnews, Selasa 23 Juni 2009. Menurut Andang, lumpur di Serang ini tidak tahu akan berapa lama akan berhenti, tidak seperti di Sidoarjo yang terus mengeluarkan letupan-letupan. Tetapi memang sebaiknya segera di tutup, karena lumpur ini mengandung gas metan yang berbahaya. "Dinas terkait harus segera menangani semburuan ini, saya khawatir bila tidak bisa berbahaya untuk kesehatan dan keselamatan penduduk sekitar," kata Andang. Semburan ini pertama kali muncul saat terjadi ledakan pertama sekitar pukul empat dini hari. Warga pun langsung menyemut di lokasi semburan. Ketinggian semburan hingga mencapai puncak pohon kelapa atau sekitar 20 meter. Sesaat mendengar ledakan dan melihat semburan, warga pun langsung melapor ke polisi dan Badan Pembina Desa atau Babinsa. Saat kejadian pertama itu, aparat Lurah setempat tidak berada di lokasi. Saat ini, warga sudah memampatkan pusat semburan dengan sekitar 300 karung berisi pasir dan batu. Warga juga sudah melokalisir area semburan dengan karung-karung itu. • VIVAnews 2009/6/22 oki musakti <[email protected]> > Apabila (muga-muga jangan) Luser (Lumpur Serang) dan Luci (Citatah) > tiba-tiba berubah menjadi bencana berskala Lusi, apakah kira-kira kontraktor > pengeborannya juga akan dikuya-kuya model Lapindo....????? > > > > --- On Tue, 23/6/09, [email protected] <[email protected]> wrote: > > From: [email protected] <[email protected]> > Subject: Re: [iagi-net-l] Semburan Gas-Lumpur di Serang > To: [email protected] > Received: Tuesday, 23 June, 2009, 4:26 AM > > Pak Andang, > > Apakah juga mungkin semburannya berasal dari akifer air artesis yang > mungkin saja terpanaskan oleh intrusi andesit(dike) yang dangkal sehingga > menyebabkan terbentuknya reservoir hidrotermal ? Kalau baunya beraroma > telur besuk ada kemungkinan kandungan belerang seperti air panas di > Ciater. Disekitar Cisolok - Banten (beberapa km utara Pelabuhan Ratu) > terdapat potensi geotermal yang saat ini sedang di eksplorasi. Volkanisme > disekitar Serang mungkin saja bisa punya andil dalam semburan ini. > > Salam > Andri Subandrio > > > > > > Mudah-mudahan ada manfaatnya bagi yang membaca. Saya coba tampilkan 3 > > gambar yang menjelaskan apa yang kemungkinan terjadi dengan pemboran air > > di Walikukun, Carenang, Serang Banten yg akhirnya hari Sabtu yg lalu > > mengeluarkan gas dan lumpur sampai sekarang (lihat berita terlampir). > > > > Lokasi Kampung Astana Anyar tersebut di peta geologi terletak di daerah > > dataran alluvial Sungai Ciujung - Cidurian, yaitu sungai2 Holocene yang > > mengalir selatan utara dr daerah tinggian gunung api Jawa Barat ke arah > > pantai utara Jawa. Selain itu dari setting tektoniknya, dia juga berada > di > > daerah Tinggian Tangerang yang di beberapa literatur juga disebut menerus > > dengan Platform Seribu di utaranya. Di bagian timurnya kita dapati > Ciputat > > Low dan di Selatannya kita dapati Rangkas Low. Sungai Ciujung sendiri > > kemungkinan dikontrol oleh pola bidang lemah kelurusan patahan > > utara-selatan yang menjadi ciri khas pola cekungan di daerah tersebut. > > Sumur2 yang pernah dibor di sekitar daerah ini adalah Cileles-1, > > Rangkasbitung-1, dan Tangerang-1 di selatan dan tenggara daerah > "rembesan" > > gas-lumpur Serang ini. Cileles punya oil/gas show, sementara > > Rangkasbitung-1 dan Tangerang-1 laporannya dry hole saja. Tangerang-1 > (dan > > Rangkasbitung-1 juga) dibor di daerah yang dianggap tinggian, walaupun > > delineasinya masih masuk di dalam bagian tepi dari cekungan NWJava Basin. > > Di sebelah barat dari lokasi Gas-Mudflow Serang juga didapatkan data > > rembesan minyak dari data Belanda (didaptkan waktu survey permukaan > > Pertamina-Repsol tahun 90-an). Meskipun di daerah tinggian, besar > > kemungkinan rembesan2 minyak (seperti yang