Selamat pagi IAGI Netters YTH.,
 
Mengikuti diskusi yang sudah berjalan lebih dari satu minggu ini, rupa nya 
semakin menarik dan tetap hangat...
Namun sebelum nya, izinkan saya untuk memberikan beberapa koreksi:
 
1. Sriwijaya membangun candi Borobudur di Jawa tengah?
Koreksi : Di dalam beberapa buku sejarah, yang berdasarkan naskah2 berbahasa 
Jawa Kuno, seperti Kitab Canda Agastya Purwa, Adi Parwa, Saba Parwa,  dll., 
juga serat Pustaka Raja Purwa, prasasti Mantyasih di Kedu (berangka tahun 907 
M), dsb., diketahui bahwa yang saat ini meliputi wilayah Jawa Tengah, telah 
berdiri kerajaan Mataram Kuno, yang antara lain dimulai dari Rakai Sanjaya 
(732-760 M), Rakai Panangkaran (760-780M), Rakai Pananggalan (780-800 M), Rakai 
Warak (800-820), Rakai Garung (820-840 M), Rakai Pikatan (840-856 M), Rakai 
Kayuwangi (856-882 M), Rakai Watuhumalang (882-899 M), Rakai Watukumara Dyah 
Balitung (898-915M), Rakai Daksa (915-919M), Rakai Tulodong (919-921 M), Rakai 
Wawa (921-928), Rakai Empu Sindok (929-930 M). Kemudian selain kerajaan 
tersebut, juga ada kerajaan Syailendra (sekitar 750-850 M), dengan raja yang 
terkenal adalah Samaratungga (778 M). Raja ini mempunyai 2 anak yaitu Pramodha 
Wardhani dan Balaputradewa. Dan diketahui
 juga bahwa pada jaman Samarotungga inilah candi Borobudur didirikan. Selain 
itu pada masa pemerintahan Rakai Pikatan (840-856 M), didirikan candi 
Prambanan. Dalam masa itu juga tercatat terjadi perkawinan antara Rakai Pikatan 
dengan putri Samarotungga yaitu Pramodhawardani, dan kemudian Rakai Pikatan lah 
yang melanjutkan pengintegrasian dua dinasti ini. Sedangkan anak dari 
Samarotungga yang lain yaitu Balaputradewa, merasa kurang senang dengan 
penambahan kekuasaan dan pengaruh Rakai Pikatan setelah Samarotungga wafat, dia 
merasa berhak juga untuk menggantikan tahta bapak nya, bukan malah oleh Rakai 
Pikatan. Kemudian Balaputradewa berpindah ke wilayah yang saat ini di Sumatera 
Selatan, dan menjadi salah satu pendiri dinasti Sriwijaya. Dalam prasasti Ratu 
Baka, diketahui bahwa pasukan Sriwijaya (dengan diperintahkan oleh 
Balaputradewa) pernah mencoba untuk melengserkan Rakai Pikatan, namun ternyata 
tidak sempat sampai mengganggu ketertiban, dan Rakai
 Pikatan tetap dapat melanjutkan pemerintahan nya secara damai dan kemudian 
lengser, digantikan oleh Rakai Kayuwangi. Dan kerajaan2 di wilayah2 tersebut 
tetap bisa melanjutkan tata pemerintahan nya, yang mana dilanjutkan oleh 
Kerajaan Medang-Kahuripan-Kediri-Singosari-Majapahit-Demak-Pajang-Mataram.
 
