Lho aku pernah juga ikutan dlm persh pemboran, walah harga dinaikkan, dll, 
nanti kan diganti oleh negara.
Lah apakah persh yang disewa investor dan investornya menaikkan harga yang 
nantinya wajib diganti oleh negara? Mana ada investor mau rugi.
Toh semua kerjaan eksploraasi akan di bayar kembali oleh negara?
Wah aku nfak tau ini permainan macam apa.
Salam, bandono s. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Ismail" <[email protected]>
Date: Sun, 18 Mar 2012 14:54:33 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: Bls: Bls: [iagi-net-l]  Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 
milyar bbl
Ada namanya penghasilan negara bukan pajak dari SDA yg dibagi  migas dan non 
migas , yg non migas ini kecil kira kira 13 T pertahun , kalau pengahasilan 
negara bukan pajak dari migas lumayan ratusan Trilyun ini ada yg dialokasikan 
kembali ke ekplorasi misale 15 % saja ini sdh lebih 40an T atau 500an juta USD 
pertahun , lha ini kan sdh bisa menghasilkan sekian joint studi , sekian Km 
seismik sekian sumur yg bisa dibor per tahunnya.dan sekian G&G  Jadi dana ini 
dikelola khusus dan akuntable. Jadi tidak perlu nunggu dana asing , kalau 
sekarang kan masuk di RAKL nya ESDM dana dana untuk studi studi tsb yg 
jumlahnya cuma sakemprit saja karena harus dibagi dg sektor sektor yg lain di 
ESDM tsb . Yg hasilnya juga tdk kelihatan secara signifikan, Kita dukung 
pengurangan subsidi yg sebag hasilnya ke ekplorasi lagi krn duitnya juga dari 
hasil migas
Lagi lagi karepe mbilung

Ism

Sent by Liamsi's Mobile Phone

-----Original Message-----
From: "Bandono Salim" <[email protected]>
Date: Sun, 18 Mar 2012 14:18:40 
To: Iagi<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: Bls: Bls: [iagi-net-l]  Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 
milyar bbl

Ya itu, kalau niatannya untuk membangun negara kan perlu beaya. 
Kalo orang jawa bilang,"jer basuki mowo beyo", 
Kalau mau bagus yaa ada beaya.
Kalau beaya dari luar yaa musti bagi2, sdh bagus sih 15 buat yang kerja.
Tapi toh akhirnya kita bayar semua operasi mulai dari explorasi sampai 
exploitasi kan? 
Dan disini permainannya. Nampaknya tetep saja pemilik tanah rugi. 

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Yanto R. Sumantri" <[email protected]>
Date: Sun, 18 Mar 2012 07:00:43 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: Bls: Bls: [iagi-net-l]  Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 
milyar bbl
Don

Emangnya Pemerintah mau melakukan venture dengan risiko hilang total ratusan 
juta dollar ?
FYI sewa rig :jack up" saja  sudah US$ 125,000,- /hari .
Apa mau di kerjain DPR ?

si Abah



________________________________
 From: Bandono Salim <[email protected]>
To: Iagi <[email protected]> 
Sent: Sunday, March 18, 2012 8:31 PM
Subject: Re: Bls: Bls: [iagi-net-l]  Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 
milyar bbl
 

Lho pemerintah apa gak mau invest? Walah walah, kata orAng pajak, sisa pajak 
yang dari sektor tambang masih banyak, wah aku lupa jumlahnya, tapi mencapai 
trilyun, knp gak dimanfaatkan?
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From:  "Ismail" <[email protected]> 
Date: Sun, 18 Mar 2012 13:11:22 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo:  <[email protected]> 
Subject: Re: Bls: Bls: [iagi-net-l]  Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 
milyar bbl
Tetep saja UUD , ada banyak  SDM yg mumpuni tapi kalau tdk ada yg mau invest ya 
gak jalan , harusnya ada regulasi misale 15% dari penghasilan migas untuk 
dikembalikan untuk melakukan kegiatan ekplorasi kembali , lumayan ada 45 T atau 
50 juta USD pertahun 
Daripada dibakar dijalan sbg penambah subsidi,
Karepe mbilung . . . . . 

Ism

Sent by Liamsi's Mobile Phone
________________________________

From:  Surarso Hardjono <[email protected]> 
Date: Sun, 18 Mar 2012 20:44:24 +0800 (SGT)
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo:  <[email protected]> 
Subject: Bls: Bls: [iagi-net-l]  Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 
milyar bbl

Betul.  kita harus optimis. 
Dimana ada kemauan pasti ada jalan.
 