dilaporkan oleh Belanda > > tersebut) juga menggejala di sekitar daerah Tangerang High- Seribu > > Platform ini. Artinya, komponen petroleum system: SR, maturity, migrasi > > ===> semuanya sudah terpenuhi. Tinggal dicari reservoir, seal dan > trapping > > nya yang suitable, apakah ada di daerah tersebut? > > > > Pemboran air yang akhirnya mengeluarkan gas dan lumpur di Serang ini > > nampaknya kemungkinan bisa berasal dari dua sumber: 1) dari lapisan > > alluvial Ciujung Holocene yang kemungkinan merupakan gas rawa biogenic > > yang diakibatkan oleh proses fermentasi suhu rendah tapi kaya organik dan > > kondisi reduksi,.. dan kemungkinan no 2) dari lapisan Parigi Limestone > > yang mengandung isi BIOGENIC GAS seperti yang didapatkan di lapangan2 BP > > di offshore. Di daerah tinggian Tanggerang - Seribu Platform ini begitu > > anda mengebor permukaannya maka dibawah alluvial akan anda temukan > lempung > > tebal Formasi Cisubuh yang merupakan batuan penutup yang ideal. > Masalahnya > > adalah: seberapa tebal alluvial recent-nya? Apakah 30-40 meter sudah > habis > > alluvial Ciujungnya, kemudian langsung masuk ke lempung Cisubuh s/d 70 > > meter kemudian di 70 meter menembus Gamping Parigi yang berisi Gas > > Biogenic? Kalau memang begitu kasusnya maka gas yang sekarang keluar akan > > terus menerus keluar karena resourcesnya akan jauh lebih besar dari > > sekedar gas rawa endapan alluvial biasa yang dalam 1-2 minggupun > > kemungkinan akan depleted. Apalagi kemungkinan adanya tekanan yang > > direpresentasikan dengan tingginya semburan s/d 15 meter kemudian terjadi > > intermittent variation dari tinggi semburan, kesemuanya mengindikasikan > > adanya sistim tekanan yang kemungkinan lebih besar daripada sekedar > > tekanan fasa gas di sistim terbuka gas rawa alluvial,... itu lebih > > mengindikasikan sisstim tekanan tertutup dari reservoir Parigi. > > > > Dua-dua alternatif interpretasi sama-sama mengindikasikan biogenic gas, > > bedanya adalah: kalau berasal dari alluvial, maka sistem tekanannya akan > > ringan (terbuka, cepat habis),...sementara kalau berasal dari Parigi, > maka > > sistim tekanannya tinggi, tertutup dan akan long-lasting. Bisa jadi > lubang > > akan bertambah besar untuk mengkompensasi sistim tekanan yang besar > > tersebut. > > > > Apakah kasus bawah permukaannya sama dengan Lumpur Sidoardjo? Less > likely. > > Kalau di luSi, kita berhadapan dengan mud-diapir,... ada lapisan > > lempung/lumpur tekanan tinggi Kalibeng Atas yang terus menerus aktif > > mengeluarkan lumpur ke permukaan. Sementara itu di Serang sini, tidak > > pernah tercatat analogi Cisubuh sebagai overpressure shale yang > > significant apalagi mud-diapir. Jadi,.. kemungkinan lumpur yang keluar > > merupakan hasil penggerusan dari lempung Cisubuh oleh gas dan air yang > > berasal dari Parigi Formation. Skenario hipotesis ini semua masih perlu > > dibuktikan dengan analisis lumpur (umur, kematangan, komposisi dsb), > > analisis air (asin tidaknya, dsb), dan tentunya analisis gas dan batuan > > lain yg keluar dr semburan (kalau2 memang ada bongkah gamping di dalamnya > > kemungkinan Parigi terlibat). > > > > Apapun penyebabnya, semburan tersebut harus ditutup untuk menyelmatkan > > kehidupan masyarakat di sekitarnya. Memang masih belum terbayang efeknya > > akan sebesar daerah Banjar Panji, akrena tipenya juga berbeda dan > > kedalamannya berbeda, tetapi bukan berarti kita bisa santai2 saja. TUTUP > > segera!!! Tentunya dengan menggunakan metodologi dan peralatan yang > sesuai > > kaedah2 keteknikan di Oil&Gas. Pertamina punya operasi di daerah Bekasi. > > CNOOC dan BP juga punya daerah operasi berdekatan di offshore daerah > > tersebut. Mudah2an lewat BPMigas - ESDM Pusat dan ESDM Provinsi bisa > > diusahakan untuk membantu masyarakat