2. Sriwijaya mengalahkan Darmawangsa?
Koreksi : Raja Darmawangsa, adalah penerus dari kepemimpinan raja Empu Sindok 
(yang diketahui memeindahkan wilayah Kerajaan Mataram kuno ke dekat sungai 
Brantas)meneruskan kerajaan Medang dari tahun 991-1007 M. Namun di masa 
pemerintahan nya, dia diserang oleh kerajaan Wora-Wari. Penerus dari 
Darmawangsa adalah Airlangga, yang bapak nya merupakan raja di Bali, bernama 
Dharma Udayana Warmadewa. Airlangga saat itu sedang melakukan pesta pernikahan 
dengan anak Darmawangsa (yang bernama Dewi Sanggramawijaya atau Dewi Kilisuci), 
dan dikejutkan oleh serangan dari kerajaan Wora-Wari, yang masih vasal kerajaan 
Medang sebenarnya. Airlangga menyelamatkan diri bersama Narottama, dan akhir 
nya nanti bisa mengambil alih kekuasaan kembali dari kerajaan Wora-wari. Belum 
ada bukti kekuasaan Sriwijaya sampai di wilayah Medang, dari banyak naskah, 
prasasti, dan penemuan2 lain di wilayah tersebut.
 
3. Kerajaan Sunda punah di abad ke-7 ?
Kerajaan Pajajaran dengan raja nyaTarumanegara, adalah kerajaan yang mempunyai 
wilayah yang saat ini berada di Jawa Barat, dan kemudian pada abad2 berikut nya 
diteruskan oleh kerajaan Sunda dan Galuh, karena masing2 raja di dua kerajaan 
tersebut sebenar nya bersaudara. Kemudian kerajaan Galuh dan Sunda tetap exist 
sampai tahun2 berikut nya, sampai dengan saat saat kasultanan Cirebon dan 
Banten berdiri, tanpa gangguan ketertiban yang berarti, kalo enggak keliru 
sebenar nya kerajaan Cirebon juga masih bersaudara dengan kerajaan Sunda dan 
Galuh. Koreksi: Jadi belum ada bukti bahwa ada pengaruh Sriwijaya sampai di 
wilayah2 kerajaan Pajajaran, kemudian kerajaan Sunda dan kerajaan Galuh.
 
Mencermati pembahasan sebelum nya tentang situs2 di Gunung Padang, situs 
Batujaya, dll; saya mempunyai pemikiran bahwa sebenarnya kehidupan masyarakat 
saat itu memang kemungkinan hampir berdekatan dengan geografis pinggir sungai, 
pegunungan, wilayah2 bertopografi tinggi, ladang dan persawahan, gua, 
dll., sebagai masyarakat agraris, terlihat kecenderungan bahwa masyarat yang 
mendiami wilayah2 di pulau Jawa, sangat dimungkinkan dulu nya merupakan 
penduduk yang bermigrasi dari wilayah antara China dan Siam, kalau menilik dari 
karya Thomas Stanford Raffles, mempunyai kemiripan dengan bangsa Tartar. Selain 
itu juga dimungkinkan migrasi2 tersebut terjadi jauh sebelum Masehi, dan 
terjadi berangsur angsur, dengan berbagai hal yang mendasari nya. Saya masih 
mencoba mencari jawaban, apakah mungkin selain manusia2 awal yang merupakan 
penduduk wilayah pulau Jawa ini juga dimungkinkan ada yang meneruskan dari 
manusia2 purba yang antara lain ditemukan di Sangiran,
 Trinil, dll. Karena memang kalo juga melihat beberapa prasasti yang ditemukan 
di wilayah Jawa Tengah, antara lain Sojomerto (akhir abad ke-7, menceritakan 
cikal bakal dinasti Sailendra di Jawa tengah), prasasti Rukan, Canggal, dll., 
juga yang berada di wilayah Jawa Timur, dll; terlihat bahwa mereka berdekatan 
dengan alur2 sungai, juga wilayah pegunungan. Saya mencoba membuat analog, bila 
setelah Masehi, dan juga saat Pithecantropus Erectus ditemukan ada korelasi 
positif, maka waktu2 diantara masa masa tersebut, di pola2 tempat ditemukan nya 
situs2 tersebut; juga memungkinkan ditemukan hasil olah 
budaya-teknologi-peradaban manusia di wilayah di pulau Jawa, dan juga tidak 
menutup kemungkinan bisa juga diterapkan di wilayah2 pulau lain di Nusantara 
ini. sehingga akan makin jelas, apa yang pernah terjadi di wilayah Nusantara 
ini di masa2 sebelum Masehi.
 
