Kalau melihat siklus sejarah, memang kondisi atau periode hidup dalam 
pemerintah dan penguasa dholim harus dialami dan tentunya akan berakhir. 

Kita tidak tahu persis kapan berakhirnya dan yang pasti harus ada dulu 
keinginan atau usaha kita untuk berubah baru Tuhan membantu.

Mari kita mulai dengan kemampuan masing2 dan tidak malah memperburuk keadaan 
karena yang benar itu jelas dan juga yang rusak itu jelas. 

Hukum atau faham buatan manusia dan hukum buatan Tuhan pasti kita tahu mana 
yang benar. Mari kita kembali kepada yang benar agar hidup ini menjadi 
bermakna, penuh keberkahan dan mudah mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan 
nanti karena kita pasti akan mati. Tidak seperti orang2 yang superTOLOL yang 
MUNAFIK yang mendewa2kan hukum atau aturan buatan manusia dengan mencampakan 
hukum Tuhan YME tanpa berfikir bagaimana marahnya Tuhan nanti.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Bandono Salim" <[email protected]>
Date: Thu, 29 Mar 2012 14:41:08 
To: Iagi<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] OOT-Tidak perlu malu belajar ke Malaysia

Kalau sudah kelaparan ditipu dan ditakut-takuti {kesulitan untuk hidup (mungkin 
sebentar lagi)} pasti rakyat bangkit.
Kecuali tiba2 datang kesadaran dari kepala pemerintahan, bisa jadi rakyat 
tenang.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Eko Prasetyo <[email protected]>
Date: Thu, 29 Mar 2012 21:14:28 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] OOT-Tidak perlu malu belajar ke Malaysia
Sejatinya kekuasaan Di tangan Rakyat. Berani gak rakyat menolak milih calo
sekeluarga?
On Mar 29, 2012 9:12 PM, "Bandono Salim" <[email protected]> wrote:

> **
> Hehehre calo kan kasih uang buat pelaksan pemerintahan, eksekutif
> yudikatif maupun legislatif.
> Mana mungkin dehentikan bila system pemerintahan masih disetir dari negara
> donor?
> Hehe malah diancam lagi sama obama, brani gak sby melawan???
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Eko Prasetyo <[email protected]>
> *Date: *Thu, 29 Mar 2012 20:54:34 +0800
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * <[email protected]>
> *Subject: *Re: [iagi-net-l] OOT-Tidak perlu malu belajar ke Malaysia
>
> Gak perlu belajar lagi sebenarnya mengatur sumberdaya, kita punya
> pengalaman puluhan tahun. Yang perlu itu belajar mengusir calo dari
> penyelenggara negara. Sudah turun temurun tuh calo Jadi kutu anggaran,
> tetep aja dipiara.
>

Kirim email ke