Mas Rovicky,
Wamen wrote:
> "Jadi, biarkanlah saya tidak TERKECOH oleh isue BLOK MAHAKAM, karena BLOK 
> EAST NATUNA bagi saya lebih urgent karena POA nya akan berakhir di akhir 
> november 2012, sehingga harus segera diputuskan, apakah permintaan insentif 
> tersebut diterima atau tidak oleh pemerintah."‬
Menurut saya, justru kitalah yg dikecoh oleh Wamen ESDM, seolah olah Blok 
Mahakam itu tidak begitu penting utk diputus sekarang, karena kontrak baru akan 
berakhir tahun 2017.  Justru Blok Mahakampun harus diputus sekarang, karena 
kalau tidak diputus sekarang malahan akan terlambat utk mempersiapkan segala 
sesuatunya agar pada waktu perpanjangan nanti produksi Blok ini tidak turun. 
Seperti Blok W Madura yg diputus hanya beberapa hari sebelum kontrak berakhir, 
ini adalah suatu kesalahan pemerintah kalau produksi turun.
Saya ngak habis pikir jalan pikirannya Wamen yg sudah S3 ini? Kalau Blok 
Mahakam kan sudah jelas begitu kontrak habis kan kalau jauh hari dipersiapkan 
tentu produksi tidak akan turun drastis. Jadi sekali lagi Blok Mahakampun 
sebaiknya diputus tahun ini juga demi kelangsungan produksi.
Sebaliknya kalau Blok East Natuna diputus sekarang tentu tidak langsung 
berproduksi saat ini juga, mungkin perlu waktu antara 5 sampai 10 tahun lagi 
baru berproduksi
Janganlah Wamen mengeluarkan statement yg aneh-aneh yg tidak lazim di dunia 
perminyakan, seperti luas area dipakai utk menentukan besar produksi, yaitu 
Pertamina menguasai 47 % luas WK, tapi produksi hanya no. 3. Ini kalau dilihat 
kalau dari minyak saja, tapi kalau digabung dg gas (dalam boe) produksi PTM kan 
menjadi No.2. Namun ukuran produksi yg disampaikan Wamen jelas-jelas tidak 
standard dan cendrung utk menjatuhkan citra Pertamina sendiri.
Selanjutnya Wamen mengecilkan arti Blok Mahakam yg remaining reservenya hanya 
tinggal 2 TCFG. Apa betul? Kalau betul ya sudah ngak usahlah TEPI diberikan 
perpanjangan, berikan sajalah blok baru yg kemungkinan akan mendapatka reserve 
jauh lebih besar dari Blok Mahakam. Walaupun Wamen menganggap Blok Mahakam 
kecil, tapi bagi Pertamina ini sangat berarti, karena akan menambah 
produksinya, sedangkan resikonyapun rendah serta investasi yg akan ditanamkan 
tentu tidak akan sebesar Blok East Natuna
Sekali lagi saya minta Wamen ini janganlah membodohi-bodohi IATMI dan IAGI, 
berbicaralah dengan jujur!!

Salam,

MIK  
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
Date: Mon, 22 Oct 2012 05:01:18 
To: IAGI<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] Sense of urgency : Mahakam atau Natuna ?
Ada satu alinea menarik dari tulisan Pak Wamen yg menurut saya akan
memperlihatkan strategi Pak Wamen. Atau mungkin strategi pemerintah, karena
bagaimanapun Wamen ESDM ini posisinya tertinggi dalam kompetensi
perminyakan. Ya, karena Pak Jero bukan ahli migas (energi).

Quote "Jadi, biarkanlah saya tidak TERKECOH oleh isue BLOK MAHAKAM, karena
BLOK EAST NATUNA bagi saya lebih urgent karena POA nya akan berakhir di
akhir november 2012, sehingga harus segera diputuskan, apakah permintaan
insentif tersebut diterima atau tidak oleh pemerintah."

Saya rasa mendiskusikan hal ini, mungkin dapat kita lihat sejauh mana sense
of urgency. Ketika dihadapkan pada satu pilihan yg unik, setiap orang akan
menunjukkan aslinya. Tulisan diatas memperlihatkan kalimat Pak Wamen yg
tidak terdistorsi oleh wartawan.

Bagaimana menurut anda strategi Pak Wamen ini ?
Siapa yg terkecoh, dan siapa yg mengecoh ?

Rdp


-- 
*"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*

Kirim email ke