Ada namanya penghasilan negara bukan pajak dari SDA yg dibagi migas dan non migas , yg non migas ini kecil kira kira 13 T pertahun , kalau pengahasilan negara bukan pajak dari migas lumayan ratusan Trilyun ini ada yg dialokasikan kembali ke ekplorasi misale 15 % saja ini sdh lebih 40an T atau 500an juta USD pertahun , lha ini kan sdh bisa menghasilkan sekian joint studi , sekian Km seismik sekian sumur yg bisa dibor per tahunnya.dan sekian G&G Jadi dana ini dikelola khusus dan akuntable. Jadi tidak perlu nunggu dana asing , kalau sekarang kan masuk di RAKL nya ESDM dana dana untuk studi studi tsb yg jumlahnya cuma sakemprit saja karena harus dibagi dg sektor sektor yg lain di ESDM tsb . Yg hasilnya juga tdk kelihatan secara signifikan, Kita dukung pengurangan subsidi yg sebag hasilnya ke ekplorasi lagi krn duitnya juga dari hasil migas Lagi lagi karepe mbilung
Ism Sent by Liamsi's Mobile Phone -----Original Message----- From: "Bandono Salim" <[email protected]> Date: Sun, 18 Mar 2012 14:18:40 To: Iagi<[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: Bls: Bls: [iagi-net-l] Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 milyar bbl Ya itu, kalau niatannya untuk membangun negara kan perlu beaya. Kalo orang jawa bilang,"jer basuki mowo beyo", Kalau mau bagus yaa ada beaya. Kalau beaya dari luar yaa musti bagi2, sdh bagus sih 15 buat yang kerja. Tapi toh akhirnya kita bayar semua operasi mulai dari explorasi sampai exploitasi kan? Dan disini permainannya. Nampaknya tetep saja pemilik tanah rugi. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "Yanto R. Sumantri" <[email protected]> Date: Sun, 18 Mar 2012 07:00:43 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: Bls: Bls: [iagi-net-l] Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 milyar bbl Don Emangnya Pemerintah mau melakukan venture dengan risiko hilang total ratusan juta dollar ? FYI sewa rig :jack up" saja sudah US$ 125,000,- /hari . Apa mau di kerjain DPR ? si Abah ________________________________ From: Bandono Salim <[email protected]> To: Iagi <[email protected]> Sent: Sunday, March 18, 2012 8:31 PM Subject: Re: Bls: Bls: [iagi-net-l] Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 milyar bbl Lho pemerintah apa gak mau invest? Walah walah, kata orAng pajak, sisa pajak yang dari sektor tambang masih banyak, wah aku lupa jumlahnya, tapi mencapai trilyun, knp gak dimanfaatkan? Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ From: "Ismail" <[email protected]> Date: Sun, 18 Mar 2012 13:11:22 +0000 To: <[email protected]> ReplyTo: <[email protected]> Subject: Re: Bls: Bls: [iagi-net-l] Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 milyar bbl Tetep saja UUD , ada banyak SDM yg mumpuni tapi kalau tdk ada yg mau invest ya gak jalan , harusnya ada regulasi misale 15% dari penghasilan migas untuk dikembalikan untuk melakukan kegiatan ekplorasi kembali , lumayan ada 45 T atau 50 juta USD pertahun Daripada dibakar dijalan sbg penambah subsidi, Karepe mbilung . . . . . Ism Sent by Liamsi's Mobile Phone ________________________________ From: Surarso Hardjono <[email protected]> Date: Sun, 18 Mar 2012 20:44:24 +0800 (SGT) To: [email protected]<[email protected]> ReplyTo: <[email protected]> Subject: Bls: Bls: [iagi-net-l] Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 milyar bbl Betul. kita harus optimis. Dimana ada kemauan pasti ada jalan. Srs 710 Dari: Bandono Salim <[email protected]> Kepada: Iagi <[email protected]> Dikirim: Minggu, 18 Maret 2012 19:20 Judul: Re: Bls: [iagi-net-l] Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 milyar bbl Mnrt aku ndak usah banding2in nnti sakit hati sendiri. Kita garap yang kita punya sebaik-baiknya mnrt kemampuan sendiri. Sdh banyak tukang ir, ahli DR, dan gurubesar geo dn minyak mosok ndak bisa selesaikan? Salam. Powered by Telkomsel BlackBerry® From: Surarso Hardjono <[email protected]> Date: Sun, 18 Mar 2012 20:14:09 +0800 (SGT) To: [email