Abah, aku ni kurang paham dengan "cost recovery". Apakah itu semua cost yang 
dikeluarkan oleh investor dibayar kembali sebanyak uang yang digunakan?
Mohon pencerahan. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Yanto R. Sumantri" <[email protected]>
Date: Thu, 3 May 2012 02:34:41 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] PSC Indonesia: CR; PSC Malaysia: revenue over cost
Rekan  


Saya yang sudah kadung "keracunan" cost recovery ingin mendapat sedikit 
pencerahan .  yaitu bagaimana caranya menentukan split berdasarkan revenue / 
cost ?
Maksudnya apabila R/C   = X (atau interval tertentu) maka splitnya 80/20 
umpamanya , sedangkan kalau R/C = Y ( dimana Y lebih kecil dari X ) maka 
splitnya akan lebih besar bagi Pemerintah umpama 85/15.
Faktor faktor apa yag menjadi obkai sebagai parameter ? Adakah parameter 
geologi (umpamanya rumitnya tektonik , ketebalan reservoir yang terbatas dsb). 
Apakah ini ditentukan pada saat awal atau pada fase eksploitasi ?

Setahu saya kondisi politik Malaysia kurang demokratis apabila dibandingkan 
Indonesia era SBY saat ini , sehingga bukan tidak mungkin sebenarnya banyak 
fihak yang kurang puas , akan tetapi tidak berani mengatakan dengan bebas spt 
di sini.
Korupsi ???  , sepertinya ada juga , hanya mungkin caranya lebih sopan .hehe .



________________________________
 From: Sugeng Hartono <[email protected]>
To: [email protected] la
Sent: Thursday, May 3, 2012 8:22 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] PSC Indonesia: CR; PSC Malaysia: revenue over cost 
 

   
Mas Bambang,
Trimakasih komentarnya, maaf terlambat merespon 
karena baru pulang dari rig.
Konon dulu teman-2 Malaysia belajar PSC di 
sini. Mungkin mereka cukup jeli, dan menganggap bahwa CR dapat merupakan 
"loophole" (jalan untuk menerobos/lolos); sehingga ketika mengadopsi PSC mereka 
menerapkan yaitu tadi revenue/cost.
Setuju bahwa untuk dapat masuk skema CR akan banyak 
tahapan-2 audit yg harus dilalui.
 
Salam hangat,
sugeng
----- Original Message ----- 
>From: mbatack 
>To: [email protected] 
>Sent: Tuesday, April 17, 2012 6:04  PM
>Subject: Re: [iagi-net-l] PSC Indonesia:  CR; PSC Malaysia: revenue over cost 
>
>
>Saya rasa tidak akan semudah itu untuk "bermain-main" dengan cost  recovery, 
>mungkin statement tersebut bisa dikatakan "prejudice". Mengapa?  Jawabannya 
>sederhana saja, karena disamping kepada kewajiban  mempertanggungjawabkan 
>kepada regulator, operator pasti harus bertanggung  jawab kepada investment 
>holding-nya, dan, jangan lupa, masih ada banyak  tahapan audit yang harus kita 
>lewati sebelum suatu biaya bisa kita masukkan  kedalam skema cost recovery.
>Yang membuat iklim investasi di negara kita "kurang menarik"  sebenarnya lebih 
>kepada komitmen lintas sektoral dan tumpamg tindih  pemanfaatan lahan. Jangan 
>dikira kalau kita sudah memperoleh izin pinjam pakai  terus bisa melakukan 
>operasi lapangan dengan efisien.
>Salam,
>Bambang
>
>
>
>
>>________________________________
>> From: Sugeng Hartono  <[email protected]>
>>To: [email protected] 
>>Sent: Tuesday, April 17, 2012 10:59  AM
>>Subject: [iagi-net-l]  PSC Indonesia: CR; PSC Malaysia: revenue over cost 
>>
>>Selamat siang.
>>
>>Paling tidak ada dua pakar yg 
    pernah menyinggung kontrak PSC kita dengan PSC 
>>Malaysia. Dulu mas Budi 
    (PE, manajer Sub Surface) menanggapi tulisan saya, 
>>bahwa spirit PSC itu 
    bagus, buktinya diadopsi bbrp negara tetangga. Yang 
>>tidak kalah penting 
    adalah fungsi pengawasan.
>>Dia sempat katakan bahwa PSC di Malaysia ada 
    "revenue/cost" artinya 
>>keuntungan dibagi modal (?). Angka ini akan 
    mempengaruhi persentasi 
>>pembagian (split). Kalau revenue besar, dan cost 
    kecil maka  investor (oil 
>>co) akan mendapat bagian yang besar pula 
    (tidak 85% dan 15%, mungkin bisa 
>>80% dan 20%), tetapi kalau revenue 
    kecil tetapi costnya besar, maka investor 
>>akan mendapat bagian sedikit 
    (mungkin kurang dari 15%). Intinya, di sana, 
>>Malaysia "memaksa" investor 
    untuk berhemat/ efisien, sementara di sini 
>>nampaknya investor agak 
    kurang berhemat karena merasa bahwa semuanya akan 
>>masuk dalam cost 
    recovery.
>>
>>Beberapa waktu yll Pak Wamen ESDM, dalam suatu acara di 
    tivi juga sempat 
>>menyinggung hal ini, bahwa di Malaysia kontrak PSC ada 
    klausul revenue over 
>>cost, sementara di sini semua biaya bisa di-cost 
    recovery. Dalam kesempatan 
>>tsb beliau dapat "menangkis" serangan-2 para 
    pengamat.
>>Sampai saat ini saya masih mempunyai pemahaman bahwa investor 
    di Malysia 
>>tidak akan berani "main-2", sehingga di benak saya bahwa PSC 
    di sana sedikit 
>>lebih baik dari PSC kita.
>>Apakah hal ini bisa di nego 
    ulang atau kontraknya di-amandemen?
>>Saya sampaikan terima kasih kepada 
    teman-2 yg bersedia memberi 
    pencerahan.
>>
>>Salam,
>>Sugeng
>>
>>
>>
>>“Save a Tree” – Please 
    consider the environment before printing this 
    email.
>>
>>====================================================================================================================================================================================
>>DISCLAIMER 
    : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is intended 
only 
    for the use of the recipient(s) named above and may contain confidential 
    information. You are hereby notified that the taking of any action in 
    reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, 
    printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other 
than 
    the intended recipient(s) is strictly prohibited. 
>>If you have received 
    this Message in error, you should delete this Message immediately and 
advise 
    the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and other information in 
    this Message that do not relate to the official business of PetroChina 
    International Companies In Indonesia or its Group of Companies shall be 
    understood as neither given nor endorsed by 
>>PetroChina International 
    Companies In Indonesia or any of the companies within the 
    Group.
>>==============================================================================================================================================================
>>
>>
>>
>>
>
>________________________________
> 
>“Save a Tree” – Please consider  the environment before printing this email.

________________________________
 “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.

====================================================================================================================================================================================
DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is 
intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain 
confidential information. You are hereby notified that the taking of any action 
in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, 
printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than 
the intended recipient(s) is strictly prohibited. 
If you have received this Message in error, you should delete this Message 
immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and 
other information in this Message that do not relate to the official business 
of PetroChina International Companies In Indonesia or its Group of Companies 
shall be understood as neither given nor endorsed by 
PetroChina International Companies In Indonesia or any of the companies within 
the Group.
==============================================================================================================================================================

Kirim email ke