Ide bagus, tapi harus dilihat juga plus minusnya:
 
- betul akan menghilangkan dagelan MUNAS yang selalu sedikit peminatnya itu... 
tapi sebenarnya tergantung juga acaranya... kalau pas Pemilu (MUNAS khan 3 
tahun skali) dan dikemas dengan baik (apalagi kalau ada kompor-kompor di 
pra-Munas nya), maka bisa diperkirakan yang hadir akan banyak...
- kalau diwakilkan kepada PENGDA dan anak Organisasi, juga belum jaminan akan 
terjadi dagelan dalam skala yang lebih kecil... seingat saya rapat pengurus 
juga seringnya begitu (at least jaman saya dulu...yang datang sedikit saja)....
- dengan perwakilan, maka eksklusifitas akan semakin meningkat dan jarak dengan 
anggota akan semakin jauh..... jadi partisipasi anggota tentunya juga akan 
semakin kurang
 
IMHO, MUNAS model sekarang masih cukup relevan...200-300 anggota yang hadir 
masih akan lebih baik dan ramai daripada hanya 20-30 pengurus. Supaya tidak 
terjadi daegaln maka dalam usulan revisi AD/ART, masa tunggu korum dipersingkat 
hanya menjadi 30 menit.....
sudah cukup lah lihat dagelan DPR, jangan juga IAGI ikutan-ikutan anggotanya 
diwakili dalam forum tertingginya...:-)
 
 
salam,
 

From: Andang Bachtiar <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Friday, September 21, 2012 2:07 PM
Subject: [iagi-net-l] HAPUSKAN SUARA ANGGOTA, PERKUAT DAN BERDAYAKAN PENGDA DAN 
KOMISI (ANAK2 ORGANISASI)

REVISI AD-ART IAGI: HAPUSKAN SUARA ANGGOTA, PERKUAT DAN BERDAYAKAN PENGDA
DAN KOMISI (ANAK2 ORGANISASI)
Andang Bachtiar (IAGI-0800, Dewan Penasehat IAGI)

Forum tertinggi pengambilan keputusan di organisasi IAGI kita ini masih
tetap saja yang disebut sebagai Rapat Anggota (pra-2002) atau Munas
(post-2002). Termasuk tentunya pengambilan keputusan untuk memilih Ketua
atau Presiden IAGI. Hal tersebut berlangsung bertahun-tahun - paling tidak
saya amati sejak saya mulai aktif jadi pengurus IAGI di th 1985, termasuk
jadi Panitia PIT sejak 1994 dan terus menerus mengawal PIT, baik sebagai
panitia maupun sbg Ketua IAGI, sampai tahun-tahun terakhir ini.

Dan selama bertahun-tahun itu pula kita selalu melihat dagelan organisasi
dimana Rapat Anggota atau Munas tidak pernah mencapai quorum 1/2N + 1
seperti disyaratkan dalam AD-ART. Hal ini kemudian selalu disiasati dengan
mengumumkan RA atau Munas untuk dilaksanakan sehari sebelum hari pelaksanaan
sebenarnya. Dan ketika pada hari H-1 itu yang datang tidak memenuhi quorum
(paling beberapa puluh orang dari 3000-4000-an anggota IAGI), maka RA atau
Munas diskors 1x24 jam dengan sekaligus mengumumkan  bahwa pada pembukaan RA
atau Munas yang tertunda nantinya itu (yaitu hari H), berapapun anggota yang
hadir maka RA atau Munas tersebut dianggap sah!! Hal tersebut sesuai juga
dengan apa yang tertulis di AD-ART (yang memang dibuat untuk menyiasati
masalah sepinya keterlibatan anggota dalam RA atau Munas tersebut).

Belasan - puluhan tahun kita selalu berpura-pura mempunyai Rapat Anggota
atau Munas, padahal maksimum hanya 180-200-an orang yang pernah hadir dalam
acara RA/Munas tersebut yang selama ini selalu di-pas-kan dengan hari
terakhir pada rangkaian pelaksanaan PIT-IAGI, sekaligus ditutup bersama-sama
dengan Penutupan PIT IAGI. Selain karena tidak semua anggota IAGI dapat
mengikuti PIT IAGI, juga karena meskipun ikut PIT IAGI, tidak semua anggota
punya minat untuk mengikuti RA atau Munas IAGI. Sehingga pada hari terakhir
penutupan PIT itu banyak peserta PIT yang anggota IAGI pulang duluan, atau
sibuk mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang balik ke tempat asal pada esok
harinya. "Ngapain juga repot2 ikutan rapat2 anggota atau munas, lebih baik
jalan2 belanja, atau ketemu2 teman2, reunion dll. Biar saja mereka yang
ngurusi IAGI dan concern masalah IAGI yang berapat-rapat membahas IAGI< kita
sebagai anggota biasa nurut sajalah apa keputusannya, dsb dsb"  demikianlah
biasanya celetukan para anggota di sekitar hari-hari akhir PIT IAGI
menjelang Rapat Anggota atau Munas IAGI.

Nah, untuk tidak selalu mengulang-ulang kebodohan, dagelan, hipokrisi, dan
penyia-nyiaan efisiensi mekanisme organisasi, saya mengusulkan supaya
masalah Rapat Anggota atau Munas ini direvisi dalam AD-ART IAGI. Yakni,
forum pengambilan keputusan tertinggi IAGI adalah Munas yang dihadiri oleh
wakil dari Pengda-Pengda IAGI dan wakil dari anak-anak organisasi, seperti
FOSI, MGEI, Komisi Geologi Kwarter, MAPEGI (d/h Komisi Geowisata), dll,  dan
juga tentunya PP, Dewan Penasehat, dan Dewan Kehormatan IAGI. Masing-masing
Pengda mempunyai hak satu (1) suara seperti juga wakil dari Komisi/ anak2
organisasi. PP, Dewan Penasehat, dan juga Dewan Kehormatan juga
masing-masing punya satu (1) suara secara keseluruhan. Dengan demikian tidak
ada lagi suara langsung anggota. Tetapi lebih ke suara perwakilan anggota
baik dalam Pengda maupun Komisi2/Anak2 Organisasi.

Akibatnya nanti: insyaallah Pengda-Pengda akan lebih berdaya, lebih aktif,
lebih diminati oleh anggota2 di daerah2 untuk dapat berkiprah dan
menyalurkan aspirasi. Demikian juga mekanisme organisasi dalam Komisi2 dan
atau Anak2 Organisasi akan jadi lebih dinamis dan menantang untuk dapat
memegang tampuk pimpinan menjalankan roda organisasi sehingga dapat jadi
penyalur aspirasi anggota dalam rangka membangun IAGI, Geologi  Indonesia,
dan Negara-Bangsa Indonesia pada umumnya. Tidak akan ada lagi
dagelan-dagelan Rapat Anggota atau Munas yang hanya dihadiri 1-5% jumlah
anggota tapi memutuskan hal-hal penting untuk IAGI, termasuk memilih
Presiden IAGI. Kalau ingin menyalurkan aspirasi lewat IAGI: aktiflah di
kepengurusan IAGI, baik Pengda, Komisi2, Anak2 Organisasi, maupun di
PP-IAGI. TIdak aka nada lagi yang om-do asal usul dan asal aspirasi; semua
yang ingin aspirasinya didengar dan dilaksanakan di organisasi harus aktif
juga menjalankan roda organisasi.

Mumpung IAGI masih akan merombak AD-ARTnya lagi lewat Komisi Ad-Hoc AD-ART,
mudah2an ide ini bisa digodok, diserap, dan dimanfaatkan untuk
menyempurnakan oragnisasi yang kita cintai bersama ini.

(Catatan: inti dari ide ini sudah saya presentasikan pada waktu RAKERNAS
IAGI 2012 di Melia Purosani, Yogja, Rabu 19 September 2012 kemaren, jam
23:25 s/d 23:40, sebelum penutupan Rakernas pada pukul 00:00 dinihari).

Salam
ADB, IAGI-0800


--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
REGISTER NOW !
Contact Person:
Email : [email protected]
Phone : +62 82223 222341 (lisa) 
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id/
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke