Bagus itu secara virtual. Nanti kuorum peserta bisa tercapai.

Caranya aja yg di simple kan.


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: o - musakti <[email protected]>
Date: Sat, 22 Sep 2012 05:56:33 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] HAPUSKAN SUARA ANGGOTA, PERKUAT DAN BERDAYAKAN PENGDA 
DAN KOMISI (ANAK2 ORGANISASI)

Ide menarik, tapi seperti peribahasa,'The devil is in the details'
Apakah adil apabila pengda yang anggotanya banyak dapat suara sama dengan yang 
beranggota pengurus plus beberapa orang lagi ? Apakah demokratis apabila komisi 
yang aktif punya hak sama dengan yang kegiatannya hanya setahun sekali 
menjelang Munas ?
OK lah bisa diatasi dengan representasi proporsional, berdasarkan jumlah 
anggota, aktifitas dll, tapi lantas siapa yang menjadi 'judge' berapa suara 
yang menjadi hak pengda A atau asosiasi B ?
Lantas, apakah ini berarti setiap pengda atau komisi harus  mengadakan musda 
atau muskom sebelum maju membawa suara masing-masing di munas ? Kalau untuk 
menentukan sesuatu yang relatif straightforward, misalnya pemilihan ketua umum, 
 sih masih memungkinkan untuk membawa suara anggotanya. Tapi untuk yang lebih 
kompleks semisal revisi AD/ART, paling yang bisa dilakukan oleh musda atau 
muskom adalah 'menyerahkannya' pada perwakilan yang datang ke Munas......
Alternatifnya ?Secara sekarang sudah jaman digital, kenapa tidak mengadakan 
munas virtual saja ?Bisa, tapi tidak mesti, dikaitkan dengan PIT atau kegiatan 
sejenisnya. Pemilihan ketua atau revisi AD/ART bisa dengan mudah dilakukan 
secara online. Tinggal masalah database dan teknik pelaksanaannya dan juga 
framework legalitasnya yang perlu diperbarui, IMHO.
Lam salamO'Disclaimer : Kayanya keanggotaan saya sudah lapse. Kudu segera 
menghubungi sekretariat untuk tanya berapa tunggakan iuran....; (

--- On Sat, 22/9/12, seno aji <[email protected]> wrote:

From: seno aji <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] HAPUSKAN SUARA ANGGOTA, PERKUAT DAN BERDAYAKAN PENGDA 
DAN KOMISI (ANAK2 ORGANISASI)
To: "[email protected]" <[email protected]>
Received: Saturday, 22 September, 2012, 7:43 AM

Mas Andang,

Well noted. Sebagai sekjend dan ketua Adhoc saya telah mencatat masukan 
tersebut sebagai minute of meeting rakernas. Setelah draft AD ART kita 
circulate ke seluruh pengda dan anggota yg hadir di rakernas, kita akan memberi 
waktu satu bulan, tanggal 20 Oktober 2012 adalah batas masukan dari pengda. 
Setelah itu adhoc akan melakukan pleno untuk memutuskan draft final yg akan 
segera kita sahkan.
Pemberdayaan pengda akan sangat baik menurut saya. Mereka bisa sabagai DPR nya 
anggota atau Dewan Perwakilan Anggota.

Pembenahan mendasar ini perlu kita lakukan di segala aspek.

Salam
Seno Aji

 
Sent from my @smartmail

-----Original Message-----
From: "Andang Bachtiar" <[email protected]>
Date: Fri, 21 Sep 2012 14:07:32 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] HAPUSKAN SUARA ANGGOTA, PERKUAT DAN BERDAYAKAN PENGDA DAN 
KOMISI (ANAK2 ORGANISASI)

REVISI AD-ART IAGI: HAPUSKAN SUARA ANGGOTA, PERKUAT DAN BERDAYAKAN PENGDA
DAN KOMISI (ANAK2 ORGANISASI)
Andang Bachtiar (IAGI-0800, Dewan Penasehat IAGI)

Forum tertinggi pengambilan keputusan di organisasi IAGI kita ini masih
tetap saja yang disebut sebagai Rapat Anggota (pra-2002) atau Munas
(post-2002). Termasuk tentunya pengambilan keputusan untuk memilih Ketua
atau Presiden IAGI. Hal tersebut berlangsung bertahun-tahun - paling tidak
saya amati sejak saya mulai aktif jadi pengurus IAGI di th 1985, termasuk
jadi Panitia PIT sejak 1994 dan terus menerus mengawal PIT, baik sebagai
panitia maupun sbg Ketua IAGI, sampai tahun-tahun terakhir ini.

Dan selama bertahun-tahun itu pula kita selalu melihat dagelan organisasi
dimana Rapat Anggota atau Munas tidak pernah mencapai quorum 1/2N + 1
seperti disyaratkan dalam AD-ART. Hal ini kemudian selalu disiasati dengan
mengumumkan RA atau Munas untuk dilaksanakan sehari sebelum hari pelaksanaan
sebenarnya. Dan ketika pada hari H-1 itu yang datang tidak memenuhi quorum
(paling beberapa puluh orang dari 3000-4000-an anggota IAGI), maka RA atau
Munas diskors 1x24 jam dengan sekaligus mengumumkan  bahwa pada pembukaan RA
atau Munas yang tertunda nantinya itu (yaitu hari H), berapapun anggota yang
hadir maka RA atau Munas tersebut dianggap sah!! Hal tersebut sesuai juga
dengan apa yang tertulis di AD-ART (yang memang dibuat untuk menyiasati
masalah sepinya keterlibatan anggota dalam RA atau Munas tersebut).

Belasan - puluhan tahun kita selalu berpura-pura mempunyai Rapat Anggota
atau Munas, padahal maksimum hanya 180-200-an orang yang pernah hadir dalam
acara RA/Munas tersebut yang selama ini selalu di-pas-kan dengan hari
terakhir pada rangkaian pelaksanaan PIT-IAGI, sekaligus ditutup bersama-sama
dengan Penutupan PIT IAGI. Selain karena tidak semua anggota IAGI dapat
mengikuti PIT IAGI, juga karena meskipun ikut PIT IAGI, tidak semua anggota
punya minat untuk mengikuti RA atau Munas IAGI. Sehingga pada hari terakhir
penutupan PIT itu banyak peserta PIT yang anggota IAGI pulang duluan, atau
sibuk mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang balik ke tempat asal pada esok
harinya. "Ngapain juga repot2 ikutan rapat2 anggota atau munas, lebih baik
jalan2 belanja, atau ketemu2 teman2, reunion dll. Biar saja mereka yang
ngurusi IAGI dan concern masalah IAGI yang berapat-rapat membahas IAGI< kita
sebagai anggota biasa nurut sajalah apa keputusannya, dsb dsb"  demikianlah
biasanya celetukan para anggota di sekitar hari-hari akhir PIT IAGI
menjelang Rapat Anggota atau Munas IAGI.

Nah, untuk tidak selalu mengulang-ulang kebodohan, dagelan, hipokrisi, dan
penyia-nyiaan efisiensi mekanisme organisasi, saya mengusulkan supaya
masalah Rapat Anggota atau Munas ini direvisi dalam AD-ART IAGI. Yakni,
forum pengambilan keputusan tertinggi IAGI adalah Munas yang dihadiri oleh
wakil dari Pengda-Pengda IAGI dan wakil dari anak-anak organisasi, seperti
FOSI, MGEI, Komisi Geologi Kwarter, MAPEGI (d/h Komisi Geowisata), dll,  dan
juga tentunya PP, Dewan Penasehat, dan Dewan Kehormatan IAGI. Masing-masing
Pengda mempunyai hak satu (1) suara seperti juga wakil dari Komisi/ anak2
organisasi. PP, Dewan Penasehat, dan juga Dewan Kehormatan juga
masing-masing punya satu (1) suara secara keseluruhan. Dengan demikian tidak
ada lagi suara langsung anggota. Tetapi lebih ke suara perwakilan anggota
baik dalam Pengda maupun Komisi2/Anak2 Organisasi.

Akibatnya nanti: insyaallah Pengda-Pengda akan lebih berdaya, lebih aktif,
lebih diminati oleh anggota2 di daerah2 untuk dapat berkiprah dan
menyalurkan aspirasi. Demikian juga mekanisme organisasi dalam Komisi2 dan
atau Anak2 Organisasi akan jadi lebih dinamis dan menantang untuk dapat
memegang tampuk pimpinan menjalankan roda organisasi sehingga dapat jadi
penyalur aspirasi anggota dalam rangka membangun IAGI, Geologi  Indonesia,
dan Negara-Bangsa Indonesia pada umumnya. Tidak akan ada lagi
dagelan-dagelan Rapat Anggota atau Munas yang hanya dihadiri 1-5% jumlah
anggota tapi memutuskan hal-hal penting untuk IAGI, termasuk memilih
Presiden IAGI. Kalau ingin menyalurkan aspirasi lewat IAGI: aktiflah di
kepengurusan IAGI, baik Pengda, Komisi2, Anak2 Organisasi, maupun di
PP-IAGI. TIdak aka nada lagi yang om-do asal usul dan asal aspirasi; semua
yang ingin aspirasinya didengar dan dilaksanakan di organisasi harus aktif
juga menjalankan roda organisasi.

Mumpung IAGI masih akan merombak AD-ARTnya lagi lewat Komisi Ad-Hoc AD-ART,
mudah2an ide ini bisa digodok, diserap, dan dimanfaatkan untuk
menyempurnakan oragnisasi yang kita cintai bersama ini.

(Catatan: inti dari ide ini sudah saya presentasikan pada waktu RAKERNAS
IAGI 2012 di Melia Purosani, Yogja, Rabu 19 September 2012 kemaren, jam
23:25 s/d 23:40, sebelum penutupan Rakernas pada pukul 00:00 dinihari).

Salam
ADB, IAGI-0800


--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
REGISTER NOW !
Contact Person:
Email : [email protected]
Phone : +62 82223 222341 (lisa) 
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------


Kirim email ke