protected]<[email protected]> ReplyTo: <[email protected]> Subject: Bls: [iagi-net-l] Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 milyar bbl Saya sependapat dengan pak Yanto. Penghematan bukan berarti Geologist yang sedang tugas luar kota harus menginap di Hotel yang murah. Biasanya hotel murah sekuritinya kurang Juga naik pesawat perlu kenyamanan dan ketepatan waktu. Tantangan G & G adalah menemukan cadangan baru. Misalnya perangkap stratigrafis , fracture basement atau cari play play baru. Pembandingnya jangan negara negara Arab, disana memang gudangnya minyak didunia. Cukup negara negara sekitar Kita. Srs 710. Dari: "[email protected]" <[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Sabtu, 17 Maret 2012 14:00 Judul: Re: [iagi-net-l] Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 milyar bbl He he kok sampai seminar/kursus dibatasi, kasihan kita makin ketinggalan, kasihan generasi muda tidak maju. Apa iya Garuda lebih murah ?. Apa iya penghematan yang disebutkan membuat kemajuan dan mengurangi kegawatan kurangnya cadangan? Apa iya sedemikian hebohdan mahalnya kursus bahasa Indonesia (bernilai sangat besar) sehingga bisa menjadi penghematan? Apa iya biaya pengolahan (PerTamina), pengngkutan, eksplorasi sedmikian in-efficient shg bisa dihemat? YS. Powered by Telkomsel BlackBerry® From: "Sugeng Hartono" <[email protected]> Date: Fri, 16 Mar 2012 10:05:17 +0700 To: <[email protected]> ReplyTo: <[email protected]> Subject: [iagi-net-l] Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 milyar bbl Dari diskusi di sebuah perguruan tinggi yang dihadiri pejabat ternyata cadangan minyak kita hanya 4 milyar bbls, sementara negara Arab: 265 milyar bbls, Libya: 46 milyar bbls. Sementara itu produksi harian kita sudah turun, dan kemampuan kilang domestik hanya 700.000 bopd sedangkan konsumsi bahan bakar minyak (bbm) nasional 1,2 juta bbl/hari sehingga sisa kebutuhan bbm masih harus diimpor. Apakah kondisi ini sudah gawat? Saya rasa ya. Apakah kita bisa melakukan penghematan, mulai dari biaya eksplorasi, produksi, pengolahan, pengangkutan dll? Tentunya bisa, dan saya yakin para pejabat kita sebenarnya juga sudah tahu mana-2 yang bisa dihemat. Kalau saya boleh usul, mungkin dari yang kecil-2 saja, misalnya biaya kursus bahasa Indonesia untuk para expat (kalu masih ada) tidak boleh di-cost recovery, pegawai yang bertugas ke luar negeri harus naik Garuda (bukan naik airline asing yang sangat mahal), rapat-2, seminar-2 dll di hotel-2 berbintang (tentu mahal) di luar kota atau luar Jawa juga perlu dikurangi. Tentu masih banyak hal-2 lain yang bisa dihemat. Dan, tentu saja seperti saya dan teman-2 wsg yang selesai bertugas di wellsite tidak perlu menginap di hotel berbintang di Jambi, misalnya, dengan alasan tidak dapat mengejar pesawat (mengada-ada), dan kalau ingin menginap harus bayar sendiri. Salam, sugeng “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email. ==================================================================================================================================================================================== DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain confidential information. You are hereby notified that the taking of any action in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than the intended recipient(s) is strictly prohibited. If you have received this Message in error, you should delete this Message immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and other information in this Message that do not relate to the official business of PetroChina International Companies In Indonesia or its Group of Companies shall be understood as neither given nor endorsed by PetroChina International Companies In Indonesia or any of the companies within the Group. ==============================================================================================================================================================