disana segera menangani semburan > > tersebut dengan menutupnya. Mumpung baru 3 hari. > > > > > > > > Lebih cepat ditangani lebih baik. Jangan hanya dijadikan komoditi > > perdebatan politik dan unjuk janji. Yang urusan di Porong saja belum > > selesai-selesai,.... jangan lagilah di Serang ini dijadikan ajang > > pertunjukan semata. Kasusnya mungkin ada kemiripan dengan yang di KalSel > 2 > > tahun yg lalu. Yang jelas, dalam hal ini tidak ada E&P Company yang > > terlibat seperti di Lengowangi (Petrochina), SumSel (Pertamina) == yang > > keduanya berhasil dijinakkan, dan di Porong (Lapindo) == yang masih > > berlangsung ..... Dan yang jelas, gak mungkinlah selesai hanya dengan > > ngejar2 kumpeni yang ngebor air untuk bertanggung-jawab. Semua pihak yang > > concern harus terlibat. > > > > > > > > Salam > > > > ADB > > > > ============================================= > > Minggu, 21/06/2009 15:56 WIB > > Lumpur di Serang Sempat Menyembur Setinggi 15 Meter > > Hery Winarno - detikNews > > > > Serang - Warga Kampung Astana Agung, Desa Walikukun, Kecamatan Carenang, > > Kabupaten Serang, Banten panik pada Sabtu (20/6/2009) dini hari. Mereka > > dikejutkan dengan semburan lumpur dan gas methan yang muncul tiba-tiba. > > Tinggi semburan lumpur itu sempat mencapai 15 meter. > > > > Salah seorang warga, Ny Laeli Sapuro, saat ditemui detikcom di lokasi > > semburan, Minggu (21/6/2009) menceritakan semburan lumpur dan gas berbau > > belerang itu terjadi pertama kali pada pukul 04.00 WIB Sabtu kemarin. > > Lumpur berpasir ini menyembur sangat tinggi. > > > > "Tinggi semburan bisa lebih dari 15 meter. Dari pohon yang paling tinggi > > itu, semburannya masih di atasnya itu lagi," kata Laeli sambil menunjuk > > sebuah pohon yang tingginya sekitar 10 meter. > > > > Laeli dan keluarganya sempat panik ketika mendengar dan melihat semburan > > itu. Maklum, rumah Laeli hanya berjarak sekitar 8 meter dari lokasi > > semburan itu. > > > > Menurut dia, semburan lumpur itu berasal dari lubang yang dibor untuk > > mencari air bersih. "Ada dua lubang yang sudah dibor. Satu lubang > mencapai > > kedalaman 100 meter. Sedangkan satu lubang lagi berkedalaman 70 meter. > > Nah, semburan lumpur itu berasal dari lubang yang berkedalaman 70 meter > > itu," ujar dia. > > > > Di kampung Laeli, warga sangat sulit untuk mendapatkan air bersih. Untuk > > memperoleh air bersih, maka warga harus mencari sumber air hingga > > kedalaman yang sangat dalam. Bila hanya menggali sumur puluhan meter, > maka > > air yang dihasilkan berasa asin. > > > > "Rencananya akan dibuat sumber air bersih untuk warga," kata Ny Laeli. > > Sumber air bersih itu juga akan digunakan untuk Pusat Kesehatan Desa > > (Puskesdes) yang sedang dibangun di samping lokasi semburan lumpur itu. > > > > Kini, pembangunan Puskesdes pun terganggu karena semburan lumpur > tersebut. > > Bahkan, gedung yang sedang dibangun itu juga makin tidak karuan. > > > > (asy/nrl) > > > > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2008-2011: > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... > > -------------------------------------------------------------------------------- > ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!! > yg akan dilaksanakan di Hotel Gumaya, Semarang > 13-14 Oktober 2009 > > ----------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted > on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall > IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct > or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss > of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any > information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > > > > > Access Yahoo!7 Mail on your mobile. Anytime. Anywhere. > Show me how: http://au.mobile.yahoo.com/mail