Selain itu, teknologi dan keimuan yang sudah diterapkan oleh tim yang melakukan 
penelitian di situs G. Padang, saya juga berpikir, apakah bisa diterapkan di 
situs2 yang bertahun setelah Masehi, dan sudah jelas apa isi dari situs2 dan 
prasasti2 yang menjelaskan nya, sehingga menurut hemat saya, akan sangat makin 
meyakinkan, misalkan di situs candi yang sudah jelas keberadaan nya, tahun, 
fungsi, dll, di terapkan teknologi tersebut, apakah memang terdapat evidence2 
yang mirip, sehingga akan makin menambah keyakinan bahwa apa yang ditemukan  
al. di G. Padang tersebut memang merupakan hasil buatan manusia, dan saya 
berpikir, hal2 tersebut tentang evidence sebelum Masehi hasil 
teknologi-budaya-peradaban manusia, tidak hanya meliputi di wilayah Jawa Barat 
saja, namun sangat dimungkinkan akan ditemukan di wilayah Jawa Tengah, Jawa 
Timur, Madura, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dll. Saya 
pikir morfologi sungai, pendaratan untuk kapal2
 manusia yang bermigrasi, kondisi2 geografis, iklim, dll., saat itu; bisa 
menjadi semacam faktor dan acuan juga untuk ditemukan situs2 lain yang bertahun 
sebelum Masehi, dan mungkin overlay dengan situs2 manusia purba, situs2 
prasasati, keberadaan candi2, bangunan megalitik2 lain, dll; akan semakin 
menjadikan sistem penerapan ke arah penemuan2 sebelum Masehi akan makin relatif 
terpola, terarah, mudah, dan meyakinkan, semoga.
 
 
 
Best Regards
Sigit Ari Prabowo  

________________________________
 From: Junrial Hairul Huzaen <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Sunday, February 19, 2012 4:30 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Kerajaan Sunda - [was: GUNUNG PADANG... Angle of 
Repose]
  

ada kemungkinan begitu. kompas juga menyatakan yg mengalahkan raja Darmawangsa, 
mertua Airlangga adalah Sriwijaya atau raja bawahan Sriwijaya. jadi kekuasaan 
Sriwijaya pada abad itu mungkin sudah sampai Jabar/Jateng.

 

________________________________
 From: Muhammad Razi <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Sunday, 19 February 2012 1:54 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Kerajaan Sunda - [was: GUNUNG PADANG... Angle of 
Repose]
  

Jadi kerajaan Sunda ini punah setelah munculnya Sriwijaya di abad ke-7 ya? 
pasalnya Sriwijaya membangun borobudur di Jawa tengah, tidak di ibu kota 
kerajaan (Sumatera), tentunya kerajaan di Jawa barat dan tengah di abad ke -7 
semua tunduk ke Sriwijaya