Srs 710

Dari: Bandono Salim <[email protected]>
Kepada: Iagi <[email protected]> 
Dikirim: Minggu, 18 Maret 2012 19:20
Judul: Re: Bls: [iagi-net-l] Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 milyar 
bbl


Mnrt aku ndak usah banding2in nnti sakit hati sendiri.
Kita garap yang kita punya sebaik-baiknya mnrt kemampuan sendiri.
Sdh banyak tukang ir, ahli DR, dan gurubesar geo dn minyak mosok ndak bisa 
selesaikan?
Salam. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®
From: Surarso Hardjono <[email protected]> 
Date: Sun, 18 Mar 2012 20:14:09 +0800 (SGT)
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo: <[email protected]> 
Subject: Bls: [iagi-net-l] Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 milyar bbl

Saya sependapat dengan pak Yanto.
Penghematan bukan berarti Geologist yang sedang tugas luar kota harus menginap 
di Hotel yang murah. Biasanya hotel murah sekuritinya kurang
Juga naik pesawat perlu kenyamanan dan ketepatan waktu. 
Tantangan G & G adalah menemukan cadangan baru. Misalnya perangkap  
stratigrafis , fracture basement  atau cari play play baru.
Pembandingnya jangan negara negara Arab, disana memang gudangnya minyak 
didunia. Cukup negara negara sekitar Kita.
 
 
Srs 710. Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Sabtu, 17 Maret 2012 14:00
Judul: Re: [iagi-net-l] Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 milyar bbl


  
He he kok sampai seminar/kursus dibatasi, kasihan kita makin ketinggalan, 
kasihan generasi muda tidak maju. Apa iya Garuda lebih murah ?.

Apa iya penghematan yang disebutkan membuat kemajuan dan mengurangi kegawatan 
kurangnya cadangan?

Apa iya sedemikian hebohdan mahalnya kursus bahasa Indonesia (bernilai sangat 
besar) sehingga bisa menjadi penghematan?

Apa iya biaya pengolahan (PerTamina), pengngkutan, eksplorasi sedmikian 
in-efficient shg bisa dihemat?


YS. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®
From: "Sugeng Hartono" <[email protected]> 
Date: Fri, 16 Mar 2012 10:05:17 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: <[email protected]> 
Subject: [iagi-net-l] Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 milyar bbl

Dari diskusi di sebuah perguruan tinggi yang dihadiri pejabat ternyata cadangan 
minyak kita hanya 4 milyar bbls, sementara negara Arab: 265 milyar bbls, Libya: 
46 milyar bbls.
Sementara itu produksi harian kita sudah turun, dan kemampuan kilang domestik 
hanya 700.000 bopd sedangkan konsumsi bahan bakar minyak (bbm) nasional 1,2 
juta bbl/hari sehingga sisa kebutuhan bbm masih harus diimpor.
 
Apakah kondisi ini sudah gawat? Saya rasa ya. Apakah kita bisa melakukan 
penghematan, mulai dari biaya eksplorasi, produksi, pengolahan, pengangkutan 
dll? Tentunya bisa, dan saya yakin para pejabat kita sebenarnya juga sudah tahu 
mana-2 yang bisa dihemat.
Kalau saya boleh usul, mungkin dari yang kecil-2 saja, misalnya biaya kursus 
bahasa Indonesia untuk para expat (kalu masih ada) tidak boleh di-cost 
recovery, pegawai yang bertugas ke luar negeri harus naik Garuda (bukan naik 
airline asing yang sangat mahal), rapat-2, seminar-2 dll di hotel-2 berbintang 
(tentu mahal) di luar kota atau luar Jawa juga perlu dikurangi. Tentu masih 
banyak hal-2 lain yang bisa dihemat.
Dan, tentu saja seperti saya dan teman-2 wsg yang selesai bertugas di wellsite 
tidak perlu menginap di hotel berbintang di Jambi, misalnya, dengan alasan 
tidak dapat mengejar pesawat (mengada-ada), dan kalau ingin menginap harus 
bayar sendiri.
 
Salam,
sugeng
 
 
“Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.

====================================================================================================================================================================================
DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is 
intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain 
confidential information. You are hereby notified that the taking of any action 
in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, 
printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than 
the intended
 recipient(s) is strictly prohibited. 
If you have received this Message in error, you should delete this Message 
immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and 
other information in this Message that do not relate to the official business 
of PetroChina International Companies In Indonesia or its Group of Companies 
shall be understood as neither given nor endorsed by 
PetroChina International Companies In Indonesia or any of the companies within 
the Group.
==============================================================================================================================================================

Kirim email ke