Betul sekali kang Asep.....sebenarnya kita tdk perlu malu belajar dgn saudara 
serumpun kita di negri Jiran sana......ada hal2 yg perlu kita teladani dari 
para intelektual di pemerintahan Malaysia yg menurut saya mereka lebih 
nasionalis dan merakyat......kebijakan2 pemerintahnya lebih mendukung rakyat.

Dulu Petronas belajar dari Pertamina......banyak teman2 yg bilang 
begitu......ttp sekarang.....?!?..........mungkin bener kata efendi simbolon 
politisi dr pdi   kedepan akan lebih banyak SPBU 2 asing yg akan buka toko di 
daerah2 di wilayah Indonesia dan SPBU Pertamina semakin berkurang, .....akan 
banyak sekali hypermart, carefour dll .....dan semuanya itu akan menggeser dan  
mematikan pasar2 tradisional..........pemerintah tdk mau tahu lagi ttg DAYA 
BELI RAKYAT.............pemiskinan rakyat..............kayaknya globalisasi yg 
sedang melanda negri kita ini .....tidak menguntungkan rakyat banyak..?!? 
...........

Banyak pula temen2 yg bekerja di perusahaan minyak asing yg terheran2 dgn 
diskriminasi pendapatan padahal awalnya bule itu datang banyak belajar dan 
tanya2 dari kami....lha koq....?!?..........Jadi saya mikirnya ...pada kemana 
ahli2 kebumian kita......apa sdh tdk ada kepedulian lagi dgn  daya beli 
rakyat....?.....lalu sampai dimana perkembangan ttg Kebijakan Energy Nasional 
Kita......?!?  Apa kita sdh tidak percaya lagi dgn putra / anak bangsa utk 
mengelola minyak dan hasil tambang lainnya...?  koq bisanya cuma naikkan harga 
BBM saja..?.........KEN setengah hati...?!?  Jadi dgn melihat dan mengikuti 
TALK SHOW 2 di media TV dll........Kita perlu seorang pemimpin  yg betul2 
memikirkan persoalan rakyat banyak dan berani mengabaikan perjanjian 
internasional atau kontrak kerja yg tidak menguntungkan rakyat dan melanggar 
kedaulatan bangsa dllm UUD 1945......?!! (sampai level pemerintah, Bappenas 
saja pak KKG merasa sdh ada campur tangan asing, beliau sdh
 berteriak2 mengingatkan kpd kita2 untuk tetap berjalan diatas konstitusi UUD' 
45).


Sehabis BBM naik sebentar lagi TDL akan naik.......kita belajar dari.anak2 SMK 
2 Madiun yg punya solusi .......memproses limbah plastik menjadi 
BBM............seharusnya pengusaha2 nasional dan pemerintah mendanai dan terus 
mendukung penelitian ini sampai bisa berproduksi massal...........juga dgn 
mobil esemka nya.......bagus lho ...gak kalah dg mobil2 
lainnya.....???.............eeeee.....eh gak tahunya kemunculan mobil esemka 
membuat KEDER toyota, suzuki, honda dll....?!?  takut kalau diproduksi massal, 
rakyat banyak beli, akan mengurangi penjualan...........lalu buat issue2 kalau 
uji emisi gagal.......sudahlah kamu orang indonesia cukup jadi konsumen saja 
beli saja mobil2 kami, tidak usah susah2 mikir....buwat apa susyah2 bikin 
mobil....hah...hah..?!?.....tanpa kita sadari kita orang belajar utk tidak 
percaya thd kemampuan bangsa dewe, dan ini maunya org asing kapitalis (...ini 
sdh masuk ranah politik...khan...?)

Jadi mangsud saya begini, saya ingin mengatakan bahwa orang2 yg berbasis ilmu 
kebumian harus mengerti juga ilmu2 yg lain (Aipoleksosbudhankam)........dan 
belum tentu orang2 yg berbasis ilmu sosial bisa memahami ilmu geologi dan ilmu 
kebumian lainnya........Jadi kalau teman2 seprofesi ingin nyalon bupati, 
walikota, gubernur dll ...kita wajib mensupport....bukan bgtu kang Asep, kang 
Syaiful, kang Denny....?!?

Salam,
Agus Irianto





________________________________
 From: Asep Hidayat <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Wednesday, March 28, 2012 5:59 PM
Subject: [iagi-net-l] OOT-Tidak perlu malu belajar ke Malaysia
 

Menurut yang saya dengar, di malaysia pemerintahnya itu 
mengendalikan/menetapkan harga jual kebutuhan 9 bahan pokok, tidak seperti di 
kita harga semaunya ditetapkan pedagang dan tengkulak. Sudah sering kita dengar 
juga pada saat petani panen, harga jatuh dan sebaliknya sehingga kehidupan 
petani susah melulu.
 
Kalau pemerintah mau tentu bisa kan hal di atas dilakukan - tidak perlu malu 
belajar ke malaysia bahwa malaysia dulu sempat belajar ke kita ?! Karena tidak 
akan lama lagi banyak rakyat Indonesia, termasuk saya akan merasakan dampak 
kenaikan harga-harga dan jasa dikarenakan kenaikan BBM.
 
Kalau ini benar, tolonglah yang punya akses ke pemerintah untuk melakukan itu 
karena akan sangat membantu sebagian besar masyarakat kita. Tentunya saya tidak 
ingin mendengar pemerintah tidak bisa melakukan hal itu karena alasan sudah 
terikat/menganut pasar bebas dan alasan yang lainnya. Pemerintah seharusnya 
bisa menetapkan semua harga-harga karena pemerintah diantaranya dibayar untuk 
itu dan memiliki semua perangkat untuk melakukan itu.
 
Terima kalau mau menambahkan atau menanggapi.
 
Salam,
Asep

Kirim email ke