salam
Razi


2012/2/19 R.P.Koesoemadinata <[email protected]>

 
>Maaf, saya baru meresponse sekarang. Saya 
sebetulnya kurang begitu faham mengenai sejarah Sunda, karena situs-situs yang 
diketahui kurang spektakuler seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur, kecuali 
Megalith di G. Padang. 
>Tetapi penemuan penting dan sangat significant 
adalah Candi Batujaya di daerah Krawang, yang merupakan suatu kompleks 
percandian dekat sungai Citarum. Candi-candi ini bukan saja merupakan tempat 
ibadah Buddha, tetapi juga meliputi pemukiman. 
>Suatu thesis doktor mengenai Candi Batujaya ini 
dipublikasikan tahun 2010 oleh Penerbit Kiblat Buku Utama di Bandung 
bersama Pusat Penelitian Arkeologi Nasiona, Ecole Francaise d'extreme Orient, 
 dan dapat dibeli di Gramedia. Thesis doktor dari Dr. Hasan Djafar ini 
dipertahankan di UI tahun 2007. 
>Candi ini dibangun dengan batubata (bukan batu 
andesit seperti Borobudur), dan juga merupakan candi Buddha. Bata terbuat dari 
tanah liat dengan camburan jerami, sehingga radiometric dating dapat dilakukan, 
yang menghasilkan umur sekitar 500 tahun (abad ke-6) sesudah Masehi, jadi jauh 
sebelum Borobudur dsb. Artefact yang banayk diketemukan sangat sesuai dengan 
artefact yang diketemukan di bukit Kordon Dago-Pakar, kecuali di 
Batujaya tidak diketemukan artefak obsidian (kalau adapun sangat-sangat 
jarang). Ini menunjukkan bahwa mungkin sudah ada komunikasi lewat sungai 
Citarum 
dengan budaya yang terdapat di Cekungan Bandung. 
>Complex Candi ini sedang direstorasikan oleh Pusat 
Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional (Dinas Purbakala?), dan paling 
tidak 2 sudah selesai. 
>Yang menarik adalah bahwa candi ini menunjukkan 
bahwa peradaban di Jawa Barat telah mendahului yang berada di Jawa 
Tengah/Timur, 
serta juga menunjukkan bahwa agama Buddha telah mendahului agama Hindu sampai 
di 
Jawa.  
>Jadi Candi Batujaya itu dibangun semasa Kerajaan 
Tarumanagara yang dimulai abad ke-6 dan dan berlanjut sampai ke Abad ke 10 
waktumana Tarumanagara di serang oleh Kerajaan Sriwijaya. 
>Dengan demikian Kerajaan Sunda seperti yang di 
Pajajaran dan yang di Galuh, itu adalah tergolong 'recent', bahkan 
Pajajaran masih ada mejelang datangnya orang Portugis, sedangkan yang berperang 
dengan Majapahit di medan 'bubat' adalah kerajaan Galuh. Buku sejaran tentang 
Sunda yang sekarang ini kebanyakan mengenai yang masih 'recent' ini. 
Candi-candi 
di Jawa Barat seperti di Cangkuang (Garut) dan yang dekat Bandung belum jelas 
hubungannnya.RPK
>  
>----- Original Message -----  
>>From: Bandono  Salim  
>>To: [email protected]  
>>Sent: Thursday, February 16, 2012 8:46  AM 
>>Subject: Re: [iagi-net-l] Kerajaan Sunda  - [was: GUNUNG PADANG... Angle of 
>>Repose] 
>>
>>Sekarang banyak buku ttg sejarah Sunda. Kebanyakan tertulis dlm  bhs sunda 
>>jua.
>>Kalau ini aku tak berani cerita karena baru sekedar baca, 
  belum jadi pengetahuan di kepalaku, apalagi faham.
>>Pak Kusumadinata dapat 
  bantu? 
>>Powered by Telkomsel BlackBerry® 
>>
>>________________________________
>> 
>>From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>  
>>Date: Thu, 16 Feb 2012 08:27:14 +0700 
>>To: <[email protected]> 
>>ReplyTo: <[email protected]>  
>>Subject: [iagi-net-l] Kerajaan Sunda - [was: GUNUNG PADANG...  Angle of 
>>Repose] 
>>
>>Aku ubah dikit judulnya.
>>
>>
>>2012/2/16 Bandono Salim <[email protected]>
>>
>>Nah nah, jabar the lain afiliasi majapait. Terafiliasi mah jaman sultan  
>>agung mau perangi kompeni di batavia.
>>>Jaman mojopait jabar/sunda negeri 
    merdeka.
>>>Jadi tiada hub "piramid" jabar dgn mojopait (aslinya sih negeri 
    Majalengka dan atau wilwatikta). 
>>
>> 
>>Saya agak heran mengapa sejarah sunda itu agak sedikit gelap dibanding  
>>sejarah kerajaan lain di nusantara. Paling tidak sewaktu pelajaran sejarah  
>>saya sekolah dulu. Apakah ada usaha penghapusan sejarah sunda oleh majapahit 
>>?  Atau karena secara keseluruhan Majapahit mendominasi nusantara sedangkan 
>>Sunda  sudah 'merdeka' dimana akhirnya sejarah Sunda 'terpinggirkan' ? 
>>Mohon pencerahan atau info ttg Sejarah Sunda. 
>>
>> 
>>RDP  

Kirim email ke