Kalau kata daniel johnston dan beberapa yg dirujuk para pengamat.. yang bikin 
investasi migas diindonesia mengalami trend penurunan bukan dari pscnya tapi 
dari crypto taxnya. Makanya investor masih seneng berburu wk prod karena ga 
masalah crypto taxnya kan dibayar pake cost rec.

Salam,
Ujay
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Sugeng Hartono" <[email protected]>
Date: Thu, 3 May 2012 08:22:18 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] PSC Indonesia: CR; PSC Malaysia: revenue over cost 

Mas Bambang,
Trimakasih komentarnya, maaf terlambat merespon karena baru pulang dari rig.
Konon dulu teman-2 Malaysia belajar PSC di sini. Mungkin mereka cukup jeli, dan 
menganggap bahwa CR dapat merupakan "loophole" (jalan untuk menerobos/lolos); 
sehingga ketika mengadopsi PSC mereka menerapkan yaitu tadi revenue/cost.
Setuju bahwa untuk dapat masuk skema CR akan banyak tahapan-2 audit yg harus 
dilalui.

Salam hangat,
sugeng
  ----- Original Message ----- 
  From: mbatack 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, April 17, 2012 6:04 PM
  Subject: Re: [iagi-net-l] PSC Indonesia: CR; PSC Malaysia: revenue over cost 


  Saya rasa tidak akan semudah itu untuk "bermain-main" dengan cost recovery, 
mungkin statement tersebut bisa dikatakan "prejudice". Mengapa? Jawabannya 
sederhana saja, karena disamping kepada kewajiban mempertanggungjawabkan kepada 
regulator, operator pasti harus bertanggung jawab kepada investment 
holding-nya, dan, jangan lupa, masih ada banyak tahapan audit yang harus kita 
lewati sebelum suatu biaya bisa kita masukkan kedalam skema cost recovery.
  Yang membuat iklim investasi di negara kita "kurang menarik" sebenarnya lebih 
kepada komitmen lintas sektoral dan tumpamg tindih pemanfaatan lahan. Jangan 
dikira kalau kita sudah memperoleh izin pinjam pakai terus bisa melakukan 
operasi lapangan dengan efisien.
  Salam,
  Bambang




----------------------------------------------------------------------------
    From: Sugeng Hartono <[email protected]>
    To: [email protected] 
    Sent: Tuesday, April 17, 2012 10:59 AM
    Subject: [iagi-net-l] PSC Indonesia: CR; PSC Malaysia: revenue over cost 


    Selamat siang.

    Paling tidak ada dua pakar yg pernah menyinggung kontrak PSC kita dengan 
PSC 
    Malaysia. Dulu mas Budi (PE, manajer Sub Surface) menanggapi tulisan saya, 
    bahwa spirit PSC itu bagus, buktinya diadopsi bbrp negara tetangga. Yang 
    tidak kalah penting adalah fungsi pengawasan.
    Dia sempat katakan bahwa PSC di Malaysia ada "revenue/cost" artinya 
    keuntungan dibagi modal (?). Angka ini akan mempengaruhi persentasi 
    pembagian (split). Kalau revenue besar, dan cost kecil maka  investor (oil 
    co) akan mendapat bagian yang besar pula (tidak 85% dan 15%, mungkin bisa 
    80% dan 20%), tetapi kalau revenue kecil tetapi costnya besar, maka 
investor 
    akan mendapat bagian sedikit (mungkin kurang dari 15%). Intinya, di sana, 
    Malaysia "memaksa" investor untuk berhemat/ efisien, sementara di sini 
    nampaknya investor agak kurang berhemat karena merasa bahwa semuanya akan 
    masuk dalam cost recovery.

    Beberapa waktu yll Pak Wamen ESDM, dalam suatu acara di tivi juga sempat 
    menyinggung hal ini, bahwa di Malaysia kontrak PSC ada klausul revenue over 
    cost, sementara di sini semua biaya bisa di-cost recovery. Dalam kesempatan 
    tsb beliau dapat "menangkis" serangan-2 para pengamat.
    Sampai saat ini saya masih mempunyai pemahaman bahwa investor di Malysia 
    tidak akan berani "main-2", sehingga di benak saya bahwa PSC di sana 
sedikit 
    lebih baik dari PSC kita.
    Apakah hal ini bisa di nego ulang atau kontraknya di-amandemen?
    Saya sampaikan terima kasih kepada teman-2 yg bersedia memberi pencerahan.

    Salam,
    Sugeng



    “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.

    
====================================================================================================================================================================================
    DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is 
intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain 
confidential information. You are hereby notified that the taking of any action 
in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, 
printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than 
the intended recipient(s) is strictly prohibited. 
    If you have received this Message in error, you should delete this Message 
immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and 
other information in this Message that do not relate to the official business 
of PetroChina International Companies In Indonesia or its Group of Companies 
shall be understood as neither given nor endorsed by 
    PetroChina International Companies In Indonesia or any of the companies 
within the Group.
    
==============================================================================================================================================================






------------------------------------------------------------------------------

  “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.



“Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.

====================================================================================================================================================================================
DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is 
intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain 
confidential information. You are hereby notified that the taking of any action 
in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, 
printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than 
the intended recipient(s) is strictly prohibited. 
If you have received this Message in error, you should delete this Message 
immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and 
other information in this Message that do not relate to the official business 
of PetroChina International Companies In Indonesia or its Group of Companies 
shall be understood as neither given nor endorsed by 
PetroChina International Companies In Indonesia or any of the companies within 
the Group.
==============================================================================================================================================================

Kirim email ke