Kita bisa kalau kita mau...sudah terbukti. Mereka itu yg tidak mau susah...inginnya jadi calo terus. Munafik, sambil jualan nasionalisme. Memang memalukan, yang akhirnya bangsa ini terpuruk.
Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "Bandono Salim" <[email protected]> Date: Thu, 29 Mar 2012 12:41:42 To: Iagi<[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] OOT-Tidak perlu malu belajar ke Malaysia Hehehe biasa bangsa terjajah, dari dulu kemerdekaan hanya didapat oleh para politikus pengekor penjajah (militer ekonomi dll) Kapan bisa menentukan nasib sendiri??? Reformasi amin rais cs hanya perpanjangan tangan usa n konco2nya. Salam. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Agus Irianto <[email protected]> Date: Thu, 29 Mar 2012 00:05:47 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] OOT-Tidak perlu malu belajar ke Malaysia Betul sekali kang Asep.....sebenarnya kita tdk perlu malu belajar dgn saudara serumpun kita di negri Jiran sana......ada hal2 yg perlu kita teladani dari para intelektual di pemerintahan Malaysia yg menurut saya mereka lebih nasionalis dan merakyat......kebijakan2 pemerintahnya lebih mendukung rakyat. Dulu Petronas belajar dari Pertamina......banyak teman2 yg bilang begitu......ttp sekarang.....?!?..........mungkin bener kata efendi simbolon politisi dr pdi kedepan akan lebih banyak SPBU 2 asing yg akan buka toko di daerah2 di wilayah Indonesia dan SPBU Pertamina semakin berkurang, .....akan banyak sekali hypermart, carefour dll .....dan semuanya itu akan menggeser dan mematikan pasar2 tradisional..........pemerintah tdk mau tahu lagi ttg DAYA BELI RAKYAT.............pemiskinan rakyat..............kayaknya globalisasi yg sedang melanda negri kita ini .....tidak menguntungkan rakyat banyak..?!? ........... Banyak pula temen2 yg bekerja di perusahaan minyak asing yg terheran2 dgn diskriminasi pendapatan padahal awalnya bule itu datang banyak belajar dan tanya2 dari kami....lha koq....?!?..........Jadi saya mikirnya ...pada kemana ahli2 kebumian kita......apa sdh tdk ada kepedulian lagi dgn daya beli rakyat....?.....lalu sampai dimana perkembangan ttg Kebijakan Energy Nasional Kita......?!? Apa kita sdh tidak percaya lagi dgn putra / anak bangsa utk mengelola minyak dan hasil tambang lainnya...? koq bisanya cuma naikkan harga BBM saja..?.........KEN setengah hati...?!? Jadi dgn melihat dan mengikuti TALK SHOW 2 di media TV dll........Kita perlu seorang pemimpin yg betul2 memikirkan persoalan rakyat banyak dan berani mengabaikan perjanjian internasional atau kontrak kerja yg tidak menguntungkan rakyat dan melanggar kedaulatan bangsa dllm UUD 1945......?!! (sampai level pemerintah, Bappenas saja pak KKG merasa sdh ada campur tangan asing, beliau sdh berteriak2 mengingatkan kpd kita2 untuk tetap berjalan diatas konstitusi UUD' 45). Sehabis BBM naik sebentar lagi TDL akan naik.......kita belajar dari.anak2 SMK 2 Madiun yg punya solusi .......memproses limbah plastik menjadi BBM............seharusnya pengusaha2 nasional dan pemerintah mendanai dan terus mendukung penelitian ini sampai bisa berproduksi massal...........juga dgn mobil esemka nya.......bagus lho ...gak kalah dg mobil2 lainnya.....???.............eeeee.....eh gak tahunya kemunculan mobil esemka membuat KEDER toyota, suzuki, honda dll....?!? takut kalau diproduksi massal, rakyat banyak beli, akan mengurangi penjualan...........lalu buat issue2 kalau uji emisi gagal.......sudahlah kamu orang indonesia cukup jadi konsumen saja beli saja mobil2 kami, tidak usah susah2 mikir....buwat apa susyah2 bikin mobil....hah...hah..?!?.....tanpa kita sadari kita orang belajar utk tidak percaya thd kemampuan bangsa dewe, dan ini maunya org asing kapitalis (...ini sdh masuk ranah politik...khan...?) Jadi mangsud saya begini, saya ingin mengatakan bahwa orang2 yg berbasis ilmu kebumian harus mengerti juga ilmu2 yg lain (Aipoleksosbudhankam)........dan belum tentu orang2 yg berbasis ilmu sosial bisa memahami ilmu geologi dan ilmu kebumian lainnya........Jadi kalau teman2 seprofesi ingin nyalon bupati, walikota, gubernur dll ...kita wajib mensupport....bukan bgtu kang Asep, kang Syaiful, kang Denny....?!? Salam, Agus Irianto ________________________________ From: Asep Hidayat <[email protected]> To: "[email protected]" <[email protected]> Sent: Wednesday, March 28, 2012 5:59 PM Subject: [iagi-net-l] OOT-Tidak perlu malu belajar ke Malaysia Menurut yang saya dengar, di malaysia pemerintahnya itu mengendalikan/menetapkan harga jual kebutuhan 9 bahan pokok, tidak seperti di kita harga semaunya ditetapkan pedagang dan tengkulak. Sudah sering kita dengar juga pada saat petani panen, harga jatuh dan sebaliknya sehingga kehidupan petani susah melulu. Kalau pemerintah mau tentu bisa kan hal di atas dilakukan - tidak perlu malu belajar ke malaysia bahwa malaysia dulu sempat belajar ke kita ?! Karena tidak akan lama lagi banyak rakyat Indonesia, termasuk saya akan merasakan dampak kenaikan harga-harga dan jasa dikarenakan kenaikan BBM. Kalau ini benar, tolonglah yang punya akses ke pemerintah untuk melakukan itu karena akan sangat membantu sebagian besar masyarakat kita. Tentunya saya tidak ingin mendengar pemerintah tidak bisa melakukan hal itu karena alasan sudah terikat/menganut pasar bebas dan alasan yang lainnya. Pemerintah seharusnya bisa menetapkan semua harga-harga karena pemerintah diantaranya dibayar untuk itu dan memiliki semua perangkat untuk melakukan itu. Terima kalau mau menambahkan atau menanggapi. Salam, Asep

