2011/5/29 Ismail <[email protected]>

> Biasanya yang dilihat itu “ Siapa Yang Mengatakan“ daripada. “ Apa Yang
> Dikatakannya“
> Padahal subtansinya sami mawon
>

Kan sejak awal yang sering dipermasalahkan itu "KOMUIKASI" antara yang
berwenang dan yang ahli. Saya sendiri juga heran ketika Andi Arief aku
critain tentang Mikro atolnya Danny hilman beliau bilang, "Looh kok Danny
ngga cerita soal itu ya ?" ... Ah jangan-jangan ngga menyimak saja.
Padahal penjelasan Danny dengan Mikro Atol itu memperlihatkan bagaimana
periodisasi serta kejadian-kejadian gempa masa lalu yang direkam oleh alam.

Paling tidak saya sering mengatakan bahwa rekaman gempa masa lalu itu ada
tiga jenis.
*- Catatan Geofisika kegempaan.*
Rekaman detil sejak tahun 1950 (1960) dimana dicatat tiga hal utama yaitu
kapan terjadinya, lokasi (koordinat episenter) serta besarnya gempa. Ini
datanya bisa di donlod. Tentusaja ini sejak teori plate tektonik berkembang
dan alat perekam (Seismigraf) diketemukan berkembang.menjadi digital hingga
sekarang.
*- Catatan Sejarah*
Ini dari catatan sejarah manusia. Catatannya dalam rentang ratusan tahun
yang lalu, sejak manusia menulis dan mencatat. Pengetahuan (ilmu) Sejarah
sangat berperan disini. Cara membaca rekaman atau catatan ini cukup pelik
juga. Karena banyak catatan sejarah itu dibaca berdasarkan knowledge masa
kini. Seringkali kita melihat bahwa candi ditinggalkan karena endapan lahar,
namun ada contoh Candi Kedulan mungkin ditinggalkan karena gempa. Candi
Kedulan : Menguak Potensi Geohazard Jogja dan
sekitarnya<http://rovicky.wordpress.com/2006/08/18/candi-kedulan/>
*
- Catatan alam* *(catatan geologi)*
Ini yang dicatat oleh alam adalah rentang waktu hingga dalam skala ratusan
bahkan ribuan tahun lalu. Salah satunya ya yang dipakai oleh Danny sewaktu
melihat rekaman pada mikro atol. Demikian juga endapan-endapan tsunami, juga
endapan longsoran yang dibuat dalam parit-parit uji (trencing). Yang syaa
tahu juga pernah dilakukan dalam kajian potensi gempa di sesar Lembang untuk
melihat catatan alam tentang gempa masa lalu. Tentunya dibantu dengan
"dating" yang tepat akan memberikan informasi penting tentang kapan dimana
dan seberapa besar gempa itu terjadi dimasa lampau sebelum ada catatan
sejarah manusia.

Nah yang perlu dilakukan sekarang adalah selain melakukan penelitian ilmiah
yang didiskusikan di forum ilmiah IAGI juga memberikan penjelasan pada
masyarakat, termasuk pejabatnya, dengan bahasa awam supaya tidak mudah
diombang-ambingkan oleh media yg memanfaatkan untuk rating taupun pencitraan
dsb.

Salam Waspada.

Btw, Status Dieng sudah merangkan menjadi STATUS SIAGA (LEVEL 3)

   - *Status Dieng naik menjadi SIAGA (Level 3) (link)

   
<http://rovicky.wordpress.com/2011/05/30/status-dieng-naik-menjadi-siaga-level-3/>
   *
   - *Kompleks Gunung Dieng. [Gunung tua yang sedang
bergolak].(link)<http://rovicky.wordpress.com/2011/05/30/kompleks-gunung-dieng-gunung-tua-yang-sedang-bergolak/>
   *

Kang Danny minta iin untuk dimasukkan di Dongengan ya ...  Penjelasan Ustad
Gempa, Danny Hilman Tentang Gempa Selat
Sunda<http://rovicky.wordpress.com/2011/05/30/penjelasan-ustad-gempa-danny-hilman-tentang-gempa-selat-sunda/>

Salam SIAGA !

RDP

Kirim email ke