Malah Justru setelah sampai di jalan merdaka utara lah..sipengendara ini
bisa lebih leluasa mengendalikan rumah sakit. Jangan kan biaya
pengobatan, perawatan kelas VVIP pun akan diberikan.  

 

Jadi harusnya si pasien ini teriak ke pasien2 lainnya, dokter atau
suster  untuk membantu atau setidaknya mendukung si pengendara ini cepat
sampai ke jalan merdeka, pinjemin motor ke..., bayarin tukang ojeg
ke...anterin ke terminal metro mini kee...atau  gendong sekalian...yang
penting cepat sampe. Itu lebih memberikan solusi!

 

Begitu kira2 pikiran kernet-nya.

 

Ags

Yang bukan kernetnya   J

 

 

From: o - musakti [mailto:[email protected]] 
Sent: 03 June 2011 14:57
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Andang Protes

 

Jangan-jangan mereka takut kalau bayar semua, bisa dianggap sebagai
'admission of guilt'...

 

Mungkin mereka juga menganggap bahwa mereka tidak bersalah dan memang
belum ada 'keputusan yang berkekuatan hukum tetap', secara legal mereka
tidak punya kewajiban membayar gantirugi apapun.

 

 Apakah seorang pendaki yang menimpukkan batu ke kawah Merapi  perlu
merasa bertanggung jawab atas punahnya desa Kinahrejo, mungkin kira-kira
begitu.

 

Apa-apa yang sudah dikeluarkan selama ini sudah dikeluarkan bisa jadi
hanya berupa uang 'kerahiman' saja.

 

Melanjutkan analogi kecelakaan lalulintas, bisa jadi mobil yang terlibat
menganggap bahwa kewajiban kemanusiaannya (bukan kewajiban legal) sudah
ditunaikan dengan melakukan pertolongan pertama (bikin dam, mengungsikan
sebagian RT yang paling parah dll.) dan membawa korban ke rumah sakit . 

 

Kewajiban Rumah sakit (baca, pemerintah) untuk merawat korban sampai
sembuh REGARDLESS of siapa yang bersalah. Setelah korban sembuh atau at
least sudah tidak kritis, baru rumah sakit bekerja sama dengan LanTas
dan Kepolisian untuk meneliti apakah pengendara mobil bersalah dan kalau
memang terbukti, menagih segala biaya perawatan kepadanya.

 

Jangan pasien yang masih berada di UGD yang disuruh teriak-teriak
menuntut hak dan biaya pengobatannya langsung ke si pengendara......
yang jangan-jangan sudah melanjutkan perjalanannya ke Jalan Merdeka
Utara    ; )

 

 

 

 

O'

Sedang menikmati segala diskusi teknik yang sedang terjadi dan coba
mencerna paper-paper dan dongeng-dongeng yang ada...

 

 

 

 

 
--- On Tue, 31/5/11, kartiko samodro <[email protected]> wrote:


From: kartiko samodro <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Andang Protes
To: [email protected]
Received: Tuesday, 31 May, 2011, 9:27 AM

Sepertinya kalau memang tulus hendak membayar lunas sekaligus juga bisa
deh ...kenapa harus mencicil ? 

Kasihan kan kalau dicicil, mau pindah ke tempat yang baru tidak cukup,
mau terus ditungguin susah...

padahal kalau sudah lunas , mereka kan bisa cari tempat tinggal baru,
memulai kehidupan yang baru, sekolah lagi dsb.

 

sebenarnya bottomline dari perdebatan rekan rekan geologist kan bukan
murni karena science tapi lebih karena keprihatinan akan kondisi korban
lapindo...coba kalau masalah korban lapindo ini sudah beres, kita akan
lebih jernih mencari solusi untuk penanganan lumpur ini selanjutnya.

 

jangan sampai seperti kecelakaan di jalan, orang saling ribut
menyalahkan siapa yang menubruk duluan , sementara korban kecelakaan
yang sudah megap megap dibiarkan.

 

 

Kirim email ke