Oh tidak demikian, pada waktu Tarumanagara pun negara ini sudah mengembangkan 
wilayahnya ke Cekungan Bandung via Citarum sebagai mana ditunjukkan oleh Candi 
Bojongmene dekat Ujung Berung, bahkan juga ke daerah Garut sebagaimana 
ditunjukkan oleh Candi Cangkuang. Diperkirakan berkembang terus sampai Galuh 
(Ciamis) dan memunculkan kerajaan Sunda Galuh sesudah abad ke-10. Apa yang 
terjadi dengan kerajaan Galuh sesudah perang di medan perang 'Bubat' dengan 
Majapahit, tidak jelas, karena raja Galuh ikut gugur di sana. Tetapi ada yang 
mengatakan salah seorang patih-nya lolos dan kembali ke Galuh untuk melanjutkan 
pemerintahan
Selain itu Kerajaan Tarumanagara itu mencangkup wilayah Jakarta sekarang, dan 
boleh jadi juga mencakup daerah Bogor, dan memunculkan Kerajaan Sunda Pajajaran 
dengan Siliwanginya sampai munculnya Portugis dan Kean Santang/Islam dari 
Banten (yang konon masih keturunan Siliwangi).
Hanya saja keberadaan dua kerajaan Sunda ini minim dengan catatan sejarah 
tertulis, sehingga banyak berdasarkan cerita rakyat, folklore.
Kerajaan Sunda terakhir adalah Sumedang Larang (berkedudukan di Sumedang) pada 
abad ke-17 (?) yang juga dikaitkan dengan keturunan Siliwangi. Kerjaan ini 
setelah berperang dengan kesultanan Cirebon mengintegrasikan diri dengan 
Kerajaan Mataram.
Perlu diketahui bahwa dengan diketemukannya candi Batujaya ini telah banyak 
memperkaya sejarah Jawa Barat, yang mungkin belum diajarkan di sekolah.
RPK
  ----- Original Message ----- 
  From: Muhammad Razi 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, February 19, 2012 1:54 PM
  Subject: Re: [iagi-net-l] Kerajaan Sunda - [was: GUNUNG PADANG... Angle of 
Repose]


  Jadi kerajaan Sunda ini punah setelah munculnya Sriwijaya di abad ke-7 ya? 
pasalnya Sriwijaya membangun borobudur di Jawa tengah, tidak di ibu kota 
kerajaan (Sumatera), tentunya kerajaan di Jawa barat dan tengah di abad ke -7 
semua tunduk ke Sriwijaya


  salam
  Razi


  2012/2/19 R.P.Koesoemadinata <[email protected]>

    Maaf, saya baru meresponse sekarang. Saya sebetulnya kurang begitu faham 
mengenai sejarah Sunda, karena situs-situs yang diketahui kurang spektakuler 
seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur, kecuali Megalith di G. Padang.
    Tetapi penemuan penting dan sangat significant adalah Candi Batujaya di 
daerah Krawang, yang merupakan suatu kompleks percandian dekat sungai Citarum. 
Candi-candi ini bukan saja merupakan tempat ibadah Buddha, tetapi juga meliputi 
pemukiman.
    Suatu thesis doktor mengenai Candi Batujaya ini dipublikasikan tahun 2010 
oleh Penerbit Kiblat Buku Utama di Bandung bersama Pusat Penelitian Arkeologi 
Nasiona, Ecole Francaise d'extreme Orient,  dan dapat dibeli di Gramedia. 
Thesis doktor dari Dr. Hasan Djafar ini dipertahankan di UI tahun 2007.
    Candi ini dibangun dengan batubata (bukan batu andesit seperti Borobudur), 
dan juga merupakan candi Buddha. Bata terbuat dari tanah liat dengan camburan 
jerami, sehingga radiometric dating dapat dilakukan, yang menghasilkan umur 
sekitar 500 tahun (abad ke-6) sesudah Masehi, jadi jauh sebelum Borobudur dsb. 
Artefact yang banayk diketemukan sangat sesuai dengan artefact yang diketemukan 
di bukit Kordon Dago-Pakar, kecuali di Batujaya tidak diketemukan artefak 
obsidian (kalau adapun sangat-sangat jarang). Ini menunjukkan bahwa mungkin 
sudah ada komunikasi lewat sungai Citarum dengan budaya yang terdapat di 
Cekungan Bandung.
    Complex Candi ini sedang direstorasikan oleh Pusat Penelitian dan 
Pengembangan Arkeologi Nasional (Dinas Purbakala?), dan paling tidak 2 sudah 
selesai.
    Yang menarik adalah bahwa candi ini menunjukkan bahwa peradaban di Jawa 
Barat telah mendahului yang berada di Jawa Tengah/Timur, serta juga menunjukkan 
bahwa agama Buddha telah mendahului agama Hindu sampai di Jawa. 
    Jadi Candi Batujaya itu dibangun semasa Kerajaan Tarumanagara yang dimulai 
abad ke-6 dan dan berlanjut sampai ke Abad ke 10 waktumana Tarumanagara di 
serang oleh Kerajaan Sriwijaya.
    Dengan demikian Kerajaan Sunda seperti yang di Pajajaran dan yang di Galuh, 
itu adalah tergolong 'recent', bahkan Pajajaran masih ada mejelang datangnya 
orang Portugis, sedangkan yang berperang dengan Majapahit di medan 'bubat' 
adalah kerajaan Galuh. Buku sejaran tentang Sunda yang sekarang ini kebanyakan 
mengenai yang masih 'recent' ini. Candi-candi di Jawa Barat seperti di 
Cangkuang (Garut) dan yang dekat Bandung belum jelas hubungannnya.
    RPK

      ----- Original Message ----- 
      From: Bandono Salim 
      To: [email protected] 
      Sent: Thursday, February 16, 2012 8:46 AM
      Subject: Re: [iagi-net-l] Kerajaan Sunda - [was: GUNUNG PADANG... Angle 
of Repose]


      Sekarang banyak buku ttg sejarah Sunda. Kebanyakan tertulis dlm bhs sunda 
jua.
      Kalau ini aku tak berani cerita karena baru sekedar baca, belum jadi 
pengetahuan di kepalaku, apalagi faham.
      Pak Kusumadinata dapat bantu? 
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

--------------------------------------------------------------------------

      From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> 
      Date: Thu, 16 Feb 2012 08:27:14 +0700
      To: <[email protected]>
      ReplyTo: <[email protected]> 
      Subject: [iagi-net-l] Kerajaan Sunda - [was: GUNUNG PADANG... Angle of 
Repose]


      Aku ubah dikit judulnya.


      2012/2/16 Bandono Salim <[email protected]>

        Nah nah, jabar the lain afiliasi majapait. Terafiliasi mah jaman sultan 
agung mau perangi kompeni di batavia.
        Jaman mojopait jabar/sunda negeri merdeka.
        Jadi tiada hub "piramid" jabar dgn mojopait (aslinya sih negeri 
Majalengka dan atau wilwatikta).


      Saya agak heran mengapa sejarah sunda itu agak sedikit gelap dibanding 
sejarah kerajaan lain di nusantara. Paling tidak sewaktu pelajaran sejarah saya 
sekolah dulu. Apakah ada usaha penghapusan sejarah sunda oleh majapahit ? Atau 
karena secara keseluruhan Majapahit mendominasi nusantara sedangkan Sunda sudah 
'merdeka' dimana akhirnya sejarah Sunda 'terpinggirkan' ?
      Mohon pencerahan atau info ttg Sejarah Sunda.


      RDP 

Kirim